KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG

KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG
Penjelasan Dari Oppung Doli Saur


__ADS_3

Joan yang asyik makan cemilan berupa peyek, akhirnya berhenti mengunyah dan Joan menolehku.


"bang Mora.....


pak Deh itu apa?"


"Pak Deh itu panggilan kepada saudara dari keluarga pihak bapak.


seperti bang Mora memanggil Uda nya."


"oh gitu...." Joan hanya mengangguk pertanda sudah mengerti.


"oppung Doli Saur, pernah lihat Begu Ganjang?" tanya Joan yang secara tiba-tiba.


"hea oppung, di tikki pas tonga borngin poltak ni bulan tolu. pas hami maranggap di samping ni jabu ni oppung.


(pernah Cucuku, waktu itu tengah malam tepat bulan purnama.


waktu itu kami menemani tetangga yang baru melahirkan.


*dalam tradisi Batak Toba, maranggap adalah tradisi turun-temurun. anak yang baru lahir harus dijaga ekstrak oleh tetangga secara bergantian. untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.)


Tikki i ro ma halilu massai ganjang jala birong, jala tangis ma poso-poso i. hohar ma Hami sude, basa ni Tuhan, selamat do nian poso-poso i.


(waktu itu datang bayang yang sangat tinggi dan Hitam, dengan kuat nya bayi tersebut menangis. dan kami langsung bertindak, berkat Kuasa dan Kasih Tuhan, bayi tersebut selamat).


"seram juga ya Oppung, emangnya tujuan Begu ganjang apa?


terus apa Begu Ganjang itu makan seperti manusia juga?"


"Begu Ganjang on Oppung sebenar na si bolis do. na sarupa tu napunasa nai.


(Begu Ganjang adalah Iblis yang menyerupai pemilik nya atau Pemuja Nya).


ala na marlapatan ma attong makana di Pele, lao makatindakkon Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon.


(karena merasa berguna dan akhirnya di puja demi kekayaan, berketurunan, dan terhormat.)


Bolo na mangan mungkin ma attong, alani i ma adong akka namonding. tar lobi-lobi akka poso-poso.


(kalau masalah makan ya jelas, itulah sebabnya ada korban terutama bayi).


"oh.... apakah pemuja jadi kaya raya seketika itu?"


"daong attong Oppung, alai denggan ma nasib ma, denggan suan-suan na dohot pinahan na hasea. baru museng tu pinoppar ma namaro Jong.


(tidak langsung kaya, tapi nasib berubah menjadi lebih baik, subur tanaman nya dan ternak menjadi banyak. tapi kepada keturunan akan menjadi kaya raya kelak Nantinya.)


"katanya oppung punya banyak ternak, berarti oppung Parbegu ganjang dong."


"bah.... benna godang pe pinahan ku pung, sian Lae mu do, Ima si Mora."


(bah.... banyak pun ternak itu, itu karena pemberian dari Lae (panggilan kepada sepupu laki-laki dari saudara laki-laki pihak Mamak dan saya memanggil Joan dengan panggilan Tunggane) yaitu si Mora).

__ADS_1


"oppung oppung oppung oppung....."


"hipilos ma annon simakkudap mi, sahali pe jou pung, dang nengel do pe au."


(ku cubit lah nanti mulut itu ya, sekali aja kau panggil Cucuku, saya belum budeg).


Hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Kami semua tertawa seketika karena ekspresi Oppung Doli Saur yang seperti menahan emosi, gimana tidak menahan emosi, Joan dengan lantangnya menuduh nya Pemuja Begu Ganjang karena punya banyak ternak.


"oppung Doli, katanya ni iya, oppung jaman dulu punya ilmu gaib. oppung punya ilmu gaib."


"dang sude songo ni pung, unang sarupa hon sude."


(ngak semua orang punya ilmu gaib, jangan sama ratakan).


"oh.... begitu.......


tapi gigi oppung kemana semua? kok cuman tinggal dua aja? oppung berikan ke Begu Ganjang ya?"


"Joan....


jangan gitu ngak sopan?" ujar Mamaknya yang merasa Joan sudah diluar wajar bertanya.


"hahahaha.... hahahaha.....


biasa do i inang akka naposo, si Soar pe sering manukkun tudia sude ngigi ku.


(anak muda bertanya seperti itu biasa nya itu Inang, Cucuku si Saor juga sering bertanya kemana semua Gigi depan ku ini).


(Cucuku, kalau seingat ku, usia ku sekarang sudah 78 tahun)


Holan ngigi ni di jolo on do na habis, bolo akka ngadol hu lengkap pe do pe oppung."


"ah...ngadol, maksud oppung panadol? oppung sakit ya? iya sudah kita ke klinik yuk."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Oppung Doli Saur yang tertawa menular kepada kami yang ada disini, giginya yang tinggal dua di depan terlihat imut saat tertawa.


"Joan....


maksud oppung itu, hanya gigi depannya yang sudah habis termakan usia, ngadol itu gigi geraham.


Semua Gigi geraham oppung masih lengkap, hanya gigi depannya yang sudah termakan usia."


"oh.....


tapi teringat lah oppung Doli, keluarga pak Didit kan sudah disini. kenapa ngak langsung saja di selesaikan?"


"Mora, nabuado Tunggane mon?" (Mora, gimana nya Sepupu ini?)"


Ujar Oppung Doli Saur, terlihat beliau sedikit kesal. karena barusan saja aku menjelaskan kepada pak Didit untuk bersabar terlebih dahulu, karena Oppung Dison membutuhkan persiapan melawan Begu Ganjang.

__ADS_1


"tadi kan dah Abang jelaskan Joan?"


"sudah ya bang, oh....


mungkin tadi karena Joan makan peyek kali makanya ngak dengar."


hmmmm..,.....


Dengan serentak kami menghela napas karena tingkah dan jawaban dari Joan.


"tapi kan bang, dari penjelasan oppung toke babi ini. (penjual ternak babi dalam skala besar, yang dimaksud Nya adalah oppung Doli Saor.)


"amin...." sanggah oppung Saor yang mengangminkan Perkataan Joan.


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Lirikan Joan kepada oppung Doli Saur, membuat kami tertawa. mereka berdua seperti sudah akrab saja.


"maaf banget pak Didit, maaf bang Aris. dari penjelasan oppung Doli Saur ini. yaitu bapak dan keluarga kaya raya."


"benar Joan, surat itu serta tes DNA sudah jelas-jelas kalau bapak dan anak-anak adalah waris pemuja Begu ganjang yang terkutuk.


Joan sudah percaya kan kalau Begu ganjang itu nyata?"


"iya Pak, maaf ya jika Joan menyinggung perasaan Bapak!'


"ngak kok Joan, malah sebaliknya. dengan diskusi seperti bapak mendapatkan kejelasan yang lebih jelas dan semua teror itu terjawab sudah."


"jangan sedih ya pak, nanti kalau selesai masalah si Begu ganjang ini, bapak dan keluarga akan Joan ajak ke Brastagi.


Disana keren pak, udaranya segar, banyak tempat wisata yang mengagumkan dan permainan wahana yang menantang.


Alam segar, pemandian air panas dan alam pemandangan yang memanjakan mata yang mampu membuat mata dan hati segar kembali."


"sok ngajak, punya duit ngak?" ujar Rohani kekasih hatiku yang memotong pembicaraan dari Joan.


"ngak kak, tapi kan ada pak Didit dan juga bang Mora."


'huuuuuu....uuu....


Ucap Rohani yang kesal akan jawaban dari Joan.


"bang Mora, punya duit ngak terpakai di kantong Abang itu?"


"untuk apa? lagian semua uang Abang terpakai semua kok, ngak ada yang nganggur."


"kasian yang teriak-teriak itu. sate.... sate.... sate kambing, sate ayam.... sate .... sate.....


Kasian loh bang, dah malam teriak-teriak seperti itu. yuk kita tolongin bang."


Rohani terlihat seperti menahan emosi Nya karena ucapan dari Joan.


Tapi aku hanya melirik nya, dan kekasihku itu akhirnya bisa tenang.

__ADS_1


Aris dan Iren yang berdiri dan mengajak Joan keluar untuk membeli sate.


__ADS_2