
"Kak,kamu dimana?"
"Masih di jalan bentar lagi juga sampe kok."
Di jalan? Yasika melihat jarum jam yang melingkar dipergelangan tangannya, sudah hampir mau satu jam lamanya gadis itu menunggunya.
"Kenapa lama banget sih, Kak?" gerutu gadis itu sambil mencebik. "Udah mau satu jam loh aku nungguin kamu?" omelnya lagi yang membuat cowok itu terkekeh geli di seberang sana.
"Maaf sayang .. tadi ada urusan dulu sebentar, terus di jalan kena macet. Bentar lagi aku nyampe kok.!"
"Yaudah,aku tunggu."
Setelahnya, panggilan telepon pun di tutup oleh gadis itu. Yasika menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. Tak lama setelah itu, mobil hitam yang di kendarai oleh Kai berhenti tepat di hadapannya. Lelaki itu tersenyum lebar begitu ia keluar dari dalam mobil dan mendapati sang kekasih sedang tersenyum manis ke arahnya.
"Kok lama?" keluh gadis itu.
"Maaf, buat kamu nunggu." Kai tersenyum bersama dengan sebelah tangannya yang membelai lembut sisi wajah gadis itu. "Yaudah, bisa kita berangkat sekarang?"
Kepala gadis itu mengangguk. Lalu, mereka berdua masuk ke dalam mobil. Berada di dalam mobil Kai melihat sisi lain yang berbeda dari gadis itu, entah kenapa hari ini Yasika terlihat sangat cantik dari biasanya. Gadis itu juga berubah menjadi banyak bicara, sepanjang perjalanan menuju ke tempat yang menjadi tujuannya, Yasika tidak berhenti bicara, gadis itu terlihat sangat senang, mata beningnya menatap penuh binar dan juga bibir mungil dan merah itu tidak pernah berhenti untuk tersenyum.
Saat berhenti di lampu merah, Kai tidak membuang waktunya lagi untuk tidak mencium pipi gadis itu dengan gemas.
"Kak.." gadis itu tercengang bersama dengan matanya yang melebar sempurna .
"Kenapa?"
"Kenapa cium-cium sih?"
Kai melirik sekilas, lalu tersenyum. "Kenapa?memangnya gak boleh ya aku cium kamu?"
Yasika menggigit bibirnya sambil tersenyum. "Ya - Ya bukan gitu, Kak." ujarnya malu-malu. "Ini kan di mobil? kalo ada yang lihat gimana?" ujarnya kemudian dengan bibir yang mengerucut lucu.
Kai tertawa, melihat tingkah kekasihnya itu sungguh sangat menggemaskan. Kalau saja saat ini ia tidak sedang mengendarai mobilnya, mungkin saja detik itu juga Kai sudah kembali untuk menciumnya.
Menghabiskan waktu kurang lebih dua jam dua puluh menit, akhirnya mereka telah sampai ke tempat tujuan. Dan disinilah sekarang mereka berada, di sebuah pantai dengan pemandangan yang sangat indah. Ya, Yasika sengaja mengajak cowok itu untuk menghabiskan waktunya hanya berdua bersama dengan Kai. Dan beruntungnya cowok itu tidak menolak keinginan dari gadisnya.
Yasika sangat bahagia ketika ia bisa menghabiskan banyak waktu berada di pantai, salah satu tempat yang menjadi tempat favoritnya hingga saat ini. Berjalan kaki di tepi pantai, bermain pasir, bahkan sesekali gadis itu bermain air dengan wajah penuh kebahagiaan.
Kai senang saat melihat gadisnya bisa tertawa lepas seperti itu. Ia adalah laki-laki beruntung yang bisa mendapatkan gadis seperti Yasika.
__ADS_1
"Senang?" Kai bertanya seraya menyodorkan air kelapa muda untuk gadis itu.
Yasika tersenyum bersama kepalanya yang mengangguk. Lalu, ia mengambil kelapa muda itu dari tangan Kai. "Makasih."
Sama seperti sebelumnya, Yasika kembali banyak bicara. Entah kenapa Kai melihat ada yang berbeda dari gadis itu. Ya, Kai melihat jika Yasika sama seperti adiknya Amelia yang tidak pernah bisa diam. Padahal, yang Kai tahu selama ini kalau Yasika tidak pernah banyak bicara seperti ini. Kai semakin bingung saat ia melihat tingkah Yasika yang menurutnya kembali tidak seperti biasanya. Gadis itu tidak malu-malu untuk bersikap manja kepadanya walaupun di hadapan semua orang yang berada di sekitar mereka.
Ada apa dengan dia?kenapa rasanya aneh seperti ini?
Merasa sedang di perhatikan oleh cowok itu, Yasika mengangkat wajahnya saat ia sedang bersandar di bahu lelaki itu.
"Kenapa kamu liatin aku seperti itu,Kak?"
Kai tersenyum. "Gak apa-apa. Memangnya gak boleh liatin calon istri aku sendiri?" Kai berujar seraya menjawil hidung gadis itu dengan gemas.
"Kak .. !" Yasika merengek layaknya seperti anak kecil.
Kai terkekeh melihat bagaimana gadis itu bertingkah sangat menggemaskan.
"Kak.." Yasika menatap Kai saat ini. "Kenapa kamu mencintai aku?"
"Kenapa bertanya seperti itu?" Bukannya menjawab, Kai malah balik bertanya. Lantas cowok itu tersenyum seraya berujar. "Karena aku mencintai kamu."
"Kak .. jangan merokok ya?" suara gadis itu kembali terdengar seraya menatap dalam mata indah milik lelaki itu. "Jangan telat makan, terus .. jangan pernah menyimpan dendam lagi pada siapapun."
Kai tersenyum, lalu menangkup kedua sisi wajah gadis itu dengan kedua tangannya.
"Kenapa tiba-tiba jadi banyak bicara, huh?" Kai mengecup hidung mancung itu dengan gemas. "Aku akan berusaha untuk menjadi laki-laki yang kamu inginkan, tapi .. semua itu butuh proses. Aku bukan laki-laki sempurna dan aku butuh kamu untuk tetap berada di samping aku, menerima semua kekurangan ku baik atau pun buruk." Kai mengecup kedua mata bening itu secara bergantian.
Kini keduanya saling menatap, Kai begitu lekat menatap mata bening itu. begitu pun dengan Yasika, ia tidak sanggup melihat mata lelaki itu. Hatinya menjerit sakit, ketika Kai mengatakan kalimat yang membuat dadanya bergemuruh hebat.
Yasika tidak pernah menyesal menjatuhkan hatinya untuk lelaki ini. Tapi mungkin setelah ini, justru Kai lah yang akan menyesal karena telah mencintai dirinya.
"Kak .. aku sayang kamu?" Gadis itu memeluk Kai begitu erat, seolah ia tidak ingin kehilangan lelaki ini.
"Aku juga sayang kamu. Yasika.!" Entah kenapa Kai merasa ada yang berbeda saat gadis itu tiba-tiba saja memeluknya dengan erat. Kenapa Perasaannya menjadi tidak tenang seperti ini? Kai merasa jika hari ini Yasika sangat terlihat berbeda. Gadis itu .. ? Kenapa ia merasa kalau hari ini akan menjadi hari terakhir untuk mereka berdua. Apakah ini hanya Perasaannya saja? Ada apa dengan hatinya sekarang? Kai merasa jika Yasika akan pergi jauh meninggalkannya.
Tidak .. itu tidak mungkin.
Yasika tidak akan melakukan itu padanya. Ini hanya Perasaannya saja yang takut kehilangan gadis itu.
__ADS_1
Kai membalas pelukan itu sama eratnya.
"Ada apa dengan hatiku?kenapa aku merasa kalau hari ini kamu sangat berbeda?" Kai bertanya tanpa melepaskan pelukannya itu.
"Jangan berpikir yang enggak-enggak, cukup kamu peluk aku aja seperti ini. Kak.?"
"Tanpa kamu minta pun aku akan melakukannya."
Sebisa mungkin Yasika menahan agar cairan bening itu tidak keluar dari matanya. Ya, ia tidak ingin jika sampai lelaki itu melihatnya menangis.
"Kak .. " Yasika mengurai pelukannya untuk mempertemukan pandangan mereka. "Boleh aku minta sesuatu?"
Kai mengernyit, menatap bingung gadis itu. "Minta apa?"
Gadis itu menarik nafas dalam, lantas yang di lakukannya saat ini adalah menarik tengkuk cowok itu untuk menempelkan bibirnya di atas bibir laki-laki itu. Yasika menciumnya? Kai melongo tidak percaya saat gadis itu menciumnya terlebih dulu.
Tapi .. tidak ingin menyiakan-nyiakan waktunya begitu saja, Kai pun dengan senang hati membalas ciuman gadis itu. Matanya ikut terpejam saat Yasika ******* lembut bibir atas dan bawahnya secara bergantian. Saling menghisap, saling berbalas *******, dan saling membelit di dalam rongga mulut itulah yang mereka lakukan sekarang.
Kai begitu menikmati pungutan tersebut. Tanpa ia ketahui, ada suatu hal yang akan membuatnya terluka esok hari. Ya, mungkin ini untuk yang terakhir kalinya sebelum mereka berdua benar-benar berpisah.
Maafkan aku, Kak .. !
* * *
Sampai disini dulu ya genks ..
Di bawa enjoy aja bacanya ..
Jangan lupa like,komen,dan vote juga ya?
Follow IG aku yuk ..
@hakimparida
Makasih semua .. ❤
__ADS_1