Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
dix


__ADS_3

Putri Dekieta sepertinya mengancam Anne.


Anne menggeleng. " Saya tidak percaya jika itu ulah Pelayan pribadi saya."


"Pelayan saya tidak pernah menjadi dalang gosip." lanjut Anne.


Anne benar benar emosi, Anne lebih percaya perkataan Tuv dari pada datang dayang lain.


" Kamu terlalu percaya dengan dayang dayang mu." ucap Putri Dekieta.


Anne mengepalkan tangannya.


" Saya percaya pelayan saya tidak pernah memulai gosip." ucap Anne.


" Tidak apa apa jika kamu tidak percaya Anne. Aku hanya ingin menghukum pelayan pribadi mu yang lancang itu, pelayan mu saja berani melanggar peraturan bagaimana dengan tuannya nanti?" ucap Dekieta penuh penekanan.


Anne benar benar tidak percaya dengan sikap Dekieta. Kenapa Dekieta kejam sekali. Apa Dekieta tidak peduli kepada bawahannya?.


" Anda tidak berhak menghukum pelayan pribadi saya Putri." Anne mengucapkan kalimat yang membuat Dekieta emosi.


Putri Dekieta tertawa keras. " Kenapa aku tidak bisa menghukum pelayan pribadi mu? aku itu berada diatas kamu yah." Putri Dekieta menyombongkan diri.


" Walaupun tingkatan anda lebih atas dari saya, tapi urusan dayang diurus oleh Yang Mulia Ratu, jadi anda kurang berhak untuk menghukum pelayan pribadi saya, dan pelayan pribadi saya belum tentu bersalah." ungkap Anne.


Putri Dekieta semakin emosi dengan sikap Anne.


" Aku masih berhak menghukum pelayan mu Anne!" Dekieta berteriak.


Anne menggeleng. " Anda sama sekali tidak berhak." Anne tidak setuju jika Dekieta menghukum Tuv.


" Kamu berani melawan saya Anne?"


Anne menggeleng, " Saya tidak pernah melawan anda, saya hanya ingin menghukum dengan benar, jika pelayan ku salah maka yang berhak menghukumnya adalah ibu ratu." ucap Anne.


Putri Dekieta hanya bisa mengepalkan tangannya.


" Baiklah kali ini aku akan membiarkan pelayan mu bebas, tapi dengan syarat kamu sendiri yang akan menghukumnya bagaimana ?" tawaran dari Dekieta.


Anne terdiam karena bimbang.


" Baiklah akan ku lakukan jika itu syarat dari Yang Mulia. " ucap Anne.

__ADS_1


Putri Dekieta tersenyum. " Bukan hanya itu syaratnya, pas kamu menghukum pelayan pribadi mu, pelayan ku Parti akan mengecek apakah benar kamu menghukum pelayan pribadi mu ataukah tidak. Bagaimana kamu sudah setuju bukan?" Dekieta tersenyum senang karena bisa menjebak Anne.


Anne membelalakan matanya, terkaget karena jebakan dari Dekieta.


" Saya tidak setuju Yang Mulia, jika aku menghukum pelayan pribadi ku dan ada orang yang melihat kejadian maka itu salah satu saya mempermalukan abdi diriku sendiri Yang Mulia, bisakah saya menghukum pelayan pribadi saya tanpa ada yang tau ?" Anne mencoba menawar.


Putri Dekieta menggeleng. " Tidak bisa." jawab Putri Dekieta.


Anne segera membungkuk, melihat tuannya membungkuk, membuat Tuv sakit hati. Jika pagi hari ini Tuv tidak mengikuti ghibahan pasti nona mudanya akan baik baik saja.


Tuv semakin membungkuk karena merasa sedih, gara gara dia Putri Anne sampai membungkuk. Putri Anne baru saja bebas dari kediamannya kenapa putri Anne banyak mendapatkan masalah?.


Tuv menengok kearah Anne. Terlintas pikiran dari benak Tuv.


" Saya akan menjalani hukuman didepan Ratu Yang Mulia, apakah bisa?" tiba tiba Tuv berbicara.


Tuv tidak mungkin membiarkan Anne menghukumnya karena Tuv tau Anne tidak akan tega menghukum dirinya. Tuv juga tidak mau dihukum oleh putri Dekieta, jadi Tuv memilih untuk dihukum sang Ratu, walaupun nantinya Tuv akan mendapatkan hukuman berat.


Anne menatap Tuv dengan tatapan tidak percaya. Anne mensyaratkan kemarahan kepada Tuv, padahal Tuv akan bebas jika Anne yang menghukum tapi kenapa Tuv malah meminta dihukum oleh Yang Mulia Ratu, itu sama mengubur dirinya sendiri.


Putri Dekieta tersenyum. " Bagaimana Anne? perkataan ku benar bukan jika kamu tidak terlalu mengenal pelayan mu sendiri. Dan kamu mau memilih apa Anne? pelayan mu memilih untuk dihukum Ratu. Jadi apa keputusan mu Anne?" ucap Putri Dekieta.


" Baiklah saya setuju jika pelayan saya dihukum oleh Ratu." ucap Anne.


Anne menatap pelayan pribadinya, semoga keputusan Anne ini tidak terlalu menyakitkan untuk Tuv.


Anne menatap Tuv dengan tatapan sedih, Anne berusaha untuk memberikan kekuatan kepada Tuv.


' Tenang saja Tuv.' batin Anne.


Putri Dekieta segera bangkit.


" Ayok kita segera ke kediaman Ratu. " perintah dari Putri Dekieta.


Putri Dekieta melangkah terlebih dahulu, disusul Anne dan para pelayan.


Putri Dekieta berjalan dengan angkuh, berbeda dengan Anne yang berjalan dengan anggun. Mereka berdua bersaudara tapi banyak perbedaan dari keduanya.


* Sampai didepan kediaman Ratu, Putri Dekieta, Putri Anne dan Tuv serta Parti diperbolehkan untuk masuk keruangan pribadi Ratu Rimba.


Anne berharap Tuv tidak akan mendapatkan hukuman yang berat.

__ADS_1


Sebelum masuk kedalam kediaman Ratu, Anne mencekal tangan Tuv untuk masuk.


" Aku akan menyelamatkan mu Tuv. " ucap Anne berjanji.


Anne dan Tuv mulai masuk kedalam kediaman Ratu.


Ratu terlihat kebingungan karena kedatangan kedua putri dari kerajaan.


Kedua putri dan kedua pelayan pribadi mereka memberikan penghormatan kepada Ratu Rimba.


" Ada perlu apa kalian kesini?" Ratu Rimba bertanya.


Putri Dekieta tersenyum sambil menengok kearah Anne yang sedang menatap Ratu dengan tatapan sedih.


" Seorang pelayan pribadi telah mendengar tentang pertemuan pagi, dan hal yang dibahas pertemuan pagi dibagikan kepada para dayang lain, Yang Mulia. " ungkap Putri Dekieta.


Ratu Rimba membulatkan matanya tidak percaya dengan perkataan Putri Dekieta.


" Berani sekali, siapa orangnya?" Ratu rimba bertanya.


Putri Dekieta kembali menengok kearah Anne. ,


" Pelayan pribadi Putri Anne, Yang Mulia." jawab Putri Dekieta.


" Pelayan pribadi Anne? tapi tadi pagi aku tidak melihat kehadiran pelayan pribadi Putri Anne." ungkap Ratu Rimba yang kebingungan.


Anne menatap Ratu Rimba, Anne baru ingat jika pertemuan pagi tadi Tuv tidak ikut karena mendengar ghibahan itu, akhirnya ada alasan Tuv bisa selamat dari hukuman.


Wajah putri Dekieta mulai gugup.


" Maaf yang Mulia saya menyela, Benar apa yang dikatakan Yang Mulia, Tuv saat pertemuan pagi tidak ikut, jadi Tuv tidak mendengar percakapan pertemuan pagi tadi. Jadi pasti Tuv sudah difitnah." ucap Anne membela Tuv.


Tuv tersenyum sambil menatap nona mudanya. Tuv sedikit lega karena Anne ingat tentang kejadian pagi tadi.


" Tidak mungkin, menurut para dayang lain yang menyebarkan berita itu adalah pelayan pribadi mu Anne. " Putri Dekieta enggan kalah.


" Bagaimana Tuv? kamu mau membela atau mengakui kesalahan mu?" Ratu Rimba bertanya sambil menatap Tuv.


Tuv menunduk. " Benar apa yang dikatakan nona muda saya Yang Mulia, saat pertemuan pagi berlangsung sudah banyak dayang yang membicarakan hal pertemuan pagi, saya hanya mendengarkan mereka saja Yang Mulia." ungkap Tuv.


Anne menghela nafas lega. Anne juga tersenyum karena Tuv pasti akan bebas dari hukuman.

__ADS_1


__ADS_2