
Rasanya baru saja tidur terlelap dan sudah bangunkan oleh kekasih tercinta ku ini sarapan bersama dengan warga.
Suasana makan bersama begitu khidmat, dan makanan ini terasa sangat-sangat lezat.
Selesai sarapan lanjut minum kopi, karena hal yang ingin disampaikan oleh kepala desa dan juga pemangku adat sebelum warga ke desa yang baru.
"Terimakasih bapak-ibu yang cintai, dengan saya memberitahu kalau bapak Aris sudah mentransfer uang tiga milyar rupiah ke kas dana Desa.
Untuk kita pergunakan untuk membangun desa kita.
Saat ini juga sudah dimulai pembangunan jalan di desa baru kita, yang diberi nama desa harapan.
Dana tersebut masih menggunakan dana desa yang tersisa dari pemerintah kabupaten.
Untuk air setiap rumah warga sudah terpenuhi.
Sisanya adalah jalan ke ladang warga, sekolah, puskesmas dan waduk yang nantinya akan bisa mengairi sawah kita.
Sebagai kepala desa, saya meminta kesediaan para warga saya untuk gotong royong membangun waduk terlebih dahulu, agar menghemat anggaran.
Sisanya akan kita pergunakan untuk membeli peralatan pertanian seperti traktor, alat pemanenan padi dan bibit kopi yang berkualitas untuk kita semua warga."
"tentu setuju dong bapak kepala desa, kita sudah terbiasa gotong royong bahkan kita mengumpulkan dana secara mandiri untuk membuat keperluan kita sendiri.
Kita sudah mendapatkan dana dari bapak Aris, dan kita perlu menghemat nya dengan tenaga kita.
Setuju kan bapak-ibu?"
Setuju.......
Salah seorang warga yang memotong pembicaraan dari kepala desa yang setuju akan gotong royong membangun waduk atau bendungan air untuk mengairi pertanian mereka nantinya.
Usulan itu setujui warga dan disertai dengan tepuk tangan yang meriah.
"bahagianya aku jadi kepala desa yang memimpin warga yang baik-baik.
Waduk ini sangat penting sekali bapak-ibu, nantinya bisa mengairi seluruh pertanian kita.
Setelah selesai waduk kita bangun, saatnya kita bertani menanam padi atau apapun itu.
Selesai menanam sembari menunggu waktu di semai, kita gotong royong lagi untuk membangun jalan ke ladang-ladang kita.
Agar mudah masuk kendaraan untuk mengangkut hasil panen kita nantinya.
Bapak-ibu, setelah bapaknya Aris berkata akan memberikan sumbangan untuk pembangunan desa kita.
__ADS_1
Dengan percaya dirinya, saya langsung memesan bahan-bahan bangunan untuk desa kita.
Saya meminta kepada kedua anakku yang merupakan arsitektur terkenal di jakarta, untuk turun kemari membantu kita mendesain desa kita.
Cukup kita aja yang membangun desa kita, karena kita sudah punya arsitektur yang handal dan terpercaya, dan gratis lagi.
Jika masih ada dana yang tersisa nantinya, untuk pembangunan yang kita butuhkan nantinya.
Dari kita, oleh kita dan untuk kita.
Untuk jalan dari kantor camat ini, ke desa harapan kita sudah mulus bapak-ibu, saatnya kita membenahi desa kita untuk kita.
apakah setuju bapak-ibu?"
Setuju.......
Suara itu bergema lagi, dan selalu disertai dengan tepuk tangan yang meriah.
Kepala desa yang mewakili warga nya, berterima kasih kepada pak Didit dan keluarga atas bantuannya.
Demikian juga pak Didit yang bahagia melihat senyuman para warga, dan mengucapkan terimakasih karena membantu kami untuk memutuskan kutukan begu ganjang dari leluhurnya.
"oppung raja huta (pemangku adat), yang merupakan orang tua kami, yang menjadi panutan kami, berikan kami nasihat untuk memasuki desa harapan baru.
Desa yang menjadi harapan kita, dan berharap bisa menjadi tempat tinggal kita yang nyaman."
"terimakasih bapak desa, dan terimakasih kepada seluruh warga adat.
Sekiranya di desa harapan kita, semakin maju dan hidup makmur.
Kepada desa kita sudah menyampaikan supaya kita gotong royong nantinya, dan hendaklah itu berjalan dengan baik sebagai kita gotong royong, bahu membahu saat ada ada pesta adat sebagaimana biasanya yang kita lakukan.
Kita sudah memutuskan kutukan begu ganjang dari kehidupan kita, hendaklah tidak terjadi lagi.
Peristiwa yang pahit menjadi pelajaran berharga untuk kita, agar kita para warga adat tidak melakukan hal sama yang bersekutu dengan iblis demi kekayaan yang instan.
Desa harapan kita, hendaklah bersih dari orang-orang yang bersekutu dengan iblis.
Untuk mencegah hal itu terjadi, kita sudah sepakat dan telah menandatangani perjanjian bersama.
Raja huta kita (pemangku adat) dan penatua marga melarang keras bagi warga desa harapan untuk memasuki desa Aek Holong dan desa Aek Simarmata.
Baik untuk berburu, bekerja, mengambil hasil hutan dan apapun itu alasannya, tidak diperbolehkan bapak-ibu.
Karena demikianlah perjanjiannya, dengan leluhur pemuja begu ganjang itu.
__ADS_1
Hanya itu yang bisa diperbuat oleh pemangku adat, dan sudah disepakati oleh penatua marga.
Seperti kesepakatan dan perjanjian tertulis yang sama-sama kita sepakati.
Barang siapa yang memasuki kedua desa terlarang itu, maka akan di usir dari desa kita yang baru, demikian juga seluruh keluarga nya dan rumah kita bakar.
Hal ini dilakukan untuk menghindari kutukan begu ganjang, dan demi keselamatan kita bersama.
Kita para warga adat saling bahu membahu untuk melindungi sesama kita.
Apakah yang keberatan dengan pernyataan saya?"
Tidak satupun warga yang keberatan atau menyangkal perkataan pak Sarma dan secara serentak mereka menyetujui nya.
"pahit nya masa lalu yang kita alami, anak, dan keluarga kita yang lain menjadi korban begu ganjang, dan janganlah terulang lagi.
Mari kita mulai hidup baru, bekerja dengan giat dan tidak bersekutu dengan iblis.
Setuju......"
Dengan begitu kompak nya warga berkata setuju dan tepuk-tepuk tangan yang gemuruh.
"satu lagi bapak-ibu, jika nantinya ada ahli waris yang lain atau keturunan yang lain dari pemuja begu ganjang itu, kita tolak bersama dan jangan satu orang pun yang menjamu mereka.
Ini semua demi keselamatan kita bersama dan demi ketentraman kita bersama.
Cukup peristiwa yang memilukan itu menjadi pelajaran bagi kita."
Pernyataan demi pernyataan yang dilontarkan oleh pak Sarma disambut baik para warga dan menyetujuinya.
Pak Sarma memintak tanggapan dari salah satu penatua marga dan pertanyaan sama seperti pernyataan pak Sarma.
Saling peduli, salin bekerja sama dan sama-sama menjaga satu sama lainnya demi terwujudnya warga harmoni, sejahtera dan bahagia.
Seperti layaknya iklan ketika menonton film, tiba-tiba Joan berdiri di depan yang membuat kami kaget.
Joan meminta waktu sebentar untuk mengutarakan keinginannya dan langsung disambut tepuk tangan dari para warga.
"bang Mora, kita sudah banyak mengalami peristiwa yang mengesankan.
Disini sudah ada bapak, kak Rohani dan juga keluarga abang.
Joan ingin mempertanyakan maksud kedekatan abang terhadap kakakku yaitu kak Rohani.
Tolong jelaskan apa mau mu bang?"
__ADS_1
Seketika para warga melihat ke arahku dan memintaku untuk berdiri untuk menjawab Joan.