Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Calon istri


__ADS_3

"Menikah denganku."


Ya Tuhan .. Kata-kata itu masih terus berdengung di telinganya. Dari malam sampai menjelang subuh pun, gadis itu tidak bisa memejamkan matanya walau hanya untuk sebentar. Yasika bingung, bahkan ia sampai tidak bisa fokus saat sedang bersama dengan Davin sekaligus.


Apa yang harus dia lakukan?


Bagaimana bisa, Kai mengajukan syarat yang membuatnya merasa bingung seperti ini?


Yasika tidak tahu harus berbuat apa sekarang?


Sementara Kai, cowok itu masih tetap pada syarat yang di inginkannya.


Kemarin, saat Kai mengajukan syarat itu, Yasika sempat menolaknya, dengan alasan karena kakaknya sangat mencintai Kai dan juga ia tidak mungkin menyakiti Davin. Tapi .. sayangnya, cowok itu tidak mau mendengar alasan apapun darinya. Kai bersikukuh, jika Yasika ingin Kai memaafkan semua kesalahan Anne, maka jalan satu-satunya adalah Yasika harus mau menikah dengannya.


Entah apa tujuan cowok itu sebenarnya?


Yang jelas, kemarin Kai kembali mengutarakan semua perasaannya. Yasika tahu kalau Kai masih mencintainya, Kai ingin menikah dengannya, dan Kai juga ingin agar Yasika mau menjadi istrinya.


Jujur, Yasika tidak bisa membohongi perasaannya sendiri, kalau sampai detik ini pun perasaannya masih tetap sama untuk Kai. Iya, Yasika masih menyimpan rasa cinta untuk cowok itu. Yasika masih mencintai Kai, meskipun ia sudah bersama dengan Davin. Tetapi .. Yasika akan sangat merasa bersalah jika ia menerima syarat dari Kai. Bukan hanya Anne yang akan terluka, tetapi, ada Davin, lelaki yang berstatus sebagai kekasihnya saat ini. Ya, cowok itu yang akan lebih terluka nantinya. Yasika tidak ingin membuat mereka berdua kecewa, Yasika tidak ingin melukai perasaan mereka berdua. Yasika tahu siapa kakaknya dan juga Davin, mereka adalah orang-orang yang sangat baik dan juga berharga dalam hidupnya.


Di satu sisi, Yasika tidak ingin membuat orang yang dekat dengannya selama ini kecewa, tapi di sisi lainnya, ia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri, ia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri, kalau selama ini Yasika masih sangat mencintai Kaisar.


Ya, hanya nama laki-laki itu yang masih berada dalam hatinya sampai detik ini pun.


Ya Tuhan .. apa yang harus aku lakukan sekarang?



"Hey .. kok bengong?" Cowok itu hanya tersenyum saat melihat Yasika sedikit terkejut. "Kenapa?" ulangnya kembali, Davin menatap dalam wajah yang sedikit terlihat pucat itu.


Yasika tersenyum sembari menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajahnya pada balik telinga. "Eng - enggak, aku gak papa kok." kilahnya dengan cepat.


"Yakin?"


Kepala gadis itu mengangguk. "Iya."


"Tapi .. wajah kamu terlihat sedikit pucat, apa kamu sakit?" Tanya cowok itu terlihat sangat cemas.


"Enggak Vin, aku gak papa. Cuma .. " Gadis itu terdiam sebentar, lalu kembali berujar. "Semalam kurang tidur aja."


Davin mengernyit, menatap bingung wajah cantik yang terlihat tidak seperti biasanya. "Loh, kenapa bisa gak tidur?"


Yasika tersenyum kaku. "Ya .. begitu lah. Kamu tahu sendiri kan, apa alasannya."


Davin mengangguk, ia mengerti dengan keadaan Yasika dan keluarganya sekarang. Davin sudah mengetahui semuanya, karena Yasika yang menceritakan itu kepadanya. Davin merasa, kalau dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang terjadi di keluarga kekasihnya itu.

__ADS_1


Kemarin, Davin meminta izin kepada Yasika untuk berbicara dengan Kai, tapi gadis itu melarangnya, dengan alasan, Yasika tidak ingin merepotkannya, dan Yasika juga bilang, kalau masalah itu bukan urusannya. Sebenarnya, Davin merasa kecewa saat Yasika menolak niatnya untuk membantu masalah yang sedang terjadi pada keluarganya itu. Tetapi Davin sadar, mungkin belum saatnya ia ikut mencampuri urusan keluarganya Yasika. Dan yang bisa dilakukannya sekarang hanyalah memberi dukungan untuk Yasika dan juga Anne agar masalah itu segera cepat selesai. Davin yakin, kalau Kai, cowok itu adalah laki-laki yang baik. Davin juga percaya, kalau Kai akan memaafkan semua kesalahannya Anne, apalagi di saat kejadian itu terjadi, Davin tahu kalau Anne sedang dalam keadaan pengaruh obat bius.


"Kamu yang sabar ya? aku yakin kalau masalahnya akan segera selesai?"


"Ya Vin, makasih ya?" Yasika tersenyum tipis bersama dengan wajahnya yang menunduk.


"Aku yakin, kalo Kai itu adalah orang yang baik, dia pasti akan memaafkan Anne. Bagaimana pun mereka saling mencintai bukan?" Davin menggenggam tangan gadis itu dengan lembut.


Seketika, Yasika mengangkat wajahnya untuk menatap cowok itu.


Saling mencintai? gumamnya dalam hati.


Seandainya kamu tahu Vin, apa yang di inginkan oleh cowok itu? apa kamu masih akan menganggap dia sebagai orang baik?


Lagi, Davin melihat kalau gadisnya kembali melamun.


"Yas ..?"


Davin tersenyum saat gadis itu tidak menyahut.


"Yasika.?" ulangnya kembali.


"Yasika, kamu baik-baik saja kan?"


Yasika tersentak begitu mendengar suara Davin yang mengeras. "Ya kak - Ka .." suaranya tercekat, bersama dengan matanya yang terpejam. Yasika merutuki dirinya sendiri saat hendak menyebut nama Kaisar di depan kekasihnya.


Davin mengernyit. "Kak ..?" Davin bertanya dengan raut wajahnya yang terlihat bingung.


Yasika gelalapan, lantas. "Maaf, maksud aku ___ !!" Suaranya kembali tercekat saat matanya menangkap sosok tubuh seseorang yang sangat begitu ia hafal sedang tersenyum dan berjalan ke arahnya. Ya Tuhan .. Entah ini nyata atau hanya mimpinya saja. Matanya melebar sempurna bersama dengan rahangnya yang terbuka saat ia menyadari kalau ini bukanlah mimpi.


"Hai.. " Cowok itu tersenyum lebar.


Davin yang berada di hadapan gadis itu pun seketika menoleh ke kebelakang.


"Kai ..?"


"Kak Kai?"


Ucap keduanya bersamaan. Yasika begitu terkejut dengan kehadiran cowok itu yang secara tiba-tiba saja ada di hadapannya.


"Apa kabar, Vin?" Kai mengulurkan tangannya saat ia sudah berdiri di hadapan mereka berdua.


"Baik." Mereka berdua bersalaman. Sementara Yasika, gadis itu hanya bisa menggigit bibir seraya menurunkan pandangannya saat matanya tidak sengaja bertubrukan dengan pemilik mata indah itu.


"Tumben, kamu sengaja datang ke kampus ini? ada apa Kai?" suara itu menjadi pemutus tatapan Kai pada Yasika.

__ADS_1


Kai terkekeh. "Iya, aku memang sengaja datang kesini." ia jeda kalimatnya. "Untuk bertemu dengan Yasika."


Seketika Yasika menatap wajah Kai dengan mengernyit. Sementara Davin, cowok itu hanya sedikit terkejut saat ia tahu kalau Kai sengaja datang ke kampusnya hanya untuk bertemu dengan Yasika.


"Kamu ingin bertemu dengan Yasika?"


"Hmm .. " Kepala itu mengangguk.


"Ada apa Kak?" Kali ini gadis itu yang bersuara.


Kedua cowok itu menatap Yasika saat ini.


"Ada sesuatu yang harus aku bicarakan sama kamu." Kai tersenyum. "Apa kita bisa bicara berdua?"


Yasika gugup, lalu, matanya melirik ke arah Davin. Seolah mengerti dengan tatapan kekasihnya itu, lantas Davin tersenyum, dan membiarkan Yasika untuk bicara berdua bersama dengan Kai.


"Yaudah, kalo gitu aku tinggal kalian berdua ya?"


Davin menatap Yasika, lalu sebelum pergi, Davin mengusap lembut pucuk rambut gadis itu.


"Aku tinggal ya? kalian bicara aja."


Yasika tersenyum bersama dengan kepalanya yang mengangguk.


"Makasih, Vin." Kini, giliran Kai yang bersuara.


"Sama-sama, Kai."


Setelah Davin pergi, kini hanya ada Yasika dan Kai yang masih berdiam diri sambil saling menatap.


"Ayo?" ajak cowok itu dengan menarik tangan Yasika begitu saja.


"Kak." Gadis itu tersentak saat Kai menggenggam tangannya erat. "Lepas." Kedua bola matanya melirik ke kanan dan ke kiri, Yasika takut jika Davin melihatnya.


"Kak, lepasin. Jangan gini, aku takut jika ada orang yang lihat."


Cowok itu sama sekali tidak mendengarkannya, justru, di saat sedang berjalan seperti ini pun Kai semakin mengeratkan genggaman tangannya itu. Kai tidak perduli dengan tatapan orang-orang yang berada di sekitarnya. Biarkan mereka semua melihatnya, bahkan, Kai ingin menunjukkan kepada semua orang, kalau Yasika adalah miliknya, Kai ingin memberi tahu pada semua termasuk dengan Davin, kalau Yasika adalah calon istrinya.



* * *


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote-nya juga ya?


Makasih buat semua yang sudah mampir baca?

__ADS_1


Jangan bosan dan tetap semangat.


Salam sayang selalu... ❤


__ADS_2