Kutukan Dua Bahasa

Kutukan Dua Bahasa
Bab 19: Orang yang diberi coklat


__ADS_3

"Maafkan aku, gara-gara aku merusak gelang itu jadi hasil terbaiknya tidak diketahui!" Kata Clara sambil meminta maaf pada mereka berlima.


"Tidak apa-apa kok ..."


Clara melirik ke arah Bima yang sejak tadi hanya diam saja. Gara-gara Clara sempat memukuli permainan tangkap boneka, alat itu jadi rusak.


Clara juga melirik ke arah Guy yang memasang tampang menakutkan. Waduh. "Maaf ya Guy, disaat kencan ..."


"I have something to tell you!" Bima berkata dengan wajah serius, "Thank you very much. It's only because of me that you guys are planning a date like this.You're all really good, huh!"


Rey, Bian, Bryan, dan Guy. 100% penuh curiga.


"I'm okay. Thanks to you I've found the answer!"


"Answer?"


"Yes, the five of you who are very famous among students, unexpectedly it turns out that you also like to fail. And tried his hardest to make the campus queen, Clara, flutter. Seeing that I was not afraid to fail. I will try my best to make my girlfriend feel happy when I date!"


Clara dan yang lain dijemput oleh mobil milik keluarga Bian.


"Ternyata tidak sia-sia saja ya, kita melakukan ini!" Kata Rey. Clara dan yang lainnya mengenakan handsfree penerjemah bahasa, makanya ia bebas mau pakai bahasa apa saja.



"I don't know why I'm so happy!" Sahut Guy.


"Mudah-mudahan kencannya berhasil!" Imbuh Clara.


"Really. I even hope her date fails. As an experience only!" Ujar Bryan.


"I also. Do I have to come to ruin their date, huh?" Tanya Bian memberi saran. Kenapa Bian dan Bryan jadi kompak begini, ya?



"Kalian ini ...."


Seeet


Pluk


Clara yang ketiduran menyandarkan kepalanya di bahu Guy yang duduk disebelahnya. Tubuh Clara akhirnya jatuh ke pangkuan Guy. Saat itulah ia terbangun dan menyadari kalau ia tertidur dipaha Guy.


"Waaa maaf, aku ketiduran!" Kata Clara sambil bangkit dari tempat duduknya. Ia lupa kalau sekarang ada di dalam mobil. Karena tidak hati-hati kepala Clara akhirnya membentur atap mobil.



"Clara, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Bian saat melihat Clara memegangi kepalanya yang sakit gara-gara membentur atap mobil.


"Tidak juga ..." Clara melirik ke arah Guy yang menatap keluar jendela. "Kaget aku. Sejak kapan aku ketiduran, ya?" Tanyanya dalam hati.


Saat Guy mendapati dirinya tengah menatap Guy, Clara buru-buru memutuskan kontak mata dan mengalihkan pandangan ke luar jendela.


"Ke, kenapa aku memalingkan muka. Aku ini kenapa sih?" Clara semakin tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya.


"Oi, why are you mad at me anyway? I should be the one mad you know!" Kata Guy.


__ADS_1


"Eh, apa maksud mu?" Tanya Clara tidak tahu. Wajahnya merah padam tanpa sebab.


"Aren't you mad at me?"


"Aku tidak marah kok!"


"Then why don't you look this way?"


"Karena aku memang tidak mau melihat kesana!"


"Hah?!" Mulai deh mereka. Guy memegang pipi Clara dan memaksanya untuk menghadap kearahnya, "When you are talking to that person, you have to look at the person you are talking to. Were you never taught that way, huh?"


Clara dan Guy saling pandang satu sama lain. Wajah Clara memerah kembali. Gadis itu segera memalingkan muka. "Kenapa aku jadi seperti ini sih. Memalukan sekali!" Batin Clara. Hari ini ia aneh sekali. Ia ingin cepat sampai kerumah. Mungkin karena kencan tadi, Clara jadi kelelahan.


Begitu sampai ke rumah nanti, Clara ingin langsung tidur dengan harapan besok ia sudah tenang kembali.


Bian, Bryan, dan Rey yang melihat reaksi Clara terhadap Guy langsung cemburu. "Apa Clara mulai suka sama Guy, ya?" Batin Rey.


*****


Keesokan harinya, Clara menceritakan pengalamannya pada Amber dikantin kampus.


"Jadi menurut mu rencana kencan siapa yang bagus?" Tanya Amber sambil menyeruput jus jeruknya.



"Hmm, ketiganya bagus sih. Hanya saja aku merasa seperti kelinci percobaan tahu!"


"Yahh, namanya membantu orang, Cla." Amber mendadak teringat akan sesuatu, "Oh iya, Cla. Besok hari Valentine, lho. Apa kamu sudah menyiapkan coklat untuk orang yang spesial?" Tanya Amber. Ia bisa melihat raut wajah heran diwajah Clara. Jangan bilang kalau Clara tidak tahu kalau besok hari Valentine?


"Hari Valentine?"


"Iya, valentine. Hari Valentine artinya perayaan cinta dan kasih sayang yang diperingati setiap tahun, tepatnya setiap tanggal 14 Februari. Biasanya anak-anak cewek memberikan coklat pada cowok yang disukainya!" Jelas Amber. Clara tidak peka sama sekali, karena itulah, wajar kalau ia tidak memperhatikan hari istimewa seperti ini.


"Kenapa harus memberi coklat?"


"Cokelat disebut sebagai simbol kasih sayang, cinta terdalam, daya tarik dan gairah. Pada hakekatnya, coklat itu lembut dan manis, seperti anak perempuan. Makanya cewek-cewek selalu memberi coklat sebagai ungkapan rasa sayang mereka pada cowok!"


Sedikit demi sedikit, Clara mulai mengerti apa yang dijelaskan Amber. Sejak dulu ia memang sering memberi coklat pada seseorang, tapi tidak mengerti maknanya apa. Karena orang-orang pada memberi coklat, makanya ia ikut-ikutan.


"Jadi, kamu mau memberi coklat sama siapa, Cla?" tanya Amber lagi.


Clara tidak segera menjawab, ia tengah memikirkan sesuatu, "Gak tahu juga, Am. Aku kan tidak punya pacar!"


"Yaa kasih aja sama orang yang berharga menurut kamu!"


Orang yang berharga?


Dalam ingatan Clara, terbayang jelas wajah Daddy, Mummy, adik, dan pamannya. Apa ia memberi coklat pada mereka saja, ya?


*****


Mendekati hari Valentine, banyak para mahasiswa yang mulai memberikan coklat pada Guy, Rey, dan Bryan yang populer dikalangan mahasiswa/i.


Nicolas yang terkenal pelit nilai dan killer pun juga ikut kebanjiran coklat. Yah, meski sifatnya over menyebalkan, dia memang sangat populer sebagai dosen muda paling tampan sih.


Clara sudah menyiapkan coklat untuk orang-orang yang berharga baginya. Ia tidak sabar untuk segera memberikan coklat pada mereka.

__ADS_1


"Jadi, apa kalian sudah mendapatkan coklat dari Clara?" Tanya Amber pada tiga orang yang saat ini tengah bersaing mendapatkan coklat dari Clara.


"Not yet, but I've gotten a lot of chocolate from the others!" Jawab Bryan. Ini sebenarnya pemenangnya ditentukan dari siapa yang mendapatkan coklat dari Clara atau yang banyak mendapatkan coklat, sih?


"Selamat pagi semuanya!" Ucap Clara sambil masuk ke dalam kelas. Ia pergi ke ruangan Nicola dulu sih, makanya ia baru masuk ke dalam kelas.


"Pagi, Clara!"


"Morning!"


Senyum Clara merekah indah pagi ini. Entah karena hari ini memang istimewa baginya atau karena apa. Clara mengeluarkan sebuah coklat yang sudah dibungkus dengan kertas kado dan menyerahkannya pada ...


Rey?!


"Rey, makasih ya, sudah mau jadi sahabat aku!" Kata Clara dengan senyum tulusnya yang sangat menawan. Orang-orang yang melihatnya langsung meleleh begitu saja.


Meski agak heran, Rey menerimanya sambil tersenyum. Ia melirik ke arah tiga orang itu yang kelihatan tidak suka.


"Oh iya, untuk kalian bertiga. Terimakasih sudah mau jadi teman aku!" Clara menyerahkan coklat pada Bian, Bryan, dan Rey.


Hal ini sungguh diluar dugaan mereka semua. Tak disangka, Clara malah memberi mereka semua coklat yang sudah dibungkus dengan kertas kado. Karena bagi Clara, sahabat dan teman adalah orang yang berharga selain keluarga.


"Jadi yang berhak mendapatkan Clara kalian berempat dong. Kan kalian semua mendapatkan coklat dari Clara!" Kata Amber pada mereka berempat.


"Then you mean Clara becomes a rotating girlfriend, right?" Tanya Bryan yang langsung dihadiahi sebuah jitakan oleh Bian, Rey, dan Guy.


"Sembarangan, memangnya lu kira Clara cewek apa'an hah?" Tanya Rey kesal. Padahal ia sudah memperingatkan pada Bryan kalau Indonesia beda dengan barat.


"I heard the college is having a party." Kata Guy sambil memperlihatkan brosur yang berisi rencana pesta kampus.


"Oh iya benar. Kalau tidak salah itu untuk ajang pemilihan ratu dan raja kampus!" Jawab Amber.


"Aku, Bryan, dan Guy sudah jadi kandidat raja kampus lho!" Ujar Rey dengan bangganya. Tidak sia-sia kalau mereka bertiga jadi cowok populer di kampus ini.


"Wow, you three are so cool. Then besides me, who is the queen candidate?" Tanya Paula. Ia melirik ke arah Amber yang juga terkenal cantik.



"Cla ..."


"AKU!"


Clara yang muncul entah dari mana tiba-tiba memotong perkataan Amber. Ia menatap sahabatnya dengan tatapan sinis.


"Clara?!"


"Kamu kan yang memasukkan nama aku sebagai kandidat ratu kampus?" Tanya Clara, ia mengabaikan perkataan orang disekitarnya.


Bukannya merasa bersalah, Amber malah tersenyum penuh kemenangan, "Ayolah Clara, sudah waktunya kamu tahu seberapa populernya kamu dikampus ini! Harusnya kamu bangga dong aku masukkan ke ajang ratu dan raja kampus!"


"Ya tapi kamu jangan seenaknya saja dong, Am. Mana mungkin ada anak cowok yang naksir sama aku?"


Bian, Rey, Bryan, dan Guy tersedak. Lalu Clara pikir mereka berempat apa, hah?


Oh iya, lupa. Clara kan tidak tahu kalau mereka berempat suka sama dirinya.


"Udah pokoknya kamu dandan aja yang cantik. Pasti banyak yang ngerubungi kamu!" Amber mengernyitkan kening saat tanpa sengaja melihat interaksi antara Paula dan Bian. Sepertinya ada yang sedang direncanakan oleh mereka berdua. Tapi apa, ya?

__ADS_1


Firasat Amber tiba-tiba mengatakan akan ada masalah yang terjadi pada Clara. Kira-kira apa, ya? Semoga firasat itu salah.


__ADS_2