Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Pertemuan keluarga


__ADS_3




Satu minggu kemudian pertemuan dua keluarga pun terjadi. Kai datang tidak sendiri, papa Andi dan mama Wina pun ikut hadir menemani putranya itu. Rencana makan malam yang tadinya akan di adakan di kediaman keluarganya sang gadis, akhirnya di rubah karena keinginan dari Kai. Anne pun menyetujuinya.


Bertempat di salah satu restoran elit dan sangat mewah. Mereka semua telah berkumpul, Yasika juga ikut hadir disana, dan untuk pertama kalinya Kai melihat kalau gadis itu sangatlah berbeda. Yasika terlihat cantik dengan penampilan dan makeup tipis yang ia gunakan pada malam ini. Begitu pun dengan mama Wina, wanita paruh baya itu tersenyum lebar saat melihat betapa cantiknya kedua gadis itu.


Kai terpaku menatap keindahan yang telah Tuhan ciptakan dalam keadaan sempurna seperti Yasika.


"O iya, Ma, Pa. Kenalkan ini Kaisar, cowok yang kemarin aku ceritain." ujar gadis itu seraya tersenyum lebar.


Papa Bagas dan Mama Yessi tersenyum saat laki-laki tampan itu mencium tangan mereka secara bergantian.


"Jadi ini ... laki-laki yang sudah membuat anak Papa suka senyum-senyum sendiri.?" Ujar papa Bagas dengan nada meledek.


Mereka semua tersenyum.


Sementara Yasika, Gadis itu hanya diam dan menundukkan kepalanya tanpa minat. Terlihat kalau Yasika tidak menikmati acara tersebut. Apalagi setelah ia melihat kalau cowok itu terus memandangi dirinya.


"Jadi gimana, apa rencana kalian berdua selanjutnya?" ucap papa Bagas yang membuat Yasika mengangkat wajahnya.


"Emm ... Pa, Ma." Anne menatap mereka, lalu menoleh ke arah Papa Andi dan juga mama Wina. "Aku sama Kai __ " Terdiam sejenak. "Kita berdua sudah memutuskan untuk bertunangan." Ujar Anne dengan tersenyum lebar.


Mereka semua tidak terkejut saat mendengar penuturan sang anak. Karena kedua orang tua kedua belah pihak pun sudah mengetahuinya. Anne menceritakan keinginannya itu sudah jauh-jauh hari, sementara Kai, cowok itu baru saja menceritakan semuanya kemarin malam setelah ia pulang dari kafe malam itu.


Kai sudah mengambil keputusan, dan keputusan yang ia ambil adalah kalau cowok itu ingin menjadikan Anne Putri sebagai tunangannya.


Kemarin malam, setelah Yasika pergi meninggalkan kafe itu, Kai sempat mengejarnya, dengan alasan ia akan mengatakan yang sebenarnya kepada gadis itu, tentang perasaannya selama ini kalau Kai sangat mencintai gadis itu. Tetapi sebelum itu terjadi, langkah kakinya sempat terhenti saat ia mendengar percakapan seseorang yang sedang berseteru di pinggir sana.


Ya, sekilas cowok itu mendengar percakapan mereka mengenai Anne Putri. Kai mendengar kalau mereka sempat memasukan obat bius ke dalam minumannya Anne waktu kecelakaan itu terjadi, dan yang lebih mengejutkan lagi bagi Kai adalah, ketika cowok itu mengatakan kalau dia melihat Anne yang mengendarai mobilnya bukan Jefri asistennya itu.


Kedua tangannya mengepal bersama dengan rahangnya yang mengeras. Kai mendekat ke arah dimana dua orang itu sedang berdebat.


"Apa maksud kalian?" tanyanya secara tiba-tiba yang membuat kedua orang itu terkejut bukan main.


Cowok itu gelalapan begitu juga dengan gadis yang sedang bersama dengannya. Mereka adalah Nadine dan Zydan.

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan barusan?" Tanya Kai kembali dengan sorot mata tajamnya.


"Siapa dia?" Zydan bertanya dengan mata mengernyit bingung.


Nadine, gadis itu sudah mengenal siapa sosok laki-laki yang sekarang sedang berdiri di hadapannya. Ia mengenal Kai karena cowok itu adalah kakak dari teman masa kecilnya yaitu Amelia, dan ia juga mengenal Kai karena cowok itu adalah pacar dari Anne Putri yang merupakan musuh terberatnya.


"Kai ...?" Ucapnya terbata. "Kami berdua sedang tidak membicarakan apa-apa." Elaknya lagi yang membuat cowok itu semakin geram menatapnya.


Kai mendesis kesal, menatap kedua orang itu dengan tatapan sinis.


"Apa maksud kamu dengan mencampur obat bius ke dalam minumannya Anne, hah?"


Nadine gelalapan seraya mengibaskan tangannya. "Mungkin kamu salah dengar, aku sedang tidak membicarakan Anne kok."


"Jangan bohong." ujar Kai dengan sedikit membentak.


Nadine berjengit kaget saat mendengar bentakan itu, sedangkan Zydan, cowok itu mulai merasa geram dengan sikap cowok yang sekarang berada di hadapannya.


"Heh, lo siapa sih?" tanya cowok itu nyolot yang hanya di tanggapi dengan dengkusan kesal dari Kai. "Jangan bisanya hanya marah-marah gak jelas." ujarnya kembali seraya tersenyum miring.


Bukannya menjawab Kai malah menarik kerah baju cowok itu, lalu mencengkramnya kuat. "Tadi lo bilang, lo lihat Anne menyetir malam itu kan?" Kai menatapnya dengan tatapan tajam.


Cowok itu menepuk-nepuk tangan Kai yang berada di lehernya. "Lepas."


"Kai." Nadine berusaha untuk melepaskan tangan Kai yang semakin erat mencengkram kerah baju temannya itu. "Dia bisa mati." ujarnya kemudian yang membuat Kai melirik ke arahnya dengan tajam.


"Gue gak perduli." jawabnya dingin.


Cowok itu mengangguk. "I - iya, gue lihat dia yang bawa mobil." Cowok itu terbatuk-batuk saat Kai melepaskan cengkraman itu pada bajunya.


"Apa lo yakin?"


Kepala itu mengangguk. "Iya, gue lihat sendiri kalo malam itu Anne yang bawa mobilnya."


"Sebenarnya ada apa sih Kai? aku gak ngerti.?" Tanya Nadine dengan wajahnya yang terlihat pucat. Yang gadis itu takutkan sekarang adalah jika Kai mendengar semua yang ia dan Zydan bicarakan tadi, ia takut jika cowok itu akan melaporkan semuanya kepada Anne. Bisa-bisa gadis itu akan melaporkan dirinya dan Zydan atas perbuatan yang tidak menyenangkan karena obat bius itu.


Ah sial...!!!


Sedangkan Kai, cowok itu masih diam mematung dengan mengepalkan kedua tangannya erat. Deru nafasnya yang memburu membuat dia semakin terlihat mengerikan untuk kedua orang yang sedang menatapnya penuh takut.

__ADS_1


Sekilas, Kai menatap mereka dengan sinis. Lalu ia pergi begitu saja dan meninggalkan kedua orang itu.


Dan disitu lah, cowok itu semakin yakin kalau ada yang di sembunyikan oleh Anne, gadis yang kini berstatus sebagai pacarnya.


Kai sudah mendapatkan titik terang, ia sendiri yang akan membuat gadis itu mengakuinya sendiri dengan cara menjadikan Anne sebagai tunangannya dan membuat gadis itu benar-benar mencintainya.


* * *


"Kai ... "


Suara mama Wina yang menjadi pemutus tatapannya itu.


"Gimana? kamu sudah menentukan kapan waktunya kalian akan bertunangan?" Mama Wina bertanya seraya menyeka sudut bibirnya dengan kain.


Kepala itu menggeleng. "Belum, Ma." jawabnya seraya menoleh kembali pada Yasika.


"Lebih cepat lebih bagus, Kai?" kali ini suara papa Andi yang keluar membuat cowok itu mengalihkan perhatiannya pada Yasika.


"Iya, aku putuskan semuanya kepada Anne saja." dan kembali menatap Yasika yang kini juga sedang menatapnya. "Aku ikut aja gimana keputusannya Anne." Lalu tersenyum sinis.


Yasika merasakan ada sesuatu yang aneh saat melihat senyuman itu.


"Oke, gimana kalo bulan depan kita tunangannya?" Anne tersenyum girang saat mengatakannya. "Kamu setuju kan Kai?"


Lantas suara Anne lah yang menjadi pemutus tatapan keduanya.


Kai mengangguk.


"Setuju."



Dan kembali menatap Yasika yang kini juga sedang menatap dirinya.



* * *


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote-nya juga ya?

__ADS_1


Makasih...


Salam sayang selalu buat kalian... ❤


__ADS_2