KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG

KUTUKAN WARIS PEMUJA BEGU GANJANG
Jalan Dari Oppung Dison.


__ADS_3

Terlihat jelas dari raut wajah oppung Doli Dison akan kekwatiran terhadap warga adat nya yang ada di kampung ini.


Sebagai Pemangku Adat yang harus bertanggung jawab kepada warga Nya, itulah tugas dari Pemangku Adat yang selalu mengayomi warga adatnya.


"apa yang harus kita lakukan sekarang oppung?"


"saunnari dong adong, Alana Gopparan ni Parbegu Ganjang on tarpodom dibaen Gopparan ma asing Parbegu Ganjang on.


"saat ini tidak ada, karna waris pemuja Begu Ganjang itu sedang mati suri, karena ulah dari keluarganya sendiri."


Kata Mamanya Rohani kalau keluarga pak Deh nya pak Didit adalah tukang santet, apa iya pak deh itu yang mengirim santet nya.


"maksud oppung di santet orang?"


"Begu Ganjang on marlaga do pe dohot sibolis na asing, Sian pinoppar Boru."


"Begu Ganjang lagi bertarung dengan iblis lain kiriman dari keluarga nya, dari keturunan anak perempuan nya."


"oppung tau nama keturunannya itu?"


"daong, alai Sian pinoppar Boru, paduahon."


"tidak, tapi anak perempuan nya dari keturunan kedua."


"oppung sampai kapan ahli waris pemuja Begu Ganjang ini mati suri?"


"dang binoto, alai baen ma tiop-tiop ni Parbegu Ganjang on, manuk nibirong boru-boru dohot jattanna, dohot tolor manuk happung, bolo marbau ungap do manuk dohot tolor i dungo ma annon pinoppar nai i, songoni dohot balikna.


"tidak tau, untuk menambah kekuatan Begu Ganjang, potong lah ayam Hitam dan telur ayam kampung, darah serta bangkai Ayam letakkan didekatnya, jika ayamnya berbau busuk dan telurnya pecah, itu berarti Begu Ganjang nya yang menang, ahli waris pemuja Begu Ganjang akan Hidup, akan tetapi jika sebaliknya maka waris pemuja Begu Ganjang itu akan meninggal."


"harus perlu sekarang oppung?"


"daong, Alana Gopparan ni Parbegu Ganjang on, Lao do tusada luat Lao marlaga dohot sibolis na asing, alai pature ma songon na hupasahat, jala akkupi Torus pinoppar nai songon na somal.


"tidak...


Karena kedua waris pemuja Begu Ganjang itu sedang menelusuri gelapnya menuju tempat bertarung mereka, tunggu satu hari lagi.


Setelah meletakkan ayam dan telur itu, waris pemuja Begu Ganjang itu harus tetap diajak bicara seperti sediakala dan panggil terus namanya.


"oppung kenapa saat kami kesini kabut putih tebal dan...

__ADS_1


"palang ni luat on do i, Alana Sada Sian hamu natolu jonok tu pinoppar ni Parbegu Ganjang on, ala ni ido benna sehat hamu tuson."


"itu adalah kunci ke kampung ini, karna salah satu diantara kalian dekat dengan waris pemuja Begu Ganjang dan niat baik kalian, sehingga kalian bisa sampai disini dengan selamat."


"orang-orang itu siapa oppung?"


"akka sibottar mata i do, ungga huroa halaki masuk tu Huta Simarmata alai dang ditanghihon hatakku."


"itu adalah korban Begu Ganjang yang pernah ku larang masuk ke Aek Simarmata."


"jika kami pulang dari sini, apakah kami akan selamat?"


"ias ni roham do mamboan hamu salamat."


"niat baik kalian bertiga akan menyelamatkan Kalian."


"oppung kenapa ini masih terlihat seperti masih Subuh?"


"Alana pulun-pulun Manang barang Muna on dang dibukka do pe, ikkon na jonok tu pinoppar Parbegu Ganjang on mambukka."


"karna benda yang kalian bawa kemari belum dibuka oleh yang dekat dengan waris pemuja Begu Ganjang."


"saunnari buka ma, jala basu ma bahwa diginjang ni barang Mon sappe sude matonu."


"sekarang kamu buka benda-benda itu, cuci muka lah diatas nya sampai keseluruhan nya basah."


Hanya dengan membasuh wajah ku diatas tas berisi benda-benda peninggalan atok tarno dan ajaib benar setelah selesai cuci muka diatas nya, kampung ini seperti layaknya sebuah kampung dan matahari sudah kelihatan.


"saunnari mulak ma hamu, ulahon songon na hupasahat i."


"sekarang kalian pulang, dan lakukan seperti yang sampai kan."


"apa selanjutnya yang kami lakukan oppung?"


"dang sae do pe hu patupa sude na tudos naeng uloan maradappon Begu ganjang on. jadi hutelpon pe museng bolo nung ture sude hubaen."


"belum semua perlengkapan selesai aku sediakan untuk menghadapi Begu ganjang ini, setelah semuanya sudah siap, nanti akan aku hubungi kalian kembali.


"itu berapa lama persiapan nya oppung?"


"usaha pe hatop pung, alana hami pe tung massai marsikkor do pambahanen ni Begu ganjang on."

__ADS_1


"akan saya usahakan secepatnya, karena kami pun sudah menderita karena ulah Begu ganjang ini."


"begitu ya Oppung, sekiranya nanti. waris Pemuja Begu Ganjang ini tiba di kampung ini, apakah waris nya itu aman dari amukan warga?"


"Alana denggan do rohamuna laho pasidungkon habarniton on, jala denggan on manang barita na uli do on di hami.


Ahu ma dibaen jaminan na, bolo dang aman pinoppar ni par Begu ganjang i. hami do museng manaon i. jala lobi sian taonon nami on ro tuhami sahat tu pinoppar nami sude.


Jadi pos roham pung, dang segeon nami uli ni pangalaho si pasidung nabarnit.


"niat kalian adalah baik untuk menyelesaikan penderitaan, ini adalah berita yang terbaik untuk kami semua warga disini.


aku penjaminan cucuku, jika seandainya waris Pemuja Begu Ganjang itu tewas karena ulah warga, maka penderitaan akan berlipat ganda akan kami alami dan sampai ke anak cucu kami kelak nanti.


jadi tenang lah, kami semua tidak akan merusak niat baik ini. dan kami sudah menantikan kabar baik ini untuk menyelesaikan penderitaan kami."


"terimakasih oppung atas kebijakan oppung.


jika seandainya, waris lainnya dari Pemuja Begu ganjang ini tidak bisa di temukan lagi. apakah itu akan berpengaruh?"


"dong boi putus pung, jadi na Begu ganjang i laho tu pinoppar na lain. alai hami pe tung tenang.


alana hehe ma annon begu ganjang tu pinoppar lain mangalului na boi di songgopi ala su sae do pe."


"tidak bisa putus Cucuku, jadi nantinya Begu ganjang itu akan mencari waris yang belum terputus untuk di jadikan hamba-nya.


Tapi kami akan terbebaskan, karena begu ganjang itu sudah berpindah dari kampung ini."


"satu lagi oppung, jika seandainya semua waris nya berkumpul. apakah Begu ganjang ini bisa lenyap?"


"bolo satahi do sude, jala dang adong namar domu tu si bolis na asing. maka Begu ganjang ini bisa di musnahkan."


"jika seandainya sepakat dan tidak ada yang menjadi pemuja iblis lainnya, maka Begu ganjang ini bisa di musnahkan."


Aku langsung menatap wajah Bapak, sepertinya kami sepemikiran. tidak mungkin Begu ganjang ini dimusnahkan karena pak deh nya pak Didit adalah hamba dari iblis lainnya.


Setelah berpamitan dengan oppung Dison kami melanjutkan perjalanan pulang, beberapa meter dari desa Aek Holong, kabut putih yang tebal itu masih ada dan terbelah jika lewat, dan akan kembali setelah kami berlalu.


Seperti dalam dunia dongeng tapi ini nyatanya, ada hal-hal yang aneh yang tidak bisa kita jelaskan dengan nalar dan logika.


Kejadian hari ini benar-benar sebuah peristiwa gaib yang sangat sulit untuk diyakini, tapi inilah yang kami bertiga alami.

__ADS_1


__ADS_2