
Beberapa menit yang lalu, Anne meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke kamar mandi. Saat itu dirinya hendak naik lantai dua dan tanpa sengaja Anne bertemu dengan Kania, gadis belia berparas cantik.
"Hai .. Anne Putri ya?" tanya gadis itu dengan wajah berbinar.
Anne mengernyit. "Iya." Ia torehkan senyum ramah kepada gadis itu.
Kania kegirangan, ia tidak pernah mengira akan bertemu secara langsung dengan aktris idolanya. Kania tahu, jika Anne Putri adalah kakak dari Yasika. Tetapi .. ini baru pertama, ia bisa bertemu dengan Anne Putri.
"Kamu siapa?".
"Aku Kania, sepupunya kak Kai." ujar gadis itu seraya mengulurkan tangannya.
Anne menyambut tangan mungil gadis itu seraya tersenyum. "Hai .. Aku Anne. Senang bisa bertemu dengan kamu, Kania."
"Aku yang senang, Kak. Aku bisa bertemu dengan kakak disini, ternyata .. Kakak jauh lebih cantik ya?Kakak juga baik dan ramah."
Anne terkekeh. "Makasih."
"Kak, boleh aku minta foto sama kakak.?"
Kepala Anne mengangguk. "Boleh."
Tidak butuh waktu lama, Kania tidak ingin membuang waktunya untuk bisa berfoto bersama sang idola. Kania yakin, jika sampai teman-teman sekolahnya mengetahui bahwa ia bisa bersama aktris idolanya itu, maka mereka semua akan di histeris di buatnya. Secara .. Anne Putri adalah salah satu aktris perempuan yang begitu di idolakan oleh banyak orang termasuk dengan para teman satu sekolahnya itu.
"Makasih ya, Kak." Ujarnya dengan pandangan mata masih fokus menatap layar ponselnya. Kania menatap satu persatu foto yang di ambil saat sedang bersama dengan Anne.
Anne tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya pelan.
"O iya." Gadis itu berujar setelah memasukan ponselnya ke dalam tas. "Kakak mau kemana? apa kakak mencari kak Yasika?"
"Oh .. Aku mau ke kamar mandi, kalo boleh tahu kamar mandinya dimana ya?"
Kania tersenyum. "Kakak naik aja ke atas, terus belok kiri, disana ada kamar mandi kok, Kak."
"O .. yaudah, kalo begitu aku kesana dulu ya?"
Setelah itu, Anne berlalu dari hadapan gadis itu untuk segera menuju dimana kamar mandi itu berada. Saat ia hendak melangkahkan kakinya lebih jauh lagi, tanpa sengaja Anne mendengar suara seseorang yang sedang berbicara dari dalam salah satu kamar yang berada disana. Awalnya Anne sama sekali tidak berniat untuk mendengar dan melihat siapa orang yang berada di dalam kamar itu. Tetapi .. saat mendengar suara itu .. Anne merasa tidak asing. Ia seperti mengenal dengan baik siapa pemilik suara tersebut.
Kenapa suara itu mirip dengan suaranya Kai dan Yasika?
Dengan melangkah pelan dan perasaannya yang bimbang, Anne berjalan mendekat dimana pintu kamar itu tidak tertutup. Saat sudah berada di depan kamar, entah kenapa rasa takut tiba-tiba saja datang menghampiri nya. Dadanya terasa sesak bersama dengan tangannya yang bergetar. Keringat dingin pun sudah terasa keluar dari seluruh tubuhnya yang sudah mulai terasa dingin.
__ADS_1
Anne menutup matanya erat. Berharap, jika semua itu tidak benar adanya.
Tapi .. sayang, apa yang Anne takut kan ternyata benar-benar terjadi. Anne terkejut begitu melihat siapa orang yang berada di dalam kamar itu, apalagi saat lelaki itu mengatakan kalimat yang benar-benar membuat hatinya hancur seketika.
"Will you marry me?"
Ya Tuhan ..
Bukan hanya hatinya saja yang sakit, tapi seluruh tubuhnya pun terasa seperti tidak bertulang.
Anne membekap mulut dengan kedua tangannya, saat melihat apa yang di lakukan oleh keduanya saat berada di dalam kamar. Ya, Anne melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau mereka berdua sedang berciuman.
Tidak .. Tidak .. Ini semua tidak benar!
Ini hanya mimpi.!
* * *
Berada di dalam kamar, Yasika sudah mengenakan kembali gaunnya yang tadi sempat basah akibat dari ulah sang sepupu.
Kai tersenyum lebar saat menangkap sosok gadis cantik yang sudah berdiri di hadapannya saat ini.
Kepala gadis itu mengangguk seraya tersenyum manis. "Sudah."
"Ayo." Ajak lelaki itu saat sudah berdiri di hadapan Yasika. "Aku akan mengatakan pada semua orang, kalo kamu adalah calon istri aku, dan calon menantu keluarga Pratama."
Sungguh, saat mendengar itu, Yasika benar-benar senang. Hatinya berdebar tidak karuan. Tetapi .. ?
Merasa ada yang berbeda dari raut wajah gadis itu, lantas yang Kai lakukan sekarang adalah menggenggam tangan gadis itu dengan erat.
"Kamu jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja."
"Aku takut, Kak." Yasika menatap dalam mata Kai saat ini. "Aku takut." lirihnya kembali yang membuat lelaki itu semakin erat menggenggam tangannya.
"Jangan takut, ada aku." Kai mengecup lembut kening itu dengan lama. "Kamu percaya sama aku."
Yasika tersenyum begitu pun dengan Kai. Mereka berdua sangat yakin kalau semuanya akan baik-baik saja. Kai yang sudah menetapkan hatinya untuk Yasika, apapun yang akan terjadi ia akan tetap memperjuangkan cintanya itu, begitu pun sebaliknya.
Kai sudah tidak sabar, ia ingin segera mengenal kan Yasika kepada kedua orang tuanya dan juga semua orang yang berada disana, kalau Yasika adalah kekasih sekaligus calon istrinya yang ingin ia nikahi secepatnya.
Tanpa melepaskan genggaman tangannya, Kai menuntun Yasika untuk segera bertemu dengan kedua orang tuanya. Disaat mereka berdua menuruni anak tangga, di saat itu juga semua mata memandang, mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang melihat. Tidak sedikit dari mereka yang terkejut karena merasa tidak percaya.
__ADS_1
Pun dengan kedua orang tuanya. Papa Andi dan mama Wina membelalak tidak percaya, ketika anak laki-lakinya itu tengah menggandeng seorang gadis, yang tidak lain adalah Yasika, adik dari mantan calon menantunya itu.
Kai hanya tersenyum saat dirinya menjadi pusat perhatian semua orang. Tetapi tidak dengan Yasika, gadis itu malah sedikit terlihat gugup dan merasa malu ketika semua orang tengah menatap dirinya.
"Kai .. "
Suara sang mama saat putranya itu sudah berada di hadapannya.
Kai tersenyum lebar. "Pa, Ma .."
Sang papa tersenyum begitu pun dengan wanita paruh baya itu.
"Ada apa ini, Kai?"
Kai menatap Yasika. Lalu tersenyum. "Pa, Ma. Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian berdua." Pria itu menatap kedua orang tuanya secara bergantian. "Aku dan Yasika. Kita berdua .. mempunyai hubungan."
"Hubungan?" papa Andi mengernyit. "Hubungan apa Kai? apa kalian __ ?"
"Kamu dan Yasika pacaran, Kai?" sewot mama Wina dengan antusias.
Baik Kai ataupun Yasika, mereka berdua sama-sama tersenyum.
"Serius?" Mama Wina berseru heboh. "Pah .. akhirnya Mama akan segera punya mantu."
Papa Andi tersenyum bahagia. "Iya, Ma."
Semua merasa senang, kedua orang tuanya pun menyambut baik kehadiran Yasika di tengah-tengah keluarganya. Apalagi dengan mama Wina, wanita paruh baya itu satu-satunya orang yang menginginkan Yasika menjadi menantu di rumahnya sejak dari dulu.
Tapi .. tanpa mereka ketahui, di luar sana ada seseorang yang sedang menangis menahan rasa sakit yang teramat dalam hatinya.
Aku mencintaimu .. aku sangat mencintaimu ..
* * *
Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote-nya juga ya?
Sehat selalu..
Salam sayang dari aku untuk kalian semua.. ❤
__ADS_1