KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG

KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG
Rahasia Peninggalan Atok Tarno.


__ADS_3

Surat kedua kemudian aku ambil dari jelang persegi itu, dan aku perhatikan dengan seksama.


"Dari Mbah Dirman, bapak dari bapak ku. kotak ini aku simpan karena menurut nya ini adalah penangkal roh jahat dan pelaris.


Dagangan ku laris manis karna ini, anak ku bisa sekolah dengan baik, usaha ku semakin besar.


Dan ku nikahkan anak ku dengan putri pemilik pabrik baju. Dan Kris ini ku sembunyikan di photo keluarga yang terpajang di kamar anak ku itu.


Anak ku pun bisa lebih sukses dari saya, sehingga bisa membeli semua rumah di sekitar rumah ku ini, hanya satu yang saya heran, kenapa saya dan anak


ku hanya punya anak satu.


"Pak....tulisan pudar pak, ngak terbaca lagi."


Tulisan itu pudar dan tidak terbaca, hal membuat kami semakin penasaran dengan semua teka-teki yang rumit ini.


"Ya dah mau gimana lagi, oh ya Mora, dari kaleng pertama, dan dari kaleng kedua tolong ambil sedikit untuk tes DNA.


"Baik pak."


Dengan hati-hati aku membagi rambut itu kemudian memasukkan dalam plastik kecil kemudian di beri tanda, begitu rambut pak Didit, yang aku ambil dengan gunting, kemudian memasukkan nya ke dalam plastik kecil.


Setelah selesai, langsung memasukkan nya ke dalam amplop coklat, setelah nya aku mengeluarkan handphone untuk menghubungi sakit Citra Jogja, yang merupakan anak usaha jaya group. perusahaan yang dikelola oleh pak Didit.


"Pak, sudah ku mintak untuk tes DNA ini ke rumah sakit Citra Jogja, sebentar lagi perwakilan dari rumah sakit akan segera datang, menurut keterangan dari pihak rumah sakit, tes DNA keluar 2 sampai 3 Minggu, tapi saya sudah memohon untuk secepatnya."


"Bagus.....


Mora... bagiamana kesimpulan mu mengenai ini?" tanya pak Didit dengan raut wajahnya yang tegang.


"Menurut Mora pak, Kemungkinan besar bapak dan keluarga adalah waris pemuja Begu Ganjang, nanti lebih jelasnya setelah tes DNA nya keluar pak.


Pak...Bu... Menurut surat yang pertama, dan Kris ini berjumlah dua, satu Kris lagi kemana ya? Asal usul ulos ini pun tidak ada."


"Mungkin karna surat nya yang ngak terbaca kali bang."


"Iya bisa jadi ren, membaca setengah ngak enak ya."


Perwakilan dari rumah sakit sudah tiba di halaman depan rumah ini, dan setelah memberikan sampel itu lalu masuk ke rumah.


"Pak ... Bu, itu tadi dari rumah sakit Citra."


Gudar.......krek........gudar.....


Horas.......horas........ Horas....


Gudar.......krek.....kerek...


Suara itu sangat terdengar sangat jelas, dan suara yang kuat berasal dari kamar atok Tarno yang geledah.


Sehingga kami semua berlari keluar, Gomgom langsung menggendong Aris, karna kaki Aris belum sembuh total.

__ADS_1


Aku langsung menuntun Iren dan Bu Rida serta mbak Tarni, yang terlihat syok, dan pak Didit mengikuti kami dari belakang, sementara pak Argap dan istri masih di dalam.


Setelah kami di luar pagar, aku bersama Gomgom kembali menyusul ke dalam, untuk menyusul pak Argap dan istrinya dan juga untuk mengambil barang-barang peninggalan atok Tarno.


Setelah kami keluar dari rumah klasik itu, mbok Ayu langsung memegang tangan Bu Rida.


"Bapak, Bu... Kita ke rumah yuk, ni dah saat nya makan siang, anak-anak mbok pasti dah selesai masak, dan gak enak juga di liatin warga lainnya."


Kami hanya mengganguk tanda setuju, tanpa bicara kami mengikuti pak Argap dan istrinya masuk ke rumah depan yang di tempati oleh keluarga pak Argap.


Sampai juga di rumah Pak Argap dan kami semua terduduk di sofa ruang tamu.


"tadi itu apaan ya bang? serem banget." ujar Iren yang masih terlihat syok.


"seperti itulah setiap hari non, suara-suara aneh dan benda-benda yang berterbangan disekitar rumah."


"begitu ya mbok, kasihan benar deh keluarga nya mbok. yang setiap malamnya di teror."


"sekarang ngak lagi non, tapi biasanya siang hari seperti ini tidak tuh suara-suara aneh. tapi kok kali ini agak lain ya.!


"Kemungkinan karena kita membongkar barang peninggalan atok Tarno." sanggah pak Didit.


"Mungkin juga pak, ya sudah Mbok mau siapkan makanan dulu ya, bapak, ibu, dan semua silahkan bersih-bersih dulu, habis itu makan."


Mbok Ayu menyuruh kami untuk membersihkan tubuh kami masing-masing, dan kami langsung melaksanakannya.


Tarni dan Mbok Ayu serta Laila dan Tika sudah menunggu kami di meja makan dan akhirnya kami semua berkumpul dan makan siang bersama.


Selesai makan siang kami kemudian berkumpul di ruang tamu, Tarni dan Mbok Ayu datang seraya menyajikan minuman dan cemilan.


Bang Gomgom kalau suka sama mbak Tika bilang aja langsung, mumpung orang tua disini."


Terlihat wajah Gomgom merah dan menahan malu karna ketahuan curi-curi pandang ke tika.


"Wajah bang Gomgom langsung merah."


'iren ngeledek Gomgom'


hahahahaha hahahaha.....


Serentak kami semua tertawa, ketegangan akan peristiwa yang kami alami hilang seketika.


"Mas Gomgom, kalau suka sama Tika, ngak masalah bagi bapak tapi sabar ya, bapak akan menikah putri ku secara berurutan." ujar pak Argap ke Gomgom.


"Ngak masalah kok pak, lagian bang Mora masih jomblo."


Hahahahahaha..... hahahaha...


Kembali Susana hening itu kembali ceria karna jawaban spontan dari Gomgom.


"Kok bawa-bawa status Abang jomblo sih?"

__ADS_1


"Kan mang iya kalau Abang jomblo."


Hahahaha hahahaha..........


Serasa beban pikiran ini terlepas begitu saja, sejenak kami melupakan semua kejadian yang menimpa kami, dan kami Terlarut dengan suasana yang bahagia ini.


"Bang Mora lagi nungguin Kak Rohani ya?" Sanggah Gomgom disela-sela tawa kami.


"Bang Gom ... kak rohani itu siapa?"


"Pariban kami ren, pariban adalah cewek yang bisa di nikahi dalam sisilah Batak, putri dari anaknya saudara laki-laki dari pihak mama."


Ohhhhhhhhh


'semua serentak menjawab oh'


"Bang Gomgom tau ngak kenapa bang Mora itu jomblo?"


Gomgom hanya geleng-geleng kepala, sembari melirik Iren.'


"Karna bang Mora, nungguin Abang selesai pendidikan."


Gomgom hanya melirikku, kemudian aku melirik Gomgom untuk memberi isyarat mengiyakan perkataan iren.


"tenang bang... Gomgom sudah selesai sidang skripsi dan dinyatakan lulus, makanya saya dikasih libur tiga hari, dan rencana ngasih kejutan buat Abang."


Dan dengan bangganya langsung ku peluk Gomgom, yang sebentar lagi akan menjadi polisi yang siap mengayomi masyarakat .


so sweat......


ujar Iren karena kami berpelukan.


"Kita sama bang Gomgom, Tika juga sudah selesai sidang skripsi kedokteran, dan sudah nyatakan lulus."


Seketika kami memandangi Tika, demikian juga pak Argap dan istrinya sambil meneteskan air mata kemudian memeluk Tika, sejenak juga Laila memeluk adek nya, dan dengan enteng nya Iren pun ikut memeluk mereka, pas sudah seperti Teletubbies.


"Tika kenapa ngak bilang sama bapak nak?"


"Sama kyak bang Gomgom, ingin memberikan kejutan buat bapak sama ibu"


Dan kembali tertawa karna Tika menyebut nama Gomgom lagi dibarengi dengan rasa haru, karna kejadian yang menimpa keluarga pak Didit, Tika dan Gomgom yang seharusnya memberikan kejutan buat orang-orang yang mereka sayangi, jadi tertunda.


"Gomgom dan Tika ....


Maaf ya gara-gara peristiwa aneh yang menimpa keluarga kami ini sehingga kejutan yang akan kalian berikan jadi terlambat."


"Ngak apa-apa kok pak, ada hikmah nya atas kejadian ini, saya bisa bertemu dengan Tika."


Secara bersamaan kami menatap Gomgom lagi, sesaat kemudian kami tertawa lepas, seperti itu lah kami merayakan kebahagiaan ini diatas teror gaib dan teka-teki yang tak kunjung mendapat jawabannya.


Benar kata Gomgom semua kejadian pasti ada hikmahnya.

__ADS_1


Itulah gumam ku dalam hati sebagai obat penenang jiwa yang gusar ini.


Bersambung.....


__ADS_2