
"Kak .. Kai ..!"
Pekik gadis itu kembali setelah pintu kamar mandinya berhasil lelaki itu tutup. "Kak, mau apa? turunin aku, Kak?" Yasika meronta agar suaminya itu segera menurunkannya.
"Jangan berisik, entar di kiranya aku ngapain kamu lagi."
"Ya makanya cepetan turunin aku, Kak?"
"Aku udah bilang kan kita mandi berdua."
"Nggak mau, ih .."
"Kenapa?"
"Malu .. " Jujur Yasika merasa malu kalau sampai mereka benar-benar mandi berdua sekarang. Ini adalah hari pertama Yasika menjadi istrinya.
"Kenapa malu? bukannya nanti juga kita bakalan terbiasa mandi berdua?"
"Ya tapi jangan sekarang, Kak." Yasika merengek membuat Kai terkekeh geli karena gemas saat melihat tingkah gadis itu.
"Kak .. Pliss ..!" Lihatlah, betapa menggemaskannya gadis itu sekarang.
"Kamu mau aku turunin? mau mandi sendirian?"
Kepala gadis itu mengangguk.
"Ya udah, kalo gitu cium aku dulu?"
Tidak ingin berdebat lagi, lantas Yasika mendekatkan wajahnya dan mencium bibir laki-laki itu dengan segera. Yasika hanya menempelkan bibirnya saja, tanpa ada ******* atau sesapan lidah yang sering biasa mereka lakukan sebelumnya.
Ternyata,
Acara mandi bersama yang di katakan oleh Kai itu tidak terjadi, setelah Yasika terus merengek dan merajuk agar ia segera keluar dan membiarkan gadis itu mandi sendirian. Kai bisa apa? meskipun ia sangat ingin sekali bisa mandi berdua bersama sang istri. Kai mengerti, kalau Yasika mungkin merasa malu untuk saat ini. Dan Kai akan mengalah untuk hari ini, tetapi tidak dengan hari-hari berikutnya. Lelaki itu tidak akan membiarkan Yasika menolak keinginannya lagi untuk mandi bersama dengan istrinya itu.
"Baiklah .. sekarang aku akan membiarkan kamu mandi sendirian." Kai menurunkan Yasika dalam gendongannya. "Tapi .. hanya untuk hari ini saja."
"Hari ini? Maksudnya.?"
Kai mengangguk bersama dengan bibirnya yang tersenyum tipis. "Karena besok dan seterusnya, kita akan selalu mandi bersama." Bisik lelaki itu tepat di telinga sang istri. "Jangan lama-lama mandinya. Aku tunggu kamu di ranjang."
Seketika Yasika mendorong dada laki-laki itu dengan kuat.
"Udah sana keluar ah .. "
Kai terkekeh geli, dengan segera menutup pintu kamar mandinya.
__ADS_1
"Jangan lama-lama ya sayang ..?"
Teriak cowok itu yang benar-benar membuat Yasika merasa berdebar. Gadis itu membuka satu persatu aksesoris yang berada di kepalanya, ia juga membuka seluruh gaun yang masih melekat pada tubuhnya hingga kini tidak ada satupun yang tersisa.
Yasika membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum ia tidur malam ini. Apalagi sekarang gadis itu tidak tidur sendirian, akan ada seseorang yang menemani tidurnya malam ini. Saat hendak keluar kamar mandi, entah kenapa perasaannya mendadak jadi tidak karuan seperti ini. Dadanya tiba-tiba saja berdebar kencang, ia gugup bahkan ia sendiri ragu untuk keluar dari dalam kamar mandi.
Duh .. kok gini sih?
Gadis itu menarik nafas panjang terlebih dahulu untuk menghilangkan sedikit rasa gugup yang menyerang. Dengan perlahan ia membuka pintu kamar mandinya dan mendapati sang suami yang sedang terlentang di atas ranjang dengan sebelah tangan sebagai penyanggah kepala dan satu tangannya lagi Kai gunakan untuk menutup matanya.
Yasika bergeming, memperhatikan suaminya itu tanpa mendekat ke arahnya.
Apa dia tidur? gumam gadis itu dalam hatinya. Yasika mendekat, lalu sedikit membungkuk untuk melihat Kai yang sedang memejamkan matanya itu.
Yasika tersenyum saat melihat betapa tampannya Kai saat sedang tertidur seperti ini. Sebenarnya, bukan untuk pertama ia bisa melihat ketampanan Kai dengan jarak sedekat ini. Tapi, ini adalah kali pertama ia bisa melihat dengan jelas bahwa suaminya itu memiliki wajah yang sangat tampan ketika sedang tidur seperti ini.
Duh .. suaminya siapa sih ini, kenapa ganteng banget?
Gadis memperhatikan Kai dengan sangat inten. Ia tersenyum, lalu sedikit mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir tipis laki-laki itu. Saat bibirnya hampir saja menyentuh bibir laki-laki itu, Yasika terkejut, matanya membulat sempurna dengan rahang yang sedikit terbuka saat Kai, lelaki itu tiba-tiba saja membuka matanya secara perlahan.
"Udah puas liatin ketampanan aku.?"
"Ya ampun .. Kak?"
"Kenapa?"
"Kak ..!" wajah Yasika memerah.
"Kenapa cuma di liatin?"
"Aku kira tadi kamu tidur?" Bukannya menjawab, gadis itu malah balik bertanya membuat Kai ingin sekali menggigit lembut bibir merah istrinya itu.
Kai tersenyum, lalu ..
"Mana bisa aku tidur." Bisik Kai dengan suara terendahnya. Lalu menyerukan wajahnya di perpotongan ceruk leher gadis itu. "Aku gak akan tidur, sebelum kamu benar-benar menjadi milik aku." Ujarnya lagi seraya mengecup leher jenjang gadis itu dengan lembut.
"Kak .." Yasika melirih seraya memejamkan matanya saat Kai mulai memberikan sentuhan-sentuhan sensual pada leher dan tulang selangka.
"Panggil aku sayang." Bisiknya lagi seraya mengecup telinga gadis itu.
"Eugh .. " Yasika melenguh saat Kai menggigit kulit lehernya.
"Kak .. Ah .." Kai membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya, menelusupkan lidah membelai rongga mulutnya.
__ADS_1
Kai mencium Yasika dengan amat sangat lembut. *******, menyesap dan saling membelit di dalam rongga mulut. Suara lenguhan yang keluar dari bibir gadis itu membuat Kai semakin hilang kendali. Ia ingin segera memiliki gadis seutuhnya, ia ingin menjadikan Yasika miliknya malam ini. Setelah cukup lama mereka berciuman, lelaki itu berdiri di atas tubuh Yasika dengan bertumpu pada kedua lutut.
Yasika menatap dengan sendu saat Kai membuka satu persatu kancing kemejanya, lalu melemparnya yang entah dimana kemeja itu sekarang berada.
"Kak .. " Rintihan itu terdengar begitu saja saat Kai menjelajahi lehernya dan menghirup aroma memabukan dari tubuh gadis itu.
Yasika mendesah saat Kai menciumi tulang selangka, lelaki itu membuka gaun tidurnya hingga kini gadis itu dalam keadaan setengah telanjang.
"Kak __ akhh .." Erangan yang terdengar membuat Kai semakin hilang kendali. Ia menggigit, menjilat bahkan satu tangannya ia gunakan untuk membuka pengait kain berenda yang masih menutupi bagian dadanya.
Kai mengangkat sedikit wajahnya untuk menatap wajah gadis itu sekarang. "Kamu milik aku." Bisiknya lagi seraya membungkuk, mencium bibir Yasika dengan dalam. ********** kembali dengan penuh gairah.
Tubuh Yasika bergetar dengan hebat dan kedua matanya terpejam dengan erat saat merasakan bibir Kai yang mulai menyentuh dan mengulum buah dadanya. Satu tangannya ia gunakan untuk meremas dan satu tangannya lagi merambat turun untuk mengelus paha bagian dalam milik gadis itu.
"Akhh .. Kak ..!" Erangan gadis itu kembali terdengar saat jari-jari Kai mulai menyentuh bagian intinya. Seketika tubuhnya kembali bergetar saat ia merasakan pijatan dari dalam intinya.
"Kak .. Kai .." Desah Yasika kembali saat ia merasakan ada yang berbeda yang ia rasakan di bawah sana. Rasanya tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata saat tubuhnya mengejang dan menggeliat liar.
Apa ini?
Kenapa rasanya seperti ini?
Yasika terengah dengan nafas yang memburu. Gadis itu tampak sedikit berantakan, dan menatap Kai dengan tatapan menyendu.
Kai tersenyum seraya berbisik. "Kita lakukan sekarang ya?"
Entah apa yang membuat Yasika mengangguk dengan cepat, memberi izin kepada Kai untuk segera menjadikan gadis itu miliknya sepenuhnya.
"Kamu milik aku." Kai berbisik mesra membuat Yasika mendesah dan meremas rambut lelaki itu dengan lembut.
"Aku milik kamu, Kak." dengan suara terendahnya ia berujar. "Jadikan aku milik kamu seutuhnya sekarang."
Sure, you are mine forever baby ..
...***...
Eng .. Ing .. Eng ..
Malam pertamanya aku lanjut lagi nanti ya genks ..
Masih penasaran kan sama malam pertamanya Kai dan Yas ..?
Kalo sempat secepatnya aku lanjut deh ..hihi.
Makasih yang masih membaca ceritanya aku, jangan lupa like, komen dan votenya juga yaa?
__ADS_1
Salam sayang selalu ..
Bye .. Bye ..