
Perjalanan yang sangat menyeramkan dan penuh dengan tantangan, akhirnya nya kami tiba di Aula Kecamatan, akan tetapi oppung Dison tidak berada di Aula.
Setelah bertanya ke warga yang mengungsi ternyata oppung Dison berada di Desa Aek Holong untuk berjaga-jaga.
Kami menelusuri jalan ke arah Desa Aek Holong, baru beberapa menit perjalanan, kabut tebal putih menyambut perjalanan kami, lampu mobil tidak mampu menembus kabut, akhirnya kami putuskan untuk menunggu sebentar sampai kabut bisa ditembus lampu mobil.
Mobil yang kami kendarai parkir di pinggir jalan dan kuambil Handphone ku dari tas ranselku, ternyata tidak ada sinyal komunikasi.
Kabut putih tebal tidak berkurang sedikitpun, dan kami putuskan untuk kembali ke Aula Kecamatan, baru menyalakan mesin kabut tebal seperti terbelah dua, kami bertiga keluar dari mobil untuk melihat pemandangan langka ini.
Jalan terlihat jelas, seperti Adegan film dimana air laut terbelah oleh tongkat nabi Musa, tapi ini versi nyata yang kulihat, saya ingin mengabadikan lewat video atau photo, akan tetapi handphone ku tiba-tiba mati dan terbang ditelan oleh kabut tebal yang di sebelah kanan jalan.
Kami putuskan untuk jalan ke desa Aek Holong. setelah mobil melaju, perlahan kabut tebal menutupi jalan dibelakang kami.
Jalan yang lalui akan tertutup kabut tebal lagi, begitu seterusnya, sebenarnya jarak dari Aula Kecamatan hanya berjarak satu kilometer saja, tapi ini rasanya sangat jauh.
Kabut tebal itu hanya terbuka sekitar enam meter ke depan, dan jalan yang kami lalui akan tertutup lagi.
Rasanya sudah berjam-jam dalam mobil ini, jam tanganku ternyata mati, dan ini aneh. Jam tangan ku ini adalah merek terkenal dan mahal yang diberikan oleh pak Didit kepadaku saat ulang tahun, tapi hanya disini jam tangan ku ini bisa mati.
Tiba-tiba kabutnya kabut nya tebal lagi, dan mesin mobil kami mati. Kami bertiga tidak berani keluar, diantara kabut putih yang tebal ada sinar hitam yang membentuk seperti sosok manusia.
Apalagi sekarang?
itu makhluk apa ya?
Saya hanya bisa bergumam dalam hati, kami bertiga hanya terdiam, sosok hitam itu tiba-tiba bertambah banyak dan mengelilingi mobil kami.
Ada satu sosok yang berbentuk manusia tapi terlihat seperti kumpulan sinar hitam yang mendekat ke depan mobil.
uah......uaahhhhh... ahhhhhhh.......
Sosok itu mengeluarkan suara yang sangat memekakkan telinga, dan tiba-tiba menghilangkan, dan sosok lain mendekat dari arah kanan samping mobil.
ahhhhhhh.........ahhhhhh......
"Mora.....
barusan apa itu?"
__ADS_1
"Mora ngak tau Tulang."
Tulang pak Rohani berteriak karena kaget akan kemunculan sosok makhluk itu, dan dari arah depan mobil terlihat seseorang datang menghampiri mobil kami.
"Helpen.....helpen.......
red ons alsjeblieft, Dat wezen is zo eng.
helpen.....helpen.....
Sungguh saya tidak mengerti apa yang telah di ucapkanya, dan dari belakang orang itu muncul lagi seperti manusia.
Mereka seperti manusia pada umumnya, tapi seperti warga negara Eropa, kulit dan rambut putih, dan mereka seperti orang yang ketakutan, Bapak hendak keluar untuk menolong orang-orang yang datang itu, tapi kularang.
Kami bertiga hanya terdiam ketakutan didalam mobil, dan orang-orang itu semakin banyak dan berteriak ketakutan dan berlari ke arah mobil kami.
Seseorang datang tepat disamping pintu mobil dan melihat ku, seperti warga Eropa atau yang sering kita sebut "Bule".
"red ons, open alsjeblieft deze autodeur.
helpen.....helpen......helpen.....
Orang tersebut mengedor pintu mobil ku dan terakhir mengetok kaca mobil, beberapa diantaranya memanjat kap mobil depan.
Sungguh sangat menyeramkan, dan membuat bulu kuduk berdiri, kemudian segumpal sinar hitam diantara kabut putih tebal, menyeret mereka satu-persatu ke arah kabut tebal, teriakan mereka semua sangat memekakkan telinga.
Mobil terasa bergoyang akan tetapi kami tidak berani keluar, dan mobil kini seperti terasa terbang, perasaanku seperti main di wahana permainan yang ada di Ancol.
Bapak dan Tulang sampai muntah karena goyangan dari mobil ini, kulihat sekelilingku sinar hitam tadi berubah seperti kabut hitam persis seperti dijalan yang kami lalui saat diperjalanan.
Kabut hitam mengelilingi mobil, dan sangat goyang dan tiba-tiba mesin mobil menyalakan.
Prak.....
Mobil kami seperti terjatuh dan akhirnya berhenti bergoyang, secara perlahan kabut hitam tadi menghilang, dan mesin mobil yang menyala dan lampu mobil kami bisa menembus cahaya.
Aneh....
Tadi saat sampai di aula kecamatan sekitar jam 3 sore, sekarang sudah terlihat seperti tengah malam.
__ADS_1
Perlahan mobil aku jalan kan, dan tiba-tiba setir mobilnya tidak bisa aku kendalikan padahal mobil ini adalah manual.
Sangat gelap, hanya cahaya dari lampu mobil yang membelah gelapnya alam sekitar ini. Dan setir mobil akhirnya bisa ku kendalikan lagi, perlahan-lahan aku jalankan, akan tetapi kami belum menemukan Apapun.
"bang Mora....
apa kita nyasar?"
tanya Bapak kepadaku, padahal ini adalah kampung kelahiran nya. bisa-bisa bapak bertanya seperti itu.
"ngak tau pak, semuanya gelap."
"coba mundur kan mobil."
Bapak bertanya dengan sangat pelan, mungkin karena lemas karna sudah muntah akibat dari mobil yang bergoyang sangat kuat.
Kucoba mundur akan tetapi mobilnya tidak bisa bergerak seperti ditahan dari belakang, dan ku maju kan lagi, dan kucoba mundur lagi dan tidak bisa.
Ku coba belok kanan tidak bisa juga, mobil hanya bisa maju ke depan, ketakutan kami semakin menjadi, terlihat bapak dan Tulang sudah lemas, tidak ada pilihan lain selain maju ke depan terus.
Akhirnya aku lanjukan mobil terus, rasanya sudah berjam-jam didalam mobil dan tak satupun yang bisa kutemukan, baik manusia, hewan ataupun rumah warga.
Didepan terlihat dua persimpangan tanpa tanda apapun, bingung mau ambil kanan atau ambil kiri, tidak berselang lama ada sepasang ayam Hitam, dan kedua ayam itu mengarah ke Kiri dan tanpa berpikir panjang saya mengambil arah Kiri, belum juga berbelok kucing hitam menabrakkan diri tepat di depan kemudi dan kemudian menghilang.
Mungkin pertanda buruk dan akhirnya ku belokkan ke kanan, lagi-lagi tidak ada satupun yang bisa kulihat, lampu mobil hanya mampu menembus ke depan di gelap nya alam sekitar ini.
Sebenarnya saya sudah sangat lelah, kulihat Bapak dan Tulang sudah tertidur dibelakang, saya pun tidak tau apakah tertidur atau pingsan, kupanggil tidak ada menyahut.
Akhirnya sudah mulai terlihat rumah warga, atau mungkin hanya halusinasi saja, dan sudah banyak warga, tapi mereka beraktivitas di hari yang gelap ini, ada beberapa orang yang membawa obor tanpa memperdulikan kami.
Hanya beberapa orang yang melihat ke arahku dengan tatapan tajam dan menyeramkan, kemudian mereka semua menghilang akan tetapi mobil tetap ku jalankan.
Setelah beberapa lama mengemudi Kulihat ada orang melambaikan tangannya sambil membawa lampu teplok model jaman dulu, makin lama orang itu terlihat samar-samar.
Mobil masih terus melaju dengan pelan, dan terdengar suara pria menyebutkan nama Bapak.
Mana mungkin hantu bawa lampu teplok dan tau nama bapak, dan akhirnya pintu mobil ku buka, pria itu terlihat samar-samar dan memanggil nama Bapak.
Gelap dan semakin gelap, kelelahan yang kurasakan membuat ku susah untuk membuka kedua mataku ini, perlahan suara pria menghilang.
__ADS_1