Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Kamu milikku


__ADS_3

"Kamu ..?"


Gadis itu melangkah mundur tidak percaya. Ia benar-benar terkejut saat melihat sosok orang yang tadi pagi ia tinggalkan kini ada di hadapannya sekarang.


"Ke - kenapa bisa ada disini?"


Cowok itu tidak menjawab, ia hanya menatap gadis itu dengan pandangan tajam seperti sedang mengintimidasi.


"Kak - A - aku .. " ia menurunkan pandangan matanya ketika cowok itu terus menatapnya dengan dingin.


"Kenapa?" suara yang terdengar dingin itu mampu membuat seseorang seketika mengangkat wajahnya untuk mempertemukan pandangan mereka berdua.


"Apa kamu pikir aku tidak akan menemukanmu?" Cowok itu tersenyum miring.


Ya Tuhan .. kenapa aku merasa takut seperti ini?


"Ikut aku.!"


Yasika terkejut saat Cowok itu menarik tangannya secara tiba-tiba. Belum sampai dua puluh empat jam Kai telah berhasil menemukan keberadaannya.


"Kak .. mau kemana?"


"Aku akan membawamu pergi."


"Ta - tapi .."


"Jangan banyak bicara." Kai membuka pintu mobilnya. Lalu, "Masuk." ujarnya dengan nada yang dingin. "Kamu hutang penjelasan sama aku."


Tidak butuh waktu lama Yasika mengerti dengan apa yang di katakan oleh lelaki itu. Ya, Yasika mengerti kenapa Kai bersikap seperti itu kepadanya. Laki-laki mana yang tidak akan marah jika gadis yang di cintanya pergi meninggalkannya begitu saja, tanpa sebab dan alasan yang jelas.


Tanpa berpikir panjang, gadis itu masuk ke dalam mobil hitam milik lelaki itu. Berada di dalam mobil, Yasika sesekali melirik ke arah lelaki yang sedari tadi hanya diam. Bahkan .. lelaki itu sama sekali tidak mau menatap ke arahnya.


Ternyata, jika sedang marah seperti itu Kai terlihat tampak menakutkan.


Di saat matanya kembali melirik, di saat itu juga Kai sedang melihat ke arahnya. Yasika buru-buru mengalihkan pandangan matanya itu ke sembarang arah. Rasa gugup dan gelisah kini terlihat jelas di wajah gadis itu.


Bukan tanpa alasan laki-laki itu mendiamkan Yasika begitu saja. Tapi .. Kai sengaja melakukannya karena ia masih merasa kesal. Wajahnya terlihat sangat berantakan. bagaimana tidak, dari kemarin malam ia tidak bisa memejamkan matanya dengan benar, dan tadi pagi .. bahkan sampai sekarang, lelaki itu sama sekali belum beristirahat sama sekali. Butuh waktu kurang lebih empat jam lamanya perjalanan dari Jakarta menuju ke tempat dimana gadis itu berada, ia melupakan segalanya. Kai melupakan rasa lelah, capek, bahkan sampai saat ini pun lelaki itu lupa untuk mengisi perutnya yang sama sekali belum terisi makanan apapun.


Bukan hanya Cowok itu saja. Sejak keputusannya kemarin untuk meninggalkan Kai. Yasika pun merasakan hal yang sama, seperti yang lelaki itu rasakan.


Entah kemana Cowok itu akan membawa dirinya, yang jelas, Kai tidak mungkin membawa Yasika kembali lagi ke Jakarta hari ini juga.


"Kak .. sebenarnya kamu mau ngajak aku kemana?" Tanya gadis itu ragu seraya memilin jari-jari tangannya.


Kai hanya meliriknya sekilas, lalu kembali fokus menatap jalanan. Sebenarnya .. Kai pun tidak tahu, kemana ia akan membawa gadis itu pergi. Ini adalah Kali kedua setelah sekian lama laki-laki itu tidak menginjakkan kakinya berada di kota kembang, dulu Kai datang kesini hanya untuk urusan pekerjaannya saja. Tapi .. hari ini, jauh-jauh Kai datang dari Jakarta menuju Bandung hanya untuk menemui gadis yang tadi pagi lari dari dirinya.


Setelah ini Kai pastikan, kalau gadis itu tidak akan pernah berani lagi untuk meninggalkannya kembali.


Merasa perjalanan sudah sangat jauh dan ia pun sudah merasa sangat lelah, Kai pun memarkirkan mobilnya di tempat sepi yang jauh dari keramaian.


Masih berada di dalam mobil, cowok itu melepas seatbelt lalu menyandarkan kepalanya pada punggung kursi mobil seraya memejamkan mata. Sementara Yasika, gadis itu masih terdiam dengan perasaan gugup yang menyerang. Entah apa yang harus ia lakukan sekarang. Yang jelas, Yasika merasa jika Kai masih marah kepadanya.


Yasika berdehem. "Kak .." Panggilnya seraya menggigit bibir bawahnya. "A - aku .. !"

__ADS_1


"Jelaskan sekarang." Kai menyela bersama dengan matanya yang terbuka secara tiba-tiba. Tapi .. cowok itu sama sekali belum menatap ke arahnya. "Bicara, kenapa kamu pergi meninggalkan aku begitu saja.?"


Yasika menutup matanya sesaat sebelum ia menjawab pertanyaan dari cowok itu.


"Kenapa diam?" Kini, Kai menatap gadis itu. "Jawab pertanyaan aku, dan lihat aku sekarang.!"


Tanpa menunggu lama, Yasika memberanikan diri untuk menatap cowok itu.


"Kak .. Aku .. aku minta maaf, aku melakukan itu." Entah kenapa Yasika semakin gugup saat Kai menatapnya seperti sedang mengulitinya hidup-hidup. "Aku melakukan itu untuk kebaikan kita, Kak."


"Kebaikan kita?" Kai berdecak. "Kebaikan apa maksud kamu?"


Yasika menunduk, seraya memilin jari-jari tangannya.


"Kamu pikir, dengan pergi ninggalin aku semua akan baik-baik aja?" Cowok itu menghela seraya memijit pelipisnya yang terasa sedikit pusing. "Aku gak ngerti sama kamu. Aku gak ngerti apa yang ada di pikiran kamu, kamu bilang kamu mau menikah dengan aku, kamu mencintai aku. Tapi apa? nyatanya kamu pergi dan menyerah begitu saja."


"Kak .. " Mata gadis itu mulai berkaca-kaca.


"Sudah berapa kali aku bilang kalo aku gak mencintai Anne, kamu pikir dengan kamu pergi, aku akan kembali sama dia?" Kai berujar dengan nada yang tinggi membuat gadis itu sampai berjengit kaget.


Sementara Yasika, gadis itu tidak bisa menahan laju air matanya yang keluar menetes begitu saja. Gadis itu menangis, dan Kai .. ia hanya mendesah frustrasi seraya mengusap wajahnya gusar.


Kai mengakui kelemahannya itu hanya satu, yaitu Yasika. Dan Kai tidak bisa jika melihat gadis itu menangis. Semarah apapun ia, Kai akan luluh jika melihat air bening itu keluar dari mata gadisnya.


Kai memejamkan matanya seraya berkata. "Maafkan aku.!" lalu, cowok itu menggenggam tangan Yasika. "Maaf, aku gak bermaksud buat kamu menangis." Kai mengusap air bening itu menggunakan ibu jarinya. "Jangan nangis lagi. Maafkan aku." Kai mencium tangan gadis itu dengan lama.


Bukannya berhenti, gadis itu malah semakin terisak.


"Aku mohon jangan menangis seperti ini? jangan buat aku takut lagi." Pintanya dengan lirih.


"Berjanji sama aku, apapun yang terjadi, kamu tidak akan pernah berpikir untuk meninggalkan aku lagi?"


Kepala gadis itu mengangguk.


"Iya, aku janji."


Kai tersenyum seraya menyeka air bening yang masih keluar membasahi pipi mulus gadis itu.


"Darimana Kak Kai tahu, kalo aku ada di Bandung?"


"Sekalipun kamu lari ke ujung dunia, aku pasti akan menemukanmu."


"Meskipun itu tidak mungkin .." kelakar Yasika dengan terkekeh.


Kai tertawa kecil. "Buktinya sekarang, aku bisa menemukanmu kan?"


Gadis itu tersenyum seraya menyeka sudut matanya yang berair. Lantas, dengan segera ia menghambur memeluk tubuh lelaki itu dengan erat. "Maafkan aku, Kak."


Kai membalas pelukannya sama erat. "Aku sayang kamu." Bisik Kai dengan lembut. "Entah apa yang akan terjadi, jika aku tidak bisa menemukanmu."


"Aku menyesal Kak." Yasika mengangkat wajahnya untuk mempertemukan pandangan mereka. "Ternyata .. aku gak bisa jauh-jauh dari kamu. Belum sampai sehari kita berpisah, aku benar-benar merindukanmu."


"Benarkah?"

__ADS_1


Yasika mengangguk. "Aku sayang kamu,Kak. Aku gak mau pergi lagi dari kamu."


Kai mengecup bibir mungil itu dengan gemas. Ternyata .. bukan hanya ia saja yang sangat merindukan gadis itu. Tetapi .. Kai senang saat mendengar kalimat itu terlontar begitu saja dari bibir Yasika secara langsung. Dan ..


Cup


Gadis itu mengecup bibir Kai sekilas.


"Itu hadiah buat kamu karena sudah menemukan aku."


"Cuma gitu?"


Kai menatap Yasika begitu lekat, begitu pun dengan gadis itu. Entah setan dari mana yang membuat Yasika kembali memberanikan diri untuk kembali mencium bibir lelaki itu. Saat bibirnya menempel di atas bibir laki-laki itu, Kai tiba-tiba menarik tengkuk Yasika untuk memperdalam ciuman itu. Dan .. seperti mendapat sebuah dorongan, dengan cepat gadis itu membalas setiap ******* yang Kai berikan padanya.


"Eugh .. " Yasika melenguh saat lelaki itu mendaratkan sebuah ciuman di area telinganya. Tidak hanya disitu, Kai juga menggigit leher jenjang itu sehingga menyisakan warna kemerahan disana.


"Kak .. ah ..!" Yasika meremat kain berlapis lelaki itu, saat Kai menjilati kulit lehernya hingga ke bahu.


Tidak .. jika ini tidak di hentikan, Yasika takut jika ia dan Kai tidak bisa mengendalikan dirinya. Maka dari itu, sebelum hal buruk terjadi, Yasika mendorong dada lelaki itu dengan kuat.


"Kak .." Ucap gadis itu terengah.


Kai menatap gadis itu dengan nafas yang memburu. Lalu, memejamkan matanya untuk menetralkan kembali hawa panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Kai tahu, jika ia hampir melewati batas. Kalau saja Yasika tidak menghentikannya, mungkin .. bisa saja ia merusak Yasika sebelum waktunya.


"Maafkan aku."


Yasika tersenyum seraya menangkup kedua sisi wajah lelaki itu.


"Kak, nikahin aku secepatnya."


Kai mengusak ujung hidungnya pada hidung gadis itu. "Tanpa kamu minta pun, aku akan melakukannya."


"Jadikan aku milik kamu seutuhnya."


"Pasti .."


Yasika tersenyum seraya berbisik pelan di telinga lelaki itu.



"Kamu milik aku, Kak."


* * *


Bersambung ..


untuk yang penasaran kenapa Kai bisa menemukan Yasika, nanti aku ceritain deh .. yang jelas, Anne yang katanya egois itu, justru dia lah yang memberi tahu Kai tentang keberadaan adiknya itu.


Makasih buat semua yang udah setia baca ceritanya aku..


Makasih juga buat kalian yang selalu memberikan aku like,komen dan vote nya juga.


Sehat sehat ya semua..

__ADS_1


Lopeyuuall...❤


__ADS_2