
"Maaf ... "
Kata pertama yang keluar dari mulutnya Kai yang berhasil memecahkan kesunyian di antara mereka. Di sinilah sekarang Kai berada, di dalam kafe bersama dengan Yasika yang duduk berhadapan dengannya. Hari ini, setelah kejadian tidak terduga di toko buku itu Kai meminta Yasika untuk bertemu, ia akan menjelaskan mengenai ucapannya kemarin yang keluar begitu saja dari mulutnya.
Kai tidak ingin membuat Yasika menjadi salah paham. Meski hatinya tidak memungkiri kalau sebenarnya ia juga mempunyai perasaan untuk gadis itu. Tetapi Kai sadar, ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan semua itu. Ia hanya ingin memastikan dulu perasaan apa yang ada dalam hatinya saat ini untuk Yasika.
Semalaman Kai tidak bisa tidur, selain karena pertemuannya yang mendadak dengan Novia, Kai juga memikirkan Yasika. Entah kenapa saat kata itu terlontar dari bibirnya, Kai seperti sedang mengungkapkan perasaan yang sebenarnya kepada gadis itu.
Kai mengakui kalau Yasika-lah satu-satunya wanita yang bisa membuatnya menjadi gelisah seperti ini, bahkan semenjak ia bertemu untuk yang pertama kalinya dengan sahabat dari adiknya itu, Kai merasa ada yang berbeda, ia mengagumi sosok Yasika yang baik, ramah, sederhana dan lebih tepatnya Yasika adalah gadis yang cantik dan juga pintar.
Kai juga tidak memungkiri kalau Yasika-lah satu-satunya wanita yang bisa membuatnya berpaling dari masa lalu.
"Aku mau minta maaf sama kamu soal kemarin."
dimana saat itu dengan mudahnya Kai mengucapkan sesuatu di luar dugaannya sendiri. Kai menghela nafas sembari mengusap wajahnya lelah. "Wanita yang kemarin itu __ namanya Novia, dia mantan ak - ah, lebih tepatnya dia masa lalu aku." terdengar kekehan kecil di sela ucapannya.
"Aku minta maaf karena kemarin aku __ "
"Gak apa-apa Kak, aku ngerti kok." Sela Yasika cepat sembari tersenyum tipis. Ia mengambil gelas berisi jus itu lalu meneguknya pelan. Pikirannya menerawang jauh, kenapa ia sangat berharap jika kata-kata kemarin yang Kai ucapkan itu adalah kenyataan, bahwa Kai menyukainya Kai mencintainya. Yasika menggeleng pelan untuk menepis khalayannya itu.
Yasika tersenyum tipis, saat ingatannya itu kembali lagi pada kata-kata yang kemarin Kai ucapkan. Yasika tahu, dan dia bukan orang bodoh yang tidak mengerti dengan tindakan dadakan yang Kai lakukan padanya kemarin. Yasika tahu, kalau Kai sengaja melakukan itu hanya untuk membuat seseorang cemburu.
Aku ini mikir apa sih?
Bangun Yasika ... Bangun, jangan mimpi...
Enggak mungkin dia suka sama kamu...
"Kak Kai sengaja kan mengatakan itu sama aku, agar mantan Kakak itu cemburu?" Tuding Yasika. Sengaja ia mengalihkan agar rasa gugup itu tidak terlihat oleh Kaisar.
Kaisar tersenyum. "Maaf, aku gak bermaksud seperti itu."
"Dia cantik, jadi __ mana mungkin dia bisa cemburu sama aku.?"
"Tapi kamu lebih cantik dari dia." Entah kenapa kata itu begitu cepat keluar dari mulutnya. Dan ... Kai juga tulus saat mengatakan nya.
Yasika hampir saja tersedak dengan minumannya. Lalu, membuka matanya lebar-lebar. "Hah? apa?" Yasika mengerjap bingung, tidak mengerti dengan ucapan Kai baru saja, apa Kai sengaja mengatakan itu hanya untuk meledek dirinya.
"Kak Kai ledek aku ya?" Tudingnya dengan bibir mengerucut lucu. Saat melihat itu, Kai benar-benar tidak tahan kalau Yasika bersikap seperti ini.
"Kenapa Kakak liatin aku?"
__ADS_1
Kai tertawa pelan. "Gak apa-apa. Kamu sama saja seperti Amel." Seketika Kai menelan salivanya dengan susah payah saat ia melihat Yasika mengikat rambutnya, membuat sebagian lehernya terlihat.
"Kenapa di kuncir?"
Dahi Yasika mengkerut. "Memangnya kenapa?"
Kai gelalapan, lalu mengalihkan pandangannya dari leher Yasika.
"Jelek ya?"
Seketika Kai menoleh. "Bukan, bukan itu maksud aku."
Kalau kamu ingin tahu alasannya, sebenarnya aku gak tahan lihat leher kamu Yasika..!!
Mungkin, ini bukan waktu yang tepat untuk Kai mengungkapkan rasa cintanya itu. Ini terlalu awal baginya, ia sendiri masih bingung dengan perasaannya.
Aku akan mengatakan semua itu jika waktunya tiba.
* * *
"Kak ... lagi ngapain?"
"Kamu belum tidur Mel?"
"Kakak pikir aku anak kecil yang harus tidur jam segini?" Kembali ia menjawab dengan sedikit menyolot. Kai hanya tersenyum menanggapi sikap adiknya itu.
"Kak, ini apa?"
"Jangan di buka?"
"Aku pengen lihat?"
Detik itu juga mata Amel membelalak lebar, bibirnya terbuka hendak mengucapkan sesuatu, tapi ia langsung menutup mulutnya kembali saat melihat sorot mata tajam dari kakaknya itu.
"Mel ... "
"Jangan bilang kakak masih belum moveon?" tuding Amel.
Amelia berdecak sebal saat ia melihat salah satu foto kakak dan cewek itu sedang berciuman. "Kok foto sama barang-barangnya masih kakak simpen?"
"Kakak masih cinta sama dia?"
__ADS_1
"Aku gak setuju, pokoknya aku gak mau kakak balik lagi sama itu cewek. Enak aja setelah ninggalin kakak dia datang lagi." bibir Amel mengerucut lucu.
"Udahan ngomongnya?" Tanya Kai merasa pusing saat adiknya itu terus mengoceh.
"Sempet-sempetnya ya lagi ciuman aja di foto? jijik tau liatnya juga."
"Bukan aku kok."
"Terus siapa? pasti dia kan?" Entah kenapa rasanya sangat sulit untuk menyebut nama wanita itu. Setelah kejadian dulu dimana Novia meninggalkan kakaknya dan lebih menikahi cowok lain, sejak saat itu juga ia tidak menyukai mantan pacar kakaknya itu.
"Udahlah, lagian itu semua mau aku buang kok." Jelas Kai pada adiknya itu.
Amelia melipat tangannya di atas dada, mengikuti setiap gerakan tubuh kakaknya itu.
"Bagus, gak baik masih menyimpan barang bekas."
Kai menoleh menatap gemas adiknya itu. "Punya adik satu, cerewet nya minta ampun."
Amelia terkekeh geli saat mendengar penuturan sang kakak.
"Aku lebih seneng kalau Yasika yang jadi pacarnya kakak, aku setuju kalau dia jadi calon kakak ipar buat aku."
Sontak Kai menoleh cepat bersama raut terkejut di wajahnya.
"Ngomong apa sih kamu?"
"Kakak suka gak sama Yasika?" tanya Amel kembali.
Kai gelalapan, setiap ia mendengar nama gadis itu __ entah kenapa perasaannya selalu berubah menjadi gelisah seperti ini.
Yasika ...
Setiap kali mendengar nama itu di sebut kenapa hatinya selalu berdesir, jantungnya berdetak cepat, dan yang lebih parahnya lagi kenapa tiba-tiba ia merindukan gadis itu, padahal baru tadi siang Kai bertemu dengan Yasika.
Apa mungkin?
Apa aku mencintai dia?
* * *
__ADS_1