Kutukan Dua Bahasa

Kutukan Dua Bahasa
Bab 55: Wisuda


__ADS_3

Setelah mengenyam pendidikan selama kurang lebih tiga tahun, kini tibalah masanya bagi Clara dan kawan-kawan untuk diwisuda.


Clara tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya yang sebentar lagi akan diwisuda. Setelah sekian lamanya ia menempuh jenjang pendidikan akhirnya ia lulus juga.


Clara menatap pantulan wajahnya dicermin. Make up nya tidak terlalu tebal dan bisa dibilang cukup natural sih. Ia juga mengenakan gaun formal yang kelihatan anggun. Senyum Clara mengembang seketika saat melihat penampilannya yang sudah beres, tinggal pergi ke kampus.


Pagi ini ia dan Nicolas akan pergi terlebih dulu bersama Guy, Bryan, dan Paula. Dan nanti Diamond dan Raymond akan menyusul. Clara sebenarnya merasa sedih sih, karena Mummy dan Daddy-nya tidak bisa melihat dirinya diwisuda. Tapi setelah ini, mereka janji akan mengajak Clara dan yang lainnya ke Amerika!


Diarea kampus, semua mahasiswa berpenampilan sangat cantik dan ganteng. Menampilkan semua aura mereka untuk hari yang sangat spesial ini.


Amber, Bian, dan Reynaldy duduk di kursi yang disediakan disana. Clara tersenyum lebar. Melangkahkan kaki menghampiri mereka. Diikuti oleh Guy, Bryan, dan Paula.


"Halo!" Sapa Clara sambil tersenyum manis.


Semua orang yang ada disana menyoroti dirinya yang berdiri sambil tersenyum.


"Wahh, akhirnya lulusan TIK datang juga!" Bian tertawa kecil.


"Kamu juga kali," dengus Clara. Ia duduk disebelah Amber.


"Ya Tuhan, sahabat gue cantik banget!" Ucap Reynaldy.


"Siapa juga dong, pacar Guy gitu lho!" Ucap Guy sambil menatap Clara dengan tatapan kagum.


Clara berdecak malas, "Enak aja!"


"Ngaku-ngaku mulu, tembak lah, Guy!" Rey bersorak riang. Ia sudah tau seperti apa masa lalu Clara dulu lewat cerita Guy yang ternyata adalah teman masa kecilnya Clara di Amerika. "Kita sudah lulus, pasti udah jarang ngumpul kayak gini. Daripada Lo nyesel mending tembak sekarang aja!"


Guy menggeleng sambil mengulum senyum, "Siapa bilang aku dan Clara jarang ketemu? Aku kan juga mau ikut Clara ke Amerika!" Jawab Guy. Sebenarnya ia tak sekedar ikut Clara ke Amerika sih, tapi juga kedua orangtuanya yang menyuruhnya pergi ke sana.


Oh iya, orang tua Guy juga tinggal di Amerika, lho! Rumah mereka juga dekat dengan rumah keluarga Thompson yang ada Amerika.


Berjam-jam mereka semua berbincang-bincang satu sama lain. Hari ini adalah hari terakhir buat mereka semua ke kampus. Setelah lulus, Clara rencananya akan memimpin salah satu cabang perusahaan keluarganya sesuai permintaan Daddy-nya. Semuanya berjalan begitu cepat. Dulu mereka jadi Maba sekarang sudah lulus saja.


Sambutan demi sambutan terdengar dari atas panggung. Clara dan teman-temannya mendengarkan dengan penuh takzim. Namun, pas acara hiburan, mereka duduk melingkar dan menatap wajah teman-teman satu sama lain.


Clara melengkungkan bibirnya membentuk senyuman. "Gak nyangka ya, kalau kita udah lulus."


"Iya, padahal baru kemarin kita jadi Maba, eh sekarang udah lulus saja." Reynaldy berbicara, "Setelah ini pasti kita jarang banget ketemu karena disibukkan oleh kerjaan masing-masing."

__ADS_1


"Banyak waktu yang kita lewati bersama-sama. Mungkin aku udah ngerepotin kalian berdua (Clara dan Rey), tapi jangan pernah bosan buat jadi sahabat aku, ya?" Pinta Amber dengan wajah memelas. Air matanya turun begitu saja.


Clara segera mendekap tubuh Amber dan menenangkannya. Mengatakan kalau apapun yang terjadi mereka pasti tidak akan melupakan persahabatan yang sudah lama terjalin.


"Jangan melupakan masa-masa saat kita kuliah, ya. Walaupun dimasa depan kita jarang banget ngumpul kayak gini, aku yakin, kalian pasti tidak akan pernah melupakan kedekatan kita!" Ucap Guy sambil tersenyum. Meski ia baru masuk kuliah ini pas semester tiga, sudah banyak yang ia lalui bersama mereka. Mereka juga sudah berjasa besar padanya. Membuatnya bisa berbahasa Indonesia selancar ini.


"I LOVE YOU GUYS!" Bryan berteriak kencang. Meski ia sebenarnya ingin berteriak I Love You Clara. Mereka semua tertawa disela-sela tangis.


"Ada yang nangis-nangis tuh dipojok kanan!" Suara MC terdengar. Semua orang menyorot ke arah Clara dan yang lainnya. "Ayo dong maju ke depan, buat merayakan pesta perpisahan kita!"


Clara dan teman-temannya melongo. Semua orang tertawa melihat ekspresi mereka yang lucu dan menggemaskan itu. Clara meringis. Malu.


Reynaldy ngakak, "yuk, ah, kita ke pentas!"


Mereka beranjak dari tempat duduk dan maju ke atas pentas. Guy yang tersenyum sok ganteng memberi satu dua patah kata.


"Bumi punya satelit bernama bulan, dia berotasi sepanjang waktu dengan sepenuh hati kami sampaikan terima kasih atas kesabaran bapak dan ibu guru.Kami selalu bersyukur atas apa yang diberikan kepada kami. Guru bukan hanya mengajar kami, tapi juga membimbing kami, Terima kasih guruku.


“Disaat menghitung angka seharusnya kita teringat dengan guru kita yang telah mengajari berhitung, Terima Kasih Wahai Guruku. Guruku engkau membimbingku, engkau mendidikku, engkau adalah pelita yang menerangi kegelapan, jasamu begitu besar mencerdaskan putra putri bangsa terima kasih guruku, Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa.”


“Aku sadar guruku, tidak ada kata maaf yang mampu menghapus kesalahanku, tidak ada airmata yang mampu melelehkan keburukanku, doakan semua muridmu ini menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa, selamat berpisah wahai guru.”


"Mungkin, saya disini mewakili seluruh mahasiswa yang ada, mengucapkan Guruku! Dengan apa ku membalas jasamu. Kau korbankan waktu dan tenagamu untuk mendidik dan mengajariku. Tiada kau bedakan siapa diriku ini, apakah orang lemah, kuat, miskin atau kaya. Kau kerahkan seluruh tenaga dan pikiranmu demi kebaikanku. Demi masa depanku agar aku benar-benar menjadi orang yang berguna, bagi umat manusia, bangsa, dan negara. Kini kita kan berpisah. Hanya ucapan terima kasih dan do’a yang bisa kupanjatkan. Aku berharap, kau kan selalu dalam lindungan-Nya. Aku berharap, kau kan selalu bersabar dalam menghadapi anak-anak didikmu.”


Semua orang bertepuk tangan mendengar kata-kata yang sangat indah itu. Guy kembali mengulum senyum, sudah lelah berkata-kata mereka akhirnya bernyanyi bersama-sama.


𝑇𝑖𝑔𝑎 𝑡𝑎𝒉𝑢𝑛 𝑡𝑒𝑙𝑎𝒉 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎 


𝐽𝑎𝑙𝑎𝑛𝑖 𝑘𝑖𝑠𝑎𝒉 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑖𝑛𝑑𝑎𝒉 


𝐵𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑡'𝑙𝑎𝒉 𝑑𝑖 𝑙𝑎𝑙𝑢𝑖 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 


𝑆𝑢𝑘𝑎 𝑑𝑢𝑘𝑎 𝑡'𝑙𝑎𝒉 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑟𝑎𝑠𝑎 ...


𝐵𝑎𝑔𝑖𝑘𝑢 𝑘𝑎𝑢 𝑡𝑒𝑚𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑎𝑖𝑘𝑘𝑢 


𝑇𝑒𝑚𝑝𝑎𝑡𝑘𝑢 𝑡𝑢𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑙𝑢𝑘𝑎 


𝑊𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑘𝑖𝑛𝑖 𝑘𝑢𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑟𝑒𝑠𝑎𝒉 

__ADS_1


𝐾𝑎𝑟'𝑛𝑎 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑖𝑠𝑎𝒉 ...


𝑅𝑒𝑓𝑓 :


𝑆'𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑡𝑒𝑚𝑎𝑛-𝑡𝑒𝑚𝑎𝑛𝑘𝑢 


𝐾𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑖𝑠𝑎𝒉 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑛𝑦𝑎 


𝐼𝑛𝑔𝑎𝑡𝑙𝑎𝒉 𝑝𝑎𝑏𝑖𝑙𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑚𝑢 𝑛𝑎𝑛𝑡𝑖 


𝑀𝑜𝒉𝑜𝑛 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑢𝑝𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑢


𝑆'𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑡𝑒𝑚𝑎𝑛-𝑡𝑒𝑚𝑎𝑛𝑘𝑢 


𝐾𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑖𝑠𝑎𝒉 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑛𝑦𝑎 


𝑇𝑎𝑘 𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛 𝑙𝑎𝑔𝑖 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎 


𝑀𝑜𝒉𝑜𝑛 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑢𝑝𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑢 ...


𝐵𝑒𝑟𝑖𝑏𝑢 𝒉𝑎𝑟𝑖 𝑡'𝑙𝑎𝒉 𝑘𝑢𝑙𝑒𝑤𝑎𝑡𝑖 


𝐵𝑒𝑟𝑖𝑏𝑢 𝑘𝑖𝑠𝑎𝒉 𝑡'𝑙𝑎𝒉 𝑘𝑢𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛𝑖 


𝑁𝑎𝑚𝑢𝑛 𝑡𝑎𝑘𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑢𝑡𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑔𝑖 


𝐾𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑑𝑎𝒉 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎


𝐵𝑎𝑔𝑖𝑘𝑢 𝑘𝑎𝑢 𝑡𝑒𝑚𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑎𝑖𝑘𝑘𝑢 


𝑇𝑒𝑚𝑝𝑎𝑡𝑘𝑢 𝑡𝑢𝑘 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑙𝑢𝑘𝑎 


𝑊𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑘𝑖𝑛𝑖 𝑘𝑢𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑟𝑒𝑠𝑎𝒉 


𝐾𝑎𝑟'𝑛𝑎 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑖𝑠𝑎𝒉


(𝐾𝑒𝑚𝑏𝑎𝑙𝑖 𝑘𝑒 𝑟𝑒𝑓𝑓)


(Google 🤣🤣🤣)

__ADS_1


Besok mungkin kau akan selangkah lebih jauh dariku, tapi kau akan selangkah lebih dekat dengan mimpi-mimpi mu. Teruslah maju untuk meraih semua itu. - Anonim.


__ADS_2