
"Kai... " Bayu merogoh bungkus rokok dari dalam saku celananya. "Mau sampai kapan sih lo diemin cewek lo itu?" Ujarnya kembali seraya menyulut rokoknya. "Angkat Kai, kasian dia udah nelponin lo puluhan kali." Bayu berkata sembari membuang asap rokoknya ke udara.
Cowok itu berdecak. "Males gue."
"Ck, lo lupa kalo minggu depan kalian akan tunangan?" Ledek Bayu. "Seenggaknya lo angkat dulu, ngomong baik-baik, jangan jadi pecundang kayak gue." Bayu terkekeh di sela ucapannya.
Kai yang semula memijit pelipisnya, kini beralih menatap cowok tengil itu dengan dahi terlipat dalam.
"Biarin lah, gue lagi malas ngomong sama dia."
"Kalo Yasika yang nelpon, lo bakal angkat?" Cowok itu mengangkat sebelah alisnya.
Kai mendesah. "Apaan sih lo, kok bawa-bawa dia."
"Cie ... " Bayu meledek. "Inget Kai, tentuin dari sekarang, lo mau pilih kakaknya atau dedeknya. Mumpung masih ada waktu, minggu depan kan lo tunangan."
Kai diam, dan keterdiamannya itu membuat Bayu semakin bersemangat untuk menggodanya.
"Jangan bilang lo mau dua-duanya?"
Kai melengos sambil berdecak malas. "Emangnya gue elo?"
"Ya justru itu, karena lo bukan gue, sekarang lo harus pilih salah satu di antara mereka berdua. Gue pikir Anne juga sangat cinta sama lo Kai. Ingat kata gue, lo akan kena karma karena telah mempermainkan perasaan wanita." Bayu mematikan puntung rokok itu ke dalam asbak. "Gue tanya sama lo sekarang?"
Kai menatapnya.
"Apa lo cinta sama Anne?"
Kepala itu menggeleng. "Dari awal gue deketin dia bukan karena suka."
"Kalau seandainya Anne sudah mengakui semua kesalahannya, apa lo bakal maafin dia?" Bayu bertanya kembali sembari menuang wiski ke dalam gelasnya.
Lagi, kepala itu menggeleng. "Itu rasanya sangat sulit buat gue" Kai menghela, lalu menyandarkan kepala nya pada punggung sofa. "Seandainya dia mau mengakui dari awal, mungkin, bisa saja gue maafin dia." ujar Kai seraya menutup matanya erat. "Gue gak mungkin nyakitin hati mereka, apalagi Yasika."
Ngomong soal Yasika, kenapa tiba-tiba hatinya menghangat?
Bayu mendesah. "Setelah lo tahu semua ini, apa rencana lo selanjutnya? lo bakal batalin rencana pertunangan kalian?"
Kai menutup matanya sesaat, lalu kembali menatap cowok itu dan kembali menegakkan badannya. "Mungkin." ia jeda kalimatnya. "Bisa jadi gue batalin rencana itu."
"Apa lo bakal tega ngelakuin itu? Anne udah cinta sama lo Kai?"
"Kenapa enggak, gue gak cinta sama dia."
"Lo pikir bakal semudah itu? lo bakal nyakitin dia Kai.?" sewot Bayu kembali.
Kai mengedikkan bahunya. "Lo tahukan, Dari awal gue deketin dia bukan karena cinta. Gue cuma memanfaatkan dia demi sebuah kebenaran." Kai mengambil kotak rokok itu lalu mengeluarkan satu batang dan menyulutnya dengan segera.
"Beberapa bulan lo deket sama dia, lo jalan sama dia. Apa gak ada perasaan sedikitpun untuk gadis itu?"
__ADS_1
Kai bungkam, meskipun di hatinya tidak ada rasa cinta, tetapi ... diam-diam Kai juga mengagumi sosok gadis itu.
Kai mengakui kalau selama kedekatannya dengan seorang Anne Putri, Kai melihat bahwa Anne itu adalah gadis yang baik, sabar, dan juga perhatian. Kai sangat mengagumi sosok Anne, tetapi itu hanya sebatas suka, tidak lebih. Karena bagi Kai, Satu-satunya gadis yang bisa meluluhkan hatinya hanya satu, yaitu Yasika, adik dari seorang Anne Putri, model terkenal yang ada di Indonesia.
"Gue yakin kalo lo masih cinta sama adeknya kan? Yasika?"
Kai menatap cowok itu sambil tersenyum tipis. "Dia udah benci sama gue." Kai membuang asap rokoknya ke samping. "Lagian, dia juga udah pacaran sama orang lain."
"Masih pacaran kan, Kai?" Bayu menuang kembali wiski nya lalu menenggaknya hingga tandas. "Masih bisa lo rebut." Bayu terkekeh. "Percaya lo sama gue, kalo Yasika menerima cinta cowok itu karena terpaksa."
Kai berdecak malas. "Sok tahu lo.!"
"Gue yakin, kalo sebenarnya Yasika itu masih cinta sama lo Kai."
"Dia udah ngelupain gue, Bay."
"Cemen lo jadi cowok, kalo gue jadi lo, gue bakal ngerebut dia kembali."
Kai diam
"Berjuang Kai ... Berjuang rebut hati dia kembali."
"Mana mau dia sama gue, udah nyakitin perasaannya, nyakitin kakaknya. Dan sekarang __ " Kai diam bersama dengan tatapannya yang sedang menerawang jauh.
Apakah gadis itu akan memaafkannya?
Ah ... siall...!!!
Kenapa tiba-tiba hanya wajah gadis itu yang selalu berputar dan terbayang di kepalanya.
"Kai ... " Bayu menepuk bahunya saat mendengar bel apartemen cowok itu berbunyi. "Lo lagi nunggu tamu?"
"Hah?" Kai sedikit terkejut, lalu menggeleng. "Enggak."
"Terus, siapa yang datang kesini malam-malam gini?"
Kai mengedik. "Mana gue tau, Bay."
"Ya udah biar gue yang bukain." Bayu beranjak dari duduknya langsung membuka pintu apartemen untuk melihat siapa orang yang bertamu malam-malam seperti ini.
Bayu terkejut bersama dengan rahangnya yang terbuka lebar ketika melihat sosok gadis cantik beberapa menit yang lalu jadi perbincangan antara dirinya dan juga Kai.
Ya Tuhan ... Panjang umur sekali gadis ini.
"Kak ... " Gadis itu tersenyum kaku. "Kak Kai-nya ada?"
Entah karena masih tidak percaya, atau terpesona dengan kecantikan gadis itu, Bayu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Boleh aku ketemu --- " Gadis itu terdiam begitu melihat sosok tubuh jangkung itu sedang berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Siapa sih Bay, yang dat __" Kai terkejut begitu melihat siapa orang yang sedang berdiri di luar sana.
"Yasika ...!!!"
Gadis itu tersenyum kaku.
"Ngapain?" Tanya Kai saat sudah berada di depannya.
"Wih ... sabar dong Kai.." serobot Bayu. "Yang lembut apa kalo sama cewek, suruh masuk dulu kek."
Kai mendesis, menatap sahabatnya itu tidak suka. "Diem lo."
Bayu mengedik seolah tidak takut pada temannya itu. Sedangkan Kai, cowok itu kembali menatap Yasika, masih tidak percaya dengan keberadaan gadis ini sekarang.
"Ayo masuk?" Ajak Kai pada gadis itu.
"Gak usah." Yasika menggeleng. "Untung kamu gak kenapa-napa." Gadis itu mencebik. "Aku kesini cuma mau nganterin ini buat Kakak." Yasika menyodorkan sebuah paper bag berisi makanan itu ke hadapannya.
Kai mengernyitkan dahinya bingung.
"Kenapa sih kak Kai gak angkat telponnya kak Anne?" Tiba-tiba saja gadis itu bertanya dengan wajahnya yang sedikit kesal. "Gara-gara kamu kak, aku di suruh kesini malam-malam." Ujar gadis itu kembali mencebik.
Kai masih bengong, sementara Bayu, cowok itu melipat bibirnya ke dalam seperti sedang menahan tawa.
"Tunggu-tunggu." Bayu menatap Yasika saat ini. "Kamu kesini karena di suruh Anne? memangnya Anne sendiri kemana?"
"Kak Anne ke luar kota selama dua hari." Yasika melirik Kai. "Dia khawatir, karena kak Kai gak angkat telpon atau balas pesannya. Makanya dia suruh aku kesini, untuk melihat kak Kai, takutnya terjadi apa-apa."
Oh, sekarang kedua cowok itu mengerti. Yasika datang bertamu malam-malam seperti ini hanya untuk memastikan kalau Kai baik-baik saja.
Beruntung banget jadi cowok seperti Kai yang dapat perhatian khusus dari gadis-gadis cantik seperti mereka.
Kalau bisa, boleh gak sih dua-duanya aja di nikahin?
* * *
Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote-nya juga ya?
Makasih buat semua yang masih setia baca...
Semoga suka...
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan dan kesalahannya... 🙏🏻
Sehat-sehat selalu ya??...
Salam dari aku... ❤
__ADS_1