Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Menikah denganku


__ADS_3

"Hanya untuk membuatnya sakit hati."


Yasika terkejut dengan rahangnya yang terbuka lebar. Bahkan, mulutnya pun sampai tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Jadi .. selama ini Kai mendekati kakaknya hanya untuk melukai perasaannya saja? jadi .. Cowok itu tidak benar-benar mencintai Anne?


Yasika mengingat kembali perkataan Kai waktu itu, yang mengatakan kalau ia tidak mencintai kakaknya. Yasika mengira, jika itu hanyalah sebuah kebohongan karena Kai cemburu saat ia dan Davin mulai menjalin kasih.


Ya Tuhan .. !! apa yang sebenarnya terjadi pada cowok itu?


Apa selama ini Kai masih menyimpan dendam?


Apa selama ini Kai masih belum bisa menerima kepergiannya Amelia?


Kaisar, cowok yang dulu ia kenal karena kepribadiannya yang baik. Kini, Yasika melihat sisi lain yang berbeda dari seorang Kaisar.


"Apa maksud kamu? Kenapa kamu melakukan itu, Kak?"


"Kamu sudah mengerti kan apa maksud aku?"


Kepala itu menggeleng.


Kai berdecak, lalu memandang Yasika dengan tatapan dingin. Biarlah ia mengatakan semua pada gadis itu, sudah saatnya juga Yasika mengetahuinya.


Yasika merasa takut, saat melihat sorot mata itu. Entah kenapa, saat Kai menatapnya seperti itu, Yasika merasa, jika itu bukanlah Kai yang ia kenal dulu.


"Jadi .. selama ini kamu deketin kak Anne bukan karena cinta?"


"Cinta .. ?" Kai tertawa sarkas. Lelaki itu memang mengakui kalau Anne adalah gadis yang sangat sempurna, selain cantik, baik, Anne juga adalah gadis yang pintar. Tetapi .. entah kenapa, kedekatan yang terjalin selama ini tidak membuat hatinya luluh. Kai tidak mencintai Anne, ia yakin dengan perasaannya sendiri, kalau hatinya masih mencintai gadis lain, yang tidak lain adalah Yasika, sahabat dari adiknya sendiri.


"Kenapa kamu lakukan ini.?"


Kai memijit pelipisnya seraya memejamkan mata. Lalu ..


"Dari awal aku deketin kakak kamu hanya untuk ini, Yas." Kai menatap mata bening itu. "Di saat kecelakaan itu terjadi, entah kenapa, aku sangat yakin kalo yang nabrak Amel itu adalah Anne." Cowok itu memijit pangkal hidungnya. "Dan .. ini adalah alasannya, aku ingin membuktikan sendiri, kalo itu memang benar." Kai mendesah frustrasi. "Dan sekarang? sudah terbukti kan, kalo memang benar Anne yang telah menabrak Amel."


"Tapi .. Kak.!"


Cowok itu langsung membalikkan badan saat melihat mata bening itu mulai berkaca-kaca.


Tidak .. Kai tidak ingin melihat Yasika menangis.


"Pergilah, Yas." ujar cowok itu pelan.


Kepala itu kembali menggeleng. "Enggak, Kak. Aku gak akan pergi sebelum kamu mau memaafkan kak Anne." Yasika mengusap cairan bening itu dengan kasar. "Aku tahu kamu kak __ "


"Tahu apa kamu tentang aku.?" sela Kai cepat, tanpa menoleh ke arah gadis itu.


"Aku tahu kamu, aku tahu kamu bukan orang seperti itu. Aku tahu kamu adalah laki-laki baik, kamu bukan orang yang pendendam bukan.?"


"Kamu salah menilai aku."


"Apapun yang mau kamu katakan tentang kamu sekarang." Ia jeda kalimatnya. "Aku tetap yakin, kalo kamu itu adalah orang baik yang pernah aku kenal dulu."

__ADS_1


Oh ya Tuhan .. Cowok itu sampai menutup matanya erat. Tidak pernah membayangkan sebelumnya, kalau gadis itu akan mengatakan hal yang mampu membuat hatinya berdesir hangat seperti ini.


"Kak, aku tahu kesalahan kak Anne memang besar. Tapi .. tidak bisa kah kamu membuka pintu maaf itu untuk kak Anne?"


"Yas .. aku mohon pergilah."


"Kak .." Yasika melirih.


"Yasika .. "


"Jangan buat kak Anne menderita, dia orang yang baik, saat kecelakaan itu terjadi, kak Anne benar-benar dalam pengaruh obat bius kak."


"Yasika .. sudahlah, sekarang aku ingin sendiri. Lebih baik kamu pulang."


"Aku mohon kak." Yasika memelas. "Kamu bukan orang jahat. Seenggaknya, kamu mau memaafkan kesalahan kak Anne. Dia wanita yang baik, dia juga sangat mencintai kamu, Kak."


Melihat gadisnya memohon seperti itu, Kai merasa tidak tega. Hatinya meringis, saat melihat mata bening itu mulai berair. Kai mengusap wajahnya gusar, lalu ..


"Kalo seandainya kamu mau, aku bisa menggantikan kak Anne untuk menebus semua kesalahannya."


Kai mengernyit. "Apa maksud kamu?" dengan sebelah alisnya yang terangkat.


"Aku akan melakukan apa saja untuk menebus semua kesalahan kak Anne. Asal kak Kai mau memaafkannya."


Kai termangu, menatap wajah polos itu tanpa percaya. Sedekat itukah mereka berdua? demi sang kakak, Yasika rela melakukan apa saja untuk menebus semua kesalahan kakaknya sendiri.


Ah .. gadis itu?


"Kenapa kamu mau melakukan itu?" tanya cowok itu tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali. "Yang salah itu Anne, bukan kamu?"


"Dulu .. Bukannya kamu pernah bilang sama Amel, kalo kamu akan melakukan apa saja demi dia?"


Kai diam. Matanya terus menatap wajah polos itu.


"Sekarang, aku sama seperti kamu Kak." Yasika terdiam sesaat, sebelum kembali berujar. "Kak Anne, kakak aku satu-satunya. Aku sangat menyayangi dia, sama seperti kamu yang menyayangi Amel. Kamu rela berkorban untuk dia, begitu pun aku, Kak. Dan .. selama ini kamu berjuang untuk mendapatkan keadilan, aku juga sama kak, aku juga akan berjuang untuk kak Anne agar kamu mau memaafkannya."


Kai mendesah pelan, lalu, di usapnya kembali wajah lelah itu. Sejak gadis itu berbicara, entah sudah berapa kali ia mengumpat dalam hatinya. Kai benar-benar kehilangan kata-katanya saat kalimat itu terlontar begitu saja dari bibir gadis itu. Kenapa setiap kalimat yang keluar dari bibir Yasika begitu tepat mengenai hatinya.


"Jangan hukum kak Anne, kak." Yasika menatap Kai dengan tatapan memohon.


"Yas .. "


"Aku mohon .. "


"Tapi dia bersalah? dia harus mau bertanggungjawab."


"Kak .. "


Ya Tuhan .. Gadis ini?


Kai benar-benar tidak tahan saat menatap mata bening itu.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan memaafkan kakak kamu, tapi dengan dua syarat."


Kai berjalan mendekati Yasika, sampai jarak di antara mereka berdua kini begitu dekat. Kai menatap mata bening itu, begitu pun dengan Yasika, gadis itu menatap Kai tanpa berkedip sedikit pun.


"Syarat apa?" Tanya Yasika saat matanya bertemu dengan pemilik mata indah itu.


"Kamu ingin aku memaafkan Anne, kan?"


Kepala itu mengangguk pelan.


"Tadi kamu bilang, kamu akan melakukan apa saja demi kakak kamu itu?"


Yasika kembali mengangguk.


"Baiklah, syarat yang pertama." Cowok itu diam, saat melihat Yasika sedang menatapnya dengan tatapan menyendu.


"Anne harus mau membatalkan pertunangannya dengan ku." Kai menarik nafas panjang sembari menutup matanya sesaat. "Karena aku gak bisa melanjutkan ini semua. Dari awal tujuanku mendekati dia hanya karena sebuah alasan. Dan sekarang kamu tahu alasannya itu apa."


Yasika bergeming. Kata cinta yang keluar dari bibir Anne itu masih terus berdengung di telinga nya. Bagaimana jika Anne tidak mau membatalkan pertunangan itu? karena Yasika tahu, jika kakaknya itu sangat mencintai Kai. Tapi .. bagaimana pun, itu adalah salah satu syarat agar Kai mau memaafkan semua kesalahan Anne.


Yasika menggeleng, buru-buru ia menyadarkan dirinya saat suara cowok itu kembali terdengar.


"Dan syarat yang kedua."


Kai kembali menatap mata sendu itu.


"Apa?"


"Kamu?"


"Aku?" Yasika menunjuk dirinya sendiri.


"Hmm .. "


"Apa yang harus aku lakukan?"


Kembali cowok itu menatapnya.



"Menikah denganku."


* * *


Tulis komen dong buat Yasika, Kai dan juga Anne.


Mereka harus gimana?


Mohon maaf kalo di part ini banyak kesalahan, karena jujur aku ngetiknya buru-buru karena pengen segera update.. wkwkwk..


Jangan lupa tinggalkan like, vote, dan komen juga ya..

__ADS_1


❤ ❤ ❤


__ADS_2