
"Yas .."
Gadis itu menoleh ketika mendengar suara yang berasal dari balik punggungnya. Ia tersenyum pun lebar saat matanya bertemu dengan pemilik mata bulat itu.
"Kamu cantik sekali." Ujar Gadis itu kemudian di sertai dengan senyuman lebar di bibirnya yang merah merekah. "Kamu bakalan jadi pengantin tercantik hari ini."
"Makasih, Kak." Yasika menghambur memeluk tubuh kakaknya itu. Sungguh, ia tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau hari ini akan tiba. Yasika sangat beruntung mempunyai seorang kakak perempuan seperti Anne Putri.
Satu bulan terakhir, Anne lah yang membantu dan mengurus semua persiapan untuk pernikahan adiknya itu. Di tengah kesibukannya yang padat, gadis itu rela meluangkan waktunya hanya untuk membuat pernikahan sang adik berjalan dengan lancar dan terlihat sempurna. Dulu .. Anne sempat terluka karena ia dan adiknya itu mencintai orang yang sama. Tetapi sering berjalannya waktu, Anne bisa menerima kalau Kai, laki-laki itu memang sangat mencintai adiknya. Dan sekarang, tidak ada perasaan cinta untuk cowok itu, karena Anne sendiri juga sudah mendapatkan orang yang mencintainya lebih dari Kai.
"Kak Anne juga nanti bakalan jadi pengantin yang lebih cantik dari aku."
"Tentu dong .. aku kan memang terlahir cantik dari orok." Kelakar nya yang membuat mereka tertawa bersama.
"Apa kamu sudah siap?"
Kepala itu mengangguk. "Iya kak, aku sudah siap."
Anne mengambil tangan adiknya itu untuk ia genggam, lalu bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman yang sangat lebar.
"Ayo, calon suamimu sudah menunggu di bawah."
Yasika pun mengangguk. Hari ini, adalah hari yang paling mendebarkan untuknya. Ya, hari ini adalah hari pernikahan untuk Kai dan juga Yasika. Satu bulan yang lalu, Kai resmi melamar gadis itu untuk menjadi istrinya. Dan sekarang hari itu pun tiba, dimana mereka berdua akan mengikat janji suci untuk hidup bersama di hadapan Tuhan.
Dengan dada yang berdebar kencang, Yasika pun berjalan di gandeng sang kakak perempuannya yang tak lepas memberi senyum. Anne sangat bahagia dengan pernikahan adiknya itu, pun dengan kedua orang tuanya. Rasa haru sekaligus bahagia melebur menjadi satu di saat mereka akan menyaksikan pernikahan putrinya itu.
Yasika dan sang kakak perempuannya sedang berjalan ke arah dimana lelaki itu sudah menunggunya di depan penghulu yang akan menikahkan mereka berdua.
Semua terpaku menatap sang pengantin wanita yang begitu cantik seperti bidadari, pun dengan lelaki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu. Ya, Kai. Laki-laki itu begitu terkejut, menatap kagum pada calon istrinya itu. Kai sangat beruntung bisa menikahi dan memiliki gadis seperti Yasika. Gadis cantik, pintar dan baik yang sebentar lagi akan menyandang sebagai nyonya Kaisar.
Kaisar,
Lelaki itu kini merasa jika jantungnya berdegub lebih kencang dari biasanya saat Yasika sudah duduk di sebelahnya saat ini.
Mata mereka bertemu.
"Kak .."
Lelaki itu tersenyum, menatap penuh kagum kepada calon istrinya itu. "Kamu cantik." bisiknya pelan. "Aku sampai gak bisa ngendaliin mata aku saat liat kamu tadi."
Yasika tersenyum dengan wajah yang merona. Untung saja gadis itu memakai makeup, kalau tidak, mungkin sekarang wajahnya akan terlihat seperti kepiting rebus saat ini juga.
"Aku udah gak sabar nunggu ini selesai" ujarnya kemudian yang membuat gadis di sebelahnya itu sampai membelalak tidak percaya. "Aku udah gak sabar, ingin segera menjadikan kamu milik aku sepenuhnya."
"Kak .." Gadis itu melirik dengan tersenyum malu saat orang-orang yang berada di sekitarnya itu sedang memperhatikan mereka berdua.
"Kak .. bisa diem dulu gak?"
Kai terkekeh, merasa gemas dengan tingkah gadisnya itu. Kai berjanji, setelah acara ini selesai, ia tidak akan membuang waktunya lagi untuk tidak membuat gadis itu berada di pelukannya walau hanya sebentar.
"Sodara Kaisar"
Kai terhenyak begitu ia mendengar suara dari sang penghulu yang membuyarkan lamunannya seketika.
"Ya." Mendadak wajahnya menjadi tegang.
__ADS_1
"Apa anda sudah siap?"
Lelaki itu tersenyum tipis, lalu kepalanya mengangguk pasti.
"Bisa, Pak. Saya siap."
"Baiklah, kalau begitu kita mulai sekarang." ujar sang penghulu seraya mengulurkan tangannya yang di sambut baik oleh tangan lelaki itu.
Kaisar,
Lelaki itu menarik nafas dalam untuk menghilangkan rasa tegang saat ia mulai menjabat tangan sang penghulu yang mulai mengulurkan tangannya ke arahnya.
Dadanya tiba-tiba berdebar tidak karuan, jantungnya berdetak semakin kencang. Ia gugup, tegang, bahkan keringat pun mulai terlihat di wajahnya yang tampan.
"Kak .." Yasika memegang tangan lelaki itu dengan lembut. "Tarik nafas, kamu pasti bisa."
Entah kenapa kata-kata yang keluar dari bibir gadis itu mampu membuat hatinya kembali tenang. Kai tersenyum, lalu memejamkan matanya sekilas.
Kai pasti bisa.
Dalam satu tarikan nafas dengan suaranya yang lantang, lelaki itu mampu mengucapkan ijab kobul dengan sangat lancar tanpa ada kata-kata yang salah dari bibirnya.
"SAH .."
Kata itu yang membuat semua orang bisa bernafas dengan lega. Termasuk dengan Kai dan juga Yasika yang ikut berdebar-debar.
Kini, kedua pasangan itu telah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah secara hukum dan juga agama. Hari ini, Kai berjanji pada dirinya sendiri kalau ia akan berusaha untuk menjadi suami yang bertanggung jawab serta menjaga sang istri dengan baik. Pun dengan Yasika, gadis itu berjanji kalau ia akan menjadi istri yang baik dan juga berbakti pada suaminya itu.
Setelah selesai menyelesaikan ijab kobul, kini mereka berdua akan menyelesaikan beberapa rangkaian acara termasuk dengan resepsi yang akan di gelar malam ini juga.
...***...
Acara yang di buat memang terkesan sangat mewah. Akan ada banyak tamu undangan penting yang akan hadir di acara pesta pernikahan mereka nanti, termasuk dengan beberapa aktris dan model papan atas yang akan menghadiri pesta pernikahan Kai dan juga Yasika, karena Anne lah yang mengundang teman satu profesinya itu.
Yasika terlihat sangat cantik dengan gaun penggantinya itu, pun dengan Kaisar yang sangat tampan dan berkarisma sebagai seorang pengantin pria yang sedang tersenyum dan memberi ucapan terima kasih kepada para tamu undangan yang memberinya selamat.
"Kamu cantik." Lelaki itu berbisik di sela-sela kesibukannya yang sedang menerima salam dari para tamu undangan.
Yasika tersenyum. "Masa sih, Kak?"
"Kamu benar-benar cantik, aku beruntung bisa mempunyai istri yang cantik seperti kamu."
"Aku juga beruntung bisa menikah sama laki-laki tampan, dan mapan kayak kamu." Tak kalah, Yasika pun berkelakar membuat cowok itu terkekeh geli di sebelahnya.
"Kapan acaranya selesai ya?"
Yasika merengut bingung. "Memangnya kenapa?"
Kai melirik seraya menarik sedikit ujung bibirnya ke atas.
"Aku udah gak sabar pengen segera tidur berdua sama kamu."
Seketika gadis itu mencubit pinggang sang suami yang membuat lelaki itu meringis kesakitan. Yasika malu saat Kai mengucapkan kalimat itu di hadapan laki-laki yang sedang tersenyum tapi menatapnya dengan sorot mata terluka.
Davin,
__ADS_1
Ya, laki-laki itu tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya saat gadis yang sangat di cintainya kini telah menjadi milik orang lain.
Sekeras apapun ia mencoba untuk melupakan Yasika, tetapi tetap saja usahanya itu sia-sia karena rasa cintanya yang begitu besar kepada gadis itu.
Davin sangat terluka, hatinya mencelos sakit saat ia membaca surat undangan pernikahan mantan kekasihnya itu. Seharusnya, ia lah yang menikah dengan gadis itu.
Seharusnya, ia lah yang kini berada di pelaminan itu bersama dengan Yasika.
Tapi .. semua itu hanya mimpinya saja. Karena bagaimana pun Yasika telah menikah dengan laki-laki yang di cintainya.
"Selamat ya?" ucap laki-laki itu seraya mengulurkan tangannya secara bergantian yang di sambut baik oleh Yasika dan juga Kaisar.
Yasika tersenyum. Pun dengan sang suami. "Makasih, Vin. Kamu udah datang."
Kepala cowok itu mengangguk. "Kamu cantik, Yas."
Bukan hanya Yasika saja yang terkejut, ada yang lebih terkejut lagi dari gadis itu, siapa lagi kalau bukan sang suami. Kai tidak menyukai saat Davin memuji kecantikan istrinya itu. lantas dengan gerakan cepat ia menarik pinggang Yasika dan melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu.
"Makasih, Vin. Istri aku memang cantik kok." Kai menatap istrinya itu lalu tersenyum. "Ya kan sayang, apa aku bilang. Kamu sangat cantik."
Yasika tersenyum kaku, merasa tidak enak saat Kai memperlakukannya seperti ini di hadapan Davin.
Mendadak suasana menjadi panas saat Kai mencium pipi gadis itu di hadapannya. Dengan segera, Davin pun beranjak dan meninggalkan kedua pasangan yang baru saja resmi menjadi suami istri itu.
"Semoga kalian bahagia."
Dengan hati yang sedikit terluka, ia pun merelakan Yasika untuk Kai.
Ya, mulai sekarang dan seterusnya, Davin tidak akan berharap lagi untuk bisa memiliki gadis itu.
...***...
Kaisar sang pengantin pria.
Yasika sang bidadari bagi Kai.
...***...
Aku kasih bonus loh ..
Tapi gak tahu sampai berapa episode ..
Semoga kalian suka sama ceritanya Kai & Yas ya? ..
Jangan lupa kasih like, komen dan votenya juga ya?
Follow IG aku yuk?
@hakimparida
Makasih semua ..
__ADS_1