Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Pikiran buruk


__ADS_3




"Oke, selesai."


"Thanks ya, Ann ... atas kerja samanya?" sang fotografer yang bernama Mario itu tersenyum puas ketika melihat seluruh hasil karyanya. Ia tidak pernah salah menjadikan Anne Putri sebagai modelnya untuk salah satu majalah ternama.



"Kamu memang luar biasa, Ann ..."


Gadis itu tersenyum lebar. "Makasih, Rio. Aku juga senang bisa kerja bareng sama kamu."


"Sukses ya?"


"Thanks."


Setelahnya, Anne segera masuk ke ruang ganti untuk mengganti kembali pakaiannya di temani oleh sang asisten. Meskipun lelah, entah kenapa ia merasa senang hari ini. Baru tadi malam Anne tiba di Jakarta, setelah beberapa hari ini ia berada di luar kota. Di pagi harinya, ia harus kembali memenuhi kewajibannya sebagai seorang model untuk menyelesaikan semua pekerjaannya. Tidak ada kata lelah untuk seorang Anne Putri, karena bagaimana pun ini adalah pekerjaannya, dan ia harus bertanggungjawab akan itu.


"Hai ... "


Anne berbalik untuk melihat siapa orang yang berada di balik punggungnya.


"Lama gak ketemu ya?" gadis itu tersenyum miring dengan tangan terlipat di depan dada.


"Beberapa hari kamu di luar kota ... pacar kamu nampak sedikit berubah. Ups...!" Gadis itu pura-pura membekap bibirnya, lalu kembali tersenyum tipis.


Anne mendengkus menatap tidak suka pada gadis itu. "Ngomong apa sih lo?"


Nadine tertawa sarkas. Oke, kali ini ia tidak ingin basa-basi lagi. Nadine ingin melihat secara langsung bagaimana reaksi dari seorang Anne Putri ketika ia mengetahui kedekatan yang terjadi antara kekasihnya dan juga adik kesayangannya itu.


"Waktu kamu berada di luar kota, aku sering melihat pacar kamu selalu jalan bareng sama Yasika, dia adik kamu kan?


Anne tersenyum miring, kembali menatap tidak suka pada gadis itu. "Terus, apa hubungannya sama lo?"


"Memangnya kamu gak cemburu?"


Anne mendengkus kesal. "Buat apa aku cemburu?"

__ADS_1


Gadis itu kembali tertawa. "Aku pikir ... ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua."


Anne menggeram, lalu berdiri menatap horor pada gadis itu. "Jaga mulut lo."


Gadis itu tertawa, lalu matanya melirik ke kanan dan ke kiri seraya berbisik. "Aku punya sesuatu buat kamu. Siapa tahu kamu menyukainya." Gadis itu merogoh hape dari dalam tasnya, kemudian tersenyum tipis ke arah dimana saat ini Anne Putri sedang menatapnya penuh benci.


Mata Anne membelalak begitu melihat beberapa poto yang di tunjukkan oleh perempuan berbisa itu, sebisa mungkin ia menahan diri agar tidak membuat keributan lagi dengan wanita sialan yang selalu mengganggu nya itu.


"Kamu pikir dengan melihat semua itu, aku akan marah?" Ia tertawa penuh ledek ke arah wanita berbisa itu. "Jangan pikir dengan kamu menunjukkan semua poto itu, aku akan terpengaruh begitu saja sama perempuan berbisa kayak kamu."


"Oh ... Oke." Wanita itu mengangkat kedua tangannya ke udara. "Kamu boleh gak percaya sama aku. Tapi ... aku cuma mau ingetin kamu untuk hati-hati, lebih baik kamu cari tahu sendiri, seberapa dekatnya hubungan antara Yasika dan pacar kamu itu." Wanita itu mendesis. "Aku yakin, kalo adik kamu yang kelihatannya polos dan lugu itu ... mempunyai hubungan terlarang dengan calon kakak iparnya."


Plak...


Satu tamparan berhasil mendarat di wajah mulusnya wanita berbisa itu.


Nadine meradang, menatap Anne dengan penuh amarah. "Kurang ajar." Saat tangannya hendak melayang untuk menampar balik, secepat itu juga Anne kembali menampar sebelah pipinya.


"Kenapa sih lo tampar gue, hah?" Teriak wanita itu dengan Rahang mengeras serta mata melotot tajam.


"Karena lo pantes dapetin itu." Anne menunjuk wajah gadis itu yang memerah.


"Lihat saja, lo bakalan nyesel pernah nampar gue kayak gini."


Nadine berdecih jijik. "Oke, lo tunggu saja balasan dari gue, inget itu."


"Silahkan, gue gak pernah takut sama ancaman dari lo."


Lihatlah, seperti apa wajah Nadine sekarang saat ia melihat kalau wanita itu sedang tersenyum dengan wajah menantang. Nadine bersumpah, kalau ia akan membalas semua perbuatan yang di lakukan oleh Anne Putri kepadanya.


Lihat saja nanti, gue bakalan hancurin lo! gak akan gue biarkan lo bahagia.


 


•••


 


"Kak ... kamu kenapa?"


Tanya Yasika pada kakak perempuannya itu.

__ADS_1


Anne terperanjat kaget, lalu menggeleng seraya tersenyum. "Gak papa kok."


"Beneran?" Yasika melihat sedari tadi kakaknya itu hanya diam tidak seperti biasanya, bahkan wajah yang selalu terlihat cantik itu kini nampak murung. Yasika tahu, jika kakak perempuan nya itu sedang tidak baik-baik saja.


"Kak, kamu sakit?"


Kepala itu menggeleng. "Enggak, kok."


Setelah selesai dari pemotretannya tadi, Anne sengaja mengajak Yasika, Davin dan Kai untuk makan malam bersama. Kini, mereka bertiga sudah berada di sebuah restoran elit di salah satu kawasan yang tidak jauh dari apartemen milik Anne Putri.


Yasika dan Davin sudah datang lebih awal, sementara Kai, cowok itu sama sekali belum menunjukan batang hidungnya, entah kemana pergi nya cowok itu sekarang, padahal seperempat jam yang lalu Kai menghubungi Anne, kalau ia akan segera datang.


"Kak Kai, kemana Kak?"


"Gak tahu, mungkin sebentar lagi dia datang." Jawab Anne tanpa mengalihkan pandangannya dari layar hape. Anne sedang mengirimkan pesan untuk Kai, tapi sampai sekarang, cowok itu belum juga membalas pesannya.


Sekilas, bayangan poto yang di tunjukkan oleh perempuan berbisa itu selalu terngiang-ngiang di kepalanya. Anne mencoba untuk tidak memikirkan itu, tapi ... di dalam poto itu, Anne melihat bagaimana cara Kai memperlakukan adiknya itu saat sedang berada di sebuah kafe. Bahkan, Anne pun baru mengetahui kalau Yasika dan Kai pernah hampir tertabrak oleh sebuah motor. Anne tahu, tidak seharusnya ia berpikiran buruk, apalagi ini adalah adik dan calon tunangannya. Anne juga tahu, kalau perempuan itu hanya ingin mengganggu dan mengusik kehidupannya.


Tidak ... Ia tidak boleh terpengaruh oleh perempuan jahat seperti Nadine.


Belum lama ia memikirkan hal buruk di kepalanya, tiba-tiba saja Anne kembali di kejutkan oleh sebuah video yang di kirimkan oleh seseorang melalui ponselnya. Matanya membelalak tidak percaya saat ia melihat isi dari video itu.


Ya Tuhan ... !! bagaimana mungkin?


Tanpa sadar Anne menjatuhkan ponselnya itu ke atas meja, wajahnya pucat bahkan tubuhnya mendadak jadi gelisah.


"Kak ... kamu kenapa?" Yasika dan Davin terlihat sangat khawatir.


Anne segera merampas ponsel itu kembali dengan tangan yang terlihat bergetar. Sedangkan Yasika dan Davin, mereka saling memandang, seolah sedang bertanya satu sama lain.


"Kamu gak apa-apa, Ann.?" kini giliran Davin yang bertanya, cowok itu merasa aneh ketika Anne menjatuhkan ponselnya begitu saja.


Kepala itu menggeleng. "Yas, aku pulang duluan ya?" buru-buru ia berdiri dari kursinya. "Maaf, kalian lanjutkan saja makan malamnya." Setelah itu, Anne pergi begitu saja meninggalkan Yasika dan juga Davin yang masih diam karena terkejut.


Ada apa dengan kak Anne?


•••


Jangan lupa untuk tinggal kan like, komen, vote, dan juga share cerita ini ke teman kalian yang lain ya?


Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau banyak kata-kata yang salah.

__ADS_1


Sekali lagi Happy Reading...


Lopeyuuu.... ❤


__ADS_2