
Pagi sekitar pukul lima, Joan sudah sibuk memberikan perintah dan arahan kepada segenap pegawainya. para ibu-ibu dan bapak-bapak lain saling bahu-membahu untuk memasak sarapan untuk kami semuanya.
Waktu terus bergulir dan semua sarapan sudah tersedia, akhirnya kami kumpul bersama-sama di halaman yang sudah di siapkan sebelumnya.
Acara adat pemberian upa-upa kepada pak Didit dan keluarganya, ikan mas arsik yang sangat besar kini berada dihadapan keluarga tersebut.
(ikan arsik adalah masakan khas Batak menggunakan ikan mas.
ikan mas arsik wajib dalam setiap prosesi adat Batak)
"mar asi ni roha debata Jahoba, asa di pasu-pasu jala di ramoti, marhite-hite sian tangiang na benget. *dialog Batak
(berkat dan kemurahan hati dari Tuhan, melalui doa yang tekun)
Hemma tutu.... (ucap para warga untuk mengamini harapan tersebut)
Roho do hamu amang, mamboan pohoppu jalan parmaen hu tu bona pasogot nauli . *dialog Batak
(anakku, kamu telah datang membawa cucuku, dan juga menantuku ke tempat asal musal mu ini.)
Hemma tutu.... (ucap para warga untuk mengamini harapan tersebut)
Jalo ma pasu-pasu ni debata Jahoba, laho pahiashon tondi sian akka namarlea. *dialog Batak
(diberkati Tuhan lah engkau dan dibersihkan dari segala iblis yang mengganggu).
Hemma tutu.... (ucap para warga untuk mengamini harapan tersebut)
on dekke julung-julung sipanganon, dohon indahan na las, sai sai sahat tu tujuan, dohot ture sude akka sipangidoan muna. *dialog Batak
(inilah ikan arsik untuk dimakan dan juga nasi yang masih hangat, semoga ini bisa menjadi berkat untuk mu nak, dan terwujud semua yang kamu inginkan).
Hemma tutu.... (ucap para warga untuk mengamini harapan tersebut)
Hotang do binebe-bebe, hotang nipulos-pulos,
Unang hita mandele ai adong do tudos-tudos. *dialog Batak. umpasa Batak atau pribahasa.
Hemma tutu....(ucap para warga untuk mengamini harapan tersebut)
Tuak natonggi ma tu bagot si balbalon,
Tung paet di tingki angka na salpu i, sai ro ma angka natonggi tu joloan on. ***dialog Batak.
(semoga segala kepahitan dalam hidup mu segera berlalu, dan berkat lah yang kamu terima**).
__ADS_1
Hemma tutu....(ucap para warga untuk mengamini harapan tersebut)
Si titi ma silipa, golang-golang pangarahut na, tung su sadia pe na tupa, sai las roha ta naman jalo.*dialog Batak
(berbahagia lah kamu menerima makanan ini).
Hemma tutu.... (ucap para warga untuk mengamini harapan tersebut)
Sahat-sahat tu Solu, sai sahat tu panggabean, sai sahat tu sude na nilomo ni roham jala sae ma si taonan. *dialog Batak.
(terberkati engkau dan keluarga mu, semoga terwujud semua cita-cita dan keinginan mu, dan semoga berakhir segala penderitaan mu)
Hemma tutu....(ucap para warga untuk mengamini harapan tersebut)
Sai horas-horas mu Amang, do hamu inang. sae hatop sidung akka pambahanen na su ture. *dialog Batak.
(terberkati engkau anakku, semoga semua masalah cepat selesai dan berkat lah untuk mu)
hemma tutu....(ucap para warga untuk mengamini harapan tersebut).
Ujar oppung Doli Dison yang menggunakan uppasa Batak, atau pantun dengan harapan segala berkat untuk keluarga pak Didit dan semoga masalah ini cepat selesai.
Kemudian pak Didit di suapi oleh oppung Doli Dison sebagai pemangku Adat yang menjadi pemimpin adat istiadat di kampung ini.
Lanjut kepada Aris, kemudian bu Rida, lalu kepada Iren.
Serangkaian adat hanya untuk makan, dan akhirnya kami semua bisa juga menyantap makanan dan minuman yang sudah terjadi.
Cukup lama prosesi adat tersebut, tapi itulah Adat. kebudayaan yang sudah terjaga dari nenek moyang.
Pak Didit dan keluarganya yang tidak mengerti apapun tentang budaya Batak, hanya bisa mengangguk dan berkata iya.
Sebenarnya saya juga demikian, sudah banyak yang lupa akan rangkaian adat. dan bahasa Batak yang sulit untuk aku mengerti.
Bapak yang menjadi penerjemah untukku dan juga untuk tulang pak Rohani, sementara Joan sibuk mengurus sesuatu.
Entah berapa lama kami makan, dan kemudian di suguhkan kopi dan juga lappet.
(lappet adalah makan tradisional dari Batak Toba, yang terbuat dari tepung ketan putih yang dicampur dengan tepung beras.
Kelapa parut, gula pasir yang dicampur aduk dengan tepung ketan putih dan tepung beras. kemudian di bungkus dengan daun pisang, lalu di kukus).
Tapi aneh sekali, kopi pagi ini sangat pahit. apakah ini disengaja atau Joan sedang mengerjai Ku.
Lalu aku menoleh Joan, dia sibuk mengatur kepala kerbau. jadi tidak mungkin dia jahil.
__ADS_1
Kemudian aku mendekati pak Didit, karena pak Didit dan keluarganya begitu menikmati kopi tersebut.
"kopi Mora kok pahit banget, tapi bapak kok seperti menikmati nya?"
ekspresi wajah pak sisir heran, karena kopi ku yang pahit. lalu Tarni pun menolehku dengan ekspresi wajah yang heran.
"kopi Tarni juga pahit bang Mora."
Ternyata kopi Tarni juga pahit, hanya keluarga pak Didit yang merasa kopi nya manis.
"bapak ibu, yang merasa kopi manis harap untuk duduk dibelakang keluarga pak Aris."
Ucap pak Sarma yang menjadi juru bicara oppung Doli Dison untuk keluarga pak Didit.
"pak Aris dan keluarga. apakah kopi kalian manis?"
"enak kok, gula nya pas."
Jawab pak Didit dan lagi-lagi menyeruput kopi nya, bu Rida, Aris dan Iren juga merasa kopi nya manis.
Tiba-tiba saja Joan datang ke arahku dan menyeruput kopi ku.
"ah pahit, yuk ikut Joan bang."
Benar-benar aneh, aku, Tarni, Joan dan bapak nya. serta ada sekitar lima orang dan itu ibu-ibu yang merasakan kopi nya pahit.
Sementara bapak dan warga lainnya duduk dibelakang keluarga pak Didit, karena kopi mereka manis.
"Joan, apa yang terjadi? kenapa hanya kopi yang pahit?"
Joan menatap Ku kemudian tersenyum, dan dia malah bersandar di lengan kananKu.
"Joan lelah bang."
Ucapnya kepada Ku, di suasana genting seperti ini tapi Joan masih sanggup untuk bercanda.
"Joan......"
Lagi-lagi bocah tengik ini malah tersenyum dan kembali bersandar di lenganku.
"kita yang merasa kopinya pahit terbebas dari gangguan makhluk gaib bang, tadi itu kopi tidak di kasih gula.
Tadi ada oppung-oppung membacakan mantra ke kopi tanpa gula itu, lalu membagikan kepada seluruh warga.
Menurut tradisi bahwa, kopi tersebut adalah pertanda untuk mengetahui seseorang ada pengganggunya atau tidak.
__ADS_1
Artinya kita yang di duduk disini adalah orang-orang yang suci tanpa dosa bang."
Lagi-lagi Joan masih sempat bercanda, dan bapaknya langsung mencubit nya dari belakang.