
Sesampainya di rumah, Yasika begitu terkejut saat melihat orang yang begitu ia rindukan kini ada di hadapannya, di rumah kedua orang tuanya.
"Kak Anne?" teriak gadis itu girang.
Anne menoleh, kemudian tersenyum lebar.
"Kapan kakak pulang?" gadis itu memeluk kakaknya dengan erat. Yasika bahagia ketika Anne sudah kembali dari Paris. Dua hari setelah kejadian itu, Anne berangkat ke Paris untuk mengikuti acara fashion week yang di selenggarakan di negara yang terkenal dengan keromantisannya itu. Selain karena urusan pekerjaan, Anne juga berangkat kesana karena permintaan dari kedua orang tuanya, mereka berharap jika selama Anne di Paris, gadis itu tidak akan terpuruk lagi.
Anne begitu terpuruk saat itu, ia sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi. Bukan hanya itu saja, Anne juga terpuruk karena ia telah kehilangan Kaisar, acara pertunangan yang sudah sangat ia tunggu pun harus berakhir begitu saja.
"Baru aja sampe." Anne membalas pelukan adiknya itu. "Gimana kabar kamu?"
"Baik." Yasika tersenyum senang.
Setelah itu, mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan perbincangan di dalam kamar sang Kakak. Anne mengajak Yasika untuk menceritakan banyak hal yang terjadi kepadanya selama berada di Paris. Tidak lupa, Anne juga sudah tidak sabar untuk mengetahui kabar dari Kaisar, lelaki yang sudah satu bulan ini tidak ia temui.
Satu hari sebelum keberangkatannya ke Paris. Anne sempat meminta Kai untuk bertemu dengannya. Beruntung, cowok itu tidak menolak permintaannya itu. Anne dan Kai bertemu di salah restoran mewah yang ada di Jakarta. Anne senang saat Kai datang menemuinya hari itu, dimana saat itu Anne mengungkapkan semua penyesalannya, Anne mengakui semua kesalahannya, dan tidak lupa juga, ia meminta maaf pada lelaki itu karena kesalahannya dulu.
"Kai .. " Anne memulai pembicaraan itu setelah lama mereka berdua hanya terdiam. "Makasih kamu udah mau datang." Gadis itu menatap Kai seraya tersenyum tipis. "Aku ingin minta maaf lagi sama kamu Kai. Aku tahu kesalahan aku itu tidak bisa termaafkan, tapi percayalah Kai, aku benar-benar tidak sengaja."
Kai menatap sekilas pada gadis yang ada di hadapannya sekarang sebelum ia kembali mengesap cappucino miliknya itu.
"Maafkan aku." Anne mengatupkan kedua tangannya. Menatap cowok itu dengan tatapan memelas. "Aku harus apa supaya kamu mau memaafkan aku, Kai?" Anne sudah sangat frustrasi ketika melihat cowok itu hanya diam saja.
Kai menaruh gelas yang berisi cappucino itu di atas meja, kemudian ia menatap gadis yang sedang menatapnya dengan tatapan memohon. Wajah cantiknya terlihat sangat pucat, bahkan matanya yang bulat itu terlihat sangat sembab. Kai yakin, jika beberapa hari ini Anne pasti sangat tersiksa.
"Jujur." Kai diam sesaat. "Sampai saat ini pun, aku belum bisa melupakan Amel." Ia jeda kalimatnya. "Sebenarnya sangat sulit untuk aku memaafkan kamu, Ann." Menarik napas panjang sebelum ia kembali berujar. "Apa kamu tahu? kalo bukan karena kedua orang tuaku dan juga seseorang yang meminta dan memohon padaku agar aku memaafkan mu, mungkin aku akan tetap mengambil Jalur hukum buat kamu."
"Kai .. " Mata gadis itu mulai berkaca-kaca.
Kai mendesis, di lemparnya kembali wajahnya itu ke samping. Ia paling tidak suka saat melihat wanita menangis. Satu-satunya kelemahan dirinya adalah ketika melihat seseorang menangis.
"Besok aku akan pergi ke Paris." Anne menunduk bersama air matanya yang mulai menetes. "Aku tidak ingin pergi sebelum kamu memaafkan aku." Anne meremat jari-jari tangannya. "Setidaknya, aku bisa tenang disana kalo kamu mau memaafkan aku."
"Sudahlah." Kai menghela nafas berat. "Sekarang tidak ada yang perlu di bicarakan lagi bukan?" Matanya menatap wajah gadis yang sekarang sedang menunduk itu.
Seketika Anne mengangkat wajahnya untuk mempertemukan pandangan mereka.
"Apa kamu memaafkan aku?"
Kai mengedik. "Jika kamu ingin aku memaafkan mu, semua itu tergantung pada seseorang."
Beberapa detik Anne termangu, sebelum akhirnya ia kembali bersuara. "Seseorang? Maksud kamu?"
Kai kembali menarik napasnya dalam, lalu mengeluarkannya perlahan. "Tanyakan sendiri pada adikmu. "
"Yasika?" Anne memasang raut wajah bingung, ia tidak mengerti kenapa nama sang adik ada di tengah-tengah perbincangan mereka.
Kai sedikit menarik ujung bibirnya ke atas. "Hmm .. mintalah pada dia agar segera memberi jawaban, agar kamu bisa segera tahu, apakah aku memaafkan mu atau tidak."
Anne terlihat gelisah dengan wajahnya yang semakin memucat, ia tidak mengerti dengan apa yang baru saja cowok itu katakan padanya.
__ADS_1
Apa maksud dia?
Kenapa harus Yasika ?
Anne menatap Kai saat ini. "Aku benar-benar gak ngerti apa maksud kamu, Kai? kenapa Yasika? ada apa dengan dia?"
"Sudah ku katakan, tanyakan sendiri pada Yasika." Setelahnya, Kai bangun dari duduknya, ia hendak beranjak dan meninggalkan Anne disana sendiri, tetapi sebelum itu terjadi, Anne menarik tangan cowok itu.
"Kai, tunggu!" Anne menatap Kai tanpa melepaskan genggaman tangannya itu.
"Ada apa?"
"Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki ini semua."
Kai menghela nafas berat, lalu mengusap wajahnya gusar.
"Apa hati kamu sudah tertutup buat aku, Kai?"
Cowok itu hanya menoleh ke arahnya sekilas tanpa mengeluarkan kata sedikitpun.
"Perasaan aku ke kamu masih sama. Aku tahu kamu membenci aku, tapi asal kamu tahu Kai, aku akan tetap berusaha agar kamu memaafkan aku, dan menerima aku kembali."
"Percuma Ann. Mungkin, aku bisa memaafkan kamu. Tapi __ kamu jangan berharap banyak dari aku. Karena hati aku __"
"Bukan buat aku." Sela Anne cepat.
Kai menatap Anne, ia melihat ada luka dan rasa kecewa dari sorot matanya. Yang bisa dirinya lakukan sekarang hanyalah diam.
Setelah itu, Kai benar-benar pergi meninggalkan Anne sendiri disana.
Sementara Anne, gadis itu hanya mampu menangis sembari menatap punggung Kai yang mulai menghilang dari pandangannya.
Aku mencintai kamu, Kai.
* * *
Dan .. disinilah sekarang Anne berada, di dalam kamar bersama dengan sang adik. Jujur, selama berada di Paris Anne tidak dapat berpikir dengan tenang. Alih-alih ingin menjernihkan pikiran, tapi semua itu malah berantakan saat kata-kata Kai masih terus terngiang di kepalanya.
Apalagi saat Kai mengatakan secara langsung tentang pembatalan pertunangan mereka. Kai juga bilang, kalau perasaan cinta yang selama ini ia rasakan untuk Anne sudah tidak ada. Cowok itu sudah benar-benar menutup pintu hati untuknya. Tidak ada yang bisa Anne lakukan saat itu, padahal .. Anne meminta pada Kai agar ia diberi kesempatan. Karena bagaimana pun Anne masih sangat mencintai lelaki itu.
"Kak.!" Suara Yasika menjadi pemutus lamunannya. "Kamu kenapa?"
Anne sedikit terkejut, lalu tersenyum seraya menggelengkan kepalanya pelan. "Aku gak papa."
"Kamu pasti capek kan? yaudah, sekarang kakak istirahat dulu ya?"
Kepala itu menggeleng. "Enggak Yas, aku gak capek kok." Anne merubah posisi duduknya dari menyamping. Sekarang ia duduk berhadapan dengan sang adik.
"Yasika?" Sekarang keduanya saling menatap.
__ADS_1
"Ada apa, Kak?"
"Apa aku boleh tanya sesuatu?"
Yasika mengernyit bingung. "Tanya apa?"
"Kai."
Yasika sedikit terkejut. "K - Kai." ucapnya terbata.
"Hmm.. " Kepala Anne mengangguk. "Sebelum aku berangkat ke Paris waktu itu, aku bertemu dengan Kai. Aku meminta maaf secara langsung sama dia. Dan apa kamu tahu Yas?" Anne menatap mata adiknya itu. "Ada hal yang enggak aku mengerti."
Yasika menelan ludahnya dengan susah payah.
"Maksud kak Anne, apa?"
"Ada hubungan apa kamu sama Kai?"
Deg
Seketika Jantungnya berhenti berdetak. Yasika tercengang dengan rahangnya yang terbuka lebar.
"Apa kalian ada hubungan?"
"Kak - A - aku." Suaranya terbata. Yasika menutup matanya erat seraya meremas kuat kain berlapis di pahanya.
"Aku mencintai dia, Yas." Suara Anne bergetar bersama dengan air bening yang ada di pelupuk. "Aku sangat mencintai dia."
Seketika itu juga bahunya merosot lemah.
Ya Tuhan .. apa yang harus aku lakukan sekarang?
Kak Anne sangat mencintai Kai..
Dan aku? aku juga tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri, kalau aku juga mencintai orang yang sama.
Aku harus apa sekarang?
* * *
Jangan lupa tinggal kan like, komen, dan vote-nya juga buat aku ya gengs..!!
Follow IG aku yuk?
@hakimparida.
Terima kasih yang sudah mampir untuk membaca, semoga kalian suka dan sehat selalu ya?
Salam sayang aku buat kalian semua.. ❤
__ADS_1