
•
•
•
"Jadi benar mereka ini kakak beradik?"
Tanya Bayu saat Kai baru saja melempar beberapa poto yang menunjukkan kebersamaan antara kakak beradik itu, yang tidak lain adalah Yasika dan juga Anne Putri.
"Hm ... "
Bayu mengambil selembar poto yang berada di atas meja kerjanya Kai sahabatnya itu, lalu ia menatapnya dengan seksama.
"Busettt ... ni cewek cakep-cakep ya?" ucap Bayu saat ia melihat poto itu lalu mengambil poto yang lainnya juga.
"Sepertinya mereka sangat dekat, Kai." ujarnya kembali. "Yang satu seorang aktris papan atas, dan yang satunya lagi calon Dokter. " Bayu menghela nafas berat. "Sempurna, sungguh pilihan yang sangat luar biasa. Gue jadi bingung sendiri mau pilih yang mana?" Bayu terkekeh geli di sela ucapannya.
Sementara Kai, cowok itu malah mendengus sebal, lalu merampas poto itu dari tangan Bayu. "Gue liatin itu sama lo bukan untuk lo pilih." Kai berujar seraya menyimpan kembali poto itu ke atas mejanya. "Gue cuma mau ngasih tau lo doang, kalo mereka memang benar-benar saudara kandung."
"Yee ... si kampret, gue juga kan mau salah satu di antara mereka. Lo sama adeknya, berarti gue sama kakaknya. Lo mau sama kakaknya, berarti __ Yasika buat gue ya?" ucap Bayu seraya mengedipkan sebelah matanya genit, membuat Kai bergidik jijik menatap sahabatnya itu.
"Gak akan." tukas Kai dingin.
"Kenapa? Lo jangan serakah gitu dong Kai? lo harus pilih salah satu di antara mereka, jangan dua-duanya." ujar Bayu saat ia sudah berdiri di samping sahabatnya itu. "Bentar-bentar." Bayu menoleh, lalu matanya itu menatap wajah Kai yang datar dan juga terkesan dingin. "Apa ini salah satu rencana lo, deketin mereka berdua?" tanya Bayu dengan wajah penasarannya.
Kai melirik sebentar, lalu pandangannya itu kembali menatap lurus ke depan dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celananya.
"Mungkin."
"Kai, jangan bertindak bodoh." saat mengatakannya Bayu melihat sisi lain dari sahabatnya itu. Bayu melihat bahwa Kai kembali lagi seperti dulu. Menjadi pria dingin saat ia di tinggal menikah oleh mantan kekasihnya itu.
"Lo tenang ja Bay ... Gue cuma mau buktiin firasat gue aja kok."
"Dengan cara nyakitin mereka berdua?" entah mengapa Bayu merasa tidak senang dengan sikap Kai yang seperti itu. Bayu mengakui, kalau dirinya adalah pecinta para wanita dan suka kencan dengan beberapa gadis yang ia sukai. Tetapi melihat Kai yang seperti itu, entah kenapa ia merasa tidak senang. Bayu tidak ingin melihat Kai seperti dirinya, yang suka menyakiti hati wanita.
Bayu memang terkenal dengan ke play-boyannya, maka dari itu, ia sering membuat para kekasihnya itu menangis, karena mereka sering melihat Bayu menggandeng tangan wanita lain.
__ADS_1
"Gue gak akan nyakitin, Yasika." tegas Kai kembali.
"Secara tidak langsung lo bakalan nyakitin dia Kai."
"Apa maksud lo?"
"Lo sadar gak sih Kai, mereka itu saudaraan." Bayu menghela, lalu maraup udara banyak-banyak. "Kalo lo deketin Anne, berarti lo bakal nyakitin gadis itu."
"Kenapa gue nyakitin dia? secara __ gue dan Yasika belom ada hubungan apa-apa."
"Tapi lo suka kan sama dia?" tanya Bayu penuh selidik. "Jangan ngelak lo.?" sungut Bayu kembali.
Kai berdecak malas, lalu memijit pelipisnya pelan.
"Kai ... gue cuma mau bilang sama lo, mending lo ikutin kata hati lo, sebelum nantinya lo nyesel. Itu juga kalo emang lo gak ada perasaan apa-apa buat Yasika." ujar Bayu seraya menepuk pelan bahu cowok itu.
Kai yang merasakan sedikit pusing di kepalanya, karena tiba-tiba saja ia di kejutkan oleh kata-kata Bayu yang membuatnya sempat tertohok. Iya, sekarang Kai baru mengingat Yasika, gadis yang sudah lebih dari satu minggu itu ia abaikan. Kai tidak pernah bertemu dengannya, Kai juga tidak pernah mengangkat telepon atau membalas pesan dari Yasika.
Semenjak kejadian itu... perasaan Kai terhadap Yasika berubah menjadi abu-abu.
Yasika ... sebenarnya Kai sangat merindukan gadis itu. Meskipun mereka belum mempunyai ikatan apa-apa. Mungkin, kalau saja kecelakaan yang menimpa adiknya itu tidak terjadi, maka Kai dan Yasika sudah pasti akan menjalin hubungan, mereka akan berpacaran. Mengingat dimana waktu itu, sebelum kecelakaan itu terjadi, Kai akan menyatakan perasaannya untuk gadis itu. Sejak dari awal Kai memang menyukai sosok Yasika, sahabat baik dari adiknya itu.
Menurut Kai. Yasika adalah gadis yang berbeda. Hanya Yasika-lah satu-satunya gadis yang bisa membuat hatinya tenang dan jantungnya berdegub dengan kencang. Dan sosok Yasika-lah yang bisa membuat Kai melupakan masa lalunya itu.
Ah ... kenapa tiba-tiba ia merindukan gadis itu?
•••
Berada di tempat yang berbeda, kini ketiga wanita itu sedang tertawa dan bercanda bersama. Mama Wina begitu senang, ia sangat terhibur dengan kehadiran dua gadis cantik itu di rumahnya sekarang. Senyum yang beberapa hari terakhir ini susah untuk ia berikan, akhirnya sekarang mama Wina bisa kembali tersenyum bahagia.
Yasika dan Kania, dua gadis cantik yang sekarang sedang membantu mama Wina memasak itu, mereka tidak berhenti tertawa dan bercanda bersama. Sehingga mama Wina merasa terhibur atas kehadiran mereka berdua. Mama Wina sengaja menyuruh Yasika untuk datang ke rumahnya, sedangkan Kania, gadis itu datang sendiri karena sekarang giliran dirinya menginap untu menemani sang tante.
Kania Ayunda, gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA itu adalah gadis yang sangat ceria dan humoris. Kania juga gadis yang mudah akrab dengan siapapun, makanya ia dan Yasika sekarang seperti dua gadis yang sudah lama berteman. Sejak bertemu untuk yang pertama kali dengan Yasika, gadis itu langsung menyukainya. Kania menyukai sosok Yasika yang cantik, lemah lembut, dan baik hati.
"Kak ..."
Yasika menoleh saat gadis cantik itu memanggilnya. "Kenapa?"
"Sejak kapan kak Yasika berteman dengan kak Amel?" tanya Kania seraya menyimpan sayuran yang sudah ia cuci itu di atas meja.
"Sejak masuk Kuliah."
__ADS_1
"O ... jadi belum lama dong? tapi _ sepertinya kakak sangat dekat dengan kak Amel ya?"
"Iya, bahkan sangat dekat." jawab Yasika sambil tersenyum manis.
"Aku ngerti sih, kenapa kak Amel sangat menyukai kakak."
Yasika mengernyitkan dahinya bingung. "Kenapa?"
"Karena kakak cantik dan baik sih."
Yasika tertawa pelan. "Kamu bisa aja."
Kania'pun ikut tertawa, ternyata memang benar bisa dekat dengan Yasika itu sangat menyenangkan. Kania seperti mempunyai seorang kakak perempuan. Kania benar-benar mengagumi sosok Yasika.
"Tante Wina juga sepertinya sangat menyukai kakak." Ujarnya kembali.
Yasika hanya tersenyum menanggapi ocehan gadis itu.
"Aku yakin, tante Wina pasti mau kakak yang jadi menantu di rumah ini."
Yasika sedikit terkejut, ia langsung menghentikan kegiatannya yang sedang memotong sayuran itu. Bagaimana gadis seperti Kania bisa mempunyai pikiran sampai kesana. Sedangkan Kai, cowok itu sendiri ___ dia seperti menghindarinya sekarang.
Yasika merasa kalau sekarang Kaisar itu telah berubah. Kai bukan lagi Kaisar yang dulu yang pernah ia kenal sebelumnya. Maka dari itu, sekarang Yasika tidak terlalu banyak berharap, meski gadis itu tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau sebenarnya ia telah menaruh hati untuk lelaki itu.
Yasika kembali terkejut saat mendengar suara serak itu dari balik punggungnya, dan tanpa sengaja ia menjatuhkan pisau yang sedang di pegangnya jatuh ke bawah.
"Hati-hati, kamu gak papa kan?" suara laki-laki itu terdengar seraya menyodorkan kembali pisaunya.
Tanpa sengaja mata mereka bertatapan.
"Kak Kai ... "
••••
Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote-nya juga ya buat aku...
Makasih untuk semua yang sudah mampir baca ceritanya aku..
Semoga kalian suka..
__ADS_1
Sehat-sehat buat kalian..
Lopeyu... dari aku.. ❤