KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG

KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG
Kabar Bahagia dari Medan.


__ADS_3

"Halo bang...bang...


'mamak masih semangat bercerita.'


"Abang masih disini loh Mak."


"Oh.... Oh ya bang, Abang suka dan cinta kan sama pariban itu?"


Saya hanya mengangguk karna malu berkata iya secara langsung.


"halo Bang, jawab pertanyaan Mamak."


"Iya...Mak....bang Mora cinta kali ma pariban nya itu."


Dengan entengnya Gomgom menjawab pertanyaan dari mamak.


"Oh.... Iya Gom.. kan mamak juga tanya, tapi jangan sakit hati ya mang, trus kalau sama Gomgom perasaan mu kek mana?


Pariban kalian bilang, ngak ada perasaan ku sama Gomgom, hanya sama bang Mora aja bou, kek gitu katanya, Gomgom ngak sakit hati Kan mang?


(seorang ibu suku Batak memanggil anak laki-laki nya dengan amang atau disingkat mang.)


"Ngak lah, lagian Gomgom menganggapnya sebagai kakak Mak."


"Iya mang, calon kakak ipar mu kan?."


Hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Terdengar mamak tertawa lepas


"Oh ya Mak, gimana kalau calon ku nanti boru Jawa?"


(Boru artinya putri, Boru Jawa artinya putri suku Jawa).


"Ngak masalah mang, yang penting kalian sudah sehati dan sejiwa serta sepemikiran dan tentunya satu kepercayaan biar ngak ribet, toh juga kau nya mang nanti menjalaninya, mamak dan bapak sudah sepakat untuk tidak ikut campur mengenai rokkap kalian nanti nya, tetapi jika lama nanti kau mang ngak dapat rokkap, baru mamak bertindak."


(rokkap artinya jodoh, dang marrokkap artinya berjodoh).


"Terimakasih ya Mak"


"Sama-sama mang, eh teringat nya kapan lah kau mang wisuda? Biar mamak jahit kan kebaya baru mamak."


(biasanya ibu dalam keluarga Batak Toba akan mengenakan kebaya ketika mendampingi anak-anak nya Wisuda).


"Belum tau Mak, karna kawan letingan (seangkatan) ku belum semua selesai sidang skripsi ma, hanya beberapa orang aja yang baru selesai."


"Oh gitu..."


"Tapi kan Mak, kalau ku taksir palingan dua bulan lagi lah ma."


"Cocok lah itu ( artinya sudah pas itu waktunya), biar mama jahitkan kebaya mamak ya"


'kuambil kembali handphone Gomgom'

__ADS_1


"Mak...kabar buruk nya apa Mak....


"Nanti lah itu, bapak mu Masih berak"


'saat itu juga Gomgom tertawa, sementara yang lainnya menahan nya.'


"Tau kau bang, skripsi Cahaya juga di terima"


"Cepat kali ya Mak."


"Iya dong....


Kata ito mu itu, ngak mau dia membebani mu terlalu banyak, jadi pengen cepat-cepat aja selesai kuliah, karna kata Cahaya walaupun Keos tetap di gaji bang."


(ito atau iboto adalah panggilan kepada adik perempuan atau kakak perempuan ke saudara laki-laki Nya demikian juga sebaliknya).


"Koas Mak...


"Itu pun jadi lah bang.


Bang.... Besar kali mang untuk biaya praktek nya."


"kata mamak skripsinya sudah diterima, kok masih biaya praktek nya ?"


"Katanya buat beli mayat, untuk dibuat bahan lanjuttan skripsi, mamak heran lah kenapa mahasiswa disuruh beli mayat?"


"Mak...nama nya juga kedokteran, jadi harus mempelajari secara langsung."


"Oh gitu ya mang?"


Dan itu sudah di panjar Cahaya, pake uang jajan yang Abang kasih (diberikan) katanya."


"Mamak ngak usah khawatir ya, kemarin dah Abang transfer kok rekening mamak, dan juga uang pegangan Cahaya dah ku transfer juga.


Dua Minggu yang lalu cahaya nelpon Abang Mak, tapi katanya sama Abang cuman pengajuan judul Mak."


"Oh.... pantasan uang di rekening mamak banyak kali sampai 50 juta bang, mamak kirain lah ada orang salah kirim.


Muliate (terimakasih) da bang."


"Sama-sama Mak."


"Bang....jangan lupa telepon pariban mu itu ya, ucapakan, selamat malam atau selamat pagi atau pun selamat berjuang gitu."


Hahahaha hahahaha hahahaha


'tertawanya Gomgom ini sungguh memekakkan telinga ku, suaranya yang ngebas yang memekakkan telinga ini


"Lupa lah mamak bang, rupanya malam ini kami mau pergi ke rumah oppung Gaol, siappudan nya oppung Gaol mau mangoli jadi kami mau ke rumah par Boru marhata sinamot"


"Jadi berita buruk nya gimana Mak?"


"Nanti lah itu bang. Dah dulu ya bang, jaga baik-baik adik mu itu ya, dan jangan lupa hubungi pariban mu itu."

__ADS_1


'secara sepihak mamak mematikan telpon nya.'


"Bang Mora.....


Marhata sinamot itu apaan, si appudan itu apa bang?"


Tanya Iren yang tidak mengerti akan ucapan Mamak yang terakhir.


"biar Abang jelaskan, Jadi ada tetangga kami, masih ada hubungan keluarga lah, nama panggilan nya oppung Gaol, anak bungsunya mau nikah, nah.... mereka mendatangi keluarga calon mempelai wanita nya, untuk membahas mahar, orang Batak bilangnya sinamot.


Siapudan itu artinya anak bungsu, orang Batak sudah menikah di panggil dengan nama anak pertama.


Kyak Abang ni, sebagai anak pertama. mamak akan orang-orang dengan panggilan Mak Mora."


"kalau belum punya anak bang? terus jika sudah punya cucu?"


"kalau belum anak di panggil Mak paima, dan sudah punya cucu, namanya cucu Nya. misalnya nama cucu nya Abang lah.


maka akan di panggil Oppung Doli Mora, yang artinya Kakek dan Oppung boru Mora artinya Nenek.


Ohhhhhhhhh


"Abang tau ngak dari tadi mbak Tika senyum-senyum aja loh?"


'iren memang rada-rada iseng, dan kali ini korbannya adalah Tika, di ujung sofa terlihat Gomgom malu-malu ngak jelas.


Cie...cie...cie.....


'Iren dan Aris mengolok-olok Gomgom, yang menunduk karna malu, begitu juga dengan tika.'


"Tika.... begitu lah orang tua kami, ngomong nya spontan dan blak-blak kan, Serta dengan nada yang tinggi.


Tika dan Gomgom semakin menggemaskan, seolah-olah sudah tumbuh rasa cinta diantara mereka.


"Tika .... mbak Ndak apa-apa jika seandainya Tika yang duluan nikah."


"Mbak ini ngomong apa sih?"


Baru juga selesai sidang skripsi, blum juga Koas."


"Iya ....mbak cuman ngasih tau aja, biar Tika ngak kepikiran dan merasa tidak enak sama Mbak."


'terlihat Gomgom melirik Tika dan mbak nya itu"


"Tenang mbak Laila, saya memang dah selesai sidang skripsi, tapi setelah ini masih banyak serangkaian pelatihan yang harus kami jalani, setelah itu baru turun SK penetapan untuk bertugas di mana.


Hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Serantak kami semua tertawa terbahak-bahak, karna cara penjelasan gomgom sikap siap sempurna, Tika dan Gomgom menjadi salah tingkah.


Kemudian kami terdiam dan tertawa lagi, seakan-akan tidak pernah ada kejadian yang kami alami, semua mengalir begitu saja.


Sementara Tika dan Gomgom terlihat malu-malu ngak jelas, melihat tingkah mereka berdua membuat kami tertawa lagi dan lagi.

__ADS_1


Untuk sementara kami melupakan kejadian yang menimpa kami.


__ADS_2