KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG

KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG
Peninggalan Atok Tarno.


__ADS_3

Benda yang dikubur atok Tarno akhirnya kami temukan kembali, benda itu hanya dibaluti kain yang kucel, benda dengan bungkus kain kucel itu aku angkat, kemudian membuka kain pembungkus nya dan itu sangat aneh ...


Kain itu hanya buruk di luar saja tapi dalam nya bersih berwarna putih, ternyata isinya adalah kaleng persegi persis seperti yang kami temukan di kamar atok Tarno, ini seperti kaleng Khong Guan zaman dulu yang berbentuk persegi.


Kaleng itu di pegang oleh langsung ku pegang, dan kain pembalut nya di kubur kembali oleh pak Argap, setelah selesai dikuburkan oleh pak Argap, kami kembali ke ruang tamu, dengan beriringan.


Setelah kami duduk di sofa Aku langsung meletakkan kaleng persegi itu di atas meja, kami semua saling menatap dengan wajah penasaran.


"Ya ampun.....kita hanya diam aja ni, bang Mora bukain lah"


Gomgom membuyarkan lamunan kami semua, Aku menatap wajah pak Didit dan beliau mengedipkan matanya untuk memberi isyarat persetujuan.


Setelah memakai sarung tangan, perlahan kaleng itu aku buka, isinya, ada rambut yang terikat menggunakan benang jumlah nya 3 ikatan, ikatannya berwarna merah, putih dan Hitam.


Dan ada juga 2 lembar surat, surat yang pertama sama dengan surat yang kami temukan di kaleng dari kamar atok Tarno.


Surat kedua sudah seperti tulisan sekarang, namun menggunakan huruf sambung, karna Aku adalah generasi milenial yaitu anak lahiran tahun 90, tentu nya masih belajar huruf sambung, dan aku bisa membaca surat dengan jelas.


"Pak...Bu...surat yang lusuh ini adalah Sambungan dari surat yang dari kamar atok Tarno, kita baca surat ber aksara Batak ini ya."


"Abang kok bisa membaca aksara Batak?" Gomgom bertanya demikian karena dia ngak bisa membaca aksara Batak.


"Mulai dari TK sampai SMP Abang kan sekolah di yayasan HKBP, karna oppung Boru, dari mamak kita guru sekaligus Sintua di gereja HKBP itu.


(HKBP adalah singkatan dari Huria Kristen Batak Protestan, gereja protestan berdasarkan ke suku tapi tetap mempersilahkan dari suku apapun untuk beribadah bersama.


Sintua adalah pengurus gereja yang dipilih oleh jemaat dan disahkan oleh pejabat gereja).


Di sekolah kami diajari aksara Batak, dari pelajaran muatan lokal, yaitu bahasa daerah Batak Toba."


"Mora bukan nya kamu bilang kamu itu Ugamo Malim?" Bu Rida bertanya karena mereka heran dengan status kepercayaan Ku


"Benar Bu, bahkan di Medan sudah ada komunitas kami Bu."

__ADS_1


" Trus... Kenapa bisa sekolah di yayasan dari gereja itu?"


"Bu... siapapun bisa sekolah disana, ngak ada larangannya. toh juga itu adalah lembaga pendidikan, siapapun bisa sekolah disana."


Barulah bu Rida mengerti, karena hal ini sama saja dengan sekolah yayasan lainnya. siapa saja bisa menempuh pendidikan di suatu yayasan.


"Bang Mora HKBP itu? Dan Sintua itu apa?."


"HKBP itu singkatan Iren, kepanjangan nya Huria Kristen Batak Protestan, yaitu gereja protestan di kalangan masyarakat Batak, tapi sekarang gereja HKBP ini sudah melakukan inovasi, yaitu saat peribadatan sudah ada waktu tertentu menggunakan bahasa Indonesia.


Dan Sintua itu adalah pengurus gereja yang di pilih jemaat dan disahkan oleh pendeta. tentu nya setelah memenuhi syarat yang gereja terapkan. "


Oh....oh.......


Begitu serentaknya Iren dan Aris mengucapkan kalimat itu, dan Susana tegang tadi akhirnya menjadi cair, karna kata oh..


"Berarti mas seperti gereja Jawa yang ada dekat di alun-alun kota itu ya?" ujar mbok yang paham akan gereja yang bersifat kesukuan.


"Yapsss benar mbok"


Mereka semua serentak mengganguk dan aku kembali serius melihat surat lusuh tersebut.


"Sai hurimangi ma sude, dungi marsipnukkunan ma AU di natua tua ni luat on, alai Mai la Ahu jala mabiar paboa na tua tua ku sipele Begu Ganjang, hubaen sakkot na asa humatop akka gelleng Kon di lilit andor na."


Saya berpikir keras, dan akhirnya saya beranikan diri untuk bertanya kepada orang tua bijak di kampung ini, tapi saya tidak memberi tau kalau orang tua ku, pemuja Begu Ganjang, saya ber alasan supaya anak-anak ku cepat dapat anak.


"Hudapot ma Sada barita adong Inna datu mar jarak 5 jam pardalanan Sian luat on.


"Akhirnya saya dapat informasi kalau ada dukun sakti yang jarak nya 5 jam perjalanan dari tempatnya itu."


"Bentar bang Mora, bisa ngak langsung ke bahasa Indonesia aja, pusing saya dengarnya, walaupun aku bisa bahasa Batak tapi kalimat yang baca barusan membuat puyeng"


Gomgom mengerutkan kening nya, karna agak geram, atau mungkin terlalu bosan karena harus dibacakan dalam bahasa Batak kemudian ke bahasa Indonesia"

__ADS_1


"Iya bang, capek Iren liat Abang membacanya dan kemudian menerjemahkan ke bahasa Indonesia lagi."


Iren ikut protes karena merasa bingung dan bosan.


"Ok ni Abang coba ya,


Setelah sampai di rumah dukun tersebut, saya dipersilahkan duduk di depannya, terlihat mulut dukun itu komat Kamit, dan kemudian menatap ku tajam, sembari dukun itu berbicara.


Kamu adalah keturunan pemuja Begu Ganjang yang belum berakhir, kamu harus mengakhirinya kalau tidak keturunan mu akan punah dan akan menyebabkan kesengsaraan kepada orang-orang disekitar mu, dan kamu harus selesai kan di tempat asal mu.


'lalu bagaimana saya menyelesaikan sementara orang tua ku sudah dibakar oleh warga?


'mungkin sulit, tapi ku berikan 2 keris ini untuk mu, kasih sama putri mu satu dan satu lagi untuk anak mu kemudian bagi rambut kedua orang tua mu itu, masing-masing menjadi dua bagian, kemudian bagikan untuk anak-anak mu.


'dari mana oppung tau?


'diam.....


kamu hanya perlu menunggu waktu yang tepat, laksanakan seperti yang ku mintak, supaya anak-anak mu memperoleh keturunan dan selamat.


Pulang lah, dan lakukan seperti yang ku perintahkan.


Rambut mama dan bapak ku bagi dua, ku berikan setengah kepada anak ku, dan setengah kepada putriku, dan juga masing-masing keris yang ku peroleh dari oppung itu.


Akan tetapi putri ku menolak pemberian ku itu, karena tidak mau berhubungan dengan Begu Ganjang, akhirnya semua itu diserahkan kepada gopas anak ku.


Saya tidak tau sampai kapan ini bisa bertahan. Jika tidak di Akhiri, malapetaka besar akan terjadi, baik ke keluargaku maupun warga desa Aek Simarmata.


"Pak....yang dibawah nya lagi sudah ngak terbaca, gimana ini ya?"


Kalimat dalam surat yang bertuliskan aksara Batak kuno itu terputus, sehingga tidak begitu jelas akan makna dari surat tersebut.


"Mora kamu baca yang huruf sambung."

__ADS_1


Perintah pak Didit untuk segera membacakan surat kedua yang menggunakan tulisan huruf bersambung......


__ADS_2