KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG

KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG
Janji yang di Tepati.


__ADS_3

POV Joan.**


Sementara di pohon beringin Angin kencang menerpa kelompok Joan, dimana Joan mengingat selendang di tangan Aris, Iren dan penahanan adalah bapaknya Mora.


"haaaaaaaa.............


ro ma ho tu lambung ku, pasea ma sude oppung."


(kemarilah, selesai semuanya ini cucuku)


"nga loja hami mangadopi on, ro ma ho oppung."


(saya sudah lelah menghadapi nya, datang ke sisi ku cucuku).


"hamoroan, hagabeoan dohot hasangapon. tudos ma dapotton non mu. ho nama oppung gabe panggattikku, hulehon ma tuho harajoan ku, asa ho namar huaso di portibi on, marhite-hite homoraon, hagabeoan, dohot hamoroan.


(**kekayaan, keturunan yang banyak dan kekuasaan akan dapatkan, jika kamu menjadi pengganti ku menjadi pemuja begu ganjang.


Kuberikan semua kekuatan ku kepadamu, biar engkau berkuasa di dunia ini. kekuasaan melalui kekayaan, keturunan yang banyak dan kekuasaan duniawi**).


"pasada ma roham laho manjalo tading-tading kon, roho ma ho oppung."


(niatkan hati mu untuk menerima ilmu Ku, datang kemari wahai cucuku).


Rayuan dari sosok seorang kakek kepada Aris, untuk menjadi pengikutnya yaitu menjadi penerus pemuja begu ganjang.


Angin semakin kuat menerpa mereka berempat yang ada dibawah pohon beringin, Joan bersama bapaknya Mora berusaha menahan Aris dan Iren agar tidak keluar dari lingkaran yang telah dibuat oleh pak Sarma dan pemangku adat.


Terlihat Aris menjulurkan tangannya ke arah sosok itu lalu.....


"jangan bang Aris, tanpa harta kekayaan dari iblis busuk itu abang bisa kaya raya dengan cara koding game.


bang Aris jago kode program, dengan menjadi programmer, bang bisa kaya raya. tinggalkan iblis itu dan suruh iblis lenyap dari muka bumi ini."


Ucap Joan seraya menarik kuat tangan Aris yang sempat dijulurkan olehnya.


"jangan percaya dengan bujuk rayu iblis Aris, lihat saja Joan yang sudah kaya raya tanpa menjadi pemuja iblis.


Kau anak hebat Aris, lawan amang. kau pasti bisa, lihat abang mu si Mora, dia kuat dan tidak terpengaruh apapun itu dari iblis."


Timpal bapaknya Mora dan berusaha menahan kencang angin menerpa mereka.


Akan tetapi Aris seperti tidak mengindahkan perkataan Joan dan bapaknya Mora yang berteriak.


Aris lagi-lagi menjulurkan tangannya ke sosok makhluk itu.


"jangan bang, ingat ada kak Iren yang harus abang jaga, lupakan iblis itu....."

__ADS_1


cuih......


Joan yang berusaha meraih tangan Aris dan merasa perkataan tidak didengar oleh Aris, dan akhirnya Joan meludah di wajah Aris.


Bruk.....


Aris terjatuh dan kini Iren yang menjulurkan tangannya ke arah sosok itu.


"kak Iren......


jangan kak Iren......."


Joan terus berusaha meraih tangan Iren dan akhirnya bisa memeluk Iren.


"maafkan Joan kak, aku melakukan karena menyukai kakak."


Muach.......


Joan mencium bibir Iren, seperti seorang pria terhadap kekasihnya.


bruk....


Lalu Iren terjatuh dan pingsan, barulah Joan sedikit lega.


huaahhhhhhhh............


huaahhhhhhhh............


Sepertinya sosok itu mengamuk karena Joan menggagalkan rencana nya.


haaaaaaaa.........


Joan terpental ke batang beringin, dan meringis kesakitan.


Bapaknya Mora kemudian meraihnya dan memeluk Joan dengan erat.


hhhhhhhhh.........


Bapaknya Mora juga terpental ke pohon beringin yang masih memegang tubuh Joan, terdengar pelan suara rintihan akan kesakitan yang dirasakannya karena terpental di pohon tersebut.


"nga be i oppung, dang olo pinoppar mon gabe panorus mu."


(kakek tolong sudahi semua ini, keturunan mu ini tidak bersedia menjadi pengganti mu).


"boan ma begu ganjang mi, paloas ma pinoppar mon, pinoppar na ditodon laho pagotop hon sidangolon nadung di taon mu."


(bawalah begu ganjang mu itu bersama mu, biarkanlah keturunan mu hidup damai tanpa begu ganjang. inilah keturunan mu yang engkau pilih untuk menyelesaikan penderitaan dan kutukan ini).

__ADS_1


"palua ma hami dohot pinoppar na ditodon, songo ni do padon ni oppung tu hami."


(lepaskanlah kami dan juga keturunan yang telah kamu pilih ini, karena itu adalah janji mu kepada kami, jika keturunan mu menolak menjadi penerus mu, keturunan yang engkau pilih).


"dang di hami hamoroan laho mambahen hametoan nabarnit, harana marsippang do i di hami."


(kami tidak membutuhkan harta kekayaan yang berasal dari begu ganjang, yang akan membawa petaka, karena itu berlawanan dengan prinsip hidup kami).


"tumagon do hami marpogos di harta, asal ma unang sipele begu ganjang."


(lebih miskin daripada menjadi pemuja begu ganjang).


"padan natapudun dang boi useon, padan do sibaen hadameon, saunnari hupangido hami ma padan i sian oppung."


(suatu janji hendaknya jangan lah di ingkari, janji adalah awal kedamaian. sekarang kami meminta janji untuk kekek tepati).


"natua-tua do mangajari hami asa monopot padan, las i do di ulahon hami oppung sahat sadarian."


(orang tua mengajari kami untuk selalu menepati janji, dan yang kami lakukan hingga saat ini).


Angin reda dan sosok itu terdiam, lalu menoleh bapaknya Mora yang memangku Joan yang pingsan.


"muliate amang di pangurupion mu nai i, saunnari padan na hu pudun ikkon hupasahat."


(terimakasih karena telah bersedia menemani keturunan untuk memutuskan kutukan ini, sekarang saya akan menepati janji)


"mulak ma hamu amang, jala boan pinoppar i, unang be ro hamu tu son."


(pulang lah, dan tolong bawa keturunan yang aku pilih itu, dan jangan pernah kembali ke tempat ini).


"Gabe ma akka sua-suanan muna, rodi akka pinanhan. hipas-hipas akka daknanak, rodi akka sude natorop akka keluarga."


(semoga rejeki melimpah atas mu, seluruh keluarga mu, seluruh warga desa Aek Holong dan juga keturunan ku yang aku pilih, semoga kesehatan menjadi milik kalian semua)


"Horas ma di hamu amang, jala pasahat tabe ku tu pinoppar hu na hutodo on, jala pasahat tonakku tu huta, nga hupalua be sude akka nabarnit. alai sada si ingoton muna, Unang ro lakka muna tu bagas on."


(berkat lah untukmu, sampaikan kepada keturunan yang terpilih ini, dan juga kepada warga desa Aek Holong, bahwa janji Ku sudah aku tepati, kutukutan ini sudah aku putuskan dengan keturunan yang aku pilih dan juga warga desa Aek Holong. dan jangan pernah kembali ke tempat ini).


"songoni pinoppar hu na asing, unang pauli hamu, bolo di ulahon hamu do, ulahi ma nabarnit taonan muna."


(jika ada keturunan Ku yang lain, abaikan serta jangan pernah kalian mendatangi tempat ini, jika ada yang mendatangi tempat ini maka penderitaan yang dialaminya).


horas.... horas.... horas.....


Sosok itu menghilang dan angin sudah reda, perlahan-lahan Joan sudah kembali sadar, tapi masih meringis kesakitan.


Bapaknya Mora merangkap mendekati Aris, sementara Joan menangkap mendekati Iren.

__ADS_1


Masing-masing mereka saling berpelukan di tengah kegelapan malam yang sunyi itu.


__ADS_2