
•
•
•
Satu minggu telah berlalu, di waktu itulah kedekatan yang terjalin antara Kai dan juga Anne Putri sudah semakin dekat. Mereka kini lebih sering terlihat bersama, menghabiskan waktu bersama, bahkan jika ada waktu luang baik Kai ataupun Anne mereka selalu menyempatkan diri untuk saling mengunjungi satu sama lain.
Anne yang notabennya seorang Aktris dan model terkenal, tentu saja kabar mengenai dirinya dan juga Kaisar sang pengacara muda itu sudah tercium oleh media meski belum pasti. Anne sering menjadi incaran dan kejaran para awak media. Wajahnya kini lebih sering terlihat di berbagai majalah, koran dan juga televisi. Bagaimana tidak, gosip mengenai kedekatan dirinya dan pria yang belum di ketahui identitasnya itu sudah menyeruak lebih lebar.
Anne selalu menghindar setiap kali para awak media itu meminta klarifikasi darinya mengenai siapa laki-laki yang kini tengah dekat dengannya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menghujat karena Anne berubah menjadi aktris yang sombong.
Kabar itu juga tentu saja sudah terdengar oleh Nadine dan Candra sang mantan kekasih.
"Hebat juga ya dia, setelah putus dari kamu, dia langsung mendapat mangsa baru." ujarnya sinis. "Siapa cowok yang sekarang sedang dekat dengannya?" tanyanya kembali dengan tampang penasaran.
"Ngapain sih kamu ngurusin dia? itu haknya dia, mau deket sama siapapun juga." bela Candra tidak suka.
Nadine tersenyum kaku. "Iya juga sih sayang, ngapain aku mikirin dia? gak penting banget, mending aku mikirin pacar aku yang tampan ini." ujarnya genit seraya bergelayut manja pada lengan cowok itu. Meskipun bibirnya berkata demikian tetapi tidak dengan hatinya.
Nadine tetaplah Nadine, wanita yang selalu menjadi saingannya Anne Putri dalam hal apapun, termasuk dengan urusan percintaannya. Sampai kapanpun, Nadine akan terus mencari cara dan jalan untuk menghancurkan karirnya Anne Putri.
Nadine ingin Anne jatuh, bahkan ia menginginkan jika Anne tidak berada lagi di dunia hiburan. Dengan begitu, maka Nadine lah yang akan menggantikan posisinya kelak.
Siapa cowok itu?
Gumamnya dalam hati seraya tersenyum sinis.
* * *
"Kak ... "
"Hm ... "
"Masih lama gak sih?" Tanya gadis itu yang merasa sudah kesal berada di tempat keramaian seperti ini.
"Bentar lagi." Jawab Anne tanpa mengalihkan pandangannya itu dari layar hapenya.
"Sebenarnya, kamu nungguin siapa sih Kak?" Yasika bertanya penasaran.
"Tunggu aja, nanti juga kamu bakalan tahu kok."
"Cowok kak Anne ya?"
Mendapat pertanyaan seperti itu, Anne lantas mengangkat wajahnya lalu tersenyum. "Masih teman kok."
Yasika mencebik dengan bibir melengkung lucu. "Masa?" Yasika menatap wajah kakaknya itu dengan alis yang naik turun. "Yang bener? kok mukanya jadi merah gitu sih.?" Goda Yasika kembali yang seketika langsung mendapat cubitan gemas dari Anne.
Yasika meringis saat cubitan kecil itu terasa di pinggangnya. "Sakit ih.."
"Lagian salah kamu sendiri."
"Kok aku? jadi penasaran, siapa sih cowok yang udah bikin kakak jadi salting seperti itu?"
__ADS_1
Anne terkekeh seraya menggelengkan kepalanya pelan. "Nanti aja aku cerita sama kamu nya, kalo aku udah serius sama dia." ujar Anne dengan wajahnya yang berbinar.
Yasika mengangguk. "Baiklah, nanti juga aku bakalan tahu siapa calon kakak ipar aku itu?"
"Awas kalo kamu nanti naksir dia ya?"
"Masa iya aku naksir calon kakak ipar sendiri."
"Siapa tahu aja, setelah lihat wajahnya kamu kepincut."
"Apa dia baik?"
Kepala itu mengangguk.
"Apa dia tampan?"
"Sangat." dengan lantang Anne mengatakannya, membuat Yasika terkekeh geli melihat gelagat kakak perempuannya itu.
Siang itu, Anne sengaja mengajak Yasika untuk makan siang sekaligus menemaninya untuk bertemu dengan Kai. Anne sengaja menemui Kai karena mereka sudah merencanakan untuk bertemu siang ini.
"Dia dimana sih?" Anne menggerutu sambil terus mengecek ponselnya. "Kamu udah lapar belom, Yas?"
Yasika mengangguk. "Iya, aku udah laper."
"Ya udah, mau makan apa?"
"Spaghetti."
Anne langsung memanggil pelayan dan segera memesan makanan untuk mereka berdua.
Kanapa Kai tidak memberinya kabar?
"Cowok kakak itu jadi datang gak sih?" Tanya Yasika seraya menyeka sudut bibirnya dengan kain.
"Enggak tahu, dia belom ngabarin aku."
Tiba-tiba hape Yasika bergetar, gadis itu langsung membuka kunci layar dan melihat isi pesan yang masuk.
Yasika terkejut saat ia mendapat pesan dari Davin yang menurutnya sangat konyol.
Gadis paling cantik di dunia dan di mata aku lagi ngapain?
Yasika tersenyum lalu memasukan hapenya ke dalam tas tanpa mau membalas pesan itu terlebih dahulu.
"Kak ... "
"Hm ... " Anne melirik sekilas sebelum kembali menatap layar ponselnya.
"Aku mau ke toilet dulu ya?"
Anne menatap Yasika, lalu tersenyum lebar. "Ya udah, tapi jangan lama-lama ya?"
"Iya."
__ADS_1
Lantas Yasika berjalan menuju dimana toilet itu berada.
Sedangkan Anne, gadis itu masih tetap fokus pada hapenya. Anne menatap jam di tangannya dengan bosan. Di saat ia mulai jengah, tiba-tiba ia tersenyum lebar begitu mendapati sosok Kai muncul dari balik pintu restoran. Wajahnya berubah seketika menjadi sumringah.
"Hai ... Maaf, nunggu lama ya?"
Anne tersenyum lebar. "Gak apa-apa kok. Aku kira kamu gak jadi datang?"
"Tadi macet." Jawab Kai santai. Cowok itu langsung duduk berhadapan dengan Anne.
"Kamu sama siapa?"
"Sama Yasika."
Deg
Mendengar nama itu, kenapa jantungnya tiba-tiba berdegub dengan kencang. Kai tidak tahu jika Yasika akan ada disini, bersama dengan Anne dan juga dirinya.
"Kamu mau pesen apa Kai?"
"Apa aja."
Anne lalu memanggil salah satu pelayan dan memesan makanan untuk cowok itu.
"Yasika, dimana?"
"Dia lagi ke toilet."
Tak lama berselang pelayan itupun datang membawakan pesanan yang tadi Anne pesan. Kai segera melahap makanan itu sambil sesekali ngobrol dan tertawa dengan Anne. Gadis itu banyak bercerita, termasuk dengan Yasika yang penasaran dengan cowok yang akan datang untuk makan siang bersama.
Mendengar hal itu, hati Kai kembali meringis. Entah apa yang akan terjadi saat Yasika melihat dirinya ada disini, duduk bersama dengannya dan juga kakaknya.
Kai tertegun begitu melihat tubuh Yasika yang sedang berjalan ke arah mereka dari balik punggung Anne.
Gadis itu berjalan dengan wajah yang berbinar.
Saat Yasika sudah berada tidak jauh dari meja itu, betapa terkejutnya ia saat matanya menangkap sosok laki-laki yang tidak asing lagi di matanya, ia sudah hafal dengan betul siapa cowok itu. Apalagi saat cowok itu sedang menatap ke arahnya tanpa berkedip sedikitpun.
Di detik selanjutnya Yasika percaya kalau ini bukanlah mimpi atau khayalannya saja. Cowok itu Kai, dan ia Nyata.
Dan Kenyataannya itu bahwa Kai adalah cowok yang akan di kenalkan kakaknya sebagai calon pacarnya atau mungkin sebagai calon kakak iparnya.
Oh ... selamat datang di dunia yang begitu sempit ini.
Kak Kai..!!
* * *
Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote-nya juga ya..
Makasih buat semua yang masih setia nunggu ceritanya aku..
__ADS_1
Sehat-sehat selalu untuk kalian..
Ilopeyuu.... ❤