
Seorang laki-laki berdiri, yang merupakan warga desa Aek Holong. lalu dia mengangkat tangan dan sepertinya ingin menyampaikan sesuatu.
"pak Sarma dan pemangku adat, dari para tim yang disini, bahwa mereka akan membuka desa Aek Holong sebagai benteng pertambangan.
Lalu akan membuka desa Aek Simarmata, yang diyakini menyimpan minyak bumi, gas dan juga hasil tambang lainnya.
Itu artinya akan masuk orang-orang ke sana untuk bekerja, lalu jika ada dari warga kita yang akhirnya bekerja disana.
bagiamana nasibnya? dan apakah akan berdampak terhadap kita nantinya?"
"terimakasih pak Reman atas pertanyaannya, terlebih dahulu akan di jelaskan oleh bapak Rohani sebagai pimpinan proyek itu dari pihak pemerintah yang akan membuat pertambangan disana.
Pak Rohani, tolong jelaskan kepada kami tentang rencana tambang itu."
Bapak Rohani maju ke depan dan berdiri disampingnya pak Sarma, lalu meraih mickropon dari pak Sarma.
"terimakasih atas pernyataannya, terlebih dahulu saya menjelaskan posisi saya.
Saya adalah kepala penelitian bagian administrasi yang meneliti surat menyurat suatu lahan yang di jadikan sebagai lokasi tambang.
Saya bertanggung jawab atas informasi apapun, baik itu budaya suatu daerah, cerita mistisnya dan sebagainya.
Berdasarkan arsip peninggalan Belanda, desa Aek Simarmata menyimpan kekayaan alam berupa minyak tanah, gas dan juga logam mulia.
Lokasinya adalah area air terjun dan sekitarnya.
rencananya air terjun akan dialihkan alirannya, dan di tampung di desa Aek Holong yang akan digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.
Saya dan tim sudah melakukan berbagai penelitian budaya dan berbagai mitos atau cerita rakyat.
Seperti banyak orang pada umumnya yang mempercayai hal mistis atau cerita begu ganjang ini, dan akhirnya tim kami gencar melakukan penelitian ke desa Aek Simarmata.
Para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang dikirim, tapi tidak satupun yang selamat.
Berdasarkan penuturan dari pemangku adat dan masyarakat sekitar bahwa desa Aek Simarmata adalah sarang iblis dan yang menyebabkan kematian dari tim peneliti.
Beberapa kejadian yang terjadi, dan dapat kesimpulan bahwa desa Aek Simarmata tidak bisa di ekploitasi karena masalah alam.
Akan tetapi pimpinan dan juga penanaman modal tidak mau tahu mengenai hal itu, karena mereka tidak percaya dengan adanya cerita mistisnya.
__ADS_1
Mau tidak mau warga desa Aek Holong harus di pindahkan, dan saya bersama tim mengusahakan yang terbaik untuk warga desa Aek Holong.
Saya mengundurkan diri, dan meminta waktu sampai warga desa Aek Holong menempati desa yang baru.
Serta membuat pernyataan bahwa saya dan tim yang mengundurkan diri tidak bertanggungjawab atas apapun yang terjadi di desa Aek Holong dan juga di desa Aek Simarmata nantinya m
Baik itu korban nyawa atau kejadian apapun itu, karena saya dan tim sudah memberikan pengingatan.
Bagi saya dan tim, keselamatan adalah yang utama, dan kami berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk warga desa Aek Holong di tempat yang baru.
Begitu bapak-ibu warga desa Aek Holong sudah pindah ke desa yang baru, maka lepas tanggung jawab saya dan tim.
Kedua desa itu akan tetap di ekploitasi, dan untuk menghindari kejadian yang memilukan ini, hendaklah kita saling menjaga satu sama lainnya.
Seperti kata pak Sarma, jangan tergiur dengan harta duniawi dan bekerja keraslah.
Mungkin saja nantinya para warga desa Aek Holong, akan ditawari untuk kerja disana, dengan upah yang sangat tinggi.
Saya harap jangan diterima, ingat keluarga kalian, jangan lah kita mengulangi penderitaan ini, cukup ya.
Lebih baik kita hindari saja, daripada malapetaka menghampiri kita.
Seperti kata pak Sarma, bahwa bapak ibu masih punya sawah yang siap di garap, kebun dan ternak.
Kemudian pak Rohani memberikan mickropon itu kepada pak Sarma.
"baik bapak-ibu, kita sudah mendengarkan penjelasan dari pak Rohani, bahwa tambang akan tetap berjalan.
Sesuai perjanjian dengan sipele begu ganjang itu, bahwa selama kita tidak masuk ke desa Aek Holong dan desa Aek Simarmata, maka kita tidak akan mendapatkan marabahaya.
Sesuai kesepakatan kita barusan, bahwa barang siapa yang memasuki ke dua desa tersebut, maka akan di usir dari desa kita yang baru.
menerima pekerjaan disana, berarti sudah memasuki desa itu dan artinya siap-siap meninggalkan desa baru kita beserta keluarganya.
Setuju bapak-ibu?"
"Setuju.........."
Dengan serentak para warga menjawab setuju, dan kemudian kepala desa memberikan selembar surat yang berisi perjanjian bersama.
__ADS_1
Semua para warga menandatangani perjanjian tersebut, dimana isinya adalah.
bahwa setiap warga dilarang memasuki kedua desa tersebut, dan jika melanggar maka akan di usir.
Lalu pak Didit berjalan depan dan kemudian berdiri di samping pak Sarma.
"saya dan keluarga mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada para warga desa Aek Holong, Pemangku Adat, keluarga Mora, keluarga Joan dan segenap warga disini.
Terimakasih karena telah membantu keluarga Ku untuk lepas dari kutukan begu ganjang ini.
Saya berniat akan menyumbangkan fasilitas di desa yang baru yang ditempati oleh bapak-ibu nantinya.
Seperti perbaikan sumur atau sumber air, jalan dan juga puskesmas serta sekolah.
Mohon ijin keluarga kami ku untuk membuat fasilitas itu lebih baik."
prok....prok..... prok..... prok.....
Tepuk tangan meriah dari para warga, karena niat yang mulia dari pak Didit.
Seketika itu kepala desa mendekati pak Didit seraya memegang pundaknya.
"terimakasih pak bapaknya Aris, sebenarnya kami sudah mendapatkan dana desa untuk biaya pembangunan berupa jalan, air kehidupan dan juga puskesmas.
Setelah kami membuat anggaran Nya, dan itu hanya cukup untuk mata air yang akan disalurkan ke rumah-rumah warga.
saat sudah berjalan dan air kehidupan sudah mengalir di setiap rumah warga.
jalan dari kecamatan ini ke desa baru kami sudah mulus, sekolah di bangun tapi belum dengan fasilitas nya, begitu juga dengan puskesmas yang belum ada fasilitas nya.
Jalanan ke ladang atau kebun masih butuh dana, dan menurut rencana anggaran kami membutuhkan dana dua milyar Rupiah.
Jika masih ada kekurangan, kami akan melakukan pemungutan dana, seperti yang biasa kami lakukan."
"baik kepala desa, untuk ini saya dan keluarga akan menyumbangkan sebesar tiga milyar rupiah, hendak di pergunakan untuk keperluan bersama para warga."
"baik pak Aris, nanti kami memberikan laporan ataupun anggota bapak yang datang untuk memeriksa pekerjaan kami."
prok....prok....prok....
__ADS_1
Tepuk tangan yang meriah dari para warga akan kesepakatan bersama dan juga sumbangan dari pak Didit yang mereka panggil dengan panggilan pak Aris.
Malam sudah semakin larut dan memutuskan untuk menyudahi pertemuan, karena sudah menggapai kesepakatan bersama.