
Seperti yang sudah direncanakan Guy, malam ini ia dan Clara akan makan malam bersama dipinggir pantai. Sebelum pergi ke sana, Guy menutup mata Clara dengan sapu tangan dan membimbing gadis itu pergi ke tempat tujuan.
Sesampainya di sana, penutup mata Clara pun terbuka. Gadis itu mengulas senyum lebar penuh pesona saat melihat sebuah meja yang terdiri dari dua buah kursi yang dikelilingi lilin berpola hati dan lingkaran.
"Gimana? Kamu suka nggak?" Tanya Guy sambil berbisik ditelinga Clara. Gadis itu mengangguk antusias. Guy mengangguk mengerti. Memang itu yang ia harapkan. Pemuda itu segera membimbing Clara untuk duduk disana.
Di meja itu sudah tersedia aneka makanan lezat yang menunggu untuk dicicipi. Clara dan Guy makan dengan nikmat sambil berbincang satu sama lain.
"Oh iya Cla, aku mau ngasih ini sama kamu!" Guy mengeluarkan surat undangan dari dalam saku jaketnya dan menyerahkannya ke Clara.
Clara menerima surat itu dengan perasaan heran. Sekali liat ia juga sudah tau kalau kalau itu surat undangan pernikahan. Liat aja desainnya yang berkesan mewah itu. "Ini apa? Surat undangan kamu?" Tanyanya asal.
Guy mengangguk sambil tersenyum lebar. "Iya."
"Kamu mau nikah sama siapa, Guy? Enak ajak kamu nikah sama perempuan lain selagi ada aku!"
"Emang kamu bakal membiarkan aku nikah sama orang lain?" Pancing Guy.
Clara menatap Guy dengan tatapan tajam dan muka perang. "Coba aja kalau kamu nikah sama orang lain, aku granat gedung pernikahan kamu!"
Guy tidak bisa menahan tawanya lagi. "Udah ah, kamu liat aja nama yang ada disana!" Pesan Guy sambil menyeka air mata yang menggenang diujung matanya.
Meski sedikit enggan, gadis itupun melihat nama pasangan yang tertera disana. Gadis itu menatap ke arah Guy yang tersenyum manis dan surat undangan itu secara bergantian. Jelas-jelas disana tertera nama mereka berdua. Clarissa Rasandra Wiratama & Cool Guy Vazero Ethan.
Air mata bahagia langsung mengalir membasahi pipi Clara. Ia berharap kalau ini semua bukan mimpi.
"Bulan depan kita nikah, ya, honey?" Kata Guy sambil mengerlingkan matanya ke arah Clara.
Nikah?
Bulan depan Clara nikah dengan Guy?
"Ini bukan mimpi, kan?" Tanya Clara sambil menatap Guy dengan polosnya. Guy menggelengkan kepalanya. Tangannya gatal untuk mencubit pipi Clara saking gemasnya.
Clara berdiri dari tempat duduknya, begitu juga dengan Guy. Kedua orang itu berpelukan satu sama lain dan mengucapkan perasaan satu sama lain. Happy ending, kan? Clara dan Guy kan memutuskan untuk menikah bulan depan. Jadi apa lagi yang membahagiakan selain ini. Semoga mereka berdua hidup dengan bahagia.
Hahahaha.
Tepat saat kedua orang itu saling berpelukan satu sama lain, bumi diguncang gempa berkekuatan besar selama hitungan detik. Clara dan Guy melepaskan pelukan masing-masing.
Antara sadar dan tidak sadar, kedua orang itu langsung berlari meninggalkan pinggir pantai saat dilihatnya air menyurut. Ikan-ikan pun banyak yang terdapar ditepi pantai.
Tebak apa yang terjadi. Dan Yap!
Tsunami setinggi dua puluh meter dengan cepat menggulung dan memporak-porandakan semuanya yang ada ditepi pantai dan memakan banyak korban jiwa. Juga Clara dan Guy.
Gempa bumi yang disusul tsunami yang melanda Bali itu dengan cepat tersebar ke seantero Indonesia dan mengguncang keluarga Clara dan Guy. Orang tua Clara dan orang tua Guy langsung terbang ke Bali. Selama dalam perjalanan, mereka tidak henti-hentinya berdoa atas keselamatan dua orang itu.
__ADS_1
*****
Beberapa hari kemudian, Clara terbangun saat merasakan sakit yang teramat sangat disekujur tubuhnya. Gadis itu membuka mata dan menyentuh kepalanya yang terasa pening. Ia heran saat mendapati dirinya berada disebuah ruangan serba putih. Mengambil sedikit waktu, ingatan Clara tentang kejadian malam itupun membuat tubuhnya menegang.
Ya Tuhan, ia selamat!
Clara mengedarkan pandangannya dan mendapati orangtuanya dan orangtua Guy sudah ada disana. Ia mengernyitkan keningnya saat melihat ibu Guy menangis histeris dengan Mummy-nya yang menyenangkannya.
"Mummy?" Panggil Clara. Meski lirih, panggilan Clara itu sanggup mengalihkan perhatian orang-orang yang ada disana. Melihat kakaknya siuman setelah lima hari tidak sadarkan diri, Raymond pun berlari menghampiri Clara sambil menitikkan air mata.
Kenapa kakaknya harus mengalami musibah ketika sedang berlibur? Kenapa? Membayangkan itu membuat Raymond ingin menangis meraung-raung.
"Tante Salma ngapain nangis? Guy juga selamat kan?" Tanya Clara. Gadis itu mengernyitkan keningnya saat tidak ada satu orangpun yang menjawab pertanyaannya. "Guy mana, Ray?" Tanyanya lagi.
"Guy ..." Raymond tidak tau harus menjawab apa. Pemuda itu melirik ke arah ibunya meminta bantuan. Namun, karena Sarah sedang menenangkan ibu Guy, Nicolas lah yang menghampiri Clara.
"Kamu yang sabar, ya ..."
Clara merasa dunianya runtuh seketika. Lelucon apa yang ia dengar? Guy hanyut terbawa arus dan tak ada seorangpun yang bisa menyelamatkannya? Kenapa ini semua bisa terjadi? Clara merasa mati rasa. Ia begitu terpuruk saat mengetahui kekasih hatinya tidak terselamatkan lagi. Neraka apa yang sedang menghantui dirinya sekarang, Tuhan?
Clara bergetar menahan rasa sakit dan perih. Gadis itu menangis sekencang-kencangnya dan menolak kenyataan telah berpisah dengan Guy saat mereka berdua memutuskan hendak menikah sebulan lagi.
Dulu, ia yang pergi dari Guy. Tapi kenapa sekarang Guy yang pergi dari dalam hidupnya? Kenapa Tuhan? Kenapa? Kenapa harus Clara dan Guy? Selalu saja Clara dan Guy. Baru saja menjadi sepasang kekasih kan?
"Tidak, tidak, Guy tidak mungkin pergi kan? Guy selamatkan? Iya kan? Ya Tuhan!" Clara berteriak sejadi-jadinya. Ia merasakan sakit dan pedihnya kehilangan orang yang dicintainya. Clara sangat lemah soal ini dan ia tidak bisa menerimanya.
*****
Sebentar lagi Feng akan menjadi penerus keluarga dan perusahaan, makanya ia harus memiliki pendamping hidup. Karena itulah syarat utama sebelum menjadi kepala keluarga Liu.
"Daripada ayah, ibu, dan nenek sibuk menanyai ku soal pendamping hidup, kalian jodohkan saja aku dengan Clara!" Kata Feng akhirnya. Memang itu yang ia mau.
πππ πππ
*****
Akhirnya novel ini tamat juga meski part nya nggak sampai ratusan. Kenapa? Karena rencananya cerita ini bakal dibuat berseri. Jadi sampai jumpa di cerita selanjutnya, ya. TERIMAKASIH BANYAK SUDAH MEMBACA CERITA INIππ
Sebagai penutup, mari kita nyanyikan lagu berikut ini ...
πππ¦ππ«π’π§ - πππ―ππ§ππ’π§
Kemarin engkau masih ada di sini
Bersamaku menikmati rasa ini
Berharap semua takkan pernah berakhir
__ADS_1
Bersamamu
Bersamamu
Kemarin dunia terlihat sangat indah
Dan denganmu merasakan ini semua
Melewati hitam-putih hidup ini
Bersamamu
Bersamamu
Kini sendiri di sini
Mencarimu tak tahu di mana
Semoga tenang kau di sana
Selamanya
Aku selalu mengingatmu
Doakanmu setiap malamku
Semoga tenang kau di sana
Selamanya
Kini sendiri di sini
Mencarimu tak tahu di mana
Semoga tenang kau di sana
Selamanya
Aku selalu mengingatmu
Doakanmu setiap malamku
Semoga tenang kau di sana
Selamanya
π ππ π¦ππ’ ππ π‘ππ πππ₯π‘ πππ£ππ ...
__ADS_1