KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG

KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG
Keharuan dari Joan.


__ADS_3

Lalu Joan memberikan secarik kertas kepadaku dan ternyata itu adalah tagihan yang harus dibayarkan.


Tagihan atas semua pesanan Joan untuk keperluan ke desa Aek holong, bapak serta Bapaknya Joan setuju dengan semua list yang sudah disiapkan oleh Joan.


Totalnya hampir mencapai seratus juta Rupiah, dan Rohani yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.


"ini tagihannya terlalu besar Joan, kakak tahu sifat mu bagaimana. Joan selalu memanfaatkan keadaan untuk kepuasan mu sendiri.


Biaya ini sudah untuk biaya pernikahan di gedung mewah, dan itu sudah lengkap dan terima jadi."


"kak Ani..... kak Ani....


Kita menghadapi permasalahan tentang iblis bukan pernikahan yang bisa kita prediksi, kakak harus bedakan dengan adat pernikahan dan adat memutus hubungan dengan iblis.


Semua ada aturan mainnya Kakakku, asal kakak ketahui, upacara adat untuk hal mistis itu jauh lebih mahal.


Padahal itu terlihat sia-sia, tapi harus dilaksanakan karena nyawa kita jauh lebih berharga dari uang dan harta benda lainnya."


"pas doi pung nadi potorang iboto mon, harana on ma nadidok pesta bolon. *dialog Batak


(benar penjelasan adik mu ini cucuku, inilah yang disebut pesta yang besar).


ido sada rugi na, marlakkup tu si bolis. harta nabulong songoni godang, las dohot pinoppar na manarito pambahanen ni si bolis.


(itulah salah satunya kerugiannya, selain harta yang terbuang sia-sia dan keturunan berikut nya yang menderita karena ulah dari iblis).


ala suboi di tahan sogo ni roha akka oppung nami maradappon paulihon parbegu ganjang i, bereng ma hami napoppar on pung.


(kakek buyut kami tidak bisa menangani pemuja Begu ganjang yang awal dan emosi yang meluap-luap, sehingga kami keturunan nya senggara seperti ini.).


ujar oppung Doli Saur yang menanggapi perkataan dari Rohani yang menuduh adiknya berbuat curang.


"seperti itu rupanya ya oppung.


Joan, kakak mintak maaf karena menuduh mu yang nggak-nggak."


"cama-cama Kakakku, kakak tenang aja. karena Joan sudah kebal akan tuduhan kakak."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Kami kembali tertawa karena ulah Joan yang mengolok-olok kakaknya.


Setelah agak tenang, Rohani kemudian mendekati Ku dan langsung di halangi oleh Joan sang pengacau itu.


"tuh kan, bukan Joan yang selalu memanfaatkan keadaan. tapi kak Ani, apalah maksud kakak mendekati bang Mora?"

__ADS_1


"iya ampun Joan....


Kakak hanya mau nanya, ini tagihan cara bayarnya gimana?"


"ngeles aja, tanya sama Joan aja. kan Joan yang pesan."


Kami hanya bisa tertawa karena tingkah mereka berdua yang lucu, apalagi kekasihku itu tapi tidak dengan Joan, karena dia pengacau.


"cukup ya Joan, cukup kak....


Sekarang bapak mau tanya, gimana sistem pembayaran Joan? terus apa jaminan untuk kita jika panjar sudah kita berikan?"


"panjar harus setengah dari total keseluruhan Nya, masalah jaminan tenang. Joan jaminannya, karena ini usaha Joan."


Seketika kami semua terdiam dengan ucapan Joan, kini Rohani duduk tepat di hadapan adiknya dengan raut wajahnya yang curiga.


"coba jelaskan maksud apa?"


Joan langsung memegang tangan kakak Nya, lalu tersenyum.


"kakakku cantik, Joan dan mamak punya usaha catering dan gedung atau wisma.


Mamak sudah mencairkan asuransi pendidikan buat Joan, karena Joan tidak mau kuliah.


Joan ngak sepintar kakak, di otak Joan ini hanya uang dan uang serta nyanyi.


Uang hasil kompetisi Joan dan warisan dari mamak serta hasil menggadaikan SK mamak ditambah dengan uang asuransi pendidikan Joan, akhirnya terkumpul sudah modalnya kakaku.


Sudah satu lebih usaha catering kami berjalan, mamak akhirnya bisa menebus SK nya yang digadaikan.


Serta kami bisa melebarkan gedung wisma kami, serta membeli lahan kosong di samping wisma."


"kok kakak ngak tahu?"


"sama kakak, bapak juga ngak tahu!"


Seketika kami semua heran, begitu rohani dan Bapaknya yang mengetahui akan usaha dari Joan dan mamak Nya.


"Papa kan sibuk mengurus desa Aek Simarmata dan warga desa Aek Holong, sementara kak Ani harus fokus kuliah kedokteran.


Rencananya Joan dan mamak akan cerita jika bapak sudah selesai mengurus desa itu, dan nantinya sebelum kak Ani memulai Koas Nya.


Kata mamak, Joan sebagai anak laki-laki harus punya usaha untuk menopang kehidupan keluarga kelak Nantinya.


Mamak dan bapak pastinya nanti akan pensiun jadi Joan akan menjadi tulang punggung keluarga selanjutnya."

__ADS_1


"jadi dek, masa kamu ngak mau kuliah?"


"mau gimana lagi kak, tamat SMA aja sudah syukur. karena Joan tidak sepintar kakak, jika sepertiga kepintaran kakak ada sama Joan, mungkin aja Joan bisa lanjut untuk kuliah.


Nanti sayang uang nya kak, jika pun nantinya Joan kuliah, pastinya Joan akan menjadi sarjana dengan kualitas yang buruk.


Lebih baik Joan berusaha untuk berbisnis sejak dini, selama masih ada mamak yang bisa mengajari Joan.


Kelak Nantinya Joan sudah punya pengalaman untuk mandiri secara layak, maafkan Joan ya kak.


Pak, maaf pak. Joan ngak mau kuliah karena ngak sanggup, kasihan mamak nantinya yang harus terus-menerus berurusan dengan pihak kampus jika Joan kuliah.


Bapak tahu ngak kalau mamak sangat rajin menghadap wali kelas Joan?


itu semua karena Joan ngak bisa seperti teman-teman yang lainnya, nilai akademik Joan dibawah rata-rata.


Joan hanya unggul di seni suara, dan itulah yang membuat Joan masih di pertahankan sekolah karena masih bisa mewakili sekolah dalam berbagai lomba seni suara antar sekolah. maafkan Joan ya pak."


Dengan meneteskan air, Joan dipeluk oleh bapaknya dan disusul oleh Rohani.


"bapak mintak ya mang, bapak kurang perhatian sama Mu, maafkan bapak."


"maafkan kakak ya dek, kakak terlalu fokus kuliah sehingga kakak lupa sama kamu. maafkan kakak ya."


Mereka bertiga terhanyut dalam keharuan, dengan masalah yang kami hadapi ternyata kejutan yang tidak terduga.


"berarti banyak lah uang mu dek ya?"


Kakaknya bertanya ke Joan setelah mereka melepaskan pelukannya.


"banyak kak, kalau kakak nantinya mau mengambil Speaslis, Joan bisa bantu. baik dari materi, doa dan tempat kuliah yang bagus.


Bila perlu kakak keluar negeri untuk mengambil spesialisasi yang kakak inginkan, Joan siap bantu."


Mereka lagi-lagi berpelukan, tapi ucapan Joan tidak cocok untuk ku, Karena kalau Rohani mengambil spesialisasi ke luar negeri, lalu hubungan kami bagaimana? karena aku sudah lama menunggu Rohani.


"uhmmm... uhmm....


Ambil Speaslis nya jangan keluar negeri, dalam negeri aja ya. kan Abang sudah lama menunggu mu dek.


Abang juga siap untuk membantu mu mengambil Speaslis....


"idih....


bang Mora ikut-ikutan, takut ya kalau kak Ani pergi jauh?"

__ADS_1


Aku hanya mengganguk, karena memang aku sangat menyukai dan mencintai Rohani. ingin rasanya segera menikah dengan Nya.


__ADS_2