Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Amelia


__ADS_3

Suara alunan musik yang terdengar saat masuk ke ballroom hotel bintang lima itu membuat acara semakin terlihat mewah. Ya, disinilah sekarang Anne berada, di pesta ulang tahunnya Nadine, kalau bukan karena Candra yang mengundangnya secara langsung, mana mungkin ia akan datang ke pesta Nadine yang menurutnya tidak penting sama sekali.


Seperti biasa, Anne datang dengan penampilannya yang sangat cantik dan juga seksi, membuat semua orang menatapnya penuh kagum. Bagaimana tidak, Anne adalah seorang aktris sekaligus model yang sangat terkenal. Anne datang tidak sendiri, ia datang di temani oleh Jefri pemuda alay asisten pribadinya. Bukan tanpa alasan ia mengajak Jefri, Anne tahu akan sangat membahayakan dirinya jika datang sendirian, sejak awal Anne sudah merasa ada yang tidak beres dengan kedua pasangan kekasih itu.


Saat melihat Anne Putri, laki-laki mana yang tidak akan tergoda oleh pesona kecantikannya.



"Gimana, udah lo siapin belom?"


"Beres, udah gue atur semua."


"Bagus." Jawabnya menyeringai. "Sekarang giliran lo sana yang beraksi."


Laki-laki itu tersenyum, pandangan matanya tidak jauh memandang Anne dengan tatapan lapar. Bryan Kelvin, seorang model terkenal keturunan Indo dan Belanda itu sejak lama menginginkan Anne. Tetapi entah kenapa setiap kali ia mencoba mendekati dan menyatakan perasaannya, Anne tidak memperhatikannya bahkan lelaki itu selalu di tolaknya mentah-mentah.


Merasa sakit hati dengan Anne, akhirnya Bryan memutuskan untuk membuat rencana bersama Nadine, awalnya laki-laki itu menolak, tetapi setelah di pikir lagi memang tidak ada gunanya juga menolak tawaran Nadine agar ia bisa mendapatkan Anne seutuhnya.


"Hai Ann ... "


Bryan menyapanya dengan lembut. Senyuman manis tidak pernah ia lepas dari bibirnya.


Anne menoleh. "Bryan.?" Anne terkejut saat lelaki itu tiba-tiba ada di sampingnya.


"Apa kabar? lama ya kita gak ketemu?"


"Baik, kamu sendiri gimana?"


"Ya beginilah, sama seperti dulu saat kamu menolak aku berkali-kali." Bryan terkekeh di sela ucapannya.


"Jangan di bahas deh. Itu kan dulu."


"Kalo sekarang aku nyatain cinta lagi gimana? tetep kamu bakal nolak aku?"


Anne terkekeh. "Gimana ya, aku gak bisa jawab."


"Kamu makin hari makin cantik dan seksi ya?" ujar Bryan dengan sedikit berbisik ke telinga gadis itu.


"Makasih." Balas Anne seraya agak menjauh dari sisi laki-laki itu.


Bryan tersenyum tipis, ternyata Anne yang dia kenal dulu masih sama seperti Anne yang dia lihat sekarang. Sama-sama susah untuk di rayu dan di dekati.


"Ann ... Gue ke toilet dulu sebentar ya?" Jefri beranjak dari duduknya. "Jangan kemana-mana, tunggu gue."


"Oke." jawab Anne dengan senyuman lebarnya.


"Boleh aku duduk disini?" tanya Bryan saat laki-laki setengah wanita itu pergi menjauh.


"Silahkan."


Tanpa menunggu lama akhirnya Bryan duduk di samping Anne saat ini. Bryan menatap Anne tanpa berkedip sedikitpun. Apapun yang terjadi, Anne Putri harus menjadi miliknya malam ini.


"Wah ... Wah ... Rupanya ada yang lagi berduaan disini?"


Suara melengking milik Nadine itu membuat keduanya menoleh secara bersamaan. Bryan tersenyum, sementara Anne, ia memaksakan bibirnya tersenyum untuk menghargai Candra yang berada di samping gadis itu.


"Makasih ya Ann, kamu sudah mau datang ke pestanya aku sama Candra? ya kan sayang?" Nadine berujar manja.


Candra hanya tersenyum tipis. Sementara matanya tidak lepas memandangi Anne yang terlihat sangat cantik malam ini.


"Kita gabung disini ya? gak apa-apa kan?"


"Ya udah gak apa-apa." jawab Anne santai.


Mereka duduk dalam satu meja yang sama. Anne masih berusaha untuk tetap tenang meskipun dalam hatinya ia sudah mulai bosan dan ingin segera pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"O iya, selamat ulang tahun ya Nadine, maaf aku cuma bisa ngasih ini buat kamu." Ujar Anne seraya menyerahkan sebuah paper bag bertuliskan merek tas ternama.


Nadine menerimanya dengan terpaksa, meskipun dalam hatinya ia senang karena Anne memberikan tas yang selalu menjadi favoritnya.


"Makasih ya?"


Anne tersenyum tipis. "Baiklah, maaf aku gak bisa lama-lama disini. Aku harus segera pergi." Saat Anne hendak berdiri, tiba-tiba saja suara Nadine terdengar mencegahnya.


"Mau kemana sih Ann? acaranya aja belum di mulai, lagipula ini belum terlalu malam kok."


"Tapi aku __ "


"Kalau begitu di minum dulu dong? kalo kamu gak minum __ sama ja kamu gak menghargai aku sama Candra."


Anne melirik gelas yang berisi minuman itu, tanpa ada rasa curiga sedikitpun, lantas, yang Anne lakukan adalah mengambil gelas itu lalu meneguknya.


Nadine dan Bryan saling menatap dan menyeringai. Tanpa di ketahui oleh siapapun, minuman yang di bawa oleh Nadine itu sudah di campur dengan obat bius. Obat yang sengaja sudah di siapkan untuk menjebak Anne. Obat bius itu akan bereaksi lima belas menit hingga setengah jam setelah Anne meminumnya.


"Baiklah aku permisi dulu."


"Mau kemana?" tanya Bryan dengan menarik lengannya.


"Mau ke toilet."


Setelah berujar Anne beranjak pergi menuju toilet, namun tanpa sengaja ia bertemu dengan Jefri.


"Lo mau kemana?"


"Ke toilet."


"Ya udah buruan sana, gue tungguin."


Anne menggeleng membuat Jefri bingung.


"Kenapa?"


"Yakin mau balik?"


"Iya, ayo buruan."


Anne dan Jefri melangkahkan kakinya lebar-lebar, berharap agar ia segera keluar dan ke tempat parkiran dengan segera. Lagi dan lagi mereka berhenti saat terdengar suara seseorang memanggilnya.


"Ann ... Mau kemana?"


"Aku mau balik."


"Loh kenapa?"


"Ada urusan."


"Ya udah aku antar kamu ya?"


"Gak usah, lagian ada Jefri kok."


"Tapi Anne ... "


"Maaf aku duluan."


"Anne ... Ann ... Tunggu Ann... "


Tanpa menghiraukan panggilan Bryan, Anne dan Jefri segera masuk ke dalam mobilnya membuat Bryan mengepal dan berteriak frustasi.


"Shit...!!! "


"Gagal rencana gue untuk nidurin dia malam ini."

__ADS_1


"Arrgghhh.... Setannn...!!!" Racaunya lagi seraya mengacak rambutnya.


Berada di dalam mobil, Anne merasa kepalanya semakin terasa pusing.


"Ann... lo gak apa-apa kan?" tanya Jefri merasa ada yang aneh dengan Anne.


"Gak."


"Ya udah gue aja yang nyetir."


"Gak usah. Gue masih bisa kok."


"Yakin, gue takut lo kenapa-kenapa.?"


"Iya, gue yakin."


Jefri merasa tidak tenang saat Anne tiba-tiba saja mengatakan kalau kepalanya semakin bertambah pusing.


"Ann ... Udah berhenti dulu, biar gue yang nyetir."


Anne tidak merespon, ia hanya melirik sekilas sembari memijit pelipis dengan sebelah tangannya.


Anne dan Jefri melotot sempurna dengan rahang terbuka lebar.


Astaga....


"Anne ... Awaaasss....!!!"


"Aaaaaaa...... " jerit seorang gadis saat mendapati mobil mewah sudah di depan mata.


Brukkk.....


"Hallo... " teriak seseorang di seberang sana.


"Hallo... "


"


"


"


"


"


"


"Mel... "


"AMELIA......!!!"


* * *


Sampai disitu dulu ya..


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote-nya juga buat aku..


Semoga kalian suka...


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan nya... 🙏🏻


Jangan lupa untuk mampir baca juga cerita aku yang lain ya...


Terima kasih...

__ADS_1


Salam saya untuk kalian semua... ❤


__ADS_2