Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Butuh kepastian


__ADS_3

Suasana pada malam itu terasa begitu ramai. Para tamu undangan pun sudah selesai memberi selamat serta hadiah kepada pasangan suami istri itu. Ada juga yang memberi hadiah kepada pemuda tampan yang sekarang sedang berulang tahun tersebut, siapa lagi kalau bukan Kaisar Pratama. Sekarang, Para tamu undangan yang hadir sedang menikmati jamuan makan malamnya. Kebahagiaan tampak terlihat jelas dari pasangan suami istri itu meski kini usia mereka sudah tidak muda lagi.


Mama Wina semakin melebarkan senyumnya saat ia melihat Yasika. Ya, gadis yang selama ini sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri. Banyak waktu yang mereka habiskan berdua hanya untuk saling melepaskan rasa rindu setelah sekian lama Yasika jarang mengunjungi ibu dari sahabat, sekaligus ibu dari laki-laki yang telah membuat hatinya selalu berdebar tidak karuan seperti ini.


Sebenarnya masih banyak hal yang ingin mama Wina bicarakan, tapi, melihat bagaimana keadaannya sekarang, terpaksa mama Wina harus meninggalkan Yasika dan kembali menyapa para tamunya itu.


"Maafin tante ya sayang, tante harus tinggal dulu sebentar."


Gadis itu tersenyum lebar. "Gak papa kok tante, lain kali kita bisa ngobrol lagi."


Wanita paruh baya itu menatap Yasika penuh harap. "Kapan-kapan bisa kan kamu main lagi ke rumah?"


Kepala itu mengangguk. "Iya tante, aku janji, aku akan datang lagi kesini."


Mama Wina tersenyum seraya menggenggam tangan gadis itu. "Tante tunggu." Setelah nya mama Wina beranjak pergi meninggalkan Yasika dan kembali bergabung bersama suaminya untuk menyapa para tamu undangan.


Di antara para tamu yang hadir, ada seseorang yang tidak menikmati acara makan malam itu. Sebisa mungkin gadis itu selalu menghindar setiap kali Kai mencoba untuk mendekatinya. Tapi .. alih-alih menghindarinya, Yasika malah di buat kepanasan ketika ia melihat kalau cowok itu begitu dekat dengan seorang wanita.


Sesekali matanya melirik ke arah dimana Kai dan gadis cantik itu sedang berbincang dan kadang-kadang mereka berdua tertawa bersama. Kai terlihat sangat dekat dengan gadis itu, bahkan tak segan cowok itu selalu tersenyum manis di hadapan perempuan yang berpenampilan cantik dan anggun itu. Hatinya memanas ketika gadis itu selalu bertingkah manja.


Siapa wanita itu?


Kenapa mereka terlihat begitu dekat?


Ternyata, bukan hanya Yasika saja yang merasa kesal terhadap perempuan itu. Tetapi ada wanita lain yang lebih terbakar api cemburu. Iya, dia adalah Anne Putri. Entah kenapa saat melihat kedekatan yang terjadi antara Kai dan wanita itu, Anne ingin sekali menghampiri mereka dan menjauhkan wanita pecicilan itu dari Kai. Tapi .. dengan segala kesadarannya, Anne menahan semua itu. Anne sadar jika saat ini dirinya bukan siapa-siapa lagi untuk Kai.


Jujur .. saat melihat orang yang di cintai nya begitu dekat dengan wanita lain, Anne merasa tidak suka. Hatinya terasa sakit ketika ia melihat itu semua. Padahal satu-satunya orang yang paling ia takuti adalah Yasika. Anne sangat takut jika mengetahui kenyataan bahwa gadis yang di cintai oleh Kai adalah adiknya sendiri.


Siapa perempuan itu?


* * *


Dengan susah payah Yasika menelan semua makanannya ke dalam mulut. Lagi dan lagi perasaannya kembali di buat tidak karuan ketika melihat lelaki itu selalu tersenyum dengan manis. Bahkan, Kai begitu lekat memandang wajah perempuan itu.


Perasaan apa ini?


Padahal, Yasika sendiri yang memutuskan untuk menjauh dan menghindar dari laki-laki itu.


Tapi .. saat melihat lelaki itu bersama dengan perempuan lain, kenapa dadanya terasa sesak.


Apa aku cemburu?


Tidak .. tidak mungkin aku cemburu!


Sadar Yas, sadar ..


Beberapa detik kemudian Yasika termangu saat tanpa sengaja mata mereka bertemu. Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Kai begitu dalam menatap gadis itu, hatinya tidak bisa berbohong kalau ia sangat merindukan Yasika. Kai rindu akan senyumnya, ia rindu suaranya, dan Kai sangat merindukan semua yang ada pada gadis pujaannya itu.

__ADS_1


Dan Yasika, sebenarnya gadis itu pun merasakan hal yang sama dengan Kai. Tetapi .. Entah ada apa dengan perasaannya kali ini. Yasika masih bingung dengan perasaannya sendiri. Sudah hampir satu bulan ini, Yasika selalu berusaha untuk melupakan lelaki itu. Berusaha menyingkirkan perasaannya sendiri untuk Kai. Tapi .. kenapa rasa itu datang lagi ketika mereka kini saling memandang satu sama lain.


Yasika melengos begitu saja ketika cowok itu tersenyum arahnya.


Sementara di ujung sana, lelaki itu sedikit menarik ujung bibirnya ke atas ketika melihat tingkah dari gadisnya itu. Kai yakin jika saat ini Yasika sedang merasa kesal kepadanya. Dan, rencana untuk membuat gadis itu cemburu telah berhasil.


Kai tersenyum semakin lebar ketika melihat Yasika terlihat sangat gelisah.


Kamu itu cantik kalo lagi kesal seperti itu.


* * *


"Kak Yasika?"


Seketika gadis itu menoleh ke arah dimana sumber suara itu berada.


"Kania?"


Gadis itu tersenyum lebar. "Kakak apa kabar?"


"Baik, kamu sendiri?"


"Baik, Kak." Kania semakin mendekat dengan tangan membawa gelas berisi minuman, dan matanya memutar menatap ke sekeliling. Gadis itu tersenyum ramah menyapa kedua orang tua Yasika dan juga Anne.


"Kak .. " Dengan sengaja, Kania menumpahkan minuman itu ke tubuh Yasika hingga membuat bagian depan gaunnya terlihat basah.


Bukan hanya Yasika saja yang terkejut saat minuman itu jatuh mengenai tubuhnya dan membuat gaun yang ia pakai menjadi basah. Kedua orang tuanya bahkan Anne pun sama terkejut nya.


"Yas .. baju kamu basah." Anne memberikan sapu tangan miliknya.


Yasika membersihkan minuman itu dengan sapu tangan milik kakaknya.


"Kak, maaf aku gak sengaja." ujarnya lagi dengan tampang menyesal. Padahal, dalam hati gadis itu tertawa karena telah berhasil melaksanakan perintah kakak sepupunya dengan baik.


Demi kamu kak Kai ..


"Udah gak apa-apa." Yasika tersenyum.


"Kalo begitu biar aku antar kakak ke kamar mandi ya?"


Kepala Yasika mengangguk. "Boleh."


Setelah itu, Yasika di temani oleh Kania menuju toilet yang berada di lantai dua. Kania membawa Yasika masuk ke dalam kamar yang dulu di tempati oleh Amelia.


"Kak, biar aku keringin dulu bajunya ya? kakak tunggu sebentar disini?"


"Ya udah, tapi jangan lama ya?"

__ADS_1


Kepala gadis itu mengangguk, lalu pergi meninggalkan Yasika sendiri di dalam kamar itu. Saat menutup pintu kamarnya, Kania masih berdiri seraya bersandar di depan pintu sambil mengelus dadanya lembut.


Maafkan aku Kak Yasika. Aku melakukan ini semua demi kalian.


Berada di dalam kamar, Yasika begitu terkejut saat pintu kamar itu terbuka.


"Kamu?"


Dengan rahangnya yang terbuka lebar. Matanya membulat sempurna bersama dengan detak jantungnya yang berdebar kencang seperti habis lari maraton.


"Ngapain ada disini?"


"Ini." Cowok itu memberikan gaun milik Yasika.


"Kenapa kamu, kemana Kania?"


Matanya berputar menelusuri setiap sudut ruangan kamar itu. Yasika yakin jika kamar ini adalah kamar milik Amelia dulu.


Tidak mungkin ia salah kamar kan?


Dengan kesadarannya, Yasika segera merampas gaunnya itu dari tangan Kai.


"Sekarang kakak boleh keluar." ketus gadis itu.


"Enggak." Dengan santainya Kai berujar seraya melipat kedua tangannya di depan dada.


Yasika mengernyit. "Aku bilang keluar, Kak.!"


"Aku gak akan keluar sebelum kamu memberikan aku kepastian."


"Kepastian apa?"



"Kepastian kalo kamu mau menjadi istri aku."



* * *


Maafkan aku yang baru bisa update..


Semoga suka, dan jangan lupa like, komen, dan vote juga ya?


Makasih semua..


LopeyuuAll... ❤

__ADS_1


__ADS_2