Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Sebuah nama


__ADS_3

Happy Reading...





"Serius lo?"


Tanya cowok itu dengan matanya yang melebar sempurna. "Lo salah denger kali, Kai." ujarnya lagi saat ia berhasil duduk di sebelahnya Kai.


"Dia sendiri yang gitu bilang sama gue."


Bayu memiringkan badannya untuk menatap cowok yang ada di sebelahnya kini.


"Mereka bilang kalo malam itu, salah satu di antara mereka telah mencampur minuman Anne dengan obat bius."


Bayu menggeleng seraya menatap sahabatnya itu tidak percaya.


"Dan cowok sialan itu juga bilang, kalo dia sendiri yang melihat Anne mengendarai mobilnya." Kai menutup mata. "Gue semakin yakin, kalo memang Anne lah yang telah menabrak Amel."


"Gak bisa gitu, Kai." Sela Bayu cepat. "Bukti belum kuat. Siapa tahu cowok itu memang salah lihat." Ujar Bayu kembali.


Kai membuka matanya, lalu menatap sahabatnya itu dari samping. "Secepatnya, gue pastikan kalo gue bakalan nemuin bukti lagi."


Bayu mengedik. "Terserah lo Kai. Gue cuma mau bilang sama lo, kenapa sih lo masih gak mau hentikan kasus ini? apa salahnya lo memaafkan siapa pun orang yang sudah nabrak Amel, gue juga yakin kalo mereka memang tidak sengaja melakukan itu. Gue tanya sama lo? siapa sih orang yang mau menabrak seseorang dengan sengaja? kalau pun memang benar Anne yang nabrak, lo tahu sendiri kan kalo dia lagi dalam pengaruh obat bius. Seharusnya yang di salahkan itu bukan Anne, tapi mereka yang sudah mencampuri minumannya itu."


Kai berdecak. "Ck, Gue bukannya gak mau memaafkan."


"Lah terus?"


"Gue cuma mau, siapa pun orang yang telah membuat adek gue meninggal, dia bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri."


"Kan si Jefri itu udah bertanggung jawab."


"Kalo memang bukan dia pelakunya?"


"Tapi dia mengakuinya sendiri kan?"

__ADS_1


Kai mendesah mengusap wajahnya frustrasi.


"Kai, bentar lagi persidangan kasus adik lo akan di mulai. Gue berharap, lo bisa profesional." Setelah berujar, Bayu bangkit dari duduknya kemudian mengambil kotak rokok itu dari kantung celananya untuk ia hisap.


"Kai, lo harus ingat dengan yang namanya takdir." ujarnya kembali saat ia berhasil menyulut rokoknya itu.


Sementara Kai, cowok itu masih diam dengan memejamkan matanya erat seraya mencium wangi bunga yang tadi pagi sempat ia beli untuk kekasihnya. Lebih tepatnya, untuk calon tunangannya.


"Gak nyangka gue, sebentar lagi lo mau tunangan?" Bayu tersenyum tipis seraya membuang asap rokoknya ke atas. "Yakin lo mau tunangan sama kakaknya?" Tanya cowok itu kembali yang membuat Kai sedikit melirik ke arahnya. "Apa jangan-jangan, emang lo udah cinta sama Anne? terus Yasika gimana?"


Entah kenapa setelah mendengar nama Yasika, jantungnya kembali berdesir. Ada rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuhnya secara tiba-tiba.


"Gue yakin, dia pasti sakit hati banget sama lo, Kai."


"Sok tahu lo." Kai menyaut dengan datarnya.


"Tega lo ya mainin perasaan mereka?"


Kai mendesis menatap sahabatnya itu tidak suka.


"Kena karma baru tahu rasa lo.!" Bayu terkekeh sembari menghembuskan asap rokoknya ke udara. "Giliran Yasika di ambil orang, gue yakin, kalo lo bakalan gila."


"Kalo bukan karena lo sahabat gue__" ia jeda kalimatnya seraya sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah cowok itu. "Gue pastiin, gue bakal rebut hati dia dari lo." Bayu menyeringai, menatap wajah cowok itu dengan tampang meledek.


"Kalo dia mau, kenapa enggak?" balas Kai tak kalah santai.


"Oke." Bayu menggeser tubuhnya. "Mana hape lo?"


Kai mengernyit. "Mau apa lo? "


"Gue minta kontaknya Yasika."


"Mau ngapain?"


"Mau ngajak dia dinner malam ini." ucap Bayu sembari mengedipkan sebelah matanya pada cowok itu.


Sontak Kai melebarkan matanya. Meskipun Bayu adalah sahabatnya, sampai kapanpun ia tidak akan pernah memberikan Yasika kepada cowok itu. Kai mengenal siapa Bayu, cowok playboy yang sukanya ganti-ganti pasangan dan mempermainkan setiap wanita.


"Jangan harap gue kasih."

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya cowok itu dengan tatapan menyipit.


"Karena lo gak pantas buat dia."


Bayu kembali tergelak, lalu menepuk bahu Kai pelan. "Gue akan berubah, jika Yasika mau jadi cewek gue." Bayu mengulum senyum. "Demi dia, gue bisa ninggalin semua kebiasaan buruk gue, percaya lo sama gue." ujarnya kembali dengan tersenyum miring membuat Kai hanya bisa mendengkus kesal.


"Gue gak percaya sama lo."


"Segitunya lo sama gue?" Bayu tertawa rikuh bersama dengan tubuhnya yang berlalu dari ruangan sahabatnya itu.


Kai mendesis seraya menggelengkan kepalanya pelan. Lalu, kembali mengambil setangkai mawar itu. Kai diam bersama dengan hatinya yang berdesir hebat. Entah kenapa sejak nama gadis itu di sebut, hatinya menjadi tidak karuan seperti ini.


Satu nama yang telah berhasil memporak-porandakan hatinya. Dan hanya nama gadis itu lah yang kini selalu berputar-putar di kepalanya. Yang tidak bisa membuatnya tertidur dengan tenang, dan yang selalu membuat cowok itu merasa frustrasi di buatnya.


Yasika Gamila Putri


Ya, sampai kapanpun nama itu akan tersimpan di hati dan tidak akan tergantikan oleh siapapun.



Yasika Gamila Putri. Gadis yang sudah meluluhkan hatinya seorang Kaisar Pratama.



* * *


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote-nya juga ya..


Semoga suka dengan ceritanya aku...


Makasih buat semua yang sudah mampir baca.. 🙏🏻


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan dan kesalahan..


Sehat sehat ya buat kalian..


Makasih..


Salam sayang selalu.. ❤

__ADS_1


__ADS_2