Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Gamang


__ADS_3

"Sayang .. Nak, mama mohon buka pintunya?"


"Enggak, Ma. Biarin aku sendiri dulu." sahut Anne masih tidak mau membuka pintu kamar yang sengaja ia kunci dari dalam itu.


"Mama mohon, buka pintunya. Kamu kenapa? kamu bisa cerita sama mama dan papa."


Setelah itu, tidak ada lagi kata yang keluar dari bibir putri sulungnya itu. Yang mama Yessi dengar hanyalah suara pecahan kaca yang terdengar begitu nyaring.


Mama Yessi dan papa Bagas sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada putri pertamanya itu. Mama Yessi tidak mengerti saat Anne tiba-tiba saja meminta untuk segera pulang. Mereka berdua sangat mengkhawatirkan kondisi Anne saat ini, karena setahu mama Yessi anaknya itu tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya.


"Pa, bagaimana ini? Anne, Pa. Anne? Mama khawatir." dengan raut cemas mama Yessi sangat mengkhawatirkan putrinya itu. "Mama gak tahu, kenapa dia bersikap seperti itu."


"Tenang, Ma." Ia usap bahu sang istri lembut. "Jangan ganggu Anne dulu. Biarin dia tenang, setelah itu? papa yakin Anne bakalan keluar."


Kepala wanita paruh baya itu mengangguk seraya menyekat air matanya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan putrinya itu?


Dan .. Mama Yessi baru menyadari, kalau tadi ia dan suaminya tidak berpamitan untuk pulang terlebih dahulu kepada keluarganya Kaisar. Dan Ya, mereka juga meninggalkan Yasika sendiri disana.


* * *


Sementara masih berada di tempat sang kekasih, Yasika menemani mama Wina disana. Gadis itu menjadi perhatian seluruh tamu undangan yang hadir. Mama Wina begitu bangga, ketika ia bisa mengenalkan calon menantunya itu kepada semua orang.


Banyak orang yang mengagumi kecantikan dari Yasika. Menurut mereka, Kai dan Yasika adalah pasangan yang sangat serasi.


Seorang Lawyer Handsome bersanding dengan seorang Dokter cantik.


Tetapi .. ada yang membuat dirinya menjadi tidak tenang seperti ini. Yasika tidak melihat keberadaan kedua orang tuanya dan kakaknya itu. Kemana perginya mereka?


Apa mungkin mereka sudah pulang? tapi .. kenapa tidak ada yang memberinya kabar?


Saat Yasika sedang menemani calon mama mertuanya itu dengan perasaan gamang, tiba-tiba saja suara Kania terdengar memanggilnya.


"Kak ..?"


Yasika menoleh begitu mendengar suara itu.


"Iya, Kania. Ada apa?"


"Ada telpon dari tante Yessi, katanya dia mau bicara sebentar sama kakak."


Yasika mengernyit. "Mama?"


Kepala gadis itu mengangguk. "Kayaknya ada sesuatu deh, Kak." Bisik Kania pada Yasika. "Soalnya aku denger suara tante Yessi kayak orang yang habis nangis."


"Nangis?" Kenapa perasaannya jadi tidak enak seperti ini. Yasika segera melangkahkan kakinya menuju dimana telepon rumah itu berada, di ikuti oleh Kania dari belakang tubuhnya.


Mama Wina yang mengetahui hal itu, lantas dengan segera memberi tahu Kai yang sedang berbincang dengan salah satu tamu undangannya.


"Kai.. "


"Iya, Ma? kenapa?"

__ADS_1


"Kamu temenin Yasika sana, sepertinya ada sesuatu yang terjadi."


Kai menoleh dimana saat ini Yasika sedang menerima telepon di sudut ruangan itu.


"Yaudah, kalo gitu aku kesana dulu ya, Ma."


"Hmm.."


Kai pun beranjak menuju dimana kekasihnya itu berada. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Yasika yang menegang.


"Sayang, kamu kenapa?"


"Kak, aku harus pulang sekarang." Yasika menyimpan telepon itu di atas meja.


"Pulang?"


Kepalanya mengangguk pelan.


"Apa yang terjadi?" tanya cowok itu khawatir.


"Kak Anne." Yasika menurunkan pandangan matanya. "Mama bilang, kak Anne mengurung diri di kamar."


Kai menghela. "Yaudah, sekarang aku antar kamu pulang."


Setelah itu, Kai dan Yasika berpamitan untuk pulang terlebih dulu kepada papa Andi dan juga mama Wina. Yasika keluar dari dalam rumah itu dengan langkah tergesa-gesa. Berharap, jika ia dan Kai akan segera sampai ke rumahnya dan melihat kondisi sang kakak.


Melihat Yasika hanya diam saja, Kai menggenggam tangan itu dengan lembut.


"Aku yakin, Anne itu gak papa."


Kai tersenyum seraya mengecup tangan itu dengan lembut. "Aku akan temani kamu."


Setelah itu Kai kembali pokus mengendarai mobilnya, sesekali matanya melirik ke arah dimana gadisnya itu masih terdiam. Kai mengerti dengan perubahan sikap Yasika saat ini. Kai tahu, jika gadisnya itu sangat mengkhawatirkan kakaknya, yang tidak lain adalah Anne Putri.


Sebenernya, cowok itu pun penasaran. Kenapa Anne bisa mengurung diri di dalam kamar? padahal sepengetahuannya sendiri, kalau Anne tadi baik-baik saja.


Apa yang sebenarnya terjadi?


Sesampainya di halaman rumah, Yasika dan Kai segera keluar dari dalam mobil. Mereka melangkahkan kakinya dengan gerakan cepat dan masuk kedalam rumah itu tanpa mengetuk atau mengucapkan salam terlebih dahulu.


Hal pertama yang mereka berdua lihat adalah, sang mama yang sedang menangis.


"Pah, Ma." Yasika mendekat ke arah dimana papa dan mamanya itu sedang duduk. Di ikuti oleh Kai dari belakang.


Mereka berdua mengangkat wajahnya, dan menatap putri bungsunya itu dengan tersenyum.


"Ada apa, Ma? apa yang terjadi dengan kak, Anne?"


Kepala wanita paruh baya itu menggeleng. "Mama juga gak tahu, Yas. Tadi tiba-tiba saja Anne meminta untuk pulang duluan. Sesampainya dirumah, ia mengurung diri dan memecahkan beberapa barang di kamarnya."


Yasika terkejut, begitu pun dengan lelaki yang berada di sampingnya saat ini.

__ADS_1


"Sampai saat ini dia tidak mau keluar dari kamar." Adu mama Yessi kembali.


Yasika menarik nafas dalam agar perasaannya kembali tenang.


"Maaf, tadi mama nelpon kamu, Yas. Mama pikir, cuma kamu yang bisa buat kakak kamu itu keluar dan tidak mengurung diri lagi di dalam kamar."


Mama Yessi menggenggam tangan putri bungsunya itu. Lalu, menatap pemuda tampan yang berada di samping putrinya itu.


"Kai .. Tante dan Om minta maaf, tadi kami tidak sempat berpamitan dulu."


Cowok itu tersenyum lebar. "Enggak apa-apa kok, Om, tante."


"Makasih, kamu juga mau nganterin Yasika pulang."


Kai dan Yasika saling menatap, sebelum kembali berujar.


"O iya, Om dan tante. Sebenarnya, ada yang ingin saya bicarakan pada kalian berdua."


Papa Bagas dan mama Yessi secara bersamaan menoleh ke arahnya.


"Bicara soal apa?" Kali ini suara papa Bagas yang terdengar.


Kai menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya perlahan. Mungkin, ini bukan waktu yang tepat untuk dirinya mengatakan kalau ia ingin meminta restu kepada mereka berdua. Tetapi .. Kai tidak ingin menunda lagi, meski dengan keadaan mereka yang sedang merasa cemas karena Anne sedang mengurung diri di dalam kamar, Kai tidak ingin membuang waktunya lagi.


"Sebenarnya __ Aku kesini, ingin meminta res __ "


Prang ..


Mereka semua terkejut saat mendengar suara pecahan kaca yang berasal dari dalam kamar, bahkan .. Kai juga sampai tidak bisa lagi untuk melanjutkan kata-katanya.


"Ya Tuhan .. Kak Anne?"


* * *



* * *


Nanti aku lanjut lagi..


Mungkin, gak tahu berapa episod lagi aku bakal tamatin ini cerita.


Aku mau kasih tahu, setelah ini aku bakal bikin cerita baru.


Dengan Judul. "Menikah Tanpa Pacaran."


Nanti aku kasih tahu ringkasan ceritanya ya semua..


Makasih buat semua yang selalu dukung aku..


Maafkan aku jika masih banyak kesalahan dan kekurangan 🙏🏻

__ADS_1


Sehat selalu buat kalian..


Salam sayang dari aku untuk kalian semua.. ❤


__ADS_2