
Tidak sampai satu minggu untuk nya berada di luar kota, Kai memutuskan untuk kembali lagi ke Jakarta pada malam ini. Lelaki itu memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan segera, lalu segera kembali ke ibu kota. Entahlah, selama berada disana cowok itu tidak bisa berpikir dengan tenang. Pikirannya selalu terbagi, antara pekerjaan dan juga perasaannya.
Iya, beberapa waktu yang lalu saat Yasika mengirimkannya sebuah pesan, gadis itu sangat sulit sekali untuk di hubungi. Yasika menghindar, bahkan nomer telepon gadis itu pun selalu tidak aktif.
Tidak .. Kai tidak akan menyerah begitu saja, lelaki itu butuh penjelasan. Maka dari itu, ia memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta dan bertemu dengan Yasika.
Sementara di kediaman sang gadis, mereka semua sedang menikmati makan malamnya.
Papa Bagas, mama Yessi bahkan Anne pun berada di ruangan yang sama dengannya saat ini. Anne begitu lahap menyantap masakan buatan sang mama tercinta, sementara Yasika, entah ada dengan gadis itu sekarang. Yasika lebih banyak terdiam, dan hanya mengaduk-aduk makanannya saja tanpa minat.
"Yasika .."
Suara lembut sang Mama mampu membuatnya menoleh seketika dan menghentikan kegiatannya dari mengaduk-aduk makanan tersebut.
"Kamu kenapa?"
Yasika tersenyum tipis seraya menggeleng pelan. "Aku gak papa, Ma." Matanya melirik ke arah sang papa dan juga Anne yang sedang menatapnya.
"Kok makanannya gak kamu makan? kamu sakit?"
"Iya, wajah kamu pucat gitu. Yas." tambah sang kakak.
Kepala gadis itu menggeleng. "Enggak kok kak, Ma, aku gak papa."
Mama Yessi dan Anne saling menatap, hanya sang papa yang terus melahap makanannya tanpa bersuara sedikitpun. Papa Bagas hanya melirik putri bungsunya itu sekilas, lalu kembali memasukkan makanannya kembali ke dalam mulut. Sang papa hanya tersenyum tipis ketika melihat putri bungsunya itu bersikap seperti itu.
Papa Bagas memang tidak sedekat mama Yessi kepada anak-anaknya, meskipun papa Bagas adalah orang yang sangat tegas, disiplin dan terkadang keras kepala, tetapi papa Bagas tidak pernah membedakan-bedakan kedua putrinya itu. Ia akan bersikap sama kepada kedua putrinya itu, papa Bagas selalu memperhatikan dan menyayangi kedua anak gadisnya itu walaupun dia sendiri selalu sibuk dengan pekerjaannya.
Melihat kedua putrinya sudah besar, papa Bagas sangat berharap jika suatu saat nanti mereka berdua akan mempunyai pasangan hidup yang akan menyayangi dan mencintai kedua putrinya itu. Ia ingin melihat Anne dan Yasika hidup bahagia. Papa Bagas sangat bahagia, ketika melihat kedua putrinya itu selalu saling menyayangi satu sama lain.
"O iya, besok malam kita dapat undangan makan malam dari tante Wina." Mama Yessi berujar seraya menyeka sudut bibirnya menggunakan kain.
"Undangan?" kali papa Bagas yang bersuara.
"Hmm.. " kepala wanita paruh baya itu mengangguk. "Besok adalah hari ulang tahun pernikahannya mereka, dan katanya sih sekalian ngerayain ulang tahunnya Kaisar juga."
Mendengar nama Kai disebut, kedua gadis itu langsung berhenti dari kegiatannya membereskan meja makan itu.
"Apa Ma? Kai ulang tahun?" tanya Anne dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Iya sayang."
"Mereka ngundang kita?"
Mama Yessi tersenyum lebar. "Iya." katanya lagi dengan mata melirik ke arah kedua anak gadisnya itu. "Mama juga baru dengar, kalo Kai baru saja kembali dari luar kota."
Anne tersenyum dengan lebarnya, sementara Yasika, gadis itu hanya diam saja.
"Mama harap kalian berdua bisa ikut datang ya?" Mama Yessi menatap Yasika. "Terutama kamu, Yas. Tante Wina sangat berharap jika kamu datang ke acara ulang tahun pernikahannya."
Yasika tersenyum tipis. Tidak tahu harus menjawab apa kepada mama nya itu. Apakah dia akan datang? atau Yasika harus memberi alasan supaya tidak ikut dengan mereka?
Bagaimana ini? kalau aku datang, aku akan bertemu kembali dengannya.
Kalau aku menolak, bagaimana dengan Om Andi dan tante Wina.?
* * *
Acara makan malam pun di gelar dengan sangat meriah, bertempat di rumahnya sendiri, Papa Andi dan mama Wina sangat bahagia ketika mereka bisa merayakan hari ulang tahun pernikahannya sekaligus merayakan hari kelahiran putra tampannya itu di waktu yang bersamaan.
Iya, tepat hari ini, anak laki-lakinya itu berulang tahun yang ke dua puluh tujuh. Sejak kepulangan kemarin, Kai tidak mengetahui kalau kedua orang tuanya akan memberi kejutan seperti ini.
Cowok itu tersenyum lebar. "Makasih, Ma!" di peluknya erat wanita paruh baya itu. "Selamat anniversary juga, buat mama dan papa."
Mama Wina mengurai pelukannya, lalu menatap wajah sang anak dari dekat. "Sudah waktunya kamu mengenalkan calon mantu sama mama, Kai?" Di usapnya rambut sang anak dengan lembut. "Sudah saatnya kamu menikah, mama ingin melihat kamu bahagia. Mama kesepian di rumah sendiri, papa kamu kan masih sibuk di kantor, setidaknya, kalo kamu menikah .. kamu bisa memberi cucu buat mama, Kai."
Kai terkekeh, memegang bahu sang mama yang kini sedang berhadapan dengannya.
"Ma .. aku pasti bakal ngenalin calon menantu buat mama. Tapi .. tidak sekarang."
"Kenapa? kamu sudah berumur loh, Kai?"
Kai mengernyit, menatap sang mama dengan mata menyipit. "Aku belum terlalu tua, Mah."
"Iya sampai kapan, Kai? Kamu kan ganteng, sudah mapan, mama malu sama temen-temen arisan mama setiap kali mereka menanyakan kapan mama punya menantu dan cucu." Keluh wanita paruh baya itu. "Mama malu, masa punya anak yang gantengnya kebangetan kayak gini gak laku sih." Mama Wina terkekeh geli saat melihat raut wajah anaknya itu.
Sementara Kai, cowok itu hanya bisa mendesah dan memasang wajah cemberut. Mama Wina tertawa, lantas ia memeluk tubuh putranya itu dengan erat.
"Ganteng-ganteng kok gak laku!"
__ADS_1
"Ma .. "
Mama Wina kembali tersenyum sebelum anaknya itu merajuk. "Yaudah, sekarang kita turun yuk? temuin papa dan para tamu yang datang."
Kepala itu mengangguk. "Ayo, Ma."
Setelah itu, mereka berdua turun untuk menemui para tamu undangan yang sudah mulai berdatangan. Tidak terlalu banyak tamu undangan yang datang, mama Wina hanya mengundang sebagian rekan bisnis suaminya, keluarga besar dan kerabat dekat keluarganya saja.
Papa Andi, mama Wina dan juga Kai ikut menyambut semua tamu yang hadir. Tidak ketinggalan dengan Bayu, sahabat putranya ini yang sudah membantu dan ikut menyambut semua tamu undangan yang hadir pada malam ini.
Dan .. Betapa terkejutnya Bayu, saat ia melihat kedatangan seseorang.
Bayu tercengang bersama dengan rahangnya yang terbuka lebar ketika matanya menangkap dua sosok mahluk tuhan yang begitu terlihat sangat cantik pada malam ini. Ya, dua gadis cantik yang baru saja datang bersama dengan kedua orang tuanya, siapa lagi kalau bukan Yasika dan juga Anne Putri.
Tidak hanya Bayu yang menatapnya takjub, melainkan, tepat di belakang cowok itu ada sepasang mata yang sedang menatap salah satu di antara kedua gadis itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan sama sekali.
Kai terpana saat melihat betapa cantiknya gadis itu sekarang. Bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman saat matanya tanpa sengaja bertemu dengan pemilik mata bening itu.
Akhirnya, keinginan untuk bertemu dengan gadisnya itu terlaksana juga.
Kai begitu senang saat mereka berdua kembali bertemu. Tetapi tidak dengan Yasika, gadis itu terlihat sangat gelisah dan serba salah saat mata indah lelaki itu terus menatapnya dalam seperti itu.
Kenapa dada aku berdebar kencang seperti ini?
Ya Tuhan .. betapa cantiknya bidadariku malam ini.
* * *
Hayo .. setelah baca, jangan lupa kasih like, komen, dan vote juga ya semua?
Terimakasih yang selalu nunggu ceritanya aku, semoga kalian suka dan gak bosen..
Sehat-sehat selalu ya semua..
Salam sayang dari aku untuk kalian.. ❤
__ADS_1