Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Restu ( TAMAT)


__ADS_3

"Astagfirullah .. "


Ya .. Ampun, mbok Iyam?


Kai dan Yasika benar-benar terkejut saat mendengar suara pecahan gelas di depan kamarnya. Lalu, mereka berdua segera melepaskan pelukannya satu sama lain. Yasika segera merapihkan pakaian dan rambutnya yang sedikit berantakan. Sedangkan Kai, cowok itu hanya bisa melipat bibirnya ke dalam menahan tawa dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. Tidak ada rasa malu, tidak ada rasa bersalah sedikit pun dari wajah tampan lelaki itu.


"Mbok - Iyam." Yasika gugup, bahkan .. untuk menatap wanita paruh baya itu saja rasanya sangat malu.


"Apa yang kalian lakukan?" Mbok Iyam bertanya penuh selidik. "Kalian berdua kan belum menikah." Kembali wanita itu mengingatkan. "Untung saja mbok yang lihat. Gimana kalo sampe tuan dan nyonya yang memergoki kalian berdua?" ujarnya kembali seraya mengambil pecahan gelas itu dari atas lantai.


"Mbok .. aku- " Yasika sampai menggigit bibir bawahnya.


"Mbok .. jangan bilang sama papa ya? semua itu gak seperti yang mbok liat kok." Entah kenapa Yasika merasa sangat takut. Bagaimana pun wanita tua itu adalah orang kepercayaan kedua orang tuanya. Yasika takut, ia malu jika sampai Mbok Iyam menceritakan apa yang telah dirinya lakukan dan Kai saat berada di dalam kamar. Bisa-bisa Yasika di marahin habis-habisan kalau sampai papa Bagas dan mama Yessi mengetahui semuanya.


Dan yang paling Yasika takut kan adalah .. bagaimana kalau sampai kedua orang tuanya itu melarang hubungan mereka berdua.


Tapi mana mungkin? mereka kan tidak melakukan kesalahan yang fatal. Hanya sekedar berciuman dan pelukan itu hal wajar menurut mereka. Tapi tidak dengan mbok Iyam yang menganggap apa yang mereka lakukan itu tidak boleh dan di larang sebelum sah menjadi suami istri.


Ah .. semua ini salahnya Kai. Karena dia, Yasika terlihat seperti perempuan nakal di hadapan wanita tua itu.


Tapi .. semua itu sudah terjadi. Untuk ke depannya Yasika dan Kai harus bisa menjaga sikap agar kejadian memalukan seperti tadi tidak terulang lagi.


* * *


Pagi itu, Kai dan Yasika memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Perjalanan dari Bandung menuju Jakarta tak terasa lama karena mereka kini bersama. Ya, Kai akhirnya membawa Yasika untuk kembali ke Jakarta.


Tiba di rumah Yasika pukul tiga sore, Kai tidak langsung pulang. Cowok itu memutuskan untuk menemui kedua orang tuanya dan membicarakan secara langsung tentang keinginannya untuk melamar dan menikahi Yasika secepatnya.


Ya, Kai tidak ingin membuang waktunya lagi.


Berhadapan secara langsung dengan sang calon mertua tidak membuat cowok itu gugup sama sekali. Kai terlihat santai, bahkan sikapnya yang tenang dan juga berwibawa membuat Papa Bagas dan Mama Yessi sangat mengagumi laki-laki itu.


Mereka berdua tidak terkejut saat Kai meminta restu. Mereka sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara Anne, Yasika dan Kai. Terlebih .. Anne sendiri lah yang menceritakan semuanya kepada mereka. Anne mengatakan kepada mereka untuk memberikan restu kepada Kai dan juga Yasika. Anne juga bilang, kalau Kai adalah laki-laki yang tepat buat adiknya itu. Dan Anne juga bilang, kalau ia bersedia jika Yasika harus melangkahi dirinya untuk menikah terlebih dahulu.


Ya, karena Anne menginginkan jika adiknya itu bahagia.


"Bagaimana Yasika, apa kamu bersedia untuk menikah dengan Kaisar?"


Gadis yang sedari tadi menunduk itu akhirnya mengangkat wajahnya untuk mempertemukan pandangan mereka. Yasika menatap kedua orang tuanya itu secara bergantian, lalu .. pandangan matanya beralih untuk menatap wajah laki-laki yang kini duduk di sampingnya.


Yasika tersenyum begitu mata mereka bertemu.


"Gimana? apa kamu bersedia untuk menjadi istri ku?" Kai tidak malu untuk menggenggam tangan gadis itu di hadapan papa Bagas dan mama Yessi.


"Aku- Aku .." Entah kenapa gadis itu merasa malu saat ia jadi perhatian kedua orang tuanya. Matanya melirik ke arah Papa dan Mama nya itu yang sedari tadi menatap lekat dirinya.


"Aku bersedia." Ujarnya pelan tapi masih dapat terdengar oleh mereka semua. "Aku bersedia untuk menikah dan menjadi istri dari kak Kai."

__ADS_1


Kai tersenyum, cowok itu tampak bahagia saat Yasika menerima lamarannya. Lantas .. ia mengecup tangan itu secara berulang-ulang.


"Makasih sayang .. makasih kamu mau menerima aku?"


Kepala gadis itu mengangguk bersama dengan bibirnya yang melengkung membentuk sebuah senyuman yang sangat indah.


Dan ..


"Kak .. " Yasika terkejut saat Kai tiba-tiba saja menarik tubuhnya lalu memeluknya erat. "Lepas, Kak.! Ada Papa sama Mama liatin kita?"


Entah mendengar atau tidak, lelaki itu tidak melepaskan pelukannya. Kai tidak malu untuk memeluk tubuh gadisnya di hadapan calon mertuanya sendiri.


"Ekhem .." papa Bagas berdehem yang seketika membuat Kai tersadar. "Belum waktunya kalian pelukan seperti itu?"


Astaga ..


Kai segera melepaskan pelukannya itu seraya tersenyum kaku. "Maaf, Om."


Papa Bagas dan mama Yessi hanya bisa menghela seraya menggelengkan kepalanya pelan.


"Jadi kapan kamu akan melamar anak saya?" Kali ini papa Bagas menatap lelaki itu dengan serius.


"Kalo Om dan tante mengizinkan, minggu depan saya akan datang bersama kedua orang tua saya untuk melamar Yasika."


"Minggu depan?" Mama Yessi berseru heboh.


Kai tersenyum. "Iya, Tante."


"Papa setuju." Ia menatap Kai dan putrinya itu secara bergantian. "Papa serahkan semuanya pada kalian berdua."


"Baik, Om."


"Tapi .. sebelum itu, Om minta sama kamu Kai." Papa Bagas menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan. "Om minta kamu untuk jaga putri Om. Om gak mau kalo sampe om mendengar kamu menyakiti Yasika, seperti yang kamu lakukan pada Anne dulu.?"


"Baik Om, saya janji, kalo saya akan menjaga Yasika dengan baik. Saya gak akan menyakiti dia. Karena saya sangat mencintai putri Om ini."


Papa Bagas dan mama Yessi saling melempar tatapan satu sama lain. Mereka melihat tidak ada kebohongan sedikit pun dari sorot mata calon menantunya itu. Dan mereka yakin, kalau Kai adalah orang yang tepat untuk mendampingi hidup Yasika. Maka dengan senang hati mereka berdua akan memberikan restunya.


"Om percaya sama kamu, Kai."


"Tante juga." Wanita paruh baya itu tersenyum. "Tante percaya kalo kamu akan menjaga Yasika dengan baik."


Kai tersenyum. "Makasih Om dan Tante karena sudah memberikan restunya buat kami." Lalu, ia tatap wajah gadis itu.


"Sebentar lagi .. Sebentar lagi, kamu akan jadi milik aku untuk selamanya. "


"Aku cinta kamu, Kak."

__ADS_1



"Aku lebih mencintai kamu, sayang."



T A M A T


* * *


Yee .. akhirnya, sampai juga kita di penghujung ceritanya Kai dan Yasika di Lawyer Handsome.


Disini aku beritahu, restu itu tidak hanya di dapatkan dari kedua orang tuanya Yasika saja. Tapi kedua orang tua Kai pun sangat merestui hubungan mereka.


Sebelum hari pertunangan dan menjelang pernikahan, mereka berdua terlebih dulu berziarah ke makam Amelia. Mereka berjanji di atas makam itu, kalau mereka akan tetap bersama dan hidup menua bersama. Dan Kai, laki-laki itu juga akan membuka klinik kesehatan atas nama Amelia dan Yasika lah yang akan menjadi Dokter nya disana.


Sementara Anne, setelah ia mengetahui tentang kejahatan yang di lakukan oleh Nadine, di saat itu juga ia mendapat kabar kalau gadis itu mengalami kecelakaan hingga membuatnya kehilangan nyawa.


Anne, gadis itu semakin sibuk dengan pekerjaannya di dunia hiburan. Karirnya pun semakin cemerlang. Dan di saat ia sedang menghadiri acara fashion week di Paris, gadis itu bertemu dengan pria tampan pengusaha muda asal negara yang terkenal dengan keromantisannya tersebut.


Anne dan laki-laki yang bernama Damian Caesar memutuskan untuk menjalin kasih karena mereka berdua mempunyai kecocokan yang sama. Dan seperti mendapat sebuah peluang, mereka juga tidak ingin menunda untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


Sementara Davin, laki-laki itu menjadi salah satu Dokter bedah termuda yang sangat terkenal. Banyak para gadis yang mendekatinya, ingin menjadi pacarnya, bahkan ingin menjadi istrinya. Tapi .. tidak satu pun dari mereka yang bisa meluluhkan hati dari seorang Dokter tampan seperti Davin. Entahlah, yang jelas untuk saat ini, ia belum bisa melupakan Yasika. Dan yang ada di pikirannya saat ini hanyalah pekerjaannya saja, tidak ada yang lain.


Dan untuk para sahabatnya, baik Bayu ataupun teman-teman dari Yasika. Mereka semua telah mempunyai kehidupan masing-masing. Bayu, lelaki tengil itu telah di jodohkan oleh kedua orang tuanya, dan tiga bulan mendatang ia akan menikah mengikuti sang Lawyer Handsome Kaisar Pratama dan Dokter cantik Yasika Gamila Putri yang lebih dulu telah mengikat janji suci untuk sehidup semati di hadapan Tuhan.


Makasih buat semua yang sudah memberikan dukungan buat aku, selalu menantikan ceritanya aku, selalu memberi like, komentarnya, dan juga vote nya. Sekali lagi makasih 🙏


Tak lupa aku juga mau minta maaf jika ceritanya kurang memuaskan untuk para pembaca. Tapi percayalah .. aku bikin cerita itu dari hati yang paling dalam .. hihihi.


Jangan lupa untuk membaca cerita aku yang lain ..


Ketika Harus Memilih


Menikahi Camelia


Putih Abu


Menikah Tanpa Pacaran


Mampir ya bagi yang belum ..


follow juga IG aku yuk?


@hakimparida


Bye .. sampai bertemu di cerita aku berikutnya..

__ADS_1


Salam sayang untuk kalian semua dari aku, Kai dan Yasika ..


❤❤❤


__ADS_2