Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Kenangan


__ADS_3




Satu minggu sudah berlalu, semenjak kepergian Amelia, rumah yang biasanya ramai kini mendadak menjadi sepi. Mama Wina lebih sering menghabiskan waktunya berada di dalam kamar, meski ia sudah mengikhlaskan, tetapi kenangan tentang putrinya itu masih terus berputar di kepalanya. Ia masih merasa sedih atas kepergian putri tercintanya itu. Sedangkan papa Andi, hanya ia yang selalu membuat suasana rumah menjadi hangat, papa Andi tidak mau terus-menerus terpuruk, larut berada dalam kesedihan.


Sama halnya seperti sekarang, yang papa Andi lakukan sehabis pulang dari kantornya adalah, ia dan Kania sedang bercerita mengenai masa kecil kedua anaknya yang sangat hiperaktif. Sebagai seorang anak laki-laki tentu saja Kaisar putra sulungnya itu memang sangat nakal, tetapi, Amelia yang terlahir sebagai seorang anak perempuan-pun, tidak jauh berbeda seperti Kai. Amelia kecil sangat tidak bisa diam, bahkan ia seperti anak laki-laki yang sukanya manjat pohon dan naik ke atas genting rumahnya. Tentu saja, hal itu membuat papa Andi dan mama Wina selalu kewalahan dan ketakutan saat melihat tingkah kedua anaknya itu.


Mereka mengira, jika Amel kecil akan tumbuh menjadi putri yang tomboi. Tapi, seiring berjalannya waktu, ternyata Amel tumbuh menjadi seorang putri yang sangat cantik dan juga anggun, apalagi ketika ia masuk ke Perguruan tinggi dan berteman baik dengan para gadis cantik itu, terutama Yasika, Amel berubah. Meskipun __ cerewetnya itu tidak bisa hilang dari dirinya.


Amelia, putri yang mereka besarkan selama dua puluh dua tahun lamanya, kini ia telah pergi meninggalkan semuanya. Meninggalkan masa kecilnya, meninggalkan semua orang yang sangat mencintainya. Dan kini, semua itu hanya akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah mereka lupakan untuk selamanya.


Amelia akan terus berada dalam hati mereka, Orang-orang yang sangat mencintainya.


Sementara Kaisar, cowok itu lebih sering menghabiskan waktunya berada di apartemen. Ia akan pulang ke rumahnya jika sudah larut malam, itupun ia lakukan karena permintaan dari kedua orang tuanya yang meminta agar Kai tinggal di rumahnya sekarang, menemani mereka. Selain Kai, mereka tidak mempunyai siapa-siapa lagi kecuali Kania, sepupu Kai yang kini sering menginap di rumahnya karena permintaan sang mama.


Kaisar yang dulu di kenal baik dan selalu bersikap ramah, kini sikap itu telah hilang dari dirinya. Kai bukan lagi Kai yang dulu, laki-laki itu kini telah berubah, dan perubahan sikapnya itu terjadi setelah Amelia meninggalkan dirinya. Kai berubah menjadi seorang laki-laki yang dingin dan pendiam, dan ia lebih senang tinggal sendirian tanpa ada orang yang mengganggunya.


Tidak hanya orang tua dan teman dekatnya saja yang merasakan perubahan yang terjadi pada Kaisar. Tetapi ada Yasika, gadis itu juga merasakan hal yang sama. Yasika merasa kalau sekarang Kai seperti menghindarinya, bahkan di saat ia menanyakan kabar tentang mama Wina, cowok itu tidak membalas satupun pesan yang ia kirimkan padanya.


Yasika menyadari perubahan sikap Kai terjadi karena kedua orang tua dan kakaknya yang meminta agar ia dan keluarganya mau memaafkan dan mencabut tuntutannya untuk Anne dan juga Jefri, asisten pribadinya itu.


Kai marah, bahkan ia sangat marah. Yasika juga sampai berjengit takut saat melihat cowok itu sedang dalam keadaan marah. Sejak saat itulah Kai berubah. Yasika tidak pernah lagi bertemu dengan Kai, laki-laki yang diam-diam tengah mengisi hatinya.


Dan hanya Bayu satu-satunya orang yang di terima dengan baik oleh Kaisar, laki-laki yang sudah berubah seratus delapan puluh derajat itu.


"Apa? jadi wanita itu kakaknya Yasika?"

__ADS_1


Kai mengangguk. "Iya. Gue juga baru tahu."


"Bukannya dia itu seorang aktris dan juga model yang lagi terkenal saat ini?"


"Hmm ... Setahu gue sih iya."


"Gila, itu cewek cakep-cakep ya?" ujar Bayu seraya terkekeh geli, bersamaan dengan itu mata Kai meliriknya dengan tajam.


"Baru denger cewek cakep ja lo udah kegirangan kayak gitu."


Bayu tertawa pelan. "Gue cowok Kai, gue juga normal. Ya wajarlah, jika melihat gadis cantik seperti mereka, jiwa gue sebagai seorang laki-laki pasti bangun." ucapnya jemawa. Sedangkan Kai, cowok itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, ia tidak mengerti dengan sahabatnya yang satu ini, yang ada di otaknya cuma wanita dan urusan ranjang.


"Lo juga suka sama adeknya kan?" ledek Bayu dengan senyuman miring andalannya. "Kayaknya dia masih polos." ujar Bayu kembali saat ia berhasil mendaratkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu apartemennya Kaisar.


"Lo udah pacaran sama dia?"


"Belom."


"Gak tahu." jawab Kai seraya menenggak minuman dinginnya.


"Gue cuma mau ngingetin lo Kai, jangan terlalu lama menyimpan perasaan. Elo mau, jika kesempatan itu hilang dari lo?"


Kai melirik sahabatnya itu seraya mendengus sebal. "Basi lo."


Bayu kembali tertawa dengan begitu keras. Sedangkan Kai, cowok itu hanya diam, matanya memandang lurus ke depan seperti sedang menerawang.


"Kenapa lo?" tanya Bayu heran saat melihat Kai hanya diam saja. Laki-laki itu seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Gue yakin, ada yang tidak beres saat kecelakaan itu terjadi." ujar Kai seraya menyulut kembali rokok yang terselip di antara jari-jarinya.

__ADS_1


"Maksud lo?"


"Gue merasa __ ada yang sedang di sembunyikan oleh wanita itu."


Bayu mengernyit menatap bingung sahabatnya itu. "Gue gak ngerti? bukannya sudah jelas, kalo yang nabrak itu adalah asisten pribadinya.?"


"Tapi gue gak yakin." Saat berujar Kai menatap balik Bayu yang sekarang berada di sampingnya.


"Apa yang ngebuat lo gak yakin?" tanya cowok itu kembali.


"Entahlah, tapi menurut gue ada yang ganjal saat kecelakaan itu terjadi."


"Tapi lo gak ada bukti Kai, lagian orang itu udah ngaku, terus orang tua lo juga udah memaafkannya kan.?"


Kai menghela nafas berat. "Gue akan cari tahu sendiri, gue akan menyelidikinya sendiri."


"Apa lo yakin?" tanya Bayu dengan tampang penasarannya.


Kai mengangguk pelan. "Iya, kalo ternyata dugaan gue benar ada sesuatu yang wanita itu sembunyikan, gue pastikan __ gue sendiri yang akan membuatnya menyesal."


"Mau dengan cara apa lo membuktikan dugaan lo itu?"


Kai kembali menoleh, lalu menatap sahabatnya itu dengan tatapan tidak biasanya. "Gue punya cara sendiri." Kai tersenyum sinis, membuat Bayu semakin bingung dengan sahabatnya yang satu ini. "Lo lihat aja nanti, apa yang bakal gue lakukan." setelah berujar demikian, lantas, Kai membuang puntung itu ke bawah lalu menginjaknya kasar.


"Jangan bilang lo mau memanfaatkan kedua gadis itu.?"


Seketika langkah kakinya berhenti saat ia mendengar suara Bayu terlontar begitu saja. Saat itu juga Kai berbalik badan, menatap Bayu, lalu sedikit menarik ujung bibirnya ke atas.


__ADS_1


"Lo emang teman gue yang paling pintar."


__ADS_2