Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Kakak ipar


__ADS_3




"Udah gue lakuin segala cara, tapi tetep aja gak ada yang berhasil." Nadine memutar-mutar gelas berisi wine yang ada di tangannya. "Dulu ja rencana kita gagal, lo gak berhasil buat nidurin dia."


Zydan menghembuskan asap rokoknya ke samping, sesekali matanya melirik ke arah Nadine yang berada tidak jauh darinya.


"Hm ... sial banget, padahal gue udah siapin semuanya. Tapi semua itu gagal. Ternyata gak mudah buat si Anne jatuh cinta sama gue."


Nadine mendengkus, meletakkan gelasnya ke atas meja. "Lo emang payah ya? gitu aja kok gak bisa."


"Bukan gue yang payah, Nad. Tapi emang itu si Anne yang susah buat di deketin." Zydan menatap Nadine dengan kesal.


"Lo udah denger kabar tentang dia kan?" tanya Nadine kembali yang di tanggapi dengan anggukan kepala cowok itu.


"Udah."


"Terus, apa rencana lo sekarang?"


"Gak tahu."


"Kok lo gitu sih? lo masih mau dapetin tuh cewek kan?" tanyanya dengan sedikit menyolot.


Zydan kembali mendengkus menatap Nadine dengan kesal. "Iyalah, sampai kapanpun gue bakal cari cara untuk dapetin itu cewek. Tapi yang jadi masalahnya sekarang adalah __ siapa cowok yang lagi dekat dengan dia saat ini.?"


Nadine mendesah frustasi. "Gue juga gak tahu. Kayaknya kita harus bikin rencana baru deh."


Zydan menatap Nadine dengan dahi yang mengkerut. "Rencana apa lagi?'


"Gue harus pikirin dulu rencana apa yang pas buat ngejatuhin tuh cewek."


Zydan mendesis. "Tapi ingat." Cowok itu menjeda kalimatnya seraya menghembuskan asap rokok itu kembali. "Gue bakal bantu lo, asal dia jadi milik gue."


Nadine tersenyum menyeringai. "Gue pastikan dia bakal jadi milik lo."


Setelah itu, Zydan beranjak dari duduknya untuk mencari para wanita yang siap memanaskan ranjangnya malam ini.


Sementara Nadine, gadis itu tersenyum miring. Ia menatap tubuh Zydan yang mulai menjauhi dirinya. Nadine meletakkan gelas berisi wine itu dengan sangat keras ke atas meja, kemudian ia tertawa sarkas.


Tunggu saja ... sebentar lagi, wanita itu akan hancur.


Gue pastikan itu wanita sialan..!!!


* * *

__ADS_1


"Kak Kai ...!"


Nama itu, orang itu adalah orang yang sama. Kai yang sedang duduk bersama dengan kakaknya itu adalah Kaisar yang sama. Kaisar yang ia kenal, Kai yang dulu pernah dekat dengannya dan Kai, kakak dari sahabatnya itu.


Iya, itu adalah dia. Dan benar dia, bukan Kai yang lain, yang hanya sama namanya saja.


Yasika melangkah meski kini kakinya seperti jely yang sulit untuk di gerakan. Entah kenapa saat cowok itu terus menatapnya, langkah kakinya semakin terasa berat untuk mendekat.


Tahan Yasika...


Sepanjang kakinya melangkah, sepanjang itu juga pikirannya berkecamuk. Yasika memikirkan sesuatu yang belum pasti kebenarannya itu. Yasika memikirkan kakaknya, ia juga memikirkan cowok itu.


Bagaimana mereka bisa dekat?


Sejak kapan mereka saling mengenal?


Dan sejauh mana kedekatan mereka sekarang?


Apa yang aku pikirkan?


Kenapa aku merasa sakit seperti ini?


Yasika menutup matanya sesaat sebelum ia kembali melangkah menghadapi kenyataan.


Sementara Kai, ah iya, cowok itu masih menatap Yasika tanpa berkedip sekalipun.


Sungguh hatinya tidak bisa berbohong, kalau saat ini dia memang merindukan gadis itu. Beberapa minggu ini Kai tidak pernah bertemu dengan gadis itu, karena kesibukannya yang sedang menyusun sebuah rencana untuk bisa mendekati wanita lain, siapa lagi kalau bukan kakak dari gadis itu sendiri.


Ya Tuhan... kenapa aku merindukan dia?


Maafkan aku Yasika... Maaf...!!!


"Kak ..." Panggil Yasika saat ia sudah berdiri di samping kakaknya itu.


Anne menoleh begitu ia mendengar suara itu.


"Lama banget sih, Yas?"


"Maaf." Ujarnya seraya menunduk. "Kalo gitu aku pulang duluan ya kak.?" Entah kenapa kata itu terlontar begitu saja dari bibirnya.


Bukan hanya Anne yang terkejut, tetapi ada orang lain yang lebih terkejut, siapa lagi kalau bukan Kaisar.


"Kenapa mau pulang?" tanya cowok itu tiba-tiba yang membuat Yasika langsung menatapnya bingung.


"Aku baru datang, lebih baik kita makan dulu." Ujar Kai kembali seraya menatap lekat wajah gadis itu. Entah kenapa dengan cowok itu, yang jelas, Kai tidak ingin jika Yasika pergi dari sana, ia ingin agar gadis itu terus berada bersamanya di sampingnya saat ini.


Egois bukan?

__ADS_1


"Kok mau pulang? kenapa?" tanya Anne menatap heran pada adik perempuannya itu. "Kamu duduk aja dulu Yas, ini __ " Anne menjeda kalimatnya, lalu beralih menatap cowok yang sekarang duduk di hadapannya. "Cowok yang mau kakak kenalkan sama kamu, pasti kalian sudah saling kenal kan?" Anne terkekeh di sela ucapannya.


Kai tersenyum tipis. Sementara Yasika, Gadis itu malah menundukkan pandangannya.


Bukan hanya kenal kak, bahkan kami sudah sangat dekat.


"Yas, kok malah diem sih? Ayo duduk?" Anne menarik tangan adiknya itu, hingga kini Yasika sudah kembali duduk di sebelah sang kakak dan berhadapan dengan cowok itu.


Tanpa sengaja mata mereka bertubrukan, dan untuk sesaat mereka saling mengunci tatapannya.


Hati keduanya berdesir, dan detak jantungnya berdegub dengan sangat kencang. Yasika langsung mengalihkan pandangannya saat suara sang kakak menjadi pemutus tatapan keduanya.


"Kamu mau makan lagi gak?"


Kepala itu menggeleng. "Enggak, udah kenyang."


Suasana di meja itu kembali hening, Anne dan Kai, mereka kembali melahap makanannya yang masih tersisa. Sementara Yasika, gadis itu hanya mampu menunduk seraya memilin jari-jari tangannya.


Yasika melirik cowok itu sekilas, lalu kembali menunduk saat cowok itu juga sedang menatap dirinya.


"Yas, sekarang kamu udah tahu kan siapa cowok yang mau kakak kenalkan sama kamu?"


Yasika mengangkat wajahnya, lalu tersenyum dan kembali melirik cowok itu sekilas. "Iya kak." Jawabnya bersama dengan hatinya yang sedikit mencelos. "Ternyata, cowok itu kak Kai. Aku kira tadi siapa? tahu gitu aku gak bakalan penasaran."


Sumpah, ingin sekali ia menangis saat itu juga.


Anne terkekeh. "Pasti kamu bingung kan, kenapa kakak sama Kai bisa saling kenal?" Anne berujar sambil menyeka sudut bibirnya dengan kain.


Lagi dan lagi Yasika hanya tersenyum tanpa mau menjawab.


"Kita baru kenal beberapa minggu yang lalu." ujarnya kembali. "Kamu tahu gak, ternyata ... Kai itu orangnya baik, perhatian, dan yang lebih bikin kakak senang itu adalah, kita mempunyai hobi yang sama."


"Iya kak, aku tahu kak Kai itu orang yang baik, bahkan sangat baik." Yasika berujar bersama dengan hatinya yang bergemuruh hebat.


Yasika menatapnya begitu pun dengan Kai. Mereka saling menatap sesaat sebelum Yasika memberikan seulas senyum untuk laki-laki itu.


"Aku gak nyangka, kalo kak Kai adalah ___ "


Yasika menutup matanya sesaat untuk menutupi rasa sakit hatinya.


"Calon kakak ipar."



* * *


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote-nya juga ya?

__ADS_1


Makasih...


Sehat sehat selalu untuk kalian semua...


__ADS_2