
Air mata pak Didit mengalir di pipinya dan Aris langsung memeluknya demikian juga dengan Iren serta bu Rida.
"jika memang kita harus harus miskin setelah Papa memutuskan hubungan dengan waris pemuja Begu Ganjang dan memutus kutukan ini, mama rela hidup miskin pa.
lagi pula kita punya keahlian yang lainnya, yang bisa membuat kita bertahan hidup.
Mama adalah perancangan busana, dan itu sudah mama geluti sebelum menikah dengan mu pah."
"benar kata mama, Aris juga punya keahlian di bidang programmer game dan sudah mempunyai usaha di bidang pengembangan game pah, jika nantinya ada hubungannya dengan kejayaan papa, kami sudah siap pak."
Ucap Aris yang mendukung omongan mama nya, dan mereka kemudian berpelukan.
"betul sekali amangboru, calon menantu mu yang tampan ini juga sudah mapan. jadi nanti kak Iren akan aman bersama Joan.
Joan pastikan kalau kak Iren akan bahagia hidup sama Joan."
Pernyataan Joan serentak membuat kami terdiam, berbeda dengan Iren yang tersenyum mendengar pertanyaan dari Joan.
"emangnya kamu mau menikahi putri dari cucu pemuja Begu ganjang?"
"mau kak Iren, karena Joan suka sama kakak. lihat aja, Joan juga bisa menerima kehadiran seorang keturunan yang sok cool dan sok jaim, yaitu bang Mora."
Pak Didit kemudian tertawa karena ocehan dari Joan, di tambah lagi sikap Joan yang rada-rada sok imut dan sok manja di hadapan Iren.
"saya akan memutuskan hubungan dengan pemuja Begu ganjang, apapun yang terjadi kelak nantinya asal keluarga Ku selamat tanpa kekurangan apapun.
Saya berharap, Istri dan anak-anak ku, keluarga yang ada disini selamat dan tanpa cacat.
Saya ikhlas jika nyawaku menjadi taruhannya, asal keluarga baik-baik saja."
Ucap pak Didit dengan pasti dan tegas, lalu Joan memeluk Nya dengan erat.
"saya Joan, tidak akan membiarkan Begu ganjang itu menggambil siapapun dari kita.
amangboru dan keluarga kita harus tetap bersama sampai amangboru dan bou nantinya bisa menggendong cucu dari Joan dan kak Iren."
Ekspresi Joan begitu mantap saat mengatakan demikian, sebenarnya ingin tertawa tapi kurang etis disaat keadaan genting seperti ini.
"terimakasih ya Joan atas semua perhatian Mu, tapi amangboru ini tidak memaksa agar Iren menikah dengan Mu.
jika Iren setuju nantinya, amangboru juga ingin melihat Iren lulus kuliah baru menikah."
"pasti itu amangboru, lagi pula perempuan itu harus pintar. karena guru yang pertama bagi anak-anaknya adalah seorang ibu.
__ADS_1
Joan juga ngak buru-buru kok amangboru, selama kak Iren kuliah nantinya Joan akan lebih fokus ke bisnis Joan."
plak.......
Suara Joan yang kuat dan terdengar sampai ke telinga Bapaknya dan Joan di lempar dengan pisang oleh bapaknya.
"Joan..... Joan......
Perbaiki dulu sifat mu, rese dan jail. gadis mana yang mau sama laki-laki urakan seperti mu."
"Iren mau kok amangboru, tapi setelah Iren lulus kuliah."
Seketika kami semua terdiam dengan pernyataan dari Iren, hanya Joan yang cengengesan dan salah tingkah karena ucapan dari Iren.
Pemangku adat terlihat bingung, karena Joan memanggil pak Didit dengan panggilan amangboru, sementara Iren memanggil bapak nya Joan dengan panggilan amangboru juga.
"oppung Dison, Joan memanggil pak Aris dengan panggilan amangboru karena pak Aris sudah seperti bapak bagiKu.
Joan ini adalah sepepu Ku, dan Joan memanggil bapak ku dengan panggilan amangboru."
'oh............'
Seketika kata ' oh ' terdengar dari para warga yang akhirnya membuat mereka paham setelah penjelasan dari Ku.
Keluarga pak Aris adalah keluarga terhormat dan terpandang, jika memang serius maka ubahlah perilaku menjadi pria yang sejati.
Bapak tidak akan ikut campur mengenai perjodohan anak-anak bapak, asal jangan mempermainkan anak gadis orang.
bapak harap kamu bisa menjadi pria yang sejati, ingat Joan. kamu punya mama dan juga kakak perempuan."
"siap bapak ku, love you. I love you kak Iren."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Kami semua tertawa lepas karena ucapan dan ekspresi dari Joan yang menjawab bapaknya.**
Semua warga sibuk mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan untuk ritual memutuskan kutukan Begu ganjang ini.
Bakul besar persegi empat sudah diletakkan kepala kerbau yang sudah beranduk, berikut dengan daun panda, daun hanjuang atau daun andong yang berwarna merah dan hijau daun Sanggar muda berserta buahnya.
Sanggar atau pohon pimping, Batang pimping (Themoda gigantea) merupakan tumbuhan sejenis suku padi-padian, bertunas dan berbuah.
Dalam adat Batak Toba, pohon ini sering digunakan untuk pelengkap adat, bahkan ada disebutkan dalam umpasa.
__ADS_1
~titinip ma sanggar bahen huru-huruan
jolo ni sikkon marga asa binoto partuturon.~ umpasa Batak atau pantun Batak.
(membuat sangkar burung dari sanggar, bertanya dulu baru bisa bertutur sapa).
Biasanya digunakan dalam acara adat Saur Matua, pesta adat bagi orang tua yang meninggal.
Pesta adat saur Matua diadakan setelah semua anak-anaknya sudah menikah dan punya anak.
Dalam pesta adat saur Matua, tidak boleh ada tangisan. karena pesta adat saur Matua adalah ungkapan kebahagiaan bagi orang tua yang meninggal atas keberhasilan mendidik anak-anak nya hingga berhasil dan berketurunan.
Jenazah orang tua tersebut akan dikelilingi oleh anak-anak nya serta cucunya dengan tarian tor-tor sembari membawa beberapa benda lainnya termasuk daun Sanggar.
Batang sanggar juga digunakan untuk membuat sangkar burung, dan buahnya digunakan untuk umpan ikan.**
Susunan isi bakul terdiri padi di bawah, lalu kepala kerbau kemudian di sekelilingnya ada daun hanjuang, pandan dan daun Sanggar beserta buahnya yang dibiarkan menjuntai.
Sekeliling bakul diselingi antara daun hanjuang, pandan, dan juga Sanggar.
Lalu kepala kerbau terbesar ditaburi kelopak bunga dari delapan jenis bunga yang berbeda-beda.
Kemudian pak Didit dan keluarganya mengganti pakaiannya.
Beberapa saat kemudian pak Didit dan keluarganya sudah tiba dihalaman rumah ini dengan pakaian adat tradisional Batak Toba.
Pak Didit mengenakan ulos hitam yang dililitkan di pinggangnya yang dengan ikat Kain ulos padang ursa yang berwarna hitam.
Ulos hitam itu sebut Ulos Saput, Ulos Saput juga digunakan dalam
upacara kematian adat Batak Toba. Ulos
ini adalah ulos yang menyelimuti
jenazah yang dibawa sampai ke liang
lahad.
Biasanya kain ulos padang ursa ini digunakan untuk menggendong anak, tapi bisa juga digunakan sebagai tali pinggang.
Kemudian memakai ulos hitam yang selempang kan di sisi kanan tangannya, lalu kepalanya sortali dengan bahan ulos yang berwarna hitam.
(Sortali adalah sejenis ikat kepala yang berasal dari kebudayaan Batak. Sortali juga menunjukkan sakralnya budaya Batak dalam pernikahan, di mana kesucian dalam pernikahan dan kesatuan pengantin sesuai adat Batak).
__ADS_1