
Sure, you are mine forever baby.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Yasika, Kai segera menurunkan kain tipis yang menutupi bagian bawah tubuh gadis itu. Yasika sudah dalam keadaan telanjang sekarang, pun dengan Kai saat ini. Mereka berdua sudah sama-sama tidak mengenakan kain apapun yang menghalangi tubuhnya.
Yasika begitu malu saat dirinya sudah tidak mengenakan apapun saat ini. Ini adalah kali pertama ia bertelanjang seperti ini, dan Kai adalah orang pertama yang melihat tubuh polosnya itu.
Dan ..
Ya ampun .. seketika Yasika mengalihkan wajahnya cepat saat ia baru menyadari dan melihat benda lunak yang sudah membesar dan berdiri tegak itu di hadapannya sekarang.
Yasika tidak bodoh, ia tahu kalau itu adalah alat reproduksi untuk seorang laki-laki. Tapi .. ia baru tahu kalau ternyata benda lunak milik Kai bisa berukuran besar seperti itu.
Yasika meringis saat membayangkan benda tegak itu akan masuk ke dalam tubuhnya.
Duh .. kok jadi takut ya?
Mendadak gadis itu menjadi gelisah, membuat Kai tersenyum tipis.
"Kenapa?" Tanya cowok itu saat ia mulai merangkak di atas tubuh Yasika.
"A - Aku __" Yasika sedikit melirik.
"Apa kamu takut?" Kai tersenyum di sela-sela kalimatnya. "Jangan takut, mungkin awalnya akan sedikit sakit. Tapi setelah itu, aku yakin tidak akan sakit lagi."
Seketika Yasika menoleh dan menatap cowok yang sedang tersenyum dengan mata yang sudah berkabut penuh gairah itu.
"Kamu siap?"
"Iya, aku siap."
Lelaki itu tersenyum. "Aku masuk sekarang ya?"
Tanpa Yasika sadari kepala gadis itu mengangguk.
Kai tersenyum, lantas mulai mengecup bahu telanjang Yasika. Lalu ciumannya naik menuju bibir tipis gadis itu, *******, menggigit dan menelusupkan lidahnya di dalam sana. Yasika membalas ciuman itu sama gilanya. Saling beradu decapan sebelum akhirnya Kai melebarkan kaki Yasika dan mengusak miliknya di depan inti tubuh gadis itu.
"Kak .. Akhh .." Yasika menjerit tertahan saat pusat intinya di robek oleh sesuatu yang membuatnya merasakan sakit.
Kai mengangkat wajahnya, menatap sang istri dengan cemas. Sebenarnya ada rasa kasihan dan tidak tega saat melihat Yasika mulai mengeluarkan air bening dari mata indahnya itu.
"Sakit?" Kai bertanya seraya mengecup mata gadis itu yang berair.
Yasika mengangguk. "Sakit, Kak."
Duh .. bagaimana ini?
"Tahan ya? sedikit lagi."
Sebenarnya ingin sekali Yasika meminta agar Kai segera menghentikan kegiatannya itu. Tapi .. mana mungkin ia melakukannya di saat lelaki itu sudah hampir memasuki pusat tubuhnya. Yasika benar-benar tidak bisa lagi menahan laju air matanya agar tidak keluar saat lelaki itu berhasil merobek selaput keperawanannya.
__ADS_1
Yasika menjerit, mencengkram bahu lelaki itu dengan kuat. Rasa sakit yang ia rasakan tadi perlahan berubah menjadi rasa yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata saat lelaki itu menarik ulurnya dengan perlahan.
Beberapa menit kemudian, gadis itu menggeliat, merasakan sensasi luar biasa terasa di sekujur tubuhnya yang seperti akan meledak.
"Ya ampun .. Kak, akhh .. !"
Bersama dengan erangan yang keluar dari bibir keduanya secara bersamaan, menandakan bahwa mereka telah sampai pada titik sebuah kenikmatan yang sangat luar biasa.
Kai ambruk di tubuh polosnya gadis itu, pun dengan Yasika yang merasa sangat kelelahan, ia masih memeluk tubuh Kai dengan erat seraya menyerukan wajahnya di perpotongan ceruk leher lelaki itu. Nafas keduanya masih tidak beraturan saat ini, keringat yang keluar pun masih terasa di pelipis bahkan seluruh tubuhnya.
"Makasih." Lelaki itu berbisik mesra. "Makasih sudah menjadi milik aku seutuhnya." Ujarnya lagi seraya mengecup bahu telanjang itu dengan lembut.
"Maaf .. Maaf udah bikin kamu nangis tadi." Kai mengangkat wajahnya, lalu menatap gadis cantik yang terlihat sangat berantakan itu sekarang.
"Apa tadi kamu kesakitan?"
Kepala gadis itu mengangguk. "Iya, tadi sakit banget. Aku kira gak akan sesakit itu." Lihatlah, betapa menggemaskannya wajah Yasika saat ini.
Kai terkekeh, lalu mengecup kening itu dengan lama.
"Sekarang masih sakit?" lelaki itu berujar seraya mengambil beberapa helai rambut yang menutupi sebagian wajah cantik sang istri untuk ia selipkan pada balik telinga.
"Udah Nggak, cuma terasa perih aja."
Dengan cepat Kai kembali memeluknya dengan erat, membuat gadis itu sampai kesulitan untuk bernafas.
"Kenapa melihatku seperti itu?"
"Kamu cantik, seksi dan menggoda." Lelaki itu kembali berbisik lembut.
Yasika terkekeh geli. "Masa sih.?"
"Hmm .." Kai kembali menyerukan wajahnya di perpotongan leher gadis itu. "Aku sangat beruntung bisa menikahi gadis seperti kamu."
"Kak .. " dengan suara terendahnya gadis itu berujar. Membuat Kai mengangkat wajah dan sedikit menjauhkannya dari wajah gadis itu.
"Kenapa.?"
"Aku sayang kamu." Ujarnya pelan seraya tersenyum lebar.
"Aku lebih sayang kamu." Kai mengecup bibir tipis itu sekilas." Apa kamu senang?"
"Senang?"
"Hmm .." Kai tersenyum. "Apa kamu senang saat tadi kita melakukannya?"
Gadis itu sontak memukul pelan dada telanjang sang suami. Wajahnya memerah seketika. "Apaan sih.?"
Lelaki itu tersenyum, lalu menarik tubuh polos sang istri dalam dekapannya. Hanya sebuah selimut yang kini menutupi tubuh polos keduanya saat ini. Saling memeluk, saling mendamba satu sama lain dan saling mengucapkan kata cinta yang tiada henti keluar dari bibir keduanya. Kai begitu mengagumi sosok gadis yang sekarang telah ia miliki sepenuhnya. Pun dengan Yasika, gadis itu merasa beruntung karena telah memiliki Kai, laki-laki yang kini telah menjadi suaminya.
__ADS_1
Rasa panas kembali menjalar ke seluruh tubuhnya saat tangan Yasika mulai bermain di area dadanya. Gadis itu sepertinya sengaja ingin menggoda Kai kembali dengan cara memberikan sentuhan-sentuhan sensual di sekitar dada dan turun menuju perutnya.
Kai terpejam, merasakan setiap sentuhan sensual yang penuh dengan kelembutan itu.
"Kak .. " Yasika mendongak menatap wajah Kai dari bawah.
"Kenapa berhenti?" Cowok itu menatapnya dengan sorot penuh gairah. "Mulai berani menggoda aku, hum?"
"Nggak." Kilahnya lagi bersama dengan dadanya yang berdebar kencang. "Aku - Aku cuma __"
"Cuma apa?" Kai mengecup bibir mungil itu. "Apa kamu menginginkannya lagi?"
Yasika terkejut, di saat bibirnya hendak mengucapkan sesuatu, di saat itu juga Kai menarik tengkuk Yasika dan menempelkan bibirnya di atas bibir gadis itu. Lelaki itu menciumnya kembali dengan penuh kelembutan, *******, mengecap, memangut dan saling bertukar saliva.
"Ahh .. " desahan itu kembali terdengar saat tangan Kai mulai bergerilya masuk ke dalam selimut dan menjelajahi setiap lekuk tubuh istrinya dengan sensual.
Yasika hanya mampu terpejam merasakan setiap sentuhan lembut di seluruh tubuhnya. Meskipun dirinya merasa lelah, tetapi mendapat sentuhan memabukkan seperti itu membuat dirinya tidak bisa untuk menolak.
Yasika pasrah, dan di detik selanjutnya, mereka berdua kembali menyatukan gairah yang sudah sama-sama membuncang. Mengacak seluruh sprei hingga berantakan. Untuk beberapa saat nafas keduanya masih tidak beraturan. Yasika tidak bisa menahan rasa lelah di tubuhnya karena pergumulan mereka yang terjadi lebih dari satu kali itu.
Kini, Yasika dan Kai memejamkan matanya, menikmati pelepasan yang baru saja mereka rasakan. Kai tidak bisa menahan gairahnya saat ia melihat tubuh polos sang istri. Apalagi di saat gadis itu terlihat sangat berantakan dan menatapnya dengan sendu. Sungguh, ia menyukainya. Yasika akan menjadi candu baginya. Maka, bersiap-siap lah untuk gadis itu jika Kai akan selalu membuatnya kelelahan setiap hari.
Malam pertama sudah mereka dapatkan, Kai sangat bahagia karena pada akhirnya ia dan Yasika sudah menyatu. Kai sudah memiliki Yasika seutuhnya. Dan ia berjanji akan menjaga Yasika dengan sepenuh hati. Kai sudah jatuh, ia jatuh sejatuh-jatuhnya pada gadis yang di inginkan oleh adik kesayangannya itu. Dulu .. Amelia adalah kelemahan dirinya, dan sekarang, Yasika adalah kelemahannya.
*Mel .. kakak berjanji, kakak akan menjaga sahabat kamu ini dengan segenap hati.
Terimakasih .. karena kamu, kakak bertemu dengan Yasika*.
...***...
Kaisar Abian Pratama, seorang suami yang selalu di kagumi oleh banyak orang termasuk dengan mantannya yang diam-diam masih mengagumi sosok lelaki tampan itu.
...***...
Duh .. suaminya siapa sih dia?
Kok aku jadinya pengen gigit ya? hihihi ...
Di bawa enjoy bacanya ..
Semoga suka dan gak bosen ..
Seperti biasa aku gak akan bosen untuk meminta like, komen dan votenya juga ya?
Makasih buat semua yang udah nunggu ceritanya Kai & Yas.
Aku lanjut lagi nanti, Yess ..
__ADS_1