
Akhirnya Oppung Doli Dison berhenti bertapa, beliau terlihat oyong. persis seperti orang mabuk dan akhirnya ditolong oleh pak Sarma dan istrinya untuk berdiri.
Kemudian oppung Doli Dison memanggil Ku dan juga keluarga pak Didit.
Kami duduk dihadapan oppung Doli Dison, lalu pak Sarma menaburi sesuatu di sekeliling.
Joan juga dipanggil oleh oleh Oppung Doli Dison, dan duduk disamping Ku.
"mungkin banyak yang di pertanyakan oleh kalian tentang apa yang telah kami lakukan, disini oppung Doli Dison akan menjawabnya.
Nantinya akan di jelaskan oleh Oppung Doli Dison, mohon disimak baik-baik."
Ucap pak Sarma dengan mimik wajahnya yang sangat serius, begitu juga dengan Joan. anak remaja yang menuju masa dewasanya, yang selalu jelalatan kini berubah menjadi kalem dan serius.
Perubahan yang signifikan dan sulit untuk aku pahami saat ini.
"Nung marsomba ahu tu oppung mula jadi nabolon, asa di torong dalan ta. laho pasidungkon si uloan on." * dialog Batak.
(Saya sudah memohon kepada oppung mula jadi nabolon atau kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyelesaikan semua permasalahan ini.)
Ujar oppung Doli Dison, dan kemudian menoleh pak Sarma. ternyata untuk memintanya menerjemahkan ke bahasa Indonesia, untuk keluarga pak Didit.
Jujur aku juga tidak mengerti ucapannya, bahasa Batak nya jarang saya dengar. biasanya bahasa Batak yang saya pergunakan adalah bahasa yang sudah modern.
Bahasa Batak yang sudah banyak menggunakan serapan bahasa Indonesia dan bahasa daerah lainnya.
Bahasa Batak modern misalnya, untuk rambut kami biasa menyebut dengan kata obuk.
Nyata bahasa Batak nya adalah sitarupon, untuk mulut, biasa kami sebut muccung nyata bahasa Batak nya adalah simakkudap.
Masih banyak hal lainnya, yang berbeda dari bahasa batak yang biasa digunakan di keluarga dan sesama suku batak lainnya.
Saya kurang pandai untuk menguraikan atau menyebutkan perbedaan-perbedaan bahasa batak yang berbeda itu.
"dungi paduppang do tu tulang rorobot mu, amang pak Aris, saunnari dang sukkip sude akka pinoppar muna amang."
(saya bertemu dengan kakek buyut mu pak Aris, disini tidak hadir semua keturunannya)
__ADS_1
"Marpangido ahu tu oppung, asa dilehon Sada sippung."
(saya memohon kepada kakek buyut mu, agar diberi suatu kesimpulan.)
Ungkap oppung Doli Dison, selesai diterjemahkan oleh pak Sarma, lalu Oppung itu menoleh ke arahku.
"takkas jala ture tu pohoppu Ku, jala tu ho pahoppu dipasahat nasida si tolhas ni roha na, asa di uripi ho pahoppu nasida pinoppar ni si Horas on, laho pasidungkon si dangolon on."
(cucuku semua sudah jelas baik, jadi kepadamu lah disampaikan atau dipercayakan, agar menemani keturunan si Horas ini, yaitu pemuja begu ganjang yang pertama kali, untuk menyelesaikan masalah kutukan ini.)
nung di lehon si Joan tu oppung Ima Gaol manang langga dohot rambutan, jala nungga di pangan ho pung.
(tadi Johan sudah memberikan pisang dan rambutan dan itu sudah kamu makan)
Aha ma di bereng ho oppung patorang ma Jo tu ahu, asa taboto naeng si uloan ta tu jolo.
(apa yang kamu lihat, tolong jelaskan kepada saya, agar kita bisa mengambil kesimpulan).
Joan memberiku isyarat untuk menceritakan ulang tentang apa yang saya lihat dan yang aku rasakan setelah memakan buah rambutan dan buah pisang tersebut.
Seumur-umur baru kali ini aku mendengar bahasa batak pisang, yaitu Gaol atau langga.
Ada sosok makhluk yang seram, berbulu dan wajahnya persis seperti kakek itu.
Tapi kemudian sosok yang menyeramkan itu terlihat bertambah tinggi, dan Joan melarang ku untuk melihat ke atas.
Nenek itu menunjukan bakul itu, lalu kepala kerbau itu, seolah-olah menyuruh untuk memasukkan kepala kerbau itu ke bakul dan ingin di taruh di atas kepala Mak Aris.
Kakek dan nenek kemudian manortor, lalu pergi lalu menghilang.
Sosok yang menyeramkan itu masuk ke tubuh pak Aris."
Sebenarnya bahasa batak Ku sangat buruk, sehingga aku menjelaskan dengan menggunakan bahasa Indonesia.
oppung Doli Dison tentunya bisa berbahasa Indonesia, karena cucu nya juga memakai bahasa Indonesia.
Lalu oppung Doli Dison menatap ke pak Didit yang mereka panggil dengan sebutan pak Aris, karena anak pertamanya bernama Aris.
__ADS_1
Tradisi Batak Toba, nama seseorang dipanggil dengan nama anak pertamanya dan jika sudah punya cucu maka akan dipanggil dengan nama cucunya.
"bapak Aris, nungga martua ho amang, nung di pasikkop pasu-pasu sian oppung mu. Songgop ma tu tondi mu, Ima begu ganjang i."
(pak Aris, kamu telah diberkati melalui doa dari leluhur mu. Begu Ganjang itu sudah hinggap ke jiwa mu atau sudah dirasuki oleh Begu Ganjang tersebut)
"Jala i ma naeng si palua to, dippos rohakku amang, pamago ma sude. unang ulahi tutian ni oppung nahinan, namambahen tu hamagoan jala tuhamtean."
(saya sangat berharap, kamu lepas kan dan kamu putuskan atau kamu akhiri Begu ganjang ini, jangan ulangi lagi perbuatan leluhur mu, yang mengarah kehancuran dan kematian.)
"Saunnari husukkun ma tu ho amang, torus non mu do on, manang gotap hon nom mu?"
(saya saya mau tanya, apakah kamu akan meneruskan sebagai pemuja Begu ganjang atau kamu mengakhiri Nya).
Oppung Doli Dison bertanya kepada pak Didit, dan pak Didit hendak menjawabnya lalu aku sanggah.
"bagaimana jika pak Aris meneruskan pemujaan terhadap Begu ganjang, apa yang akan terjadi?
Lalu bagaimana kalau pak Aris mengakhirinya, apa yang akan terjadi?"
Tatapan tajam oppung Doli Dison kini mengarah kepadaKu, dengan segala keraguannya terpancar dari sorot matanya.
"sude Hami nadigas on marlas ni roha, harana Begu ganjang on mangihot tu si Pela na. pastina hami na di bagas mangusir hamu sude sian bagas on."
(kami seluruh warga desa ini akan bahagia, karena Begu ganjang itu akan menemukan tuanya yang baru yaitu pak Aris.
tentunya kami akan mengusir kalian semua dari sini, berikut dengan Begu ganjang itu akan bersama kalian Nantinya)
"Borhat ma sude hamu sian bagas on, rap dohot Begu ganjang i, jala hami cuci tangan."
(kalian semua pergi dari sini, berikut dengan begu ganjang nya, dan kami akan lepas tangan dari semua masalah ini)
"Alai bolo gotap do si pele on, laho annon begu ganjang on mangalului pinoppar ni si Horas on."
(jika di putuskan, maka Begu ganjang itu mencari keturunan lain dari si Horas untuk menjadi tuan nya)
"Alai bolo dison akka pinoppar na, jala sae ma sude, bolo rap manggotap hon."
__ADS_1
(tapi jika seandainya semua keturunan si Horas ada disini dan kompak untuk memutuskan atau mengakhiri maka Begu ganjang ini akan lenyap).
Penjelasan dari Oppung Doli Dison sangat lengkap dan jelas, sekarang kami tinggal menunggu jawaban dari pak Didit.