
•
•
•
"Yasika ..."
Mendengar namanya di sebut, lantas gadis itu menoleh lalu berbalik badan.
"Davin?"
Cowok itu melambai seraya tersenyum lebar. Melangkahkan kakinya lebar-lebar agar ia bisa segera sampai ke tempat dimana gadis itu berdiri dan sedang tersenyum ke arahnya.
"Ada apa, Vin?" Tanya Yasika saat cowok itu sudah berdiri di hadapannya.
Davin tersenyum, lalu ...
"Kamu mau kemana?"
Yasika mengernyit, menatap bingung cowok yang ada di depannya itu. "Aku mau pulang." jawabnya santai.
Sebelum berujar, terlebih dahulu cowok itu melipat bibirnya membuat Yasika semakin bingung melihatnya.
"Ada apa, Vin?" ulangnya kembali.
"Yas, hari ini kamu sibuk gak?" dengan ragu cowok itu bertanya.
Kepala itu menggeleng. "Enggak sih, memangnya kenapa?"
Davin terdiam, lalu menatap ragu gadis itu.
"Kenapa, Vin?" tanya Yasika kembali.
"Kamu mau gak temenin aku buat nyari kado?"
"Kado?"
Kepala itu mengangguk. "Iya, mama aku ulang tahun besok. Aku bingung dan gak tahu mesti ngasih hadiah apa yang cocok buat mama aku. Kalo kamu gak keberatan __ " ia jeda kalimatnya. "Kamu mau gak temenin aku buat beli kado?" pintanya ragu.
Astaga, sebenarnya hari ini Yasika merasa malas untuk pergi keluar, apalagi pergi ke tempat keramaian yang selalu membuat kepalanya pusing. Yang gadis itu inginkan sekarang hanyalah pulang ke rumah dan langsung tidur di kamarnya.
Tapi ... melihat bagaimana cowok itu meminta dan memelas, Yasika jadi tidak tega.
__ADS_1
Yasika tersenyum lalu menganggukkan kepalanya pelan. "Ya udah, aku temenin kamu." ujarnya dengan senyuman manis yang tak pernah lepas dari bibirnya.
Cowok itu bersorak dalam hati, Akhirnya aku bisa pergi berdua sama kamu, Yasika.
Berada di dalam mobil, cowok itu tidak berhenti tersenyum. Merasa menang sekaligus bahagia karena gadis yang menjadi pujaan hatinya itu, mau menemaninya. Ya, dadanya berdebar dan jantungnya berdetak kencang. Davin tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya. Membayangkannya saja rasanya sangat tidak mungkin. Tetapi sekarang, keberuntungan seolah sedang berpihak kepadanya.
Davin sudah mengenal Yasika dari dulu, bahkan ia sudah menyukai gadis itu semenjak masih duduk di bangku SMA. Gadis itu masih tetap gadis yang sama, Yasika yang dulu, yang tidak pernah berubah sedikitpun walau kini terlihat semakin lebih dewasa.
Iya, Davin masih sangat menyukai Yasika-nya yang dulu. Yasika yang cantik, polos, baik, dan rendah hati.
Sementara Yasika, gadis itu masih fokus menatap jalanan melalui jendela mobilnya, hingga ia sendiri tidak menyadari kalau mobil yang di kendarai oleh Davin sudah memasuki basement Mall terbesar yang terletak di sekitaran ibu kota.
Yasika yang tersadar dengan segera membuka seatbeltnya, dan keluar saat cowok itu sudah membukakan pintu untuknya.
"Makasih, Vin."
Cowok itu mengangguk seraya tersenyum. "Sama-sama nona manis." Gombalnya yang seketika mendapat decakan sebal dari gadis itu.
Davin dan Yasika berjalan berdampingan, sesekali mereka tertawa dan bercanda gurau di sela-sela langkah kakinya yang terus berjalan mengelilingi seisi mall tersebut.
"Kira-kira, hadiah yang cocok buat mama aku apa ya, Yas?" Tanya cowok itu seraya melihat satu persatu tas branded yang berjajar di etalase mewah itu.
Davin menyengir, seraya menggaruk tengkuknya. "Terus kalo bukan tas, aku harus kasih apa?"
"Apa yang mama kamu suka." Jawab Yasika seraya tersenyum.
Davin kembali menyengir. "Justru itu, aku bingung kalo mau ngasih barang" ia jeda kalimatnya sebentar sambil menaruh tas berukuran mungil itu ke tempatnya semula. "Sebenarnya, aku tahu apa yang mama aku inginkan sebagai hadiahnya."
"Apa?" tanya Yasika seraya menatap cowok itu.
"Mengenalkan calon istri." jawab Davin dengan wajahnya yang terlihat serius.
Yasika melongo bersama dengan bibirnya yang sedikit terbuka. "Oh ..." hanya itu yang keluar dari bibirnya yang mungil. Yasika yang sadar dan merasa gelisah, dengan segera ia mengalihkan pandangan dan pembicaraannya ke sembarang arah. "Aku rasa, yang ini cocok buat mama kamu." ujarnya dengan menunjukkan salah satu tas tangan yang sangat sederhana tetapi terlihat elegan.
Davin mendesah, ia tahu kalau gadis itu sengaja mengalihkan pembicaraannya. Tetapi Davin tidak akan menyerah, ia akan terus berusaha untuk mendapatkan gadis itu. Ya, Davin percaya, jika suatu saat nanti gadis itu akan menjadi miliknya. Meskipun entah itu kapan.
"Boleh juga."
Yasika terkekeh. "Kalo kamu gak suka, jangan di paksa."
"Apapun yang kamu suka, pasti mama aku juga bakalan suka kok." ujarnya dengan mengedipkan sebelah matanya genit.
__ADS_1
Yasika mendesah. "Hh ... Kok gitu? apa alasannya coba?" tanya gadis itu kembali dengan dahi yang mengkerut dalam.
Davin mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga gadis itu. "Karena kamu calon menantunya."
Di detik itu juga wajah Yasika langsung berubah memerah, dan Davin bisa melihat itu. Cowok itu tersenyum sambil mengusak gemas rambutnya.
"Jangan ngegemesin kayak gitu deh?" Ujarnya seraya terkekeh geli dan pergi meninggalkan gadis yang masih terbengong di tempatnya.
Sementara di tempat yang tidak jauh dari mereka berdua, ada beberapa pasang mata yang sedang melihat dan menyaksikan kedekatan yang terjadi antara Davin dan juga Yasika.
Sang gadis tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapih dan juga bersih. Sedangkan sang cowok, laki-laki itu hanya mampu menatap keduanya dengan tatapan dingin yang tidak bisa di artikan.
"Kebetulan sekali." ujar gadis cantik itu. "Siapa laki-laki itu? aku baru tahu kalo adik kecilku yang dulu sudah punya pacar.?" Ada kekehan kecil di sela ucapannya. "Kamu lihat kan Kai, adik aku tuh memang cantik, buktinya ... dia bisa dapetin cowok ganteng itu." Anne kembali tertawa kecil membuat cowok itu semakin tidak suka saat mendengarnya.
"Kita kesana yuk, Kai?" Ajak Anne kembali seraya bergelayut manja pada lengan cowok itu.
Kai menoleh lalu tersenyum manis. "Oke."
Dengan senang hati gadis itu membalas senyuman yang membuatnya tidak bisa tidur semalaman. Anne menggandeng tangan cowok itu tanpa memperdulikan tatapan orang-orang yang berada di sekitarnya. Kini, ia juga tidak lagi menyembunyikan kedekatan antara dirinya dan juga Kaisar di hadapan publik.
Bukan hanya para fansnya saja yang terkejut, bahkan orang-orang yang dekat dengan mereka berdua pun sama halnya lebih terkejut, terutama bagi kedua orang tuanya Kai, siapa lagi kalau bukan papa Andi dan juga mama Wina. Mereka berdua lebih terkejut saat mengetahui kalau anak laki-lakinya itu sedang dekat dengan seorang aktris dan juga model papan atas yang sekarang sedang naik daun, siapa lagi kalau bukan Anne Putri, kakak dari sahabat putri bungsunya itu.
Meskipun keduanya belum mengumumkan secara resmi perihal hubungan mereka, tetapi semua orang sudah menilai kalau mereka berdua mempunyai hubungan yang lebih dari sekedar berteman. Bahkan gosip tentang pernikahannya pun sudah menyebar luas seantero jagad maya. Tetapi Anne dan Kai tidak mau ambil pusing dengan kabar yang sedang ramai di perbincangkan itu. Mereka berdua hanya menanggapinya dengan tersenyum bahagia.
"Yasika.?"
Mendengar suara itu ... Seketika ia menoleh lalu membalikan badan. Betapa terkejutnya ia, saat melihat dua pasangan itu ada di hadapannya sekarang.
Kak Anne ...
Kak Kai ...
• • •
Selalu dukung aku dengan tinggalkan like, komen dan vote-nya juga ya..?
Makasih buat semua yang udah selalu nunggu ceritanya aku..
Sehat-sehat ya kalian..
__ADS_1
Salam sayang selalu.. ❤