KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG

KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG
Persiapan Menuju Desa Aek Holong


__ADS_3

Bapak sudah menjelaskan apa-apa saja yang harus kami lakukan dan yang harus kami siapkan untuk menghadap ke sana.


Desa Aek Simarmata, tempat terakhir dari Pemuja Begu ganjang yang pertama kali, desa Aek Simarmata tidak jauh dari desa Aek Holong.


"sebelum kita ke desa Aek Holong, kita harus mandi air panir dengan tujuh rupa kumbang dan juga jeruk purut."


"dah kyak mau pesugihan ya pak."


ucap Gomgom yang tiba-tiba menyahut omongan Bapak.


"semua ini mengenai adat, tentang kebiasaan orang-orang jaman dulu. kita hanya perlu membersihkan diri kita dari hal-hal yang berbau mistis.


ada pribahasa mengatakan, dimana langit di junjung, disitu lah tanah kita pajak.


Seseorang boleh-boleh saja tidak mempercayai adanya hal mistis, tapi kita wajib menghormati hal mistis yang dipercayai oleh masyarakat setempat.


Itulah yang disebut penempatan diri, dimana kita harus bisa menempatkan diri kita di manapun kita berada.


Haris menghormati keyakinan orang lain, walaupun itu berlawanan dengan keyakinan kita, tidak baik menghakimi keyakinan orang lain dari sudut pandang keyakinan kita.


apa yang kita yakini, belum bisa diterima oleh orang lain.


Intinya, jangan merasa paling benar. sebab yang maha benar itu adalah Sang Pencipta kita dan alam semesta ini."


"Joan sangat setuju dengan perkataan amangboru, maka dari itu. Joan selalu menghindari perdebatan keyakinan, karena itu tidak akan ada habisnya.


Menurut Joan, keyakinan itu tidak perlu di perdebatkan.


Menurut keyakinan Ku, kalau Joan adalah pria paling tampan dan paling Kren sekota Medan. dan bang Gomgom adalah pria yang tidak tampan sekota Medan. betul ngak saudara-saudara?"


"suka hati mu lah Joan."* dialog Medan.


(terserah kamu aja Joan).


Gomgom menyahut omongan dari Joan, yang tiba-tiba memojokkannya.


"pak Aris dan keluarga harus kuat, kalian tidak sendirian menghadapi ini. ada bang Mora yang sudah pak Aris anggap sebagai anak pertama kalian.


Ada saya dan juga Tunggane ku Pak Rohani serta Joan yang berpengalaman dalam tradisi dan budaya Batak Toba."

__ADS_1


(Tunggane\= panggilan kepada ipar, atau saudara laki-laki dari pihak istri. tradisi Batak Toba)


kita sama-sama menghadapi cobaan ini, jangan patah semangat. kita ini keluarga, satu terluka maka yang lainnya terluka."


"Benar itu pak Aris, permasalahan ini timbul karena ulah dari tim juga. oleh karena itu saya akan bertanggungjawab atas semuanya.


Bersama-sama kita selesaikan semua ini, pak Aris dan keluarga harus kuat. jangan kendor, karena pak Aris adalah kepala keluarga, pak Aris harus kuat.


Demi keluarga dan keselamatan banyak warga desa Aek holong.


Tim akan tetap melaksanakan proyek ekplorasi kekayaan alam desa Aek Simarmata dan markasnya nanti adalah desa Aek Holong.


Inilah kesempatan ku untuk memindahkan warga desa Aek Holong ke tempat yang lebih nyaman yang saat ini sudah di persiapan.


Menurut laporan dari lapangan dan tim ku di lapangan, sudah mencapai tujuh puluh persen.


Menurut penuturan oppung Doli Sarma dan beberapa warga lain di desa Aek Holong, jika tidak semua waris dari pemuja Begu ganjang tidak hadir dalam menyelesaikan kutukan ini.


Maka begu ganjang itu akan tetap bersarang disana, untuk menunggu ahli yang belum menolaknya.


Pak Aris dan keluarga sudah sepakat untuk mengakhirinya, maka Begu ganjang akan menunggu waris yang lain.


Jika terjadi sesuatu hal yang diluar dugaan kita, itu urusan nantinya. yang jelas kita sudah menghubungi waris yang lainnya."


"sebentar tulang, maksud tulang waris yang lainnya sudah di hubungi?"


"iya bere, tapi mereka menolak. karena mereka tidak yakin akan keberadaan Begu ganjang ini."


"lalu apa yang akan terjadi nantinya?"


"menurut tradisinya bere, begu ganjang tidak akan pernah hilang. jika tidak hilangkan oleh semua waris Nya.


Jika semua menolak, maka Begu ganjang ini akan lenyap dari keluarga tersebut dan juga dari tempat nya.


itulah sebabnya tulang tidak mau meneruskan proyek ini, karena hanya menjadi malapetaka.


Tulang benar-benar bersyukur, jika warga desa Aek Holong akan di pindahkan nantinya. dan hanya itulah yang bisa tulang perbuat.


Mungkin tempat yang baru butuh penyesuaian diri, tapi setidaknya itu jauh lebih aman.

__ADS_1


Warga desa Aek Holong juga sudah menyetujuinya, dan yang membuat tulang senang. karena pada akhirnya tulang bisa mengusahakan tempat yang layak untuk warga desa Aek Holong."


Seketika kami terdiam akan penuturan dari Tulang pak Rohani, lalu bapak dan Tulang pak Rohani mendekati pak Didit yang di panggil bapak dengan panggilan pak Aris.


Tradisi Batak Toba, anak pertama akan menjadi panggilan seseorang. itulah sebabnya pak Didit di panggil bapak dengan menyebutkan nama anak pertamanya.


"pak Aris, mang. kalian harus kuat ya. kami sebagai keluarga akan bersama untuk menghadapi ini semua sampai petaka ini lenyap dari keluarga kita ini."


(mang artinya nak, dalam panggilan orang tua kepada anaknya. *tradisi Batak Toba).


Ujar bapak seraya memegang tangan pak Didit dan Aris.


"kita harus bersatu dan harus kuat, kita butuh banyak energi dan semangat untuk melenyapkan iblis dari keluarga kita."


Timpal Tulang pak Rohani yang menyambung pembicaraan dari bapak.


Seketika air mata pak Didit mengalir di pipinya, dan langsung di peluk oleh bapak demikian juga dengan Aris yang dipeluk oleh Tulang pak Rohani.


"terimakasih atas semuanya, saya ngak bisa berkata-kata apalagi. dan benar-benar bersyukur atas semuanya, keluarga yang sangat baik dan selalu mendukung Ku."


"ingat pak Aris, kita keluarga dan saling mendukung."


Mereka berpelukan lagi, dan tingkah dari Joan yang ikut berpelukan yang mengakhiri pelukan haru tersebut.


"bdw any way busway, kapan kita berangkat ke desa Aek Holong?


karena Joan sudah menyiapkan bahan makanan kita dan keperluan lainnya, totalnya empat mobil pickup untuk membawa bahan makanan serta juru masaknya dan satu pickup untuk membawa keperluan adatnya."


"Joan.....


Ko ini ya, ko pikir nya mau berpesta pora di sana?"


"please deh kak Ani, ini masalah Adat. dalam tradisi Batak Toba, ada namanya makan bersama dengan warga setempat yang dipimpin oleh pemangku adat.


Daripada kita sibuk mencari bahan makanan di kala duka mistis ini, alangkah lebih baiknya kita persiapkan terlebih dahulu."


"benar kata Adikmu kak, karena itu juga yang di ucapkan oleh oppung Doli Dison. sebagai tanda berakhirnya pergumulan dengan Iblis atau kata lain merayakan kemenangan melawan Iblis."


Bapak Joan mendukungnya, dan seketika itu juga Joan menjulurkan lidahnya ke arah Rohani. karena merasa menang melawan kakaknya.

__ADS_1


Rohani selalu dibela oleh bapaknya, sementara Joan selalu di bela oleh Mamaknya, tapi Rohani selalu menang melawan mamak nya yang bersekongkol dengan Joan.


__ADS_2