Lawyer Handsome

Lawyer Handsome
Hanya sekali


__ADS_3




Kata kecewa yang di katakan oleh Kai kemarin masih terus berdengung di telinganya. Entah apa maksud dari ucapan cowok itu yang kemarin mengatakan kalau dirinya belum mengetahui sesuatu. Belum hilang kata-kata itu dari kepalanya, Yasika sudah di buat pusing kembali dengan kalimat yang membuatnya kembali tidak bisa memejamkan matanya saat malam.


Kata cinta yang keluar dari bibir Kai sungguh sangat mengganggu hati dan perasaannya sejak dari kemarin. Apa benar laki-laki itu mencintainya?Terus, kalaupun itu memang benar, kenapa Kai baru mengatakannya sekarang, di saat laki-laki itu menjalin kasih dengan kakaknya, dan di saat ia sudah membuka hatinya untuk cowok lain. Yasika tahu semua ini salah. Ia menyadari kalau kata cinta itu terlambat Kai ucapkan kepadanya.


Hari ini, Yasika kembali di minta oleh sang kakak untuk menemani Kai membeli cincin tunangan. Anne merasa kalo ukuran jari tangannya akan sama dengan Yasika. Maka dari itu, Yasika di minta kembali untuk membantu Kai mencari cincin untuk acara pertunangannya yang akan di gelar empat hari lagi. Anne masih berada di luar kota, dan rencananya besok pagi baru ia akan pulang kembali ke Jakarta.


Karena hujan yang deras, maka dari itu Kai dan Yasika memutuskan untuk berteduh di sebuah kafe. Jadi ... Di sinilah sekarang mereka berada. Di sebuah kafe setelah mereka selesai membeli cincin berlian yang sudah di sepakati oleh Kai dan juga Anne.


"Kak ... "


"Hmm .. "


Yasika mengangkat wajahnya untuk mempertemukan pandangan mereka. "Apa aku boleh tanya sesuatu sama kamu?"


Kai mengernyit dengan dahi yang terlipat dalam. "Tanya apa?"


"Soal kemarin." Yasika terdiam sejenak untuk menarik napasnya. "Kamu bilang kemarin, ada sesuatu yang belum aku ketahui."


Kai menatap gadis itu dengan sebelah alis terangkat ke atas.


"Apa maksud kamu, Kak? sebenarnya, apa yang belum aku ketahui?"


Kai mengambil secangkir americano lalu mengesap nya. "Aku ingin kamu mendengarnya sendiri dari kakak kamu secara langsung." Kai menaruh gelas itu kembali di atas meja.


"Apa maksud kamu?" Dengan raut wajahnya yang sedikit terlihat bingung gadis itu kembali bertanya.


Kai sedikit menarik ujung bibirnya ke atas.


"Kak.?" Gadis itu memekik bersama dengan sorot matanya yang memohon. "Sebenernya apa yang terjadi? jangan buat aku penasaran seperti ini. Kenapa mesti kak Anne? ada apa dengan dia, Kak. Bilang sama aku.?"


Bukannya menjawab, lelaki itu malah sibuk memperhatikan dan lebih lebar lagi menarik ujung bibirnya ke atas hingga nampak terlihat seperti sebuah seringai.


"Kenapa bisa ada noda seperti ini sih?" Kai menyeka sudut bibir gadis itu yang terkena noda jus alpukat. "Seperti anak kecil aja."


Yasika hanya mampu mengerjap kecil saat tangan Kai berada di atas bibirnya. Mata mereka saling menatap dalam diam. Lalu, tanpa mereka sadari, di sudut ruangan kafe itu terlihat seseorang sedang tersenyum miring ke arah mereka sambil memandang layar ponselnya yang menyala. Merasa puas karena gadis itu telah berhasil mengambil beberapa gambar yang menurutnya akan sangat menguntungkan.


Ya, gadis itu tertawa sarkas. Ia merasa puas dengan apa yang telah dia dapatkan baru saja. Sebuah pemandangan yang akan menghancurkan saingan terberatnya, siapa lagi kalau bukan Anne Putri.


"Pemandangan yang sangat indah." Nadine tertawa, lalu membekap bibir dengan sebelah tangannya sembari melirik ke kanan dan ke kiri.


"Ups ... " Ujarnya seraya menyelipkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinga. Lalu pandangannya kembali jatuh ke arah dimana dua orang itu masih terlihat begitu dekat.


Aku rasa ... ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua.

__ADS_1


Nadine melipat kedua tangannya di atas dada sembari tersenyum sinis.


Bagus ... ini kesempatan yang baik buat aku, untuk menghancurkan wanita sialan itu.


Keliatannya aja dia gadis yang lugu ... Nadine kembali tersenyum seraya menggeleng. Tapi sayang, kelakuannya itu tidak lebih seperti gadis murahan. Nadine berdecak sebal. Tapi bagus deh, ini bisa aku bikin senjata buat ngehancurin kamu ... Akan ada skandal yang terjadi antara adik dan juga calon suami dari kamu...


Anne Putri ...


* * *


Setelah menghabiskan beberapa waktu berada di dalam kafe itu, akhirnya Kai dan Yasika memutuskan untuk segera pergi dari sana. Kai dan Yasika hendak menyebrang ke tepi jalan karena Kai memarkirkan mobilnya di seberang sana.


Tetapi, sebelum mereka sampai ke tepi jalan itu. Kai melihat ada sebuah motor yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah dimana mereka berdua masih berdiri. Kai menyadari hal itu, sedangkan Yasika, gadis itu sama sekali tidak menyadarinya.


"Awas ...!! " Teriak pengendara motor itu.


Secepat motor itu melaju, secepat itu juga Kai menarik kasar tubuh Yasika. Kai mendekap tubuh itu ke dalam pelukannya. Hingga kemudian mereka berdua terjatuh dengan posisi Kai berada di bawah.


Seketika itu juga semua orang menjerit, ketika motor yang hendak menabrak mereka tergelincir dan langsung menabrak tembok pembatas jalan, mereka semua langsung mengerumuni orang tersebut dan sebagian membantu Kai dan juga Yasika. Kai meringis saat punggungnya terjatuh mengenai aspal. Sedangkan Yasika, gadis itu masih memeluk erat dan memejamkan matanya karena masih merasa takut.


"Yas ... kamu gak apa-apa kan?" Kai bertanya cemas sembari memegang punggungnya yang terasa sakit.


Yasika membuka matanya perlahan, lalu menatap Kai yang masih memeluknya.


"Aku gak apa-apa, Kak." Yasika menggeleng seraya meringis karena tadi tangannya sempat terkena aspal.


Yasika mengangkat tubuhnya di ikuti oleh Kai. Mereka di bantu berdiri oleh warga yang berada disana.


"Kalian gak apa-apa?" Tanya salah satu orang yang membantu mereka berdiri.


"Enggak, sekali lagi makasih."


"Sama-sama."


"Gimana keadaan orang tadi mas?" Kai bertanya.


"Kayaknya dia luka parah, dia sudah di bawa ke rumah sakit kok. Pak."


"Oh ..." Kai menyahut.


Setelah itu, mereka semua bubar. Kai dan Yasika sudah merasa tenang, meski mereka masih sama-sama meringis akibat dari terjatuh tadi.


"Ya ampun ... tangan kamu Yas, luka-luka gini. Sekarang kita ke dokter ya?" Dengan panik cowok itu berujar.


Yasika menggeleng. "Gak usah kak, cuma lecet doang kok. Nanti aku obatin sendiri."


"Tapi __ "


"Kamu yang seharusnya ke dokter, tadi punggungnya terkena aspal kan?"

__ADS_1


Kai tersenyum. "Gak apa-apa, nanti aku juga obatin sendiri."


Berada di dalam mobil, Yasika melirik ke arah Kai yang sesekali terlihat meringis. Yasika tahu, pasti luka pada punggungnya Kai itu sedikit parah. Sudah segala cara Yasika lakukan membujuk Kai supaya mau pergi ke Dokter. Tetapi, laki-laki itu tetap menolak dengan alasan hanya luka kecil.


"Kak, apa sebaiknya kamu periksa ke dokter?"


Kai menoleh sebentar sebelum fokus menatap jalanan kembali. "Gak usah."


"Tapi kamu kayak kesakitan gitu?"


"Palingan cuma sedikit luka."


"Ya udah, sekarang kita ke dokter ya?"


Kai terkekeh geli. "Kenapa mesti pergi ke Dokter? sedangkan gadis yang sekarang sedang bersama aku itu adalah calon Dokter kan?"


"Hah?" Yasika melongo bengong.


Kai kembali menoleh. "Jadi kamu bisa obatin luka aku kan? anggap saja aku pasien kamu sekarang."


"Apa?"


"Kita ke apartemen dulu." Kai melirik ke arah gadis yang masih terlihat bingung itu.


"Mau ngapain?"


"Menurut kamu?" Kai tersenyum tipis. "Aku mau ganti baju, sekalian kamu obatin luka aku."


"Tapi __ "


"Sebagai calon Dokter, gak baik kalo nolak permintaan pasiennya." Kai tersenyum seraya membelokkan mobilnya masuk ke dalam basement apartemen.


Yasika tidak mengerti dengan hatinya sekarang. Kenapa ia hanya bisa menurut saat cowok itu meminta dirinya untuk mengobati lukanya di apartemen. Seharusnya Yasika menolak, dan tidak menuruti keinginan Kai. Tapi ... tidak apa-apa kan kalau sekarang ia membantu Kai, cowok yang sudah menyelamatkannya dari kecelakaan itu.


Ya, hanya sekali ... sekali ini saja Kai dan Yasika bersama.


Setelah itu, mereka akan kembali lagi ke kehidupan nya masing-masing.


Manusia hanya bisa berencana, sementara yang menentukan, kita tidak tahu dengan rencana apa yang akan Tuhan berikan untuk kita ke depannya.




* * *


Jangan lupa tinggalkan like, komen serta vote-nya juga ya buat aku...


Terimakasih buat semua yang selalu ngasih aku dukungan.. 🙏🏻

__ADS_1


Sehat selalu buat kalian ya?


Salam sayang dari aku... ❤


__ADS_2