Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Sebuah pesan


__ADS_3

Dimana Kai?


Kemana perginya cowok itu sekarang?


Setelah kejadian kemarin, Kai menghilang seperti di telan bumi. Tidak ada kabar, tidak pulang ke rumah, bahkan apartemennya pun dalam keadaan kosong. Semua sangat mengkhawatirkannya, terkecuali Papa Andi, hanya lelaki paruh baya itu yang terlihat lebih tenang dari sang istri.


Disini, di kediaman keluarga Pratama sekarang semua berkumpul.


Anne Putri, Yasika, beserta kedua orangtuanya yang baru saja tiba di Jakarta pun, pagi-pagi sekali mereka sudah datang ke rumah Kai dan keluarganya. Mereka ingin meminta maaf secara langsung. Papa Bagas dan mama Yessi sangat terkejut saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, mereka berdua begitu terpukul dengan apa yang telah menimpa pada putri sulungnya itu. Kesalahan yang telah di lakukan oleh putri mereka memang sangat di sayangkan.


Tidak hanya kedua orang tua Anne saja yang terkejut. Tetapi ... disini ada yang lebih terkejutnya, mereka berdua syok saat mengetahui kalau ternyata yang membuat putrinya itu meninggal adalah Anne putri, calon tunangan dari anak laki-lakinya.


"Maafkan aku, Om, Tante." Entah sudah berapa banyak cairan bening itu keluar dari mata bulatnya. "Aku benar-benar menyesal, aku gak sengaja melakukan itu."


Papa Andi hanya terdiam, sedangkan mama Wina, wanita paruh baya itu tampak mengelus dada seraya menyeka sudut matanya yang mulai berair.


Anne menjelaskan semua yang terjadi pada malam itu, tidak lupa ia juga menceritakan tentang seseorang yang telah mencampuri minumannya dengan obat bius, maka di saat kecelakaan itu terjadi, Anne benar-benar sedang dalam pengaruh obat bius.


Meskipun sakit dan kecewa, tetapi papa Andi dan mama Wina adalah orang yang sangat mulia hatinya. Setelah mendengar semua penjelasan dari Anne, mereka dengan lapang dada mau memaafkannya. Mereka sadar, dan mereka juga sudah mengikhlaskan kepergian putrinya itu. Bagaimana pun itu adalah kecelakaan.


"Maafkan aku Om." Anne menangis, lalu menoleh ke arah wanita paruh baya yang duduk di samping suaminya itu. "Tante ... Aku benar-benar minta maaf. Jika Tante ingin menghukum aku sekarang, tante boleh melakukannya, Tante boleh melaporkan aku ke polisi sekarang juga."


"Sudahlah, jangan menangis seperti ini, tidak ada gunanya juga kamu menyesal sekarang." Mama Wina menarik nafasnya, lalu. "Bagaimana pun putri tante sudah tidak ada. Dan ... tante juga sudah ikhlasin kepergiannya Amel."


"Tante?"


"Tante sama om sudah memaafkan kamu, dan tante tidak akan melaporkan kamu ke polisi."


Bukan hanya Anne yang terkejut, di sana, di rumah itu masih ada mama Yessi, papa Bagas dan juga Yasika. Mereka semua sangat terkejut, mereka tidak pernah mengira kalau papa Andi dan mama Wina bisa sebaik itu.


"Makasih, Tante." Anne menghambur memeluk wanita paruh baya itu.


"Sudahlah, jangan menangis seperti ini." Mama Wina mengelus punggung gadis itu. "Alasan tante memaafkan kamu adalah, karena tante tau, kamu itu orang yang baik, tante percaya sama kamu, dan ... tante melihat Yasika."


Anne mendongak untuk mempertemukan pandangan mereka.

__ADS_1


"Tante sudah menganggap Yasika seperti putri tante sendiri." Mama Wina tersenyum kecil. "Dan untuk Kai, biar nanti tante yang bicara sama dia."


"Biarkan Kai menenangkan hatinya dulu." Akhirnya, papa Andi bersuara setelah lama ia terdiam. "Om yakin, kalau Kai, anak itu pasti baik-baik saja."


Mama Wina tersenyum, begitu pun dengan Anne. Gadis itu tidak pernah membayangkan kalau ia akan mendapatkan pengampunan seperti ini, Anne terus mengucap rasa syukur karena orang tua Kai begitu baik, dengan besar hati mereka mau memaafkan semua kesalahannya. Kini, yang menjadi pikirannya saat ini hanya satu, yaitu Kai. Apapun akan ia lakukan agar cowok itu mau memaafkannya.


Bukan hanya masalah itu yang kini mereka bahas. Melainkan, ada masalah lain yang lebih penting lagi, yaitu mengenai acara pertunangan yang akan digelar esok hari.


"Bagaimana dengan acara pertunangan kalian?"


Mama Wina kembali membuka suaranya. Wanita paruh baya itu baru menyadari, kalau besok adalah hari yang telah ditentukan untuk menyelenggarakan pesta pertunangan. Semua sudah di rencanakan sebelumnya, bahkan, segala keperluannya pun sudah di persiapkan dengan baik.


Apa mereka harus menunda? atau ... bisa jadi pertunangan itu akan batal di laksanakan?


Anne tersenyum, lalu, menggeleng samar. "Aku juga gak tahu, Tante."


"Lebih baik, kita tunda dulu. Kita bicarakan lagi masalah ini nanti, setelah Kai kembali." ujar papa Andi di tengah-tengah kebingungan yang sedang mereka rasakan.


Mungkin, itu adalah pilihan yang tepat bagi semuanya. Dan Anne bisa memahami akan itu, keputusan apapun nantinya yang akan di ambil oleh Kai, Anne akan menerima itu dengan lapang dada. Meski ia berharap, jika Kai mau memaafkannya dan memperbaiki hubungan mereka berdua, bagaimana pun mereka pernah dekat, dan sudah mengenal satu sama lain.


Semoga saja.


* * *


"Yaudah, kalo gitu aku pergi sekarang ya?"


"Kenapa gak bareng aja, Yas.?" tanya sang mama.


Gadis itu tersenyum. "Gak papa Ma, aku pergi sendiri aja. Lebih baik sekarang kalian pulang ke rumah dan beristirahat ya?"


"Iya udah, sampaikan permintaan maaf mama sama papa ya?"


Kepalanya mengangguk. "Iya, pasti aku sampein."


"Kabarin aku ya, Yas?"

__ADS_1


"Kakak tenang aja, aku pasti kabarin kak Anne kok." ujar Yasika seraya tersenyum. Kemudian, gadis itu segera menaiki taksi untuk pergi menemui Kai di apartemennya. Yasika berharap, jika Kai ada disana. Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan kepada cowok itu, selain ingin meminta maaf secara pribadi atas nama kakaknya sendiri.


Selama di dalam mobil, Yasika mencoba untuk menghubungi Kai. Tetapi ... Bukannya di angkat, cowok itu selalu menolak panggilan teleponnya. Tidak berhenti sampai disitu, Yasika terus berusaha untuk tetap menghubungi Kai sampai cowok itu mau mengangkat telepon darinya, lagi dan lagi hasilnya nihil. Lalu, yang Yasika lakukan sekarang adalah mengirim sebuah pesan, berharap, cowok itu mau membalas pesannya.


"**Kak, kamu dimana?"


"Aku ingin bicara sama kamu."


"Kak... "


"*Ada yang harus aku bicarakan***."


Sudah beberapa pesan yang Yasika kirimkan, cowok itu hanya membaca tanpa membalas satupun pesannya. Yasika mendesah, saat ia hendak memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, Tiba-tiba saja hapenya bergetar menandakan ada pesan yang masuk.


Matanya membelalak saat ia melihat nama Kai tertera di layar hapenya. Akhirnya, cowok itu membalas pesan yang ia kirim. Yasika sempat tersenyum, sebelum akhirnya, bibir itu mulai mengerucut lucu.


"Jangan cari aku, gak ada yang perlu kita bicarakan."


Kembali Yasika mendesah, gadis itu tidak akan tinggal diam begitu saja.


"**Kak, aku ke apartemen kamu sekarang."


"Apartemen kosong**." balas cowok itu singkat.


"**Aku tetep akan kesana."


"Silahkan saja, karena aku gak ada disana**."


Astaga ... ternyata benar yang di katakan oleh mama Wina, kalau Kai tidak berada di apartemennya.


Lalu, kemana pergi nya cowok itu?


Dimana dia tinggal sekarang?


Yasika pastikan, kalau hari ini ia harus bertemu dengan Kai. Yasika harus bisa membuat cowok itu untuk menemuinya. Yasika mengirimkan pesan terakhir, sebelum ia benar-benar memasukkan hapenya ke dalam tas.

__ADS_1


"Aku akan terus nunggu kamu, dan gak akan pulang sebelum kamu datang."


* * *


__ADS_2