Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
77


__ADS_3

Dekeita mengepalkan tangannya, Dekieta tidak suka jika Anne masih baik baik saja.


'Apa tidak ada kejadian begal?' batin Dekeita.


Dekieta akan mencari tau segera.


Kembali ke Anne, Anne sekarang sudah. Berada dikediamannya, Anne segera terduduk lemas.


Tuv yang mendengar kabar Anne sudah kembali segera mendekat berlari kearah Anne. Tuv memeluk tubuh Anne.


"Tuan putri saya takut jika tuan putri meninggalkan aku." tangis Tuv pecah.


Tuv memang tidak ikut tugas Anne karena ada alasan.


Anne membalas pelukan Tuv. "Tidak apa apa Tuv, aku sekarang masih hidup."


Tuv masih menangis dipelukan Anne.


"Aku menyesal tidak ikut tugas tuan putri." ucap Tuv.


Anne tersenyum sambil terus menenangkan Tuv. "Tidak apa apa perhatikan dulu kaki mu yang sakit, nanti kalau kamu ikut malah bikin repot." diakhir kalimat Anne terkekeh.


Tuv memang tidak ikut karena kakinya yang sakit gara gara ulah seseorang.


H-1 sebelum keberangkatan Anne bertugas.


Saat ini Tuv sedang mencuci baju dirinya, Tuv sudah meminta izin untuk mencuci baru kepada Anne.


Tuv bersenandung ria sambil menggosok kain kain baju, cuaca hari ini cerah jadi sangat pas untuk menjemur dan mencuci baju.


Ada seseorang yang mengintip dari arah jendela. Orang itu menyeringai senang.


"Wah ternyata sudah jatuh keperangkap, gampang sekali mengeksekusinya."


Orang itu mengendap endap mendekati Tuv.


Orang itu berdiri dibelakang tubuh Tuv, dia segera memberikan gel pelincin diatas keramik. Tuv pasti akan terjatuh.


Orang itu tersenyum karena pekerjaannya tidak terganggu dan lancar.


Orang itu melangkah untuk kembali menuju kediaman Dekeita.


Orang itu masuk kedalam kamar pribadi Dekeita, orang itu mendekat kearah Dekieta yang sedang menatapnya dengan penuh harap.


"Bagaimana kamu sudah membuat Tuv tidak bisa ikut tugas Anne?" Dekeita bertanya.


Parti tersenyum senang, "saya sudah melakukan apa yang diminta oleh tuan putri." bangganya.


Dekeita memincing curiga, tidak mungkin Parti dengan cepat bisa membuat Tuv tidak ikut. "Bagaimana caranya? Kamu melakukan apa? tidak mungkin kamu mengancam Tuv, karena Tuv tidak mungkin takut dengan ancaman mu."


Tuv memang sulit sekali diancam, Tuv selalu setia dengan Anne sepertinya lebih cepat jika Tuv dibunuh.


"Ada deh cara ini pasti ampuh bikin Tuv tidak jadi ikut bertugas, tinggal tunggu waktu saja." jawab Parti.

__ADS_1


"Yakin kalau cara ini berhasil?" Dekeita sungguh tidak percaya dengan hasil kerja Parti.


"Sekarang pasti berhasil tuan putri."


*Tuv yang sudah selesai mencuci gaun. Tuv segera mengangkat cucian dan memasukan cucian itu kedalam ember.


Tuv segera berbalik dan mulai melangkah, namun baru dua langkah tubuh Tuv terjatuh karena kaki Tuv terpeleset.


Cucian Tuv sudah terbang kemana mana dan embernya saja sudah lari entah kemana.


"Cucian ku." Tuv menangisi cucian yang dicuci bersih sekarang jatuh diatas tanah, Tuv harus mencuci ulang.


Tuv tidak menangisi kakinya yang terkilir malahan menangisi cuciannya.


Tuv hendak bangkit untuk mengambil cucian tapi kakinya terasa sakit.


"Pengin ganti kaki deh." ucap Tuv.


Tuv masih duduk menunggu bala bantuan, Tuv seperti kurang kerjaan saja.


Ada dayang junior yang memang mengenal Tuv, mereka menatap Tuv bingung.


"Kak Tuv kenapa duduk disitu? Kenapa gak diatas barang pohon tumbang saja?" tanyanya.


"Aku bukan duduk." ujar Tuv.


"Kalau bukan duduk maka apa? Kak Tuv sedang menikmati pemandangan?"


"Aku terjatuh karena kaki ku terpeleset." ungkap Tuv.


"Kaki ku terkilir, aku tidak bisa berdiri." jawab Tuv.


Para junior Tuv segera membantu Tuv untuk melangkah menuju ke kediaman Anne karena Tuv menyuruh mereka kesana.


Ada juga yang membersihkan tempat kejadian, mereka tau jika kejadian Tuv jatuh adalah karena kesengajaan.


Tuv datang tertatih tatih masuk kedalam kediaman Anne, Anne yang sedang membaca buku mengernyitkan keningnya. Anne segera mendekat kearah Tuv yang dipapah oleh para dayang yang Anne tidak tau.


"Tuan putri." ucap para dayang junior, mereka menunduk hormat.


"Kenapa Tuv dipapah?" tanya Anne.


"Saya terjatuh tuan putri, kakiku terpeleset dan terkilir." jawab Tuv.


"Kenapa bisa begitu?" Anne khawatir.


"Yah karena ada orang yang sengaja menaruh pelicin dilantai."


Anne kaget ternyata ada yang tidak suka kepada Tuv, padahal Tuv wanita baik. Anne juga tidak bertanya lebih lanjut. Anne menyuruh dayang junior untuk membawa Tuv ke tabib kerajaan.


Disana tabib segera memijat kaki Tuv. Tabib juga menyarankan agar Tuv istirahat dan tidak melakukan aktifitas karena kakinya masih sakit.


"Tuv kamu tidak usah ikut tugas ku saja." ucap Anne.

__ADS_1


Anne merasa kasian jika Tuv nekat ikut, Tuv bisa lebih kesakitan nanti, ini saja kurang satu hari berangkat Tuv masih kesakitan.


"Kenapa aku tidak bisa ikut tuan putri? Aku mau ikut."


"Tidak usah, aku tidak apa apa daripada nanti kamu kesakitan ditengah perjalanan." ucap Anne.


"Tapi aku mau jalan jalan."


"Yah nanti kamu jalan jalan ketika aku kembali kalau tidak kamu bisa jalan jalan sendiri setelah kaki mu dinyatakan sembuh."


Tuv kesal karena gara gara orang itu Tuv tidak bisa bergerak sama sekali.


"Apa kamu sudah tau pelaku yang menaburi pelicin? Kenapa dia seperti itu? Apakah punya dendam?" Anne bertanya banyak kepada Tuv.


Selain kaki Tuv yang sakit sepertinya sekarang kepala Tuv pusing karena Anne banyak bertanya.


"Aku gak tau karena pas nyuci aku tidak menengok belakang. Aku kenal gara gara orang itu cucian ku kembali kotor." ucap Tuv.


Anne menggeleng tidak percaya bisa bisanya Tuv berpikir begitu.


"Gak apa apa cucian bisa dicuci kembali tapi kalau kaki kamu gak bisa bener kembali." ucap Anne.


"Sebaiknya kamu hati hati dulu sejak peristiwa ini. Dan kamu harus istirahat ingat yah istirahat mumpung aku tidak ada di kerajaan." lanjut Anne.


Tuv menunduk sedih, "huhuhu apa aku tidak pakai tandu saja? Aku ingin ikut tugas tuan putri."


Anne menggeleng. "Cukup aku saja yang ditandu. Nanti kalau kamu yang ditandu yang ada tandunya guling." gurau Anne.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Anne hari ini masih Istirahat karena shock dengan kejadian yang menimpanya.


Ketika malam Anne bermimpi kejadian itu, Anne bahkan tidak bisa lupa ada pengawal yang terluka untuk menyelamatkan harta benda kerajaan. Anne tidak bisa tidur nyenyak setelah kejadian itu. Tubuh Anne memang baik baik saja tapi mental Anne kena. Anne selalu terbangun dan ketika ingin tertidur Anne kembali bermimpi buruk, Anne harus bagaimana biar melupakan kejadian itu?.


Anne bangun dengan mata panda karena belum bisa tertidur pulas.


Anne segera berendam dan makan pagi. Walaupun tidak berselera tapi Anne harus tetap makan.


Anne memandang Tuv yang sedang memotong batang bunga.


"Tuv apa yang kemarin terluka sudah dibawa ke tabib semua?" tanya Anne.


Tuv mengangguk masih fokus memotong dahan bunga.


"Aku khawatir dengan mereka." ucap Anne dengan wajah sendu.


"Tuan putri tidak usah khawatir, mereka akan sembuh."


"Semoga saja begitu Tuv, aku bahkan tidak bisa menghapus ingatan tentang kejadian itu, mau tidur aja aku harus ketakutan." ungkap Anne.


Tuv menoleh menatap sang putri. "Kenapa tuan putri tidak memberitahu jika tuan putri mempunyai gangguan tidur? Kalau begitu aku bisa membantu menunggu tuan putri tertidur dikamar."


"Aku merasa kasian kepada mu, tidak mungkin kamu bolak balik kamar, nanti kamu kecapekan." ucap Anne.

__ADS_1


"Yah gak apa apa, aku malah merasa senang."


__ADS_2