Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

"Ehem, pasti tuan putri rindu yah kepada tuan Yohan?" Tuv menebak.


Anne menggeleng. "Tidak, mengapa aku harus rindu dengan dia." sanggah Anne.


Saat mengatakan kalimat itu Anne membuang muka jelas ketara kalau Anne salah tingkah.


"Hayo tuan putri salah tingkah, ternyata benar jika tuan putri menyukai tuan Yohan." Tuv tidak berhenti menggoda Anne. Dasar Tuv tidak tau saja jika hati Anne sudah dag Dig dug ser.


"Jangan membuat aku malu Tuv."


Tuv tertawa melihat Anne yang malu malu kucing.


"Sudahlah kamu harus potong buah itu, setelah itu ganti baju mu dan kita akan segera ke daerah A."


Tuv masih senyum mesem mesem sendiri.


"Tuv, kamu mendengarkan aku bukan?" Anne bertanya dengan nada sedikit kesal karena Tuv masih saja menggoda Anne.


"Tuv kalau kamu masih menggoda aku, aku akan mengusir mu dari kediaman ku!" Anne mengancam Tuv.


Tuv mengatupkan bibirnya, Tuv juga berhenti tertawa karena takut diusir.


Tuv segera melaksanakan perintah Anne secara berurutan dimulai dari memotong buah.


"Tuan putri, buahnya masih tersisa banyak. Mau diapain sisa buahnya tuan putri?" Tuv bertanya.


Anne memperhatikan sisa buah, ternyata masih banyak buah yang tersisa.


"Kamu sudah mengambil buahnya untuk dirimu sendiri belum?"


Tuv mengangguk, Tuv memang belum mengambil buah untuk dirinya sendiri.


"Ya sudah kamu ambil buahnya empat, nanti sisanya bagikan kepada pengawal atau dayang dayang."


Senyum Tuv mengembang, Anne memang putri yang baik memikirkan semua kalangan dan tidak pernah membeda bedakan.


"Aku akan membagikan buah sekalian berganti baju." ungkap Tuv.


Anne menganggukan kepalanya. Tuv meninggalkan kamar Anne.


Tuv kembali setelah berganti pakaian. Tuv segera melangkah masuk kedalam kamar pribadi Anne. Anne juga terlihat sudah berganti pakaian dengan model yang lebih simpel.

__ADS_1


"Sudah bersiap pergi tuan putri?" Tuv bertanya.


Anne mengangguk.


"Apa tuan putri sudah mendapatkan izin dari yang mulia Raja?"


Anne terdiam sebentar kemudian menggeleng. Tuv menghentikan kegiatannya yang sedang memasukan pakaian kedalam kain.


"Tuan putri belum meminta izin?"


Anne mengangguk. "Kenapa memangnya?"


"Apa tuan putri tidak takut jika nanti Yang mulia raja marah karena kepergian tuan putri yang tidak mendapatkan izin?"


Anne mengangguk membenarkan perkataan Tuv, tapi kalau harus meminta izin sepertinya tidak cukup waktu.


"Sepertinya kita tidak usah meminta izin." ungkap Anne.


Tuv langsung menggeleng, "aku tidak setuju, kalau tuan putri tidak meminta izin artinya tuan putri melanggar kebijakan yang mulia Raja." Tuv menentang pemikiran Anne.


Tuv bahkan sudah membayangkan yang tidak tidak.


Tuv menggelengkan kepala tidak percaya. "Tidak tidak, tuan putri harus tetap meminta izin kepada yang mulia raja."


"Apa tuan putri tidak takut jika karena tidak meminta izin dan ratu mengetahuinya, pasti tuan putri akan diberi hukuman yang berat." lanjut Tuv.


Sekali lagi apa yang dikatakan Tuv memang benar, apakah Anne harus tetap meminta izin?


"Kalau meminta izin ratu malah tau aku akan keluar, Ratu pasti akan memarahi ku Tuv, ayolah kamu setuju saja dengan ku." pinta Anne.


Tuv merasa bimbang, Tuv ingin memaksa Anne agar meminta ijin tapi melihat wajah penuh permohonan dari Anne membuat Tuv bimbang. Aduh apakah ada pilihan yang membuat Tuv tidak bimbang?


Oke, karena Tuv adalah pelayan pribadi Anne jadi Tuv harus menuruti kemauan Anne bukan? Walaupun nanti akan mendapatkan hukuman tapi Tuv akan menerimanya dengan senang hati.


"Baiklah tuan putri aku akan mengikuti kemauan anda sekarang." ucap Tuv.


Senyum Anne mengembang. "Terima kasih Tuv."


Anne dan Tuv keluar bersama sama, didepan pintu sudah ada dayang senior Yeri yang berjaga.


"Aku akan berbicara kepada dayang senior terlebih dahulu." ucap Anne kepada Tuv.

__ADS_1


Tuv mengangguk dan sedikit menjauh dari tubuh Anne.


Anne mendekatkan tubuhnya kepada Dayang senior.


"Dayang senior aku ingin membisikan sesuatu." ungkap Anne.


Dayang senior yang mengerti segera mendekatkan telinganya.


"Aku harus pergi jadi tolong jaga kediaman ku selama aku tidak ada disini, dan kalau keluarga ku mencari dayang senior cukup menjawab saja jika aku ada urusan belajar diluar kerajaan. dayang senior mengerti?"


Dayang senior mengangguk mengerti perintah Anne.


"Apa memang tujuan tuan putri pergi untuk belajar ?" Dayang senior sepertinya sedikit curiga.


Anne mengangguk dengan semangat, biarlah Anne berbohong kali ini saja.


"Baiklah saya mengerti, semangat belajar tuan putri. Dan apakah tuan putri membutuhkan dayang selain nona Tuv?" tawar Yeri.


Anne menggeleng. "Aku tidak membutuhkan dayang tambahan, aku hanya butuh Tuv saja."


"Baiklah kalau begitu tuan putri semoga selamat sampai tempat tujuan belajar." Yeri memberi hormat, dayang yang dibelakang yeri pun kompak memberi penghormatan.


Anne mulai meninggalkan kediamannya.


Anne berjalan untuk keluar kerajaan namun harus memilih rute yang cukup sepi dan jarang dilewati oleh keluarga kerajaan karena Anne takut ada yang tau dan Anne akan dihukum. Sekitar 12 menit dari kediamannya, Anne sudah bisa keluar dari kerajaan. Anne tidak lupa memakai tudung kepala untuk menutupi wajahnya dari orang asing, antisipasi ada yang mengenali Anne ketika Anne keluar. Anne dan Tuv kembali berjalan menuju daerah A.


Anne merasa terpana melihat pasar rakyat daerah A yang masih ramai saja padahal sudah hampir sore. Anne sudah sampai didaerah A setelah menempuh perjalanan dengan kakinya sendiri sekitar 4 jam lamanya, 4 jam itu sudah dengan waktu istirahat karena tidak mungkin Anne bisa berjalan 4 jalan tanpa istirahat bisa patah nanti kaki Anne.


"Disini ramai sekali yah Tuv padahal sudah mau sore." ucap Anne.


"Sepertinya disini bukan hanya pasar tuan putri, tapi ada banyak tempat makan jadi membuat tempat sekitaran sini ramai." jawab Tuv yang ada disebelah Anne.


"Huh pantas saja Yohan tau banyak tentang makanan ternyata disini tempatnya makanan."


Tuv tertawa, "mungkin memang seperti itu tuan putri."


Anne mengedarkan pandangannya kesekitar ya.


"Apa kamu mau makan Tuv?" Anne bertanya.


Tuv menatap Anne sebentar.

__ADS_1


__ADS_2