Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Pergi


__ADS_3

Malam ini Kai tidak bisa memejamkan matanya dengan baik, entah kenapa bayang-bayang Yasika yang sedang tersenyum terus berputar di kepalanya. Sebenarnya ada apa ini? kenapa perasaan itu tiba-tiba datang lagi?


Kai berusaha untuk memejamkan matanya kembali, berbagai cara agar bisa tertidur sudah ia lakukan. Mulai dari menutup matanya dengan sebelah tangan, tidur tengkurap, bahkan ia sampai menutup seluruh tubuhnya dengan kain selimut tapi tetap saja matanya itu sulit untuk terpejam.


Ah .. sial! kenapa ia sangat merindukan gadis itu?


Ia menyibak seluruh selimut yang menutupi tubuhnya itu, lantas Kai duduk dan bersandar pada kepala ranjang. Ia mengusap wajahnya penuh frustrasi dan mengguyar rambutnya gusar. Ia menoleh ke arah samping dimana benda pipih itu tergeletak di atas meja nakas. Lalu mengambil benda tersebut dan melihat jam yang tertera di layar ponselnya itu. Pukul tiga dini hari, apa sebaiknya ia menghubungi Yasika saat ini? Perasaannya ragu, Kai takut mengganggu gadis itu jika ia menelponnya malam-malam seperti ini.


Tapi .. demi seluruh rasa kangen yang menyerang dirinya. Ia tidak bisa jika tidak mendengar suara itu sekarang juga. Mungkin setelah ia mendengar suara gadisnya itu, Kai akan tenang dan bisa memejamkan matanya walau hanya untuk sesaat.


Ia tatap kembali benda pipih itu, kemudian mengetik nama sang kekasih lalu menekan tombol hijau untuk menghubunginya. Biar saja gadis itu marah karena Kai menelponnya malam-malam seperti ini, yang terpenting ia dapat mendengar suara lembut itu terdengar di telinganya. Bahkan kalau gadis itu mengizinkan, Kai ingin menemuinya walau tengah malam seperti ini. Bukan hanya ingin mendengar suaranya saja, tapi .. cowok itu juga ingin melihat wajahnya, membelai dan mencium rambutnya yang indah, ia juga ingin memeluk tubuh gadis itu, dan yang terpenting .. ia ingin mencium bibir ranum gadis itu dengan lembut.


Ck, kenapa gadis itu bisa membuatnya merasa gila seperti ini?


Kai sadar saat panggilannya yang ketiga kali tidak juga mendapat jawaban.


Apa dia sedang tertidur pulas?


Masih merasa penasaran, lantas ia menghubungi kembali gadis itu untuk yang keempat kalinya. Tapi .. alih-alih gadis itu mengangkat teleponnya, Kai sedikit kecewa saat suara yang terdengar itu bukan suaranya, melainkan suara operator yang mengatakan kalau nomer gadis itu sedang tidak aktif.


Cowok itu kembali mendesah seraya mengusap wajahnya gusar. Ya ampun .. kenapa rasanya sangat menyiksa seperti ini? padahal, ia dan Yasika baru saja bertemu dan menghabiskan waktunya bersama-sama. Tapi .. kenapa sekarang ia sangat merindukan gadis itu?


Sebenarnya kamu siapa sih sayang .. ?


Kenapa bikin aku gila seperti ini?


• • •


Pagi itu, Kai terbangun dengan wajahnya yang terlihat sedikit pucat serta rambutnya yang berantakan. Hal pertama yang dilakukannya saat bangun adalah mengecek ponselnya kembali. Berharap, gadis itu sudah memberinya kabar. Tapi sayang, tidak ada satupun pesan atau panggilan masuk ke dalam hapenya itu.


Tidak ingin membuang waktunya lagi, cowok itu memutuskan untuk menemui gadis yang membuatnya semalaman tidak bisa tertidur.


Pagi-pagi Kai berniat menemui Yasika di rumahnya. Tapi .. saat mobilnya sudah terparkir di depan rumah gadis itu, Kai melihat keadaan rumah yang terlihat sangat sepi tidak seperti biasanya. Tidak menaruh curiga sama sekali, karena tujuannya datang ke rumah itu hanya satu, untuk bertemu dengan Yasika.


Kai mengetuk pintu rumah itu dengan bibir yang melengkung membentuk sebuah senyuman. Dan beberapa saat kemudian seorang asisten rumah tangga itu yang membuka pintunya.


"Selamat pagi, Bi." Kai menyapanya dengan ramah.


"Eh .. den Kai. Mari masuk, den!"

__ADS_1


Kai tersenyum, lalu melangkah masuk ke dalam rumah itu.


"Silahkan duduk, den. Bentar, bibi buatin dulu minum ya?"


"Gak usah, bi. Makasih." ujar lelaki itu dengan pandangan mata mengelilingi seisi ruangan yang terlihat tampak sepi itu. "Bi ..?" Kai menatap wanita tua itu. "Aku kesini mau bertemu Yasika. Apa dia ada?"


Mendadak tubuh wanita tua itu terlihat kaku.


"Bi .." Cowok itu terlihat bingung dengan sikap wanita tua itu. "Yasika ada kan?"


Entah kenapa wanita tua yang bernama bi Sari itu semakin terlihat gugup, ia bahkan sampai tidak berani untuk melihat ke arah laki-laki itu.


"Bi .." ulang cowok itu kembali.


"A - Anu den, itu .. non Yasika .. " Bi Sari salah tingkah, ia menurunkan pandangan matanya ke bawah.


"Yasika, kenapa Bi? dia ada kan?"


Bi Sari menggigit bibir bawahnya, lalu kembali menatap Kai yang sudah terlihat tidak baik-baik saja.


"Non .. Yasika, dia sudah pergi bersama dengan tuan dan nyonya, den."


"Non Yasika, den."


Kai menatap wanita tua itu dengan raut bingung. "Yasika?"


Kepala itu mengangguk pelan. "Iya den, non Yasika sudah pergi dari rumah ini."


"Pergi kemana? apa bibi tahu kemana Yasika pergi?"


"Maaf den, bibi gak tahu kemana non Yasika pergi." ujarnya takut-takut. "Tapi .. tadi sebelum non Yasika pergi, dia sempat menitipkan ini buat den Kai." Bi sari memberikan sebuah kertas kehadapan laki-laki itu.


Kai mengambil kertas itu dengan tangan yang sedikit bergetar. Pantas saja, dari kemarin Perasaannya mendadak tidak tenang. Apalagi .. saat wanita tua itu memberikannya sebuah surat, Kai takut, ia tidak berani untuk membuka dan membaca isinya secara langsung.


"Den .. " Kai menoleh, menatap wajah bi Sari dengan perasaannya yang tidak menentu.


"Ada apa, Bi?"


"Den Kai yang sabar ya? bibi yakin, kalo non Yasika akan kembali lagi sama den, Kai." ujar bi Sari sebelum ia kembali ke dapur.

__ADS_1


Dan .. inilah jawaban dari semua kegundahan hatinya itu. Kai mengusap wajahnya frustrasi, tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau gadis itu akan pergi meninggalkannya disini. Kai tidak tahu alasan kenapa gadis itu tiba-tiba saja meninggalkannya?


"Ya Tuhan .. " Kai mengerang frustrasi. "Dimana kamu? kemana kamu pergi?kenapa kamu pergi ninggalin aku, sayang?"


Cowok itu mengepalkan kedua tangannya erat. Jadi .. ini yang membuat gadis itu berubah dari kemarin.


Kai membuka kertas yang sedari tadi ia pegang. Membukanya secara perlahan, lalu membaca apa yang di tulis oleh gadis itu. Kai meremas kertas itu dengan kuat setelah ia membaca isi suratnya. Satu hal yang tidak ia mengerti adalah, kenapa gadis yang kemarin mengatakan cinta padanya, tapi gadis itu sendiri yang pergi meninggalkannya.


Kai segera merogoh ponselnya dari dalam kantong celana, kemudian membuka kontak Yasika dan segera menghubunginya. Lagi, nomer hape gadis itu tidak bisa di hubungi sama sekali. Pantas saja sejak dari kemarin Perasaannya tidak enak. Kai terus menghubungi nomer itu meskipun tidak ada hasilnya.


Kai tidak tahu kemana gadis itu pergi?


Yasika juga tidak menuliskan alasan sebenarnya kenapa ia pergi.


"Sayang .. aku mohon, jangan buat aku takut seperti ini?"


Di saat pikirannya sedang kacau tidak karuan, di saat itu juga ia teringat akan satu hal.


Ya, kemarahannya semakin memuncak ketika ia mengingat siapa orang itu. Dan Kai yakin jika Anne Putri lah, orang yang berada di balik semua ini.


Ya, Anne Putri.


Kai bersumpah kalau ia akan menemukan Yasika secepatnya.



"Tunggu .. tunggu aku datang untuk menjemput kamu, sayang."


• • •


Kira-kira Yasika pergi kemana ya?


Akankah Kai menemukan gadis itu?


Tunggu di episode selanjutnya ya genks ..?


Makasih buat semua yang sudah banyak memberikan dukungan buat aku ..


Sehat selalu ..❤

__ADS_1


__ADS_2