
Happy reading... ❤
* * *
"Makasih ya kak, dah anterin aku ma Yasika."
"Hmm... "
"Ya udah aku masuk sekarang ya?"
Kaisar hanya mengangguk dan tersenyum.
"Makasih kak.."
Kaisar menoleh. "Ya ... Sama-sama." jawabnya santai. "Untuk mobilnya nanti aku suruh orang nganterin kesini."
Yasika kembali tersenyum. "Ya, sekali lagi terima kasih."
Amelia dan Yasika keluar dari mobil itu, mereka berjalan menjauh dan masuk ke dalam gedung kampusnya. Kaisar masih menatap kepergian dua gadis itu. Tanpa ia sadari bibirnya yang tipis menorehkan sebuah senyuman, ingat dengan semua kejadian waktu itu yang tanpa sengaja bertatapan dengan pemilik manik mata hitam, bulat dan bening dengan tatapannya yang menyendu.
Ada desiran aneh yang ia rasakan saat Yasika menatapnya. Dan tatapan mata itu mengingatkannya kepada seseorang yang dulu pernah menjadi bagian dalam hidupnya dan mengisi hatinya. Kini, gadis itu telah menjadi milik orang lain, gadis itu lebih memilih menikah dengan laki-laki pilihan orang tuanya ketimbang dengan dirinya laki-laki yang telah menjalin hubungan selama tujuh tahun lamanya.
Novia Ardana adalah nama dari gadis yang dulu sangat di cintai oleh seorang Kaisar Pratama, mereka menjalin hubungan semenjak duduk di bangku sekolah menengah atas. Orang tua Novia tidak merestui hubungan mereka, hingga pada akhirnya mereka menjodohkan putri semata wayangnya itu kepada seorang pengusaha sukses yang berasal dari negeri kangguru.
Alasan yang di berikan oleh kekasih dan kedua orang tua Novia kepada Kaisar tidak bisa ia mengerti. Tetapi Kaisar tidak ingin memperdulikannya lagi, ia tidak ingin tahu dan mencari tahu alasan yang sebenarnya karena hatinya terlanjur sakit. Kaisar berusaha bersikap tenang dan tegar, ia menyadari kalau Novia memang bukanlah wanita yang di takdirkan untuk hidup bersama dengannya.
Kenapa gadis itu mengingatkan aku padanya?
Bagaimana kabarnya dia sekarang?
Kaisar tersenyum sinis, menatap dirinya sendiri di dalam kaca spion mobilnya.
Saat sedang mengendarai mobilnya, di saat itu pikirannya sedang tidak fokus. Kaisar terperanjat kaget,matanya melotot sempurna saat mobil yang ia kendarai tanpa sengaja menabrak mobil seseorang yang sedang terparkir di pinggir jalan.
"Kamu apa-apaan sih?" suara wanita cantik itu sudah berdiri di samping mobilnya Kaisar.
Kaisar membuka pintu mobilnya dan segera keluar.
"Maaf ... Aku gak sengaja." menghela nafas. "Aku benar-benar gak sengaja."
"Makanya kalau nyetir yang bener." sewot wanita itu kembali.
"Maafkan aku nona, aku akan mengganti semua kerugiannya."
Gadis itu menatap Kaisar dengan tatapan yang tajam, merasa kesal karena mobilnya lecet. Sementara Kaisar, ia merasa tidak asing dengan wanita cantik itu, wajahnya begitu familiar apalagi saat wanita itu membuka kaca mata hitamnya.
"Sekali lagi maafkan aku."
Gadis itu mengangguk pelan. "Sepertinya aku pernah lihat kamu, tapi dimana ya?"
Kaisar tersenyum tipis. "Sepertinya aku juga baru menyadari kalau kamu itu orang yang sangat terkenal kan? pantas saja wajah kamu tidak asing."
"Emangnya kamu tau siapa aku?"
__ADS_1
Kaisar kembali tersenyum. "Ya, bagaimana aku tidak bisa mengenali aktris yang sedang naik daun saat ini nona Anne Putri."
Gadis itu sedikit menarik ujung bibirnya ke atas. "Aku juga merasa tidak asing sama kamu?"
"Jangan asal melihat, karena aku bukan orang terkenal seperti anda."
Anne tersenyum, mencoba mengingat siapa orang yang sedang berhadapan dengan dirinya saat ini.
"Kamu pengacara itu kan?" Anne berujar seraya tersenyum. "Kamu itu Kaisar Pratama, seorang pengacara yang sangat terkenal dan juga hebat."
Kaisar tersenyum kembali, kepalanya mengangguk pelan.
"Kalau begitu kita sudah saling mengenal bukan?"
"Ya, aku sudah kenal siapa kamu."
Baik Kaisar dan Anne Putri mereka saling berjabat tangan, saling memperkenalkan diri satu sama lain. Kaisar begitu mengagumi sosok aktris yang satu ini, selain karena wajahnya yang cantik ia juga ternyata orang yang ramah dan juga baik. Begitupun sebaliknya, Anne merasa senang karena ia bisa mengenal seorang Kaisar sang pengacara muda, tampan, dan juga hebat.
Baru kali ini Anne bisa bertemu langsung dengan seorang pengacara yang jasanya sudah banyak di pakai oleh teman-temannya, baik dari kalangan satu profesi ataupun dari teman pengusaha-nya.
"Ternyata kamu ini tidak seperti yang sering di beritakan ya?"
Anne tersenyum seraya menyesap coffee latte miliknya. "Memangnya apa yang di beritakan orang-orang tentang aku.?"
"Ya, semua gosip tentang kamu." Kaisar berujar seraya terkekeh geli.
"O... Jadi kamu penggemar gosip juga ya?"
"Ya begitulah.. " jawabnya santai dengan kembali menorehkan senyuman.
"Terima kasih atas traktiran-nya tuan Kaisar."
"Sama-sama, anggap saja itu sebagai permintaan maaf saya untuk kejadian tadi."
"Kalau begitu aku permisi dulu, senang bisa berkenalan sama pengacara seperti kamu."
Kaisar terkekeh. "Saya juga senang bisa bertemu langsung dengan seorang aktris yang sangat terkenal seperti anda nona Anne."
Anne hanya tersenyum, dan segera berlalu meninggalkan tempat itu. Sementara Kaisar ia masih berdiri di samping mobilnya yang masih terparkir.
"Hallo ... Kenapa Bay..?"
"Lo dimana?"
"Masih di jalan, bentar lagi nyampe kok."
"Buruan lo kantor sekarang?"
"Ya ... Bawel banget sih lo kayak anak perawan ja."
"Ember... "
"Sialan.." Kaisar tertawa saat mendengar jawaban dari teman sekaligus fartner-nya bekerja.
__ADS_1
Saat ia masih mengendarai mobilnya, tiba-tiba saja ponselnya kembali berbunyi menandakkan ada pesan yang masuk. Kai segera membuka pesan itu dan membacanya. Pesan masuk dari nomer ponsel yang tidak ia ketahui, Matanya menyipit saat ia membaca pesan itu, bibirnya sedikit tertarik ke atas saat ia membaca pesan yang di kirim oleh sang adik.
081xxx : Kak ini aku Amel.
Kaisar : kenapa?
081xxx : hape aku ketinggalan di rumah.
Kaisar : terus?
081xxx : Kamu pulang jam berapa?
Kaisar : belum tau.
081xxx : entar bisa jemput aku gak?
Kaisar : kok di jemput? memangnya mau kemana?
081xxx : aku mau ke acara ulang tahunnya temen.
Kaisar : dimana?
081xxx : di klub
Kaisar : apa? gak boleh.
081xxx : kenapa?
Kaisar : kamu taukan klub malam itu tempat apa?
081xxx : taulah
Kaisar : makanya jangan kesana
081xxx : aku gak sendiri, temen-temen aku juga ikut kok.
Kaisar : jangan ngebantah.
081xxx : pliss, ijinin aku ya?
Kaisar : gak Mel..
081xxx : kamu gak kasihan sama aku, kamu gak percaya sama aku? aku janji gak bakalan ngapa-ngapain kok.
Kaisar : baiklah nanti aku jemput kamu
081xxx : oke, makasih kakak-ku tersayang.
Kaisar tersenyum, dan senyumannya semakin melebar saat ia mengetahui bahwa nomer ponsel itu milik gadis polos berwajah cantik siapa lagi kalau bukan Yasika.
Kenapa aku merasa senang seperti ini.
__ADS_1
* * *