
Seperti yang sudah diduga sebelumnya, diangkatnya Reynaldy sebagai raja kampus menuai banyak kritikan dari para mahasiswa/i kampus. Mereka beranggapan kalau Guy lah yang lebih pantas menyandang gelar kehormatan tersebut.
Padahal, sebelum Guy dan yang lainnya datang, Rey menjabat sebagai idola nomor satu dikampus. Pembicaraan yang tidak menyenangkan pun terdengar disana-sini.
Banyak diantara mereka yang mengatakan kalau mereka terpaksa memilih Rey sebagai raja kampus karena ialah yang menjadi pasangan Clara. Jadi bisa dikatakan, Clara lah yang menjadi alasan utama kenapa Rey bisa diangkat menjadi raja kampus.
"Rey, kamu gak usah dengerin apa yang dikatakan orang-orang, ya?" Pinta Clara saat ia dan Rey tengah makan berdua dikantin kampus. Akhir-akhir ini Rey tampak aneh dan berkesan menjauhinya.
"Kamu tenang saja, Cla. Perkataan mereka cuma aku anggap angin lalu kok!" Ucap Rey sambil tersenyum. Meski ia mengatakan itu, sebenarnya hatinya berbicara lain. Ia sama sekali tidak tenang karena rumor tak sedap yang beredar luas akhir-akhir ini. Tapi, demi terlihat biasa didepan Clara, ia berusaha untuk mengabaikan itu semua.
Padahal, meski Rey memang ingin berpasangan dengan Clara, tapi dekanlah yang memutuskannya. Tapi kenapa orang-orang itu tidak mengerti dan terus menghujatnya, ya?
Tidak hanya itu saja, bahkan Bian dan Bryan ikut menjelek-jelekkan dirinya. Hanya Guy-lah yang masih mau bersikap biasa padanya. Sedangkan yang lain? Kalau ada Clara mereka akan baik pada Rey, kalau tidak ya tidak.
"Oi raja dan ratu kampus, kalian berdua dicari sama dekan tuh!" Kata Amber yang datang entah darimana. Panggilan Raja yang diucapkan Amber membuat Rey muak. Pasti sahabatnya ini sangat senang karena ia dan Clara resmi menjadi raja dan ratu kampus. Sedangkan dirinya? Bukannya menikmati ini semua malah merasa tersiksa. Julukan baru itu seolah kutukan baginya.
Clara dan Reynaldy bangkit dari tempat duduknya dan berpesan pada Amber untuk membayarkan makanan mereka. Keduanya pun bergegas pergi ke ruang dekan.
Saat melewati koridor, tanpa sengaja mereka berdua berpapasan dengan Guy. Mahasiswi yang melihat Guy langsung menjerit-jerit histeris. Apalagi saat Clara kebetulan juga lewat.
"Lihat! Raja dan ratu kampus lewat, guys!"
"Gak kebayang deh gimana rasanya kalau Guy benar-benar jadi raja kampus dan Clara jadi ratunya, pasti seru!"
"Iya tuh, tapi sayangnya malah Rey yang menang!"
"Alah, biasa. Numpang nama!"
"Masa' iya numpang nama sama sahabatnya sendiri."
"Benar-benar gak ada akhlak ya!"
Clara yang mendengar perkataan itu jadi sangat emosi. Enak saja mereka menuduh sahabatnya yang tidak-tidak. Didekatnya pula. Hampir saja ia melabrak mereka kalau saja Rey tidak menahan lengannya.
"Udahlah Cla, ngapain juga radio rusak didengerin?!" Kata Rey. Ia menyeret Clara dan membawanya ke ruangan dekan tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Guy yang berniat menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
Sesampainya di ruangan dekan, Clara dan Rey mendapatkan hadiah berupa tropi dan piagam juga sejumlah uang. Clara menerimanya dengan senang hati sedangkan Rey? Ia sama sekali tidak mengerti apa yang harus ia rasakan sekarang. Tidak ada angin, tidak ada hujan, ia malah dituduh numpang nama pada sahabatnya sendiri.
Saat jam kuliah berakhir, Rey memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Biasanya kan ia menghabiskan waktu bersama Clara dan Amber.
Rey masuk ke dalam kamarnya yang dominan hitam putih. Banyak miniatur keren yang menghiasi kamarnya. Lagi asyik-asyikan rebahan santai sambil melamun, pintu kamar Rey diketuk oleh seseorang. Mama-nya.
"Rey, kamu dicari sama teman kuliah kamu nih!" Kata Mama-nya sambil mengetuk pintu kamar Rey dari luar.
Teman kuliah?
"Iya, Ma." Meski enggan, Rey akhirnya keluar dari kamar dan menemui tamu yang dimaksud oleh Mamanya. Kalian tahu siapa tamu itu? Guy. Guy lah yang datang berkunjung ke rumahnya. Pasti Clara yang memberi tahu dimana alamat rumah Rey.
"Guy? Why are you here?" Tanya Rey. Ia berusaha untuk bersikap biasa, tapi nyatanya suaranya malah terdengar ketus ditelinga Guy.
Guy tersenyum simpul, "Sorry for interrupting your break, Rey!"
"Can we talk outside? It's not good when my mother hears it!" Kata Rey memberi usulan.
Guy hanya menjawabnya dengan senyuman. Mereka berdua pun bangkit dan menuju ke halaman belakang.
"Which one?" Guy balik bertanya.
"People say that I share the name of my own best friend, you know. they say, you should be the king of the Campus."
"So why? You really deserve to be the king of the campus! Besides, it's not your fault if you pair up with . It's the dean who determines each other's partners!" Kata Guy dengan wajah seriusnya.
"You think so, don't you? Thank you!" Rey menatap lurus ke depan, "But actually, I did want to be with Clara.When the dean actually paired Clara with me, I was so happy. We finally won It's just that I didn't expect it to turn out like this!"
"People say, you are more worthy to be Clara's partner and become king.I was accused of taking my name on my best friend. my best friend. You know, I'm actually sick of hearing that you know, but for the sake of looking normal in front of Clara, I tried to cover it up."
"I think the assumption that you are more worthy of being king is correct. You're more handsome than me. Thanks to you, I who used to be in the first place who was more handsome on campus got down to number two."
Karena merasa nyaman berada di dekat Guy dan percaya padanya, Rey malah mengungkapkan isi hatinya pada laki-laki yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya. Guy mendengarnya dengan sepenuh hati, karena baginya Rey juga seorang sahabat.
"hmm, when it comes to good looks, actually there are more handsome than me you know. I would feel anxious if that person was on our campus. but luckily he's still in high school." Ujar Guy. "I think you can guess who I'm guessing!"
__ADS_1
Tunggu. Ada yang lebih tampan dari Guy? Kira-kira siapa ya? Apa kalian bisa menebaknya?
"He, huh?"
"Yep! Who else if not him. If he comes to campus, people might choose him to be the king of campus!"
"Well, it's only natural that he immediately became an idol. His face is very handsome. Well deserved to be Clara's little brother!"
Sementara itu,
"Hachi!" Raymond yang sedang bermain game didalam kamarnya bersin tiba-tiba. Siapa yang sedang membicarakan dirinya, ya?
Clara menceritakan peristiwa dikampus pada Mummy-nya. "Jadi gitu ya, karena Reynaldy berpasangan dengan kamu, dia malah dituduh numpang nama sama teman-teman kamu yang lainnya, ya?"
Clara mengangguk sambil memasukkan cemilan kedalam mulutnya, "Iya, Mum. Padahal kan tidak seperti itu!"
"Pasti berat ya, Mummy rasa tuduhan itu akan berdampak pada persahabatan kamu sama dia!"
Clara tersedak saat Mummy-nya mengatakan hal itu, "ihh Mummy, jangan gitu dong. Rey kan sahabat dekat Clara!" Meski sering adu mulut sih.
Paula yang hendak mengambil air tanpa sengaja mendengar pembicaraan ibu dan anak itu.
"Tapi Mummy masih heran deh, kira-kira siapa ya, yang sudah merusak gaun kamu?"
Deg!
Jantung Paula berdetak kencang saat Sarah mengungkit hal itu. Apa jangan-jangan Mummy Clara sudah curiga sama dia, ya?
"Yang itu gak usah dibahas deh, Mum. Kan Clara masih menang meski gak pakai gaun itu!" Sahut Clara malas.
"Iya, ya. Gimana rasanya jadi ratu kampus?" Tanya Sarah sambil mencubit pipi Clara pelan. Ia sudah menduga kalau putrinya itu akan menjadi ratu dikampusnya.
"Senang sih, Mum. Apalagi jadi banyak yang memperhatikan Clara. Tapi Clara sedih kalau ada yang bicara buruk tentang Reynaldy. Pasti Rey juga sedih!" Wajah Clara jadi murung saat mengatakannya.
"Kamu tenang saja Clara. Pasti ada cara memecahkan masalah ini!" Hibur Sarah, "Mummy doakan yang terbaik untuk persahabatan kamu!"
__ADS_1
"Terimakasih, Mum!" Clara memeluk Mummy-nya dengan penuh kasih sayang. Dalam hati, ia merasa beruntung mempunyai Mummy seperti Sarah.