KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG

KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG
Obrolan Tentang Mimpi


__ADS_3

Selesai makan kami berkumpul kembali di ruang tamu, buku catatan dan pulpen aku minta dari Rohani.


"bang Mora, jawab dong pertanyaan bang Aris tadi, kenapa ayam hitam harus di bakar?"


Buku catatan dan pulpen sudah ada di depanku, lalu aku menoleh pak Didit dan Aris.


"Abang mimpi ketika sinar silau itu menyerang kita.


dalam mimpi Abang berada di suatu tempat, dan tempat itu adalah desa Aek Simarmata tempat pemuja Begu ganjang.


Kabut tebal menyelimuti semuanya, yang terdengar hanya suara air terjun, perlahan-lahan kabut tersebut hilang dan akhirnya air terjun itu terlihat jelas.


Tiba-tiba muncul seorang kakek dan nenek tepat di hadapan abang dan ternyata tempat berpijak Abang itu tepat di depan gubuknya yang jerami."


"apa kakek itu mirip dengan amangboru ini?"


Joan bertanya disela-sela cerita dariKu, tapi memang terlihat mirip.


"sekilas mirip ya, dan Abang yakin kalau kakek itu adalah kakek buyut dari bapak."


"si Horas itu ya bang? lalu apa lagi?"


Joan terlihat sangat penasaran demikian juga dengan yang lainnya.


Kemudian aku menceritakan seperti yang ada dalam mimpiku, dimana terlihat sebuah adengan di masa lalu dan bagaimana para warga memperlakukan dengan keji.


"dari cerita Abang ini, kedua pria itu hendak menolong pemuja Begu ganjang itu kan?"


"sepertinya begitu Joan, yang satu mirip seperti oppung Doli Dison dan satu lagi mirip dengan Oppung Abang.


ternyata benar, abang adalah keturunan dari Nya dan yang satunya bernama Poltak yaitu Kakek buyut oppung Doli Dison."


"berarti Abang punya kemampuan dong untuk melenyapkan kutukan Begu ganjang ini?"


"tidak Joan, keturunan dari kakek buyut kami itu hanya bisa menemani dan membantu keturunan dari Pemuja Begu ganjang untuk mengakhiri kutukan atau menjadi pemuja ganjang lagi atau meneruskan sebagai par begu ganjang."


"amangboru, bang Aris. apa berniat menjadi pemuja begu ganjang?"


"ngak."


dengan tegas Pak Didit dan Aris serentak menjawab tidak mau.


"ngak apa-apa miskin, yang penting tidak menjadi hamba Iblis."

__ADS_1


"setuju."


Semua setuju dengan jawaban pak Didit, demikian juga dengan Ku.


"lalu apa hubungannya dengan ayam hitam yang kita bakar?"


"kakek itu yang menyuruhnya Joan.


Menurut penuturan dari kakek itu, bahwa tidak sadar nya bapak dan Aris karena disebabkan kiriman iblis dari waris Pemuja Begu ganjang yang lain.


tapi itu akan kalah karena Begu ganjang ini jauh lebih kuat dari iblis kiriman itu."


"waouuuuu canggih ya bang, oh iya. kata bapak tempat itu menyimpan emas dan kekayaan alam lainnya. apakah bertanya itu atau apakah kakek itu memberitahu nya?"


"tidak Joan.


Abang sama sekali tidak bisa bicara, hanya bisa mendengar kakek itu."


"lalu apa petunjuk lainnya bang?"


"ada Joan.


Kakek mengatakan bahwa semua keperluan untuk mengakhiri nya sudah di ambil oleh orang suruhan oppung Doli Dison dari tempat tersebut.


Kemudian kami berjalan lagi, tidak berapa lama kami menemukan pohon beringin yang besar dan kakek itu berkata.


Jika Abang membawa orang kecuali dari keturunan pemuja Begu ganjang, mereka hanya bisa sampai di pohon tersebut.


Dengan menaburkan tanah dan air yang di ambil dari pondok dan air terjun di sekeliling pohon dan berlindung disitu, lalu dengan Gondang junjungan.


Nah si kakek tersebut meminta Abang untuk bertanya kepada Oppung Doli Dison yang merupakan keturunan dari Poltak, tentang apa apa itu Gondang junjungan."


"Gondang junjungan adalah Gondang persembahan kepada Oppung mula jadi nabolon.


Jika di terjemahkan oppung mula jadi nabolon adalah leluhur bang, Gondang junjungan ini berupa, gong, tagading, serune dan suling yang mainkan dengan nada yang meliuk-liuk gitu.


Dulu ya bang saat festival tahunan pesta danau Toba, acara dimulai dengan memainkan Gondang junjungan. tujuannya adalah agar para leluhur memberkati orang-orang yang tinggal disekitar danau Toba.


Satu lagi bang, jika ada yang tenggelam di danau Toba dan tidak ditemukan. maka para pemuka adat akan membuat Gondang junjungan untuk mengawali pencarian korban.


Gondang junjungan juga bisa kita dengar di desa pusut buhit di Samosir dan juga peribadatan ugamo Malim."


"Joan, kamu ngak ngarang kan?"

__ADS_1


"ngak loh Kak Ani, kan Joan pernah ikut festival tahunan pesta danau Toba dan menjadi peserta tari tortor dan toba idola.


Ketika kami di karantina dan kami di ajarkan tentang budaya Batak.


oh iya, kata orang-orang jaman sekarang ni ya bang, Gondang junjungan itu adalah Gondang untuk membuat arwah menjadi tenang.


tapi itu kata orang-orang sih bang, tapi bagi Joan itu adalah budaya Batak bang. dan menurut Joan itu tidak hubungan dengan iblis apapun dan hanya budaya yang mempunyai filosofi yang kuat berakar di hati pribadi orang Batak sejati seperti Joan ini."


"hadeh.... kumat lagi ni Adikku."


Ujar Rohani ketika Joan menyatakan demikian dengan percaya diri.


Aku adalah salah satu penganut ugamo Malim tapi belum pernah aku dengar Gondang junjungan ini.


"oh iya bang, Abang tadi bilang kalau Abang di tunjukkan peristiwa dimasa lalu dimana pemuja Begu ganjang itu dibakar di bawah pohon.


Apakah pohon yang dimaksud itu adalah pohon dimana pemuja begu ganjang itu di bakar?"


"seperti iya Joan, karena di sekelilingnya seperti ada bekas bakaran."


"fix seperti yang dilakukan pemangku Adat di danau Toba, dimana para korban di duga tenggelam dan disitulah Gondang junjungan di mainkan."


"maksudnya giman Joan?"


"begini ya bang, kita mengambil dari sisi kepercayaan orang jaman sekarang. Gondang junjungan di mainkan untuk menenangkan arwah.


Maksudnya agar pencarian korban bisa berjalan lancar, maka arwah penghuni danau Toba harus dibuat tenang agar tidak menggangu proses pencarian korban dan evaluasi."


"maksud Joan, bahwa Gondang junjungan ini di upayakan agar kami nantinya tenang dalam menghadapi begu ganjang?"


"benar Abang Ku, kata bapak sudah banyak korban para ahli yang dikirim ke sana, lain lagi korban Begu ganjang lainnya.


kali aja arwah-arwah itu nantinya mengganggu proses pemusnahan Begu ganjang nya, makanya perlu di tenang kan dulu arwahnya. masuk akal kan bang?"


"Joan.... Joan.....


yang namanya mistis mana ada yang masuk akal?"


"bang Gomgom payah? Abang pernah ngak nonton film horor?


film horor itu memang dibuat dari imajinasi, tapi terkadang itu dari kisah nyata.


bahkan di kitab suci juga jelas-jelas tertulis kalau iblis ada dan berusaha menjerumuskan umat manusia untuk menjadi hamba-nya, agar iblis mempunyai sahabat karib masuk neraka."

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2